Padukan Batik dan Kaligrafi, Usaha Ini Dilirik UMPP

0
300
Padukan Batik dan Kaligrafi
TUNJUKKAN PRODUK - Anggota PKM UMPP bersama mitra dari Asosiasi Aksi Muda saat berfoto bersama sembari menunjukkan salah satu produk hasil kreasi.

KOTA – Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) melakukan pendampingan terhadap usaha kreatif milik Asosiasi Aksi Muda dengan produk berupa batik yang dipadukan dengan kaligrafi. Pendampingan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan bantuan bahan untuk mendorong produktifitas.

Ketua PKM Fakultas Ekonomika dan Bisnis UMPP, Saibani SS MSi menjelaskan, pendampingan terhadap usaha kreatif dari masyarakat dilakukan melalui program hibah dari Kemenristekdikti sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat. Dia menjelaskan, usaha batik kaligrafi dipilih setelah melihat proposal pengajuan yang inovatif dan menarik. Bahkan produk tersebut merupakan satu-satunya di Kota Pekalongan.

“Tahun ini dua yang kami dampingi, satu lagi ada di Siwatu, Kabupaten Batang dengan usaha tas yang dibuat dari tali kur. Sedangkan untuk yang di Kota Pekalongan ini kami dampingi batik kaligrafi yang kami namakan batik dakwah. Karena produk batik dikemas sekaligus sebagai sarana dakwah dengan menyelipkan karya kaligrafi,” tuturnya yang ditemui di sela-sela kegiatan pendampingan kepada PKM, Jumat (9/8).

Pendampingan yang diberikan UMPP, lanjutnya, tidak sekedar pada pengembangan produk semata tapi juga dari segi keilmuan. Juga tak hanya terkait ilmu bisnis maupun pemasaran, tapi juga ilmu lain yang berkaitan dengan keagamaan seperti bisnis islam, manajemen islam, hingga dakwah islam. “Pendampingan kami tidak sekedar pada proses teknis saja, tapi termasuk pada keilmuan dan dakwah,” tambahnya.

Pendampingan yang dilakukan UMPP, kata Saibani, dibagi dalam empat kelas project yakni kelas bisnis islam, kelas inovasi produk, kelas produksi islam, dan kelas manajemen islam. “Untuk programnya, yaitu PKM, jangka waktunya selama satu tahun. Target kami dapat mendorong produk sampai ke pemasaran,” katanya.

Dalam program pendampingan, UMPP juga menggandeng tenaga teknis lain yakni dari Politeknik Pusmanu untuk memberikan pelatihan keilmuan dalam bidang membatik.

Koordinator Asosiasi Aksi Muda, Amin mengatakan, produk batik kaligrafi merupakan inovasi baru dari komunitasnya dalam mengembangkan produk usaha. Sebelumnya dikatakan Amin, komunitasnya sudah memproduksi batik hiasan dinding. “Kali ini kami selipkan kaligrafi. Karena kami berfikir, Kota Pekalongan ini selain kota batik juga kota santri. Sehingga apa yang bisa menonjolkan ciri khas tersebut hingga akhirnya kami selipkan kaligrafi,” jelasnya.

Dalam komunitas tersebut, Amin mengatakan bahwa mereka bergerak dalam satu tim yakni dalam satu unit produksi bersama dengan tujuh orang anggota. Masing-masing memiliki tugas spesifik mulai dari persiapan bingkai, desain hingga pembuatan batik dan kalilgrafi. “Untuk batik prosesnya dilakukan dengan canting. Untuk kaligrafi dengan kuas lukis,” kata Amin.

Sejauh ini, untuk produk batik kaligrafi pihaknya sudah menerima beberapa order dari perorangan. Dia menargetkan untuk menerima order lebih massif lagi. Sehingga ke depan inovasi usahanya diharapkan dapat menjadi embrio munculnya inovasi lain yang sekaligus memperbanyak ragam oleh-oleh atau cinderamata khas Kota Pekalongan.

“Harapannya ke depan semakin banyak produk atau cinderamata khas Pekalongan yang bisa ditawarkan kepada wisatawan atau masyarakat dari luar Kota Pekalongan,” tandasnya.(nul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here