BMKG : Hari Tanpa Hujan dan Analisis Curah Hujan Dasarian ke- 1 September 2022

Hasil Monitoring Hari Tanpa Hujan dan Analisis Curah Hujan Dasarian ke- 1 September 2022 yang di sampaikan BMKG melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah
Hasil Monitoring Hari Tanpa Hujan dan Analisis Curah Hujan Dasarian ke- 1 September 2022 yang di sampaikan BMKG melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menyampaikan hasil monitoring HTH (Hari Tanpa Hujan) dan Analisis Curah Hujan Dasarian ke I September 2022, Prakiraan Probabilistik Dasarian II September 2022 dan Prakiraan Deterministik Dasarian II September s/d Dasarian II Oktober 2022 Provinsi Jawa Tengah.

  1. Monitoring HTH Dasarian I September 2022

Sebagian besar wilayah Jawa Tengah dalam kriteria HTH Sangat Pendek (1-5 Hari) terjadi Sebagian kecil Wilayah Kab. Brebes, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Wonosobo, Magelang, Kebumen, Wonogiri, Boyolali, Sebagian wilayah Kab. Klaten, Sukoharjo, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak.

HTH Pendek (6-10 Hari) terjadi di sebagian kecil wilayah Tegal, Purworejo, Demak, Rembang. HTH Menengah (11-20 Hari) terjadi di sebagian wilayah Kab. Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan.

HTH Panjang (21-30 Hari) terjadi di sebagian kecil wilayah Kab. Karanganyar, Jepara, Pati, Rembang, Blora. HTH Sangat Panjang (31-60 Hari) terjadi di sebagian kecil wilayah Kab. Rembang

  1. Analisis Curah Hujan Dasarian I September 2022

Analisis Curah Hujan didasarkan pada pengamatan sampai dengan tanggal 10 September 2022 di Kabupaten\Kota Banjarnegara berkisar antara 21 – 300 mm, Banyumas berkisar antara 21 – 300 mm.

Batang berkisar antara 0 – 150 mm, Blora berkisar antara 0 – 50 mm, Boyolali berkisar antara 0 – 200 mm, Brebes berkisar antara 0 – 200 mm, Cilacap berkisar antara 0 – > 300 mm, Demak berkisar antara 0 – 100 mm, Grobogan berkisar antara 0 – 100 mm.

Jepara berkisar antara 0 – 20 mm, Karanganyar berkisar antara 0 – 75 mm, Kebumen berkisar antara 11 – 150 mm, Kendal berkisar antara 11 – 150 mm, Klaten berkisar antara 0 – 75 mm, Kota magelang berkisar antara 21 – 100 mm, Kota pekalongan berkisar antara 76 – 150 mm, Kota salatiga berkisar antara 11 – 100 mm, Kota semarang berkisar antara 0 – 150 mm.

Kota surakarta berkisar antara 21 – 75 mm, Kota tegal berkisar antara 11 – 50 mm, Kudus berkisar antara 0 – 50 mm, Magelang berkisar antara 0 – 150 mm, Pati berkisar antara 0 – 75 mm, Pekalongan berkisar antara 0 – 300 mm, Pemalang berkisar antara 11 – 300 mm, Purbalingga berkisar antara 51 – 300 mm.

Purworejo berkisar antara 0 – 100 mm, Rembang berkisar antara 0 – 20 mm, Semarang berkisar antara 11 – 200 mm, Sragen berkisar antara 11 – 150 mm, Sukoharjo berkisar antara 0 – 50 mm, Tegal berkisar antara 0 – 200 mm, Temanggung berkisar antara 11 – 200 mm, Wonogiri berkisar antara 0 – 50 mm, Wonosobo berkisar antara 21 – 150 mm.

  1. Prakiraan Probabilistik Curah Hujan Dasarian II September 2022, (update data 8 September 2022):

Peluang > 60 % curah hujan rendah (<= 50 mm/dasarian) terjadi sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

Peluang > 60 % curah hujan menengah  ( 51 – 150 mm/dasarian) terjadi di Kab Cilacap; sebagian besar wilayah Kab. Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo; sebagian wilayah Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kebumen, Magelang; sebagian kecil wilayah Kab. Semarang dan Kota Semarang, Boyolali, Pati, Jepara, Grobogan, Blora.

Peluang curah hujan tinggi ( 151 – 300 mm /dasarian) tidak berpeluang. Peluang curah hujan tinggi ( > 300 mm /dasarian) tidak berpeluang.

  1. Prakiraan Deterministik Curah Hujan dasarian II September s/d dasarian II Oktober 2022 (update data 8 September 2022):

Dasarian II September 2022 :  Secara umum sebagian besar wilayah Jawa Tengah masuk dalam kriteria rendah (11 – 50 mm/dasarian), Kecuali sebagian kecil wilayah Kab. Banyumas, Cilacap dan Tegal masuk dalam kriteria tinggi (151 – 300 mm/dasarain).

Dasarian III September 2022 :  :  Secara umum sebagian besar wilayah Jawa Tengah masuk dalam kriteria rendah (11 – 50 mm/dasarian) hingga menengah (51-150 mm/dasarian), ), Kecuali sebagian kecil wilayah Kab. Banyumas, dan Tegal masuk dalam kriteria tinggi (151 – 300 mm/dasarain).

Dasarian I Oktober 2022 :  Secara umum sebagian besar wilayah Jawa Tengah masuk dalam kriteria menengah (51-150 mm/dasarian) dan tinggi (151 – 300 mm/dasarian).

Dasarian I Oktober 2022 Secara umum sebagian besar wilayah Jawa Tengah masuk dalam kriteria menengah (51-150 mm/dasarian) hingga sangat tinggi (> 300 mm/dasarian). (rls/me)