Bibit Durian Lokal Perlu Diinventarisir, Cari Varietas Unggul untuk Dibudidayakan di Purworejo

 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Menentukan durian varietas unggul di Purworejo dalam pandangan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo, Jaka Hartana, tidaklah sulit. Di masyarakat, ada banyak jenis durian yang memiliki cita rasa khas dan tidak kalah dengan durian unggulan yang ada.

Wakil Rakyat dari Kecamatan Kaligesing ini mengaku dirinya kerap menjumpai durian-durian unggul di wilayahnya. Dan durian tersebut memiliki penjual atau pelanggan tersendiri. Bahkan tidak sedikit durian yang harus inden untuk bisa mendapatkannya.

“Inden pun terkadang juga susah. Kalau satu pelanggan datang, dan di tempat itu ada 20an buah, bisa jadi akan langsung diangkut semua. Sementara yang lain tidak kebagian,” jelas Jaka, kemarin.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Jaka yakin jika di semua kecamatan yang menjadi penghasil durian di Purworejo sebenarnya ada durian-durian unggul yang layak jual. Hanya saja dibutuhkan sedikit kerja keras dari dinas untuk melakukan klasifikasi atau penilaian terhadap durian yang ada.

Dia menyebut jika Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) mau sedikit bekerja lebih keras untuk mendatangi atau mendata durian-durian unggul di wilayah Purworejo. Dia mengatakan kalau hanya didasarkan pada penilaian dalam gelaran lomba, akan terlalu lama waktu yang dibutuhkan.

“Di Kaligesing itu kami menyebut durian nano-nano, karena tersedia berbagai varian warna dan rasa. Kalau dijumlah mungkin diatas angka ratusan,” tambahnya.

Solusi lain yang bisa dilakukan dinas selain melakukan pendataan adalah melakukan sortir terhadap durian-durian berkelas rendah yang ada. Durian yang ada terebut ditambalsulam dengan varian durian kelas unggul.

Untuk perbanyakan, Jaka mendorong DPPKP menyediakan anggaran khusus untuk penggantian kerugian bagian durian-durian kelas unggul yang nanti akan dijadikan bibit. Hal ini dipicu, durian yang diambil entres atau bagian pucuk pasti akan terganggu populasi dan produksinya.

Artikel Menarik Lainnya :  DPU PR Purworejo Atasi Kerusakan Jembatan Sedayu 3

“Sambil menunggu pemulihan itu, diperlukan penggantian untuk para petani. Sehingga petani tidak rugi jika pohonnya dijadikan bahan pembibitan,” tambah politisi PDI Perjuangan Purworejo ini. (luk)