//Ratusan Pengungsi Masih Bertahan//

PURWOREJO – Hujan deras selama 2 hari terakhir mengakibatkan Sungai Bogowonto meluap. Warga Kecamatan Purwodadi, Ngombol, dan Bagelen yang tinggal di sepanjang bantaran harus diungsikan akibat terdampak banjir luapan.

Sekitar 1.099 warga sempat mengungsi ke lokasi aman karena dalamnya genangan yang mencapai satu meter di dalam rumah. Sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah setelah air surut pada Senin (18/3) siang. Namun, masih ada ratusan warga di Desa Bapangsari dan Dadirejo Kecamatan Bagelen yang bertahan di tempat pengungsian.

“Untuk Desa Bapangsari ada kurang lebih 342 jiwa yang mengungsi, di Masjid As Sakinah Dusun Srapah dan Masjid Al Mustakim Dusun Bojong,” kata Kasi Pemerintahan Desa Bapangsari, Sarlan Saeful Amri.

Menurutnya, tidak seluruh warga menjadi pengungsi. Masih ada sedikitnya puluhan pria dewasa yang bertahan di rumah dengan alasan menjaga harta benda. Selain itu, mereka beranggapan genangan akan surut dalam waktu cepat.

Camat Bagelen Bambang Budoto, menyebut jumlah warga yang terdampak di Desa Dadirejo terdata sebanyak 1.050 jiwa. Ratusan di antaranya menjadi pengungsi, serta sebagian lainnya bertahan di rumah.

“Mereka yang mengungsi atau tidak, kami perhatian. Pemerintah menyalurkan bantuan logistik di posko dan warga yang tidak mengungsi,” sebutnya.

Penyaluran logistik kepada warga yang bertahan di rumah tidak dapat dilakukan lewat jalan darat. Genangan air di dalam kawasan permukiman di Dadirejo dan Bapangsari masih bervariasi mulai 50 – 150 Cm sehingga akses hanya bisa ditempuh dengan perahu.

Selain berdampak pada  permukiman, banjir juga membuat jalan nasional penghubung Jawa Tengah – Jogjakarta terendam. Bahkan ,ketinggian genangan sempat mencapai kurang lebih setengah meter pada tengah malam hingga pagi, sehingga akses tidak dapat dilalui. Akses baru bisa lancar dilalui pada tengah hari.

Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

“Akses alternatif Krendetan – Purwodadi juga ditutup karena wilayah Jembatan Sembir di Desa Bugel Purwodadi terendam banjir. Jalan baru bisa dilewati Senin siang,” kata relawan Persaudaraan Warga Bagelen (PWB), Sarwono.

Menurut Sarwono, genangan juga masih terjadi di sebagian desa yang sudah dibangun tanggul parapet. “Air yang limpas ke permukiman tertahan dinding parapet ketika akan mengalir ke sungai,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Drs Said Romadon MM mengungkapkan bahwa pada tahap awal bencana, pemerintah dan relawan fokus menangani para korban. Proses evakuasi dilakukan dan membentuk beberapa pos pengungsian yang dilengkapi dapur umum.

Pemerintah menggerakan seluruh organisasi yang berkaitan dengan penangann bencana.

“Tim disebar termasuk memantau daerah langganan banjir. Kabarnya di Grabag air mulai naik, namun masih terkendali dan ada petugas di lokasi yang selalu mengawasi,” ungkapnya. (top)