Mega Proyek Bendung Bener Mulai Jalan

0
703
Mega Proyek Bendung Bener Mulai Jalan
KUNJUNGAN. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Purworejo saat melakukan kunjungan kerja dalam daerah di lokasi Bendungan Bener.

//Komisi B Lakukan Sidak Lapangan//

PURWOREJO – Mega proyek Bendungan Bener yang berada di Desa Guntur Kecamatan Bener sudah dimulai. Pekerjaan yang tampak sudah berjalan itu antara lain pembangunan direksi keet serta pembukaan jalan menuju ke lokasi bendungan.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Purworejo usai melakukan kunjungan kerja dalam daerah mengatakan, ada beberapa titik pengananan. Lokasi direksi keet ada di bagian bawah yang agak dekat dengan ruas Jalan Purworejo-Magelang. Sedangkan lokasi kedua ada di Dusun Kalipacer dimana ada beberapa bangunan sementara yang sudah dibangun.

Di bagian bawah bangunan di Dusun Kalipancer ada beberapa alat berat yang melakukan pembukaan lahan. Truk-truk besar dengan 6 ban atau truk tambang memindahkan tanah yang dikeruk untuk dipindahkan ke lokasi jalan yang akan dipindahkan.

Dikatakannya, jika kegiatan pengawasan dalam daerah memang diarahkan ke Bendungan Bener. Pihaknya ingin melihat dari dekat mengenai progres pembangunannya. “Memang ini menjadi kewenangan pusat, bukan kabupaten. Tapi karena ada di Purworejo, kita juga berkepentingan untuk turut mengawal pembangunannya,” kata Dion.

Dion berharap pembangunan itu bisa dilakukan tepat waktu dan sesusai peruntukan. Senada dengan Toha, dirinya juga meminta agar keberadaan Bendungan Bener benar-benar bisa mendukung peningkatan produksi pertanian di Purworejo, khususnya padi.

Kasi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Purworejo Sukaryo mengatakan jika pihaknya tidak secara persis memahami progres pembangunan bendungan. Yang terkait dengan bendungan hanyalah daerah irigasi yang menjadi salah satu kewenangan dinasnya.

“Selama ini irigiasi yang mengaliri sawah dibawah luasan 1.000 hektar menjadi kewenangan kabupaten. Tapi nanti setelah ada bendungan, semuanya dalam penanganan Pusat,” ungkap Sukaryo.

Secara persis, dirinya juga belum mengetahui akan seberapa luas lahan persawahan yang bisa mendapatkan suplai air dari Bendungan Guntur nantinya. Harapannya, sesuai dengan arahan awal ada peningkatan produksi sawah dimana ada 2 musim tanam padi dan 1 palawija.

Anggota Komisi B DPRD Purworejo, Achmad Toha mengungkapkan sesuai informasi yang diterima pihaknya, pemanfaatan air dari Bendungan Bener lebih dari 50 persen untuk Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Dia berharap ada banyak daerah irigasi di Purworejo, utamanya yang ada di timur Sungai Bogonwonto mendapatkan pasokan air.

Setidaknya ada 10 mulai dari DI Kalisemo, DI Gusti Ngisor, DI Krasak, DI Tegalduren, DI Gupit, DI Ganggeng, DI Semawung, DI Buh Kuning Plipir, DI Bangsan dan DI Turusan yang ada di sisi timur Bogonwonto. Adanya Bendungan Bener diharapkan bisa dialirkan melalui daerah-daerah irigasi tersebut.

“Suplai air yang masuk ke DI yang ada itu masih kurang. Dan harapannya memang Bendungan Bener harus bisa melihat itu,” tutur Toha. (luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here