Ganjar Sebut Ada Industri Hoax

0
435
Ganjar Sebut Ada Industri Hoax
RAKOR. Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Dan Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, di Gumaya Tower Hotel Semarang.

MUNGKID – Jelang Pemilu 2019, indusrti yang paling menguat adalah industri hoax (berita-berita yang belum tentu kebenarannya). Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Dan Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, di Gumaya Tower Hotel Semarang, Jumat (12/4).

“Luar biasa, kenapa saya sebut industri, karena kita tidak pernah tau di sana robot-robot mulai bekerja dan peternak-peternak akun saat ini lagi laris menjelang Pemilu,” ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan bahwa, menjelang pemilu apabila terjadi miskin ide maka saat itu isu yang tidak benar, haters, ujaran kebencian, dan lain sebagainya akan mulai bermunculan.

“Maka dalam rapat koordinasi ini mari kita ciptakan kondisi Pemilu besok dengan sebaik-baiknya. Karena Jawa Tengah sendiri sudah memiliki pengalaman berprestasi pada saat pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 serentak terbaik di Indonesia,” ungkapnya

Ganjar juga berpesan kepada seluruh calon legislatif (Caleg) dari seluruh partai politik (Parpol) yang akan maju dalam perhelatan pesta demokrasi, untuk menampilkan hal-hal yang baik dan positif kepada masyarakat.

“Tampilkan saja hal-hal yang baik, entah itu calon DPRD daerah, Provinsi, sampai DPR RI, supaya jejak digital itu tercatat dengan baik,” tandas Ganjar.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan bahwa demokrasi di negara Indonesia ini dari periode ke periode terus mengalami dinamika, namun tidak pernah mengalami kegagalan pada proses pemilu.

“Karena kita tahu bahwa pemilu adalah proses memilih pemimpin yang paling baik diantara yang terbaik. Jangan sampai alat untuk membangun peradaban ini malah nantinya memecah belah masyarakat,” ungkap Condro Kirono.

Dalam paparannya, Condro Kirono menyebutkan ada beberapa kabupaten/kota yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam menghadapi Pemilu 2019, diantaranya wilayah Eks Karesidenan Kedu termasuk Kabupaten Magelang. Pihaknya pun juga akan mengirimkan tambahan personel dalam pengamanan Pemilu.

“Kita akan berikan tambahan personel dari Poda Jateng di wilayah Karesidenan Kedu ini sebanyak 2 SSK Brimob untuk menjaga jalannya Pemilu pada tanggal 17 April nanti,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Magelang, Zaenal Arifin, berkomitmen akan bersama-sama dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang untuk mengawal jalannya pemilu, dari proses pemilu hingga pasca pemilu.

“Kita akan jaga pemilu yang tinggal beberapa hari ini. Akan kita jaga kondusifitasnya, baik diproses pelaksanaannya sampai di hari tenang, pencoblosan, dan pasca pelaksanaan pemilu.

Kami atas nama Pemerintah Daerah akan menindak lanjuti pertemuan hari ini di tingkat Kabupaten agar masyarakat bisa merasa nyaman ketika menggunakan hak pilihnya tanpa ada intervensi dari pihak manapun,”ungkap Zaenal.

Sedangkan terkait netralitas ASN, Zaenal mengatakan bahwa pihaknya juga telah membagikan surat edaran agar setiap ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk tetap menjaga netralitas.

“Dalam surat edaran ini mengatur agar ASN tidak beraviliasi secara aktif untuk mendukung pasangan calon maupun legislatif. Jadi ini sudah kita tegaskan sebelumnya. Meskipun memiliki pilihan, ya disimpan di dalam hati dan gunakan hak pilih itu pada saat hari pencoblosan saja,” pungkas Zaenal. (cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here