Pemulung Ditemukan Meninggal di Gubuk Kali Kota

0
161
Pemulung Ditemukan Meninggal di Gubuk Kali Kota
EVAKUASI. Jenazah Radi dievakuasi PSC 119 Kota Magelang untuk kemudian dibawa ke Puskemas sebelum dijemput oleh kerabatnya dari Kaliangkrik.

MAGELANG TENGAH – Warga Kampung Botton Balong, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah digegerkan dengan penemuan mayat di rumah kosong bantaran Kali Kota, belakang Mako II Polres Magelang Kota, Rabu (13/2). Mayat yang diketahui identitasnya adalah Radi (76), warga Desa Kaliangkrik, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang itu diduga mengidap sakit keras.

”Sejak beberapa waktu yang lalu dia (Radi) tidak mau makan. Dia sering dimintai tolong membelikan es teh,” kata Guyur, salah seorang saksi.

Ia mengatakan jika Radi, sudah sepekan ini tidak mau makan. Bahkan jika ditawari makanan pun juga ditolak.

”Dia tidak pernah pulang. Hanya menempati emplek-emplek (gubuk) yang ada di pinggir Kali Kota itu. Saya baru tahu kalau dia warga Kaliangkrik,” ucapnya.

Radi diduga tak punya biaya untuk berobat. Sudah sepekan ini dia menderita sakit misterius.

”Sebelum meninggal, korban tidak mau makan. Kalau diberikan juga dia tidak mau. Sudah lama dia tinggal di emplek-emplek dan aktivitasnya sehari-hari sebagai pemulung,” ujar Eko, saksi lainnya.

Sementara itu, Kapolsek Magelang Tengah AKP Sukendro saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban meninggal karena sakit.

”Korban sejak seminggu telah sakit. Saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan,” katanya.

Korban sendiri dikenal warga kerap mangkal di pinggir Kali Kota, tepatnya di belakang Mako II Polres Magelang Kota yang berjejeran dengan Gedung Wanita, Jalan Veteran, Kota Magelang. ”Ia biasa mangkal disitu,” imbuhnya.

Korban akhirnya mendapatkan pertolongan dari petugas PSC 119 Kota Magelang dari adanya informasi warga dan Polsek Magelang Tengah.

”Ada informasi korban sakit tidak bisa kemana-mana. Sudah dievakuasi dengan ambulans tapi nyawanya tidak tertolong lagi,” katanya.

Menurut pemeriksaan dokter Eka Triwidiastuti dari Puskesmas Magelang Tengah, korban meninggal dunia secara wajar. Tidak ditemukan adanya indikasi penganiayaan.

”Itu dikuatkan dengan ciri-ciri fisik lebam di bagian punggung dan cairan dari alat kelamin. Dugaan kami korban memiliki penyakit kronis di usia lanjutnya. Korban meninggal 8 jam sebelum ditemukan,” ujarnya.

Korban akhirnya dijemput langsung oleh perangkat desa setempat dan rencananya akan dikebumikan di Desa Kaliangkrik.

Kepala Dusun Tinjumoyo, Desa Kaliangkrik, Achmad Chamid membenarkan bahwa Radi adalah warganya. Menurutnya, Radi memiliki 4 putra tapi saat ini keempat-empatnya sedang merantau ke luar daerah.

”Dia sebatangkara di sini. Namun, kita sudah mencoba menghubungi pihak keluarga,” pungkasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here