Bincang Santai PMII Purworejo, Aktivis Mahasiswa Diminta Tidak Anti Politik

TERTAWA LEPAS. Dua politisi muda mantan aktivis mahasiswa tampak tertawa lepas dalam bincang santai yang digelar di Bascemp PMII Purworejo. (foto: lukman hakim / purworejo ekspres)
TERTAWA LEPAS. Dua politisi muda mantan aktivis mahasiswa tampak tertawa lepas dalam bincang santai yang digelar di Bascemp PMII Purworejo. (foto: lukman hakim / purworejo ekspres)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Politik adalah alat perjuangan yang dapat menjadi saluran aspirasi untuk merubah struktur sosial sehingga menjadi lebih baik. Untuk itu, aktivis mahasiswa seyogyanya tidak antipati terhadap politik atau apolitis jika masih memegang komitmen sebagai agent sosial of change.

Hal itu terungkap dalam bincang santai yang digelar oleh PMII Kabupaten Purworejo dengan menghadirkan dua orang politisi muda mantan aktivis mahasiswa di eranya yakni, Eko Januar Susanto dan Saiful Anwar. Keduanya kini duduk sebagai anggota DPRD, Senin (18/4) malam hingga dini hari.

Mantan Ketua PC PMII Purworejo, Saiful Anwar yang kini menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD Kebumen ini mengatakan, bahwa gerakan mahasiswa yang kerap turun aksi sebagai parlemen jalanan bukanlah satu-satunya cara untuk merubah kebijakan agar lebih pro dengan rakyat.

“Yang tidak kalah efektif adalah masuk dalam sistem demokrasi yakni terjun di dunia politik dan berani berkompetisi untuk menjadi seorang wakil rakyat. Karena dari kursi DPRD itulah aspirasi masyarakat dapat disuarakan dengan lantang,” katanya.

Dikatakannya, mahasiswa saat ini harus betul-betul menguasai tentang alur kebijakan pemerintah. Hal itu guna mengontrol agar pemerintah berjalan sesuai undang-undang yang berlaku.

“Menjadi seorang pemuda harus berani mengambil risiko, harus berani beda dari yang dan terus mencoba hal-hal baru, keilmuan tentang alur penganggaran dan kebijakan publik saya harap PMII dapat hafal di luar kepala agar tidak ada lagi pemerintah yang main-main dengan kebijakan,” ucapnya.

Sementara itu, Eko Januar Susanto,  menyampaikan di Kabupaten Purworejo sendiri tagline Purworejo Berdaya Saing 2025 merupakan gagasan untuk mengembangkan potensi lokal wisdom yang ada. Potensi Purworejo yang sangat banyak dari berbagai sektor diharapkan mampu bangkit dan mempunyai bergaining position dengan daerah lainnya.

“Kita mulai dari yang kecil-kecil seperti UMKM harus kita berdayakan dan suport, UMKM sudah terbukti di beberapa krisis ekonomi UMKM lah sektor yang paling mampu untuk bertahan, maka sektor UMKM ini harus mendapat perhatian khusus setiap Instansi atau lembaga dalam setiap progamnya,” kata mantan aktivis GMNI komisariat UGM ini.

Satrio Tegar Imani selaku ketua PMII Cabang Purworejo menambahkan, diskusi dengan mengangkat tema Transformasi Gerakan Merawat Peradaban diharapkan para anggota dan kader PMII dapat menganalisis sebuah persoalan di daerah dan disuarakan di tingkat lokal bahkan sampai ke pusat. Dengan mendiskusikan isu-isu daerah PMII juga turut membantu pencapaian visi-misi Kabupaten Purworejo yang berdaya saing.

“Kita undang para dewan kesini untuk mengetahui sejauh mana progam pemerintah daerah dalam mewujudkan daerah yang berdayasaing, saya kira pemerintah harus ada kontrol, koreksi, dan suport dari para pemuda khususnya mahasiswa,” kata Satrio usai diskusi di Basecamp PC PMII Kelurahan Sindurjan. (luk)