Bikin Meleleh! 95 Warga Wonosobo Undur Diri dari KPM PKH

Bupati bersama dengan Wakil Bupati serta anggota Komisi D DPRD menyerahkan penghargaan kepada KPM PKH graduasi di GOR Bumirejo Mojotengah.
PENGHARGAAN. Bupati bersama dengan Wakil Bupati serta anggota Komisi D DPRD menyerahkan penghargaan kepada KPM PKH graduasi di GOR Bumirejo Mojotengah.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebanyak  95 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) secara sukarela mengundurkan diri sebagai penerima bantuan atau graduasi. Hal tersebut lantaran perekonomian keluarga sudah membaik dan menganggap masih banyak keluarga lain yang lebih membutuhkannya.

“Graduasi atau mengundurkan diri secara sukarela dari program PKH, patut di apresiasi, berarti masyarakat kita punya semangat kemandirian,” ungkap  Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, pada acara Penyaluran Bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kabupaten Wonosobo dan Penyerahan Piagam Penghargaan KPM Graduasi PKH Kecamatan Mojotengah di GOR Desa Bumirejo Mojotengah, Senin (1/11).

Menurutnya, bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo semakin serius dalam melaksanakan upaya percepatan penanggulangan  kemiskinan di wilayah Kabupaten Wonosobo. Sebagai informasi, jumlah penerima bantuan Jaring Pengaman Sosial se-Kabupaten Wonosobo, adalah sebanyak 13.800 Keluarga Penerima Manfaat, dan masing-masing menerima bantuan sebesar Rp200 Ribu yang dianggarkan dari APBD 2, dan disalurkan melalui Bank Wonosobo.

“Pemkab tentu saja serius untuk mengurangi atau menekan angka kemiskinan,” tandasnya.

Bupati yang juga didampingi Wakil Bupati, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo dan Beberapa Kepala OPD kabupaten Wonosobo, juga menyampaikan bahwa disisi lain Program Keluarga Harapan di Kabupaten Wonosobo sejak tahun 2015 hingga 2021, memiliki 40.362 KPM yang tersebar di 15 kecamatan.

Dijelaskan, untuk membantu percepatan penanggulangan kemiskinan, PKH Kabupaten Wonosobo terus melakukan upaya, melalui pendamping sosial Program Keluarga Harapan di masing-masing kecamatan dan desa kepada KPM secara mental, pendampingan pemanfaatan bantuan, pendampingan akses layanan kesehatan dan pendidikan, dan pembentukan Kelompok Usaha Bersama bagi KPM PKH.

“Ini juga menjadi upaya pendampingan yang dilakukan dengan tujuan para Keluarga Penerima Manfaat dapat berangsur menjadi Mandiri Sejahtera, dan terentas dari kemiskinan. Jadi para Keluarga Penerima Manfaat tidak hanya menerima bantuan, namun juga didampingi untuk mengembangkan kemandirian, sehingga setelah graduasi akan mampu bertahan menjadi keluarga yang lebih sejahtera,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  14 Masjid di Wonosobo Ikuti Lomba K3M, Kebersihan Tempat Wudhu hingga Mukena

Keluarga Penerima Manfaat Mandiri Sejahtera yang telah graduasi di Kabupaten Wonosobo selama tahun 2021 adalah sebanyak 713 keluarga, dan untuk Kecamatan Mojotengah sebanyak 95 keluarga.

Melihat perkembangan tersebut pihaknya mengaku optimis bahwa Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kabupaten Wonosobo, akan mampu mencapai kemandirian dan kesejahteraannya masing-masing, seiring dengan kemampuan bertahan secara sosial ekonomi yang semakin kuat pula.

“Keluarga Penerima Manfaat graduasi akan disinergikan untuk mendapatkan stimulan program dari Perangkat Daerah lain di Kabupaten Wonosobo, sehingga diharapkan para Keluarga Penerima Manfaat yang telah graduasi dapat mempertahankan kemandirian dan kesejahteraan,” ucapnya.

Sementara pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial PMD Kabupaten Wonosobo, Dra.Harti,  menyampaikan bahwa anggaran yang digunakan untuk Bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang bersumber dari APBD Kabupaten Wonosobo tahun 2021 sebesar Rp5 Miliar yang disalurkan kepada 13.800 keluarga yang benar benar membutuhkan.

Terkait 95 keluarga yang telah Graduasi, pihaknya  menyampaikan bahwa mereka harus terus dikawal dan menjadi sasaran program dari OPD terkait, dengan pelatihan pelatihan ataupun dengan modal usaha.

“Para keluarga penerima manfaat PKH yang telah graduasi untuk terus didampingi, dikawal dan menjadi sasaran program dari OPD terkait,” katanya.

Menurutnya, agar kemandirian secara ekonomi mereka bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Pendampingan dengan pelatihan pelatihan sangat diperlukan bagi para KPM PKH yang telah graduasi, agar harapannya mereka tidak miskin lagi atau istilahnya jamila (jadi miskin lagi),” pungkasnya. (gus)