Prioritaskan Taman di Sisi Timur Kota, Walikota Resmikan Proyek Fisik 2018

0
153
Walikota Resmikan Proyek Fisik 2018
PERESMIAN. Kegiatan fisik selama tahun 2018 lalu diresmikan oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito di Taman BKSM, Jalan Diponegoro, Magelang Tengah, kemarin (13/2).

MAGELANG TENGAH – Komitmen Pemkot Magelang dalam mewujudkan branding sebagai Kota Sejuta Bunga selama ini kian kentara. Dari perbatasan Magelang Utara hingga Magelang Selatan, kini menjelma dengan hiasan puluhan atau bahkan ratusan taman-taman indah. Taman ini tak hanya kontribusi dari Pemkot Magelang saja, melainkan beberapa di antaranya termasuk andil warga yang dikhususkan di masing-masing RT dan RW.

Hal itu dikatakan Walikota Magelang, Sigit Widyonindito usai meresmikan pembangunan fisik tahun 2018 di depan Taman Bersih Kotaku Santun Masyarakatnya (TBKSM), Jalan Diponegoro, Kecamatan Magelang Tengah, Rabu (13/2).

”Kesadaran masyarakat kita sangat luar biasa. Taman-taman publik pemerintah yang membangun, sedangkan taman-taman di perkampungan juga tidak mau kalah. Bahkan, saya lihat ada yang membuat taman dengan mural dinding, pot-pot yang digantung di area trotoar perkampungan. Ini membanggakan karena ternyata masyarakat sangat antusias dengan Kota Magelang sebagai Kota Sejuta Bunga,” katanya.

Ke depan, Sigit pun berkeinginan untuk menambah taman-taman yang ada di Kota Jasa. Ia menilai bahwa keberadaan taman publik kini sudah bermanifestasi menjadi destinasi wisata baru. Dia mencontohkan Taman BKSM yang menjadi lokasi peresmian kemarin (13/2), sudah terlebih dahulu viral di media sosial.

”Padahal belum saya resmikan. Saya baru resmikan hari ini, tapi kalau di media sosial sudah viral. Saya setiap hari lewat sini, lihat anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa selfie-selfie di sini,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan taman kota tidak berpengaruh besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD), namun dengan kenyamanan warga berada di taman publik sudah menjadi kebanggaan baginya.

”Ini bukti kalau masyarakat kita bangga dengan kotanya, merasa memiliki. Kalau mau piknik, nggak usah jauh-jauh, cukup di taman-taman itu, dan gratis. Bahkan lokasi taman-taman ini bisa dijadikan sarana olah raga. Kalau masyarakatnya hobi olah raga, pasti banyak yang sehat. Kalau sudah sehat, berarti rakyatnya sejahtera, dan pemerintahannya berhasil,” ucapnya.

Meski demikian, Sigit mengaku bahwa banyaknya taman-taman di Kota Magelang dirasa belum sempurna. Terutama terkait masalah keseimbangan di tiap-tiap kecamatan.

”Di sisi Tengah Kota Magelang sudah kita bangun taman-taman yang bagus. Demikian halnya dengan sisi utara dan selatan. Tapi yang masih minim saya rasa kawasan timur kota ini. Saya ingin ke depan ada taman yang bagus di kawasan timur Kota Magelang ini supaya imbang dan merata,” papar dia.

Dengan keberadaan taman tersebut, diharapkan anak-anak muda Kota Magelang yang mau berkolaborasi sambil membaca buku atau meningkatkan kemampuan, ada di taman sisi Timur.

”Apakah di Jalan Urip Sumoharjo atau Jalan Soekarno-Hatta, nanti kita rumuskan, termasuk lahan yang representatif. Masa jabatan saya masih 2 tahun di sini, semoga sampai,” katanya.

Menurutnya, taman di wilayah timur ini nantinya juga akan terintegrasi dengan rest area. Hal ini supaya pengguna jalan yang lewat bisa singgah dan menikmati keindahan Kota Sejuta Bunga.

”Jadi yang tadinya pengguna jalan hanya singgah, akhirnya bisa menghabiskan waktu di Kota Magelang dengan berbelanja, menikmati kuliner, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono menjelaskan, ada banyak kegiatan strategis dan monumental yang dilaksanakan di tahun 2018. Ia menyebut total kegiatannya mencapai 2.722 kegiatan dan 485 program dengan alokasi anggaran sebesar Rp732.172 miliar.

”Kegiatan-kegiatan strategis dan monumental tersebut antara lain pembangunan Jalan Sodetan, Jalan Sarwo Edhie, dan Jalan Jenderal Sudirman, lanskap Taman Sebelah Jalan Sodetan, Monumen Tanah Air Persatuan, gardu pandang DPUPR dan gardu pandang Disporapar, dan gedung rawat inap kelas 3 RSUD Tidar,” jelasnya.

Kemudian gedung pelayanan RSUD Tidar, gedung rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang, pembangunan Jalan Diponegoro, pembangunan Jalan Pahlawan, lapangan tenis indoor, dan Rusunawa 58 unit serta Rusus 50 unit di Kelurahan Wates.

”Beragam proyek strategis dan monumental ini, tidak lepas dari terus meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) berkat peran masyarakat dalam mendukung program pemerintah,” imbuhnya.

Sebagai gambaran, katanya, dalam lima tahun terakhir, PAD Kota Magelang terus meningkat. Tahun 2014 lalu sebesar Rp164,906 miliar, tahun 2015 Rp186,677 miliar, tahun 2016 Rp220,217 miliar, tahun 2017 Rp233,539 miliar, dan tahun 2018 sebesar Rp247,964 miliar.

”Kalau dihitung secara global selama lima tahun ini, PAD kita naik sebesar Rp83,05 miliar atau 150 persen,” katanya.

Joko menuturkan bahwa dampak dari kenaikan PAD ini diupayakan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di semua lapisan. Masyarakat juga dapat merasakan manfaat lebih banyak dari porsi belanja langsung yang lebih besar daripada belanja tidak langsung.

Hal ini mengingat struktur belanja Pemkot Magelang sejak tahun 2016 belanja langsung lebih tinggi dibanding belanja tidak langsung. Jika pada tahun 2016 belanja langsung sebesar 57,51 persen dan belanja tidak langsung 42,49 persen, maka di tahun 2018 belanja langsung lebih tinggi lagi, yakni 68,6 persen dan belanja tak langsung hanya 31,4 persen. (wid)

PERESMIAN. Kegiatan fisik selama tahun 2018 lalu diresmikan oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito di Taman BKSM, Jalan Diponegoro, Magelang Tengah, kemarin (13/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here