BNI Wonosobo Gandeng Unsoed Adakan Pelatihan Petani Kentang Dataran Tinggi Dieng

KOMPAK.Para peserta pelatihan berfoto bersama tim BNI Wonosobo dan Fakultas Pertanian Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
KOMPAK.Para peserta pelatihan berfoto bersama tim BNI Wonosobo dan Fakultas Pertanian Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – BNI Cabang Wonosobo bekerjasama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengadakan pelatihan untuk petani kentang di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Pelatihan ini diadakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan CSR dari BNI berupa hibah mesin pengolah pupuk organik.

Setelah mesin diterima oleh petani maka dilanjutkan dengan pelatihan budidaya kentang, yang dibagi menjadi beberapa pertemuan, pertama tentang bagaimana cara mengoperasikan mesin dan juga praktek proses pembuatan pupuk. Untuk pelatihan kedua tentang pengenalan penyakit pada tanaman kentang serta usaha penanggulangannya, dan pembibitan kentang pada media steril dan akan dilanjutkan pertemuan ketiga dengan materi kelembagaan kelompok tani. Selama 2 periode akan dilakukan pendampingan serta pembinaan di lahan petani untuk melihat perkembangan tanaman kentang yang berada di demplot kelompok tani.

Pelatihan kedua dilaksanakan di halaman belakang BNI Kantor Kas Dieng, pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Kepala BNI Cabang Wonosobo Yusuf Kurniawan menyampaikan bahwa pelatihan ini sebagai penunjang kegiatan para petani dilahan dalam kegiatan budidaya pertanian kentang, dan diharapkan para petani bisa mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya.

Narasumber sekaligus pendamping program CSR ini adalah Prof. Ir. Loekas Soesanto, MP, Ph.D., Dr. Ir. Tamad, Msi, dan Dr. Ir. Khavid Faozi, MP. Dalam sambutannya Dr. Ir. Tamad, Msi menyampaikan bahwa petani harus bisa cerdas dengan menekan biaya produksi serendah mungkin dan bisa mendapatkan hasil yang sebanyak mungkin, diharapkan dengan menerapkan metode yang saat ini dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Unsoed petani bisa memperoleh hasil panen yang maksimal.

Dalam materinya, Prof. Ir. Loekas Soesanto, MP, Ph.D. menyampaikan tentang berbagai macam penyakit yang biasanya menyerang tanaman kentang beserta ciri-ciri dan kerusakan yang ditimbulkan, dan cara mengatasinya. Dr. Ir. Khavid Faozi, MP.  menyampaikan teknik pembibitan kentang yang harus dilakukan oleh petani agar bisa memperoleh hasil yang maksimal, serta mengajarkan tentang bagaimana syarat dan cara dalam membuat bibit yang baik.

Artikel Menarik Lainnya :  Data Bermasalah, 42 Ribu Peserta Bebas Iuran BPJS Wonosobo Dinonaktifkan

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Geodipa Energi unit dieng sehingga kedepan program ini akan menjadi synergi antar BUMN yg dihaŕapkan akan lebih memberi manfaat pada masyarakat dieng

Pelatihan ini diikuti oleh petani dari Desa Sikunang, Kecamatan kejajar, Kabupaten Wonosobo. Serta petani dari Desa Pekasiran, Desa Kepakisan, Desa Karangtengah dan Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Isnurhadi, perwakilan dari petani menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNI yang telah memprakarsai adanya kegiatan ini yang memang sangat dibutuhkan oleh para petani disaat banyak petani yang mulai terpuruk dengan semakin naiknya biaya untuk budidaya tanaman kentang.

Pelatihan ditutup dengan kunjungan di lokasi kebun kentang diluar lokasi demplot yang lahan tersebut terkena serangan penyakit. Dalam kunjungan lapangan ini Prof. Ir. Loekas Soesanto, MP, Ph.D. menunjukkan berbagai macam jenis penyakit yang menyerang tanaman kentang dan memberikan solusi bagaimana jika tanaman kentang petani peserta pelatihan mengalami serangan penyakit tersebut. (rls/adv)