Bisa Hilangkan Stress dan Tingkatan Konsentrasi, Tapi Olahraga Menembak Kurang Diminati

Bisa Hilangkan Stress dan Tingkatan Konsentrasi, Tapi Olahraga Menembak Kurang Diminati
Perbakin Wonosobo mengirim 5 atlet menembak untuk berlaga pada kejuaraan menembak Liga Siluet Jateng Seri 3 di kota Surakarta. Foto: Agus. S

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Perbakin Wonosobo mengirim 5 atlet menembak untuk berlaga pada kejuaraan menembak Liga Siluet Jateng Seri 3 di Kota Surakarta.

Dalam kejuaraan yang digelar selama 3 hari oleh perbakin Jateng itu, atlet Wonosobo turun di sejumlah kelas. Jumlah atlet menembak tingkat pelajar masih sangat minim.

Ajang kegiatan tersebut bertujuan mencari dan menjaring atlit-atlet yang nantinya akan diikutsertakan dalam POPNAS Tahun 2023 untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan kejuaraan ini diadakan setelah dua tahun berhenti karena adanya wabah virus covid-19.

Pengcab Perbakin Wonosobo mengirimkan 5 atlet yang bertanding di regular yakni dikelas Benchrest HV WRABF 25 m diwakili Hendra W, Waloyo, Ahmad Saefudin, kelas multirange dan 3 posisi diwakili Widodo, Herman serta 1 atlit pelajar yang turun di kelas Benchrest HV WRABF 25 m diwakili oleh Bintang Ahza Raqilla Ahmad siswa kelas 4 SDN 1 Wonosobo yang masing-masing didampingi oleh pelatih dan official dari Perbakin Wonosobo.

Ketua Perbakin Wonosobo, Dul Rohim menyampaikan, peran serta para atlet yang mengikuti kejuaraan ini patut mendapatkan perhatian dan apresiasi. Pihaknya mengajak kepada masyarakat Wonosobo untuk bergabung di cabang menembak khususnya bagi para pelajar karena memang boleh dibilang sangat minim.

“Kami berharap kepada masyarakat Wonosobo khususnya para pelajar untuk bisa bergabung dan mencintai cabang olahraga menembak ini,” ungkapnya.

Menurutnya, olahraga menembak memiliki banyak manfaat, utamanya bagi para pelajar, karena mendorong konsentrasi dan fokus yang lebih baik, kesigapan serta kemampuan untuk membuat keputusan. Selain itu olahraga menembak juga untuk menguatkan otot.

“Kita harapkan kejuaraan kejuaran yang diadakan perbakin Provinsi Jateng ini mampu meningkatkan kemampuan dan minat menembak di kalangan masyarakat secara signifikan,” katanya.

Diakui bahwa minimnya sosialisasi terkait manfaat olah raga menembak, menjadikan masyarakat secara umum takut atau kurang berminat. Padahal bagi masyarakat, utamanya anak-anak olah raga itu bisa menghilangkan stress dan meningkatkan konsentrasi.

Sebagaimana diketahui bahwa kejuaraan Siluet Jateng ini berlangsung selama 7 seri penyisihan dan 1 seri final dan berlangsung di Kota/Kabupaten yang ditunjuk di wilayah Jawa Tengah.
Peserta juga dibagi dalam 2 kriteria yaitu regular dan pelajar. Untuk kelas yang diperlombakan terdiri dari 3 kelas yaitu Posisi 33m, Multi Range 18-41m dan Banchrest HV WRABF 25 m senapan kaliber 4,5 mm.(gus)