Api Tungku, Lalap Satu Rumah

0
251
dilalap sijago merah
LUDES. Rumah milik Sunarwah ludes dilalap si jago merah, 

TEMANGGUNG – Diduga berasal dari tungku, rumah milik Sunarwah warga Dusun Maluwih 04/05 Desa Gesing Kecamatan Kandangan ludes terbakar.

Lima ekor kambing yang sedianya akan dijadikan hewan kurban juga ikut terpangang oleh ganasnya si jago merah, Sabtu (10/8).

“Salah satu kambing yang terbakar dalam kejadian itu sebenarnya akan dijadikan hewan kurban, tapi sudah mati terlebih dahulu karena terbakar,” kata Plt kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, kemarin.

Meskipun tidak menyebabkan korban jiwa, namun kerugian yang ditanggung, diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 juta.

“Perkiraan bisa jadi lebih dari itu,” ujarnya.

Menurutnya, kerugian yang tidak bisa dinilai dengan rupiah yakni kondisi psikologis dari korban dan keluarganya. Sampai saat ini kondisinya masih shok berat. Selain itu korban beserta keluarga juga mengungsi ke rumah sanak saudaranya.

“Trauma yang tidak bisa dinilai dengan rupiah, kami sudah berupaya maksimal agar korban bisa menerima musibah yang sedang diterimanya,” katanya.

Gito menyatakan, pihaknya berusaha memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk mengurangi beban yang diderita korban. Untuk saat ini selain berupa tenaga pihaknya juga sudah menyalurkan bantun logistik.

“Untuk bantuan berupa material akan kami usahakan dan kami ajukan ke pemkab. Harapan kami korban bisa mendapatkan bantual material sehingga bebannya bisa semakin berkurang,” harapnya.

Sementara itu lanjutnya, dari informasi yang berhasil dihimpun oleh BPBD kebakaran yang meluluhlantakkan rumah milik Sunarwah ini terjadi sekira pukul 09.00 WIB. Api tiba-tiba langsung terlihat membesar dengan gumpalan asap hitam pekat di atas rumah.

“Saat itu sebagian besar masyarakat di wilayah itu sedang beraktivitas di ladang dan sawah,” terang Gito.

Namun demikian warga yang melihat kebakaran tersebut langsung bergegas menuju lokasi kebakaran. Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Hanya saja karena api sudah semakin besar warga merasa kewalahan.

“Tiupan angin cukup kencang, api sangat cepat membesar,” katanya.

Menurutnya, api baru bisa dipadamkan setelah petugas dan mobil pemadam kebakaran terjun langsung berusaha memadamkan api. Dengan dibantu masyarakat, anggota TNI dan Polri serta sejumlah relawan api bisa dipadamkan kurang lebih pukul 10.00 WIB.

“Kurang lebih satu jam, tapi sudah mengahbiskan rumah korban dan hewan ternak mereka, ” terangnya.

Terkait dengan sebab musabab kebakaran sendiri, tambahnya, api diduga berasal dari percikan tungku dapur yang digunakan untuk masak-memasak yang lupa tidak dimatikan. Karena tungku dan dinding dapur jaraknya terlalu dekat sehingga api membakar dinding dapur yang terbuat dari papan kayu.

“Dugaan sementara dari api yang berasal dari tungku dapur rumah korban,” tandasnya. (set)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here