Berkat Lapak Ganjar, Guppy Candimulyo dan Cupang Kajoran Kini Semakin Dicari

    KOLEKSI ikan guppy milik Dwi Aji Wicaksono, warga Desa Kembaran. Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang
    KOLEKSI ikan guppy milik Dwi Aji Wicaksono, warga Desa Kembaran. Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang

    OLEH ; JOKO SUROSO

    MAGELANGEKSPRES.COM – DAMPAK Pandemi Covid-19 dirasakan oleh semua sektor usaha. Tak terkecuali, sektor UMKM,  bahkan sebagian harus gulung tikar atau bangkrut tak mampu bertahan. Kehadiran Lapak Ganjar yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo seolah menjadi obat bagi pelaku UMKM yang sempat lesu di tengah pandemi Covid-19. Ruang promosi berbasis online (daring) itu mampu ‘menghidupkan’ kembali pelaku UMKM yang telah mati suri.

    Sejak diluncurkan, sejumlah UMKM di Jawa Tengah sangat terbantu setelah bergabung dengan Lapak Ganjar. Selain bisa mendapatkan akses promosi yang sangat luas, produknya semakin dikenal masyarakat luas dan orderan pun mengikutinya.

    Sejumlah pelaku UMKM di wilayah Magelang pun telah menikmati manfaatnya setelah mengikuti Lapak Ganjar.

    Salah satunya pemilik akun @mitramulyafarm. Usaha ikan hias jenis guppy yang dikelola Dwi Aji Wicaksono, warga Desa Kembaran Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, itu kini lebih dikenal dan orderan pun meningkat usai mengikuti Lapak Ganjar ke-37 edisi spesial ikan hias. ” Yang jelas, semakin banyak yang kenal dengan usaha saya setelah ikut Lapak Ganjar, followernya juga bertambah, untuk pesanan meningkat tapi tidak begitu banyak,” ungkapnya.

    Dwi merintis usaha budidaya ikan hias pada April 2020, dalam suasana pandemi Covid-19. Sembari melakukan proses perkuliahan secara daring mahasiswa semester jurusan dokter hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu mulai menekuni usaha yang hasilnya cukup menjanjikan.

    ikan guppy milik Dwi Aji Wicaksono, warga Desa Kembaran. Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang

    Untuk promosi, awalnya Dwi mengandalkan online, diantaranya lewat facebook. Sejak mengikuti Lapak Ganjar yang menggunakan Instagram (IG), followernya bertambah, secara otomatis yang mengenal usahanya semakin meningkat. “Saat posting ikan guppy di Lapak Ganjar, ada yang langsung laku. Kalau ikan bagus, biasanya langsung laku, banyak yang senang. Kalau harganya, ratusan ribu, belum sampai jutaan,” katanya.

    Artikel Menarik Lainnya :  Penanganan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi 2022 Masih Jadi Prioritas, Anggarannya pun Ditambah

    Menurut Dwi, orderan yang paling banyak masih datang dari facebook karena dirinya bergabung dengan sejumlah group yang membernya mencapai ribuan. Yang tergabung dalam group facebook, tak hanya pedagang, juga pembeli, kolektor hingga makelar. “Sebab dari awal kami menggunakan facebook sehingga anggotanya sudah mencapai ribuan. Kalau lewat IG, followernya belum begitu banyak tapi tetap membantu,” ungkapnya.

    Setiap bulan, rata-rata dia menerima 10 order ikan guppy yang diposting di medsos. Pembelinya pun tak hanya dari Magelang, tapi juga dari luar kota, seperti Semarang, Probolinggo, Situbondo dan Bekasi. Harganya pun bervariasi, sesuai kualitas ikan yang diposting.

    Sama halnya penuturan Arman Panggih, seorang pekerja di pabrik kayu yang kini sedang mengembangkan usaha ikan hias jenis cupang di rumahnya, Desa Lesanpuro Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. “Setelah gabung Lapak Ganjar, alhamdulillah dagangan saya semakin dikenal masyarakat luas dan follower saya bertambah,untuk kenaikan penjualan tidak begitu signifikan karena bersamaan dengan diberlakukanya PPKM,” ungkapnya.

    Meski begitu, Arman masih beruntung. Dia mendapatkan kesempatan mempromosikan usahanya itu di Lapak Ganjar edisi spesial ke 37. Sejak itulah usaha yang diberi nama @iwak_cupanggih lebih dikenal secara luas. “Awalnya, saya posting dan direpost oleh Pak Ganjar. Sekarang instagram saya tambah follower dan banyak peminatnya,” ujarnya.

    Usahanya itu dirintis di masa pandemi Covid-19, saat pendapatannya menurun akibat pemangkasan jam kerja di pabrik, karena pandemi satu tahun lalu. Usaha yang dilakukan di sela-sela bekerja sebagai buruh pabrik kayu itu pun cukup membantu keluarganya. Selain itu, juga tak mengganggu aktivitasnya sebagai buruh pabrik. Sebab, promosi dilakukan melalui media sosial.

    Arman pun semakin bersemangat untuk terus menghidupkan usahayanya itu. Pelangganya, tak hanya dari Magelang tapi juga dari luar daerah, seperti Jakarta, Tangerang dan beberapa kota  di Jawa Tengah.

    Artikel Menarik Lainnya :  Kuda Lumping Nyaris Menghilang Selama Pandemi

    Dia berharap, Lapak Ganjar dapat terus berlanjut untuk membantu pengembangan UMKM. “Harapannya terus lanjut, karena Lapak Ganjar dapat membantu pengembangan UMKM, apalagi dan masa pademi,” ujarnya.

    Tak hanya UMKM ikan hias, masih ada ratusan UMKM dengan beragam sektor usaha, yang telah menikmati hasilnya setelah bergabung dengan Lapak Ganjar. Awalnya, hanya menyasar UMKM di Jawa Tengah, tapi kemudian melebar ke provinsi-provinsi yang lain hingga akhirnya terbuka untuk seluruh UMKM di Indonesia. Setiap edisi, Lapak Ganjar selalu mempromosikan produk UMKM yang berbeda-beda, seperti jamu tradisional, sablon. batik, madu, kerajinan kriya, kue lebaran, produk ramah lingkungan dan masih banyak lagi, termasuk edisi khusus, yang lebih luas menyasar UMKM, tidak hanya dari Jawa Tengah tapi juga UMKM dari provinsi lain, bahkan seluruh Indonesia. (*)