Syawalan, Gelar Grebeg Ketupat dan Kembul Bujono

0
806
Gelar Grebeg Ketupat dan Kembul Bujono
ARAK-ARAKAN. Sebelum digrebeg Gunungan Ketupat diarak keliling desa terlebih dahulu, warga Dusun Sekaran menggunakan busana Jawa dalam arak-arakan tersebut.

MERTOYUDAN – Dalam mengisi bulan Syawal, warga Dusun Sekaran Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan gelar Grebeg Ketupat dan Kembul Bujono. Rangkaian kegiatan syawalan kali ini mengusung tema peran pemuda dalam penguatan karakter Islami dengan rangkaian kegiatan pada 12-13 Juni.

“Meskipun liburan hari raya Idul Fitri 1440 H telah kembali masuk kerja dan sekolah, namun beberapa rangkaian yang berkaitan dengan lebaran masih terasa ramai di Dusun Sekaran Banyurojo, dengan diadakanya acara Syawalan,  sebagai wujud syukur kepada Allah, atas anugerah dan karunianya setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan,” ucap Takmir Masjid Al Falah Dusun Sekaran, Taryadi.

Kegiatan yang sudah rutin digelar selama dua tahun ini, berpusat di Masjid Al Falah Dusun Sekaran. Dengan mengambil nilai historis budaya dua kali bakda yaitu bakdho lebaran dan bakdho ketupat yang dimulai seminggu sesudah lebaran ini konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.

Rabu (12/6), berpusat di halaman masjid Al – Falah Sekaran Banyurojo Mertoyudan berlangsung arak arakan gunungan klontong ketupat yang berisi uang dengan berbagai nominal serta kertas bertuliskan barang dan makanan hasil dari sumbangan para masyarakat.

Sedangkan gunungan di belakangnya berisi susunan sayur mayur dan buhah buhaan, serta berbagai kesenian yang ada di Dusun Sekaran, diarak keliling hingga Dusun Seneng. Mereka melintas depan perumahan Panca Arga yang masih satu wilayah Desa Banyurojo Mertoyudan Magelang, hingga finis di halaman masjid Al – Falah lagi untuk. Selanjutnya gunungan digrebeg masyarakat umum. Malam harinya digelar irama qosidah musik melayu nada dan dakwah Qarisma Magelang.

“Ketupat yang digregeg dalam bentuk gunungan tersebut berisi uang dan kupon. Dimana kupon bisa ditukarkan di warung sekitar Dusun Sekaran, bisa di warung nasi goreng, bakso atau sembako, karena ini wujud kebersamaan warga,” ungkap Taryadi, yang juga berharap kegiatan tersebut kedepannya mampu menjadi daya tarik wisata.

Isroq Anis remaja 14 th warga Sekaran mengaku senang saat membuka beberapa klontong ketupat bersama rekan rekanya, yang berisi uang serta ada kertas bertuliskan handuk, mie ayam , jilbab, yang akhirnya uang dibagi adil bersama yang lain.

Acara dilanjutkan Kamis (13/6) dengan gebyar Hadroh oleh beberapa grup dari Candimulyo Magelang. Malam harinya dilangsungkan acara kembul bujono atau makan bersama dengan alas daun pisang. Kemudian puncak kegiatan ditutup dengan pengajian yang disampaikan oleh pencramah KH Suyanto S Ag M Si dari Yogyakarta.

Sinergi, partisipasi , dan kerja sama  kesuksesan kegiatan didukung oleh masyarakat  Ikatan Pemuda Pemudi Masjid Al Falah (IPPM), relawan LPRB Mertoyudan, dan Magelang Raya, yang selalu hadir ditengah masyarakat.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here