28 C
Magelang, ID
Kamis, Agustus 22, 2019
Beranda blog

Biar Ramping, Prajurit Bertubuh ‘Gemuk’ Digembleng

0
Prajurit Overweight Jalani Pembinaan Khusus
PEMBINAAN. Prajurit Kodim 0707 Wonosobo yang mengalami overweight wajib melaksanakan pembinaan fisik khusus.

WONOSOBO- Prajurit Kodim 0707 Wonosobo yang mengalami overweight atau kegemukan wajib melaksanakan pembinaan fisik khusus. Kegiatan pembinaan fisik tersebut dimaksudkan agar postur serta fisik anggota yang mengalami overweight bisa kembali ideal.

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Anggota Kodim 0707 Wonosobo untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan ketahanan fisik dalam rangka mendukung tugas pokok. Apalagi, prajurit yang memiliki berat badan berlebih,” ungkap Kasdim Mayor Caj Henry Handoko.

Menurutnya , pembinaan fisik bagi anggota militer sudah bukan hal yang baru. Namun, melihat tugas dan tanggung jawab anggota TNI yang sangat padat diharapkan tidak menjadi alasan untuk melaksanakan pembinaan fisik agar tidak terjadi overweight.

“Prajurit berbadan tambun akan kita gembleng dengan pembinaan fisik khusus,” tandasnya.

Dijelaskan , bagi personel yang berbadan gendut harus mengikuti program pengendalian berat badan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari program TNI Angkatan Darat guna memperbaiki performa personil TNI yang mengalami kegemukan.

“Salah satu kriteria berbadan gemuk yaitu saat dilakukan pengecekan berat badan memiliki berat mencapai 101 kilogram. Program ini wajib diikuti oleh anggota yang tergolong gendut, supaya badan mereka lebih ramping dan lebih sehat sehingga siap dan sigap dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Kelebihan berat badan dilihat dari ilmu kesehatan kurang baik. Jika mempunyai berat badan terlalu berlebihan maka akan menimbulkan beberapa penyakit, seperti jantung, hipertensi, dan lain sebagainya. Untuk itu bagi anggota yang mempunyai berat badan tidak ideal agar bisa melaksanakan pembinaan fisik demi kesehatan.

Untuk mendapatkan berat badan yang normal, dirinya menyarankan agar personel yang bersangkutan untuk memperbaiki kesehatannya dengan rajin berolahraga. Dalam program penurunan berat badan seluruh personel gendut harus melaksanakan pembinaan fisik lebih, seperti lari, push up, sit up dan fitness yang dipandu oleh personel Staf Operasi Kodim 0707 Wonosobo. (gus)

Padukan Metode Modern dan Salafiyah

0
Padukan Metode Modern dan Salafiyah
DI LUAR. Para santri Pondok Pesantren An Nida’ Krasak Selomerto belajar bahasa di luar ruangan dengan metode yang menarik.

WONOSOBO – Sistem pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren An Nida’ Selomerto ternyata memiliki beberapa perbedaan dengan sistem belajar di pondok pesantren lainnya di Wonosobo. Ponpes yang terletak di Desa Krasak dan berjarak 10 km dari pusat kota itu, memadukan kurikulum pesantren salafiyah murni yang didukung kitab-kitab klasik dengan perpaduan kurikulum pesantren modern.

Bahkan metode itu dijelaskan pengurus bagian Bahasa Shidqil Mubarok, yaitu dengan menekankan disiplin Bahasa Arab dan Inggris.

“Salah satu yang paling menonjol adalah penerapan berbahasa arab kepada setiap santri dalam kehidupan sehari-hari. Maka untuk meningkatkan materi bahasa, santri diberikan 3 kosakata bahasa Arab setiap pagi setelah salat shubuh berjamaah dan diklasifikasikan sesuai kelas. Setelah itu mereka ditugaskan untuk membuat 3 contoh kalimat dari masing-masing kosakata yang telah diberikan,” terang Shidqil kemarin (21/8).

Sehingga dengan metode itu, selama satu minggu para santri mendapat setidaknya 12 kosakata dan 36 contoh kalimat dengan bahasa Arab. Tidak hanya kosakata, para santri juga diberikan materi percakapan bahasa Arab setiap hari Jumat dan Minggu untuk membiasakan santri dalam berkomunikasi.

