Opang dan Ojol Kembali Ricuh

0
182

WONOSOBO– Pengemudi ojek online (ojol) dengan ojek pangkalan (opang) kembali kembali ricuh. Kericuhan tersebut terjadi di dua titik. Yakni, di dekat  pangkalan ojek Talang Sidojoyo dan Kantor Ojek Online di Tawangsari, Wonosobo, Rabu (13/2). Kejadian itu diduga kuat lantaran ojol membawa penumpang sehingga membuat opang emosi.

“Semuanya sudah berhasil kami atasi, tadi (kemarin) memang  sempat ada kericuhan antara ojol dan opang, tapi tidak kontak fisik. Katanya karena ojol membawa penumpang sehingga membuat opang emosi dan terjadi kericuhan,” ungkap Kabag Ops Polres Wonosobo Kompol Sutomo kemarin saat dikonfirmasi.

Menurutnya, membawa penumpang itu sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan karena antara opang dan ojol sama-sama mencari rezeki. Selain itu, dalam undang-undang tidak ada yang mengatur kendaraan roda dua menjadi alat transportasi umum.

“Tadi opang bilang ojol membawa penumpang, saya katakan apa masalahnya, pasalnya ojol dan opang sama-sama kendaraan roda dua. Kalau dilarang ya harus semua, karena tidak ada aturannya kendaraan roda dua dijadikan angkutan umum,” bebernya.

Pihaknya meminta kepada Pemkab Wonosobo untuk segera mencarikan solusi terkait permasalahan opang dan ojol agar tidak terus terjadi kericuhan semacam ini. Karena menurutnya, tercatat sudah ketiga kali ini kericuhan antara opang dan ojol terjadi. Dia  meminta kepada para opang dan ojol untuk menjaga kondusifitas wilayah Wonosobo sampai ada aturan yang jelas dari Pemerintah Pusat. Sampai saat ini, peraturan tersebut masih digodok dan menunggu masukan-masukan dari berbagai pihak.

“Sudah tiga kali ini kericuhan terjadi. Tadi kericuhan terjadi di daerah Talang, Sidijoyo dan di Kantor Ojol di daerah Tawangsari. Tapi tadi sudah langsung kami bubarkan, kedua belah pihak harus bersabar dan bisa menahan diri,”ujarnya.

Polres tidak segan-segan akan membawa ke ranah hukum apabila kericuhan sampai menjurus ke kekerasan. Hal itu berlaku untuk kedua belah pihak, baik opang maupun ojol, pihak kepolisian akan memprosesnya secara hukum.

“Kalau sampai ada pemukulan pasti akan kami proses. Siapapun dia. Kalau tidak begitu, akan terjadi kericuhan seperti itu lagi. Harus ada shock terapi,” pungkasnya.(gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here