Bisnis Biji Manggis Menjanjikan

KUPAS MANGGIS. Istri Sunarto dan tetangganya sedang mengupas manggis sortiran di rumahnya, 
KUPAS MANGGIS. Istri Sunarto dan tetangganya sedang mengupas manggis sortiran di rumahnya, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Bisnis biji buah manggis ternyata cukup menjanjikan. Namun, nilai jualnya yang cukup tinggi belum banyak diketahui masyarakat.

Peluang berbisnis biji buah manggis dilakoni salah satunya oleh Sunarto, warga Desa Plipir Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Ia mencoba peruntungan dengan mengambil buah manggis tidak layak konsumsi dari Desa Somongari Kecamatan Kaligesing. Harga satu kilogram biji yang telah bersih mencapai Rp300 ribu, sedangkan dalam sehari dirinya bisa mendapatkan sekitar 4 kilogram.

“Sudah dua bulan ini saya mengambil manggis tidak layak konsumsi dari Somongari. Kebetulan ada pesanan dari pembudi daya bibit di Kemiri,” kata Sunarto, Selasa (7/4).

Pada awal pengambilan, Sunarto memang kerap mendapatkan manggis yang masih segar. Biasanya manggis itu hasil sortiran para tengkulak dari luar kota. Praktis sebenarnya buah masih layak konsumsi.

“Tapi ya tetap tidak kita makan. Saya dan anak-anak juga sudah bosan makan manggis,” ujarnya.

Sunarto mengaku rela mengambil manggis sortiran itu untuk mengisi waktu kosongnya dari kesibukan menggarap sawah. Apalagi nilai jual yang ditawarkan relatif tinggi. Untuk pengerjaan itu dia melibatkan istri serta tetangganya.

Baca Juga
Dua Pabrikan, Pastikan Beli Tembakau Temanggung

Melihat dari dekat pemilahan biji manggis itu terlihat menguras waktu. Setidaknya buah-buah yang sudah agak keras harus dibuka dengan sabit kecil. Dari setiap buah yang ada dikupas, paling banyak hanya ada 2 biji.

Setiap buah yang yang sudah dibuka, tangan akan mengeruk isi manggis dan memisahkan biji ke tempat yang sudah disiapkan. Setelah semua selesai, barulah melakukan pencucian dan melepaskan buah yang masih menempel pada biji.

“Ya memang cukup lama. Tapi alhamdulillah, saban hari antara 3-4 kilogram bisa saya hasilkan. Tentunya dengan dibantu tetangga dan istri,” tuturnya.

Dijelaskan, untuk mendapatkan manggis sortiran itu dia mengeluarkan Rp2.500 untuk setiap kilogramnya. Harga itu sudah turun dibandingkan saat puncak panen raya manggis pada bulan Januari lalu.

“Pekerjaan ini hanya sambilan. Karena sekarang untuk bisa dapat manggis sortiran juga sudah agak sulit,” jelasnya.

Meski hanya sesaat, Sunarto mengaku bersyukur karena bisa mendapatkan hasil tambahan selain dari pekerjaan pokoknya sebagai petani sawah.

“Berapa pun harus kita syukuri mas. Wong hanya modal tenaga saja,” ungkapnya. (top)