“Walaupun terbilang sedikit namun jika dijalankan secara istiqomah, insyaallah hasilnya akan luar biasa. Tim pengajar juga dibantu pengurus kamar untuk memberikan kosakata setiap pagi dan memantau kondisi bahasa anggota,” imbuhnya.

Selain pengajaran bahasa Arab, pengurus bahasa juga membuat semacam forum pengadilan bahasa yang dilaksanakan setelah salat isya. Diadakannya forum yakni untuk membimbing santri agar barhati-hati dalam berbahasa. Hukuman yang diberikan berupa peringatan, hafalan, dan membuat 5 kalimat dengan bahasa Arab.

“Selain hukuman diharapkan santri juga mendapat pelajaran baru setelah diadakannya pengadilan. Apabila bahasa ada dilisan kita, maka dunia ada digenggaman. Maka kalau kita ingin bisa menaklukan dunia kita harus bisa menguasai Bahasa asing,” ungkap salah satu pengajar Aviano Fadly.

Meski dinilai cukup efektif, metode itu memang  masih butuh beberapa perbaikan dan penyempurnaan. Menurutnya, pada kesadaran para santri dengan adanya pelanggaran setiap hari karena kurangnya kesadaran akan pentingnya berbahasa. Namun hal itu dinilai para pengajar maupun santri adalah bagian dari proses belajar yang lazim dan mengarah pada perbaikan kemampuan berbahasa. (win)

 

Gugah Nasionalisme Lewat Lomba

0
Pentaskan Sendratari Kolosa5
SUSURI. Para peserta karnaval menyusuri jalan utama kecamatan Sukoharjo saat karnaval

WONOSOBO – Berbagai lomba diadakan SMKN 1 Sukoharjo disambut antusiasme para siswa dan warga sekolah selama dua hari (20-21/8). Menurut kepala sekolah Ainur Rojik, agenda itu diisi dengan berbagai kegiatan termasuk karnaval yang mengusung tema Peningkatan Jiwa Nasionalisme.

Hal itu menurutnya menjadi suatu muatan yang patut terus ditanamkan pada benak para siswa. Lomba dan kegiatan selama dua hari itu juga mengajak siswa mengenal busana adat nusantara se-Indonesia.

“Karnaval SMK N 1 Sukoharjo dalam rangka peringatan HUT RI ini memang mengangkat tema Peningkatan Jiwa Nasionalismemelalui lomba-lomba Berwawasan Nasional dan para siswa kami ajak untuk berpartisipasi dalam lomba utamanya mengenakan pakaian adat nasional dan busana para pahlawan,” ungkap kepala sekolah kemarin (21/8).

Berbagai jenis lomba memang difokuskan pada lomba yang lazim ada saat 17-an. Meskipun momentum 17 sudah lewat pekan lalu, namun pihak sekolah berharap para siswa bisa berpartisipasi dengan aktif dan memahami momnentum itu untuk menjadi sebuah memori tentang bagaimana kegembiraan masyarakat memperingati kemerdekaan di masa lalu.

“Kami menyelenggarakan karnaval dengan tema pahlawan nasional ada juga menghias tumpeng, dilanjutkan fashion show berpakaian adat nasional dan pahlawan. Busana itu juga dikenakan para peserta karnaval dan berkeliling di sekitar jalan utama. Ada juga lomba klasik seperti tarik tambang, balap karung dan semua diikuti siswa dan guru,” ungkap Waka Kesiswaan Sigit Mukti Yuwono. (win)

Dispaperkan Gelar Pelayanan Kesehatan Hewan

0
Dispaperkan Gelar Pelayanan Kesehatan Hewan 3
PELAYANAN.  Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (Paperkan) Wonosobo menggelar pelayanan kesehatan hewan di Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah 

WONOSOBO- Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (Paperkan) Wonosobo menggelar pelayanan kesehatan hewan di Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah kemarin. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan antisipasi penyakit pada hewan ternak.

“Kesehatan ternak merupakan salah satu hal sangat penting yang harus dipahami dan disadari oleh masyarakat peternak. Sehingga, kesehatan ternak perlu mendapatkan porsi tersendiri dalam pemeliharan ternak,” ungkap Tim Keswan Dispaperkan, drh Heri Kuswanto, kemarin

Menurutnya, pemkab melalui Dispaperkan, khusunya bidang peternakan tengah berupaya untuk selalu melayani masyarakat khususnya dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan hewan.  Hal ini dilaksankaan dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak yang ada di Wonosobo.

“Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menyadari hal tersebut  penting untuk dilaksanakan. Sehingga, berupaya untuk melayani masyarakat terkait dengan kesehatan hewan dengan melaksanakan kegiatan pengobatan ternak massal kepada masyarakat,” katanya

Kegiatan pelayanan kesehatan dilakukan bersamaan dengan Pesta Pathok Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah. Dimana ternak yang ada di masing-masing RT  Desa Mojosari dikumpulkan di lapangan Mojosari sehingga lapangan Mojosari dipeuihi oleh ratusan ternak kambing khususnya. Hal ini untuk meningkatkan gairah dan semangat peternak dalam memelihara ternak.

“Pelayanan kesehatan hewan melalui momentum tersebut meliputi kontes ternak kambing PE, pengobatan ternak massal, pemeriksaan kesehatan hewan, pemeriksaan USG untuk ternak betina, pelayanan IB kambing, pelayanan konsultasi pakan ternak, konsultasi kandang dan produksi, konsultasi reproduksi ternak,” katanya.

Pihaknya berharap, “peternak bisa melihat kemajuan teknologi dalam peternakan, semakin memahami pentingnya kesehatan hewan bagi peningkatan produktivitas ternak. Kegiatan pelayanan kesehatan paling ditunggu oleh petani peternak. Sebab, selain meningkatkan pengetahuan tentang pengobatan juga bisa berkonsultasi soal pemeliharaan yang baik.

“Minta petani di Wonosobo untuk beternak domba dan kambing, atau hewan jenis ruminansia cukup tinggi. Sebab, mereka mendapatkan dua keuntungan, dari pupuk kandang dan juga penjualan hewan ternak,” terangnya.

Sementara itu, Camat Mojotengah Bandriyo mengatakan, pelayanan kesehatan hewan perlu ditingkatkan, tidak hanya di satu desa atau menunggu adanya momentum kontes hewan ternak, namun dijadwalkan secara rutin.

“Pelayanan ini kan dibutuhkan oleh petani peternak kita. Jadi saya harap tidak hanya ada saat momentum saja,” katanya.

Melihat potensi hewan ternak, khusunyanya sapi, domba dan kambing di Kecamatan Mojotengah, pihaknya berharap ada perhatian lebih. Sehingga, peternak semakin bersemangat dan berdampak pada produktivitas ternak di kecamatan yang ia pimpin.

“Bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di desa, masalah ternak perlu mendapatkan perhatian khusus,” pungkasnya. (gus)

Karnaval, Wujud Bangsa Kaya Karya Seni Budaya

0
karnavel
KARNAVAL. Karnaval HUT ke 74 Kemerdekaan RI di lereng Gunung Merapi Kecamatan Srumbung dengan tema Budaya dan Potensi Desa.

SRUMBUNG – Mengusung tema Budaya dan Potensi Desa disematkan dalam Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-74 di lereng Gunung Merapi Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso menyatakan karnaval ini bisa dikatakan wujud bangsa yang kaya akan karya seni budaya ‘sak iyeg sak eko proyo’ atau bersama dalam kerukunan.

“Ber gotong-royong memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 kali ini,” ucapnya di sela Pawai Budaya Kecamatan Srumbung, Rabu (21/8).

Menariknya, selain warga, tamu yang hadir dan anggota Forkopimcam Kecamatan Srumbung juga turut menari di sepanjang jalur evakuasi itu. Bersama ribuan warga turun ke jalan, mereka menari bersama penuh warna. Sehingga karnaval berlangsung meriah.

Prosesi kirab dalam karnaval tersebut melibatkan 50 kelompok dari 17 desa/kelurahan di Kecamatan Srumbung.  Peserta berdandan untuk menampilkan potensi dan budaya kebanggaannya, sesuai dengan tema yang diusung karnaval tersebut.

“Kita adalah bangsa yang unggul sejak zaman Majapahit dalam seni budaya yang mampu menyatukan nusantara. Ajang ini menjadi media aktualitas potensi, menumbuhkan UMKM masyarakat,” terang Iwan.

Selain pawai budaya, dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ini, Kecamatan Srumbung juga menggelar berbagai kegiatan seperti pentas wayang kulit, bazar produk potensi desa serta aneka perlombaan.

Iwan menambahkan, kemerdekaan bangsa Indonesia patut disyukuri dengan melanjutkan estafet perjuangan para pahlawan melalui kegiatan yang bernilai manfaat demi kemajuan di era teknologi, dimana pemuda sebagai generasi penerus bangsa menghadapi tantangan berat era industri 4.0.

“Tantangan ke depan semakin berat di era industri 4.0 mampu menyelesaikan masalah bangsa. Adapun kunci utama ada pada sumber daya manusianya, yakni pemuda dengan pendidikan untuk menjadi garda terdepan dalam bersaing dengan negara lain,” pungkas Iwan.(cha).

 

Peras Susu Etawa, Pendongkrak Juara II Lombak Poktan Ternak

0
peras susu
MEMERAH. Shoim mempraktekan memerah susu kambing kepada wartawan yang hadir di peternakannya.

SALAMAN – Kelompok tani Ternak “Ingon Tani” Dusun Selorejo Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, jadi Juara II Lomba Kelompok Tani Ternak Jawa Tengah 2019.

Faktor pembinaan anggota yang baik serta adanya edukasi wisata, menjadikan kelompok tani di lereng pegunungan Menoreh ini mendapatkan poin lebih. Ditambah recording atau pencatatan yang  teratur, mengantarkan kelompok tani pada juara tersebut.

“Kebetulan tempat kami sering dikunjungi wisatawan asing maupun lokal yang belajar budidaya dan cara memerah susu kambing  sehingga ini menjadi poin tersendiri dari para juri,” kata Ketua Kelompok Tani ternak Ingon tani, Shoim.

Shoim menyebutkan, susu kambing etawa merupakan susu dengan kualitas yang bagus, banyak protein dengan kadar lemak rendah. Dimana awalnya dirinya memelihara Kambing etawa dikarenakan susu kambing sebagai obat penyakit asma yang dideritanya.

Sementara itu, yang dimaksud dengan recording yang baik, adalah pencatatan setiap ekor kambing. Di dunia peternakan, tidak baik seekor kambing dikawinkan dengan kambing yang sedarah atau inses.

“Ini sebenarnya yang sering diabaikan oleh para peternak, mereka asal mengawinkan tanpa mengetahui silsilah dari kambing itu. Recording atau rekam jejak mempengaruhi keberhasilan ternak,” terang Shoim.

Shoim mengaku sudah sangat paham terhadap setiap ekor kambing yang dimiliki. Kambing yang dipelihara berasal Kaligesing Purworejo yang masih berdekatan dengan Ngargoretno, sehingga ia mencoba untuk mengembangkan.

Shoim menjelaskan kelompok tani yang dirinya pimpin, fokus pada pembudidayaan kambing. Salah satunya kambing jenis Jawa Randu dan Peranakan Etawa (PE). Bahkan ada beberapa anggotanya yang sering ikut kontes kambing PE dan meraih juara. Saat ini, anggotanya ada sekitar 35 orang.

“Melimpahnya hijauan makanan ternak, membuat banyak warga yang memilih beternak kambing. Apalagi kondisi alamnya mirip dengan Kaligesing di Purworejo, yang selama ini dikenal sebagai sentra budidaya kambing PE. Sehingga banyak warga yang ikut memilih beternak kambing jenis PE,” pungkasnya.(cha).

 

Harga Kios Tunggu SK Bupati

0
Pasar Muntilan
Pasar Muntilan

MUNGKID – Harga kios, los dan lesehan Pasar Muntilan Kabupaten Magelang saat ini belum ada kejelasan resemi. Kepastiaanya menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati Magelang Zaenal Arifin.

“Diharapkan pada 26 Agustus sudah ada SK Bupati terkait dengan harga resmi kios, los dan lesehan Pasar Muntilan,” Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Drs H Asfuri Muhsis MSi.

Diakuinya,sSebelumnya telah disosialisasikan kisaran harga kios Rp30 jutaan paling rendah hingga paling tinggi Rp 37,7 juta. Harga los daging Rp 6 jutaan, los umum Rp 9 juta sampai Rp 12 juta.

Adapun ukuran kios ukuran 3×4 meter pesegi, dengan jumlah 268 kios. Dan untuk los ukuran 2×2 meter pesegi jumlah 1509 los, dan lesehan diharapkan bisa memuat 1202 pedagang.

“Tidak ada pedagang baru, semuanya pedagang lama yang mempunyai SK HPTD atau berizin, jika ada sisa maka diprioritaskan kepada pedagang lama yang belum mempunyai izin, jika masih sisa maka diprioritaskan untuk masyarakat sekitar. Namun kemungkinan sisa adalah kecil sekali,” ungkap Asfuri.

Asfuri menjelaskan, jika ada pedagang yang keberatan dengan harga tebusan, maka pedagang bisa mengajukan keringanan, ketika sudah diumumkan resmi harga tebusan kios dan los melalui SK Bupati.

“Pedagang bisa mengajukan pemohonan keringanan kepada Bupati Kabupaten Magelang, namun tidak boleh lebih rendah dari harga appraisal,” papar Asfuri.

Adapun tahapan masuknya pedagang dari pasar penampungan ke Pasar Muntilan dimulai pada 12 Agustus sosialisasi, 12-25 Agustus persiapan teknis, tanggal 26-31 Agustus kios dimasuki pedagang, tanggal 2-13 September los, dan selanjutnya adalah lesehan.

“Teknisnya pedagang isi blangko kepada petugas pasar dan membayar uang muka, untuk kios lima juta Rupiah, los 2,5 juta Rupiah dan pada Desember 2019 50% biaya tebusan kios dan los harus sudah dibayar. Diharapkan pada Agustus 2020 sudah lunas 100%. Dan baru keluar SK HPTD,” pungkas Asfuri.(cha).

Awal September Kembali ke Tanah Air

0
Seluruh Jamaah Haji Selamat
Seluruh Jamaah Haji Selamat

SLAWI – Pemulangan  jamaah haji asal Kabupaten Tegal dipastikan awal September 2019 mendatang.  Selama menjalankan ibadah di tanah suci, seluruh jamaah dinyatakan lengkap, tidak ada yang meninggal dunia. Hanya ada satu jamaah yang menderita sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit An Nuur Aeab Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal Sukarno mengatakan, berdasarkan jadwal pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji tahun 1440 Hijriah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji ( PPIH)  Debarkasi Adisumarmo Solo, sesuai jadwal pemulangan dilakukan awal September 2019.

“Untuk kloter 46 pemulangan dijadwalkan tiba di Debarkasi Adisumarmo Solo, 1 September  sekitar pukul 07.15, yang terdiri dari 179 orang. Pukul 10.15, di hari yang sama, kloter 47 dengan jumlah jamaah haji sebanyak 353 orang akan menyusul ke tanah air. Berikutnya, sekitar pukul 14.25, kloter 48 dengan jumlah 353 orang, dan pukul 17.55, untuk kloter 49 dengan jumlah 118 orang,” ujarnya, Rabu (21/8).

Menurut dia, musim haji tahun ini meski telah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, jamaaah haji masih dikenakan dana di luar   Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 300 ribu per orang.

“Dana tersebut ditarik oleh masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) kepada calon jamaah haji. Harapan kami, pembiayaan yang tahun ini tidak didukung bantuan dari pemerintah daerah. Di tahun 2020 mendatang bisa didukung semuanya. Sehingga calon jamaah haji tidak terbebani biaya tambahan diluar BPIH,” cetusnya.

Dia menegaskan, jamaah haji dari Kabupaten Tegal yang berangkat ke tanah suci tahun ini  sebanyak 1.006 orang. Berubahnya data jumlah jamaah yang berangkat dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya adanya mutasi dimana calon jamaah haji ada yang masuk dan keluar dari rombongan, ada yang meninggal dunia, dan ada yang dilarang berangkat lantaran mengidap penyakit keras. (her/gun)

 

 

 

Menjaga Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

0
Monitoring pupuk
PENGAWASAN. Petugas dari Disperpa dan pihak lainnya tengah melakukan monitoring pupuk bersubsidi di sejumlah kios di Kota Magelang,

MAGELANG TENGAH – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) melalui Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) mengadakan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi ke Kios Pupuk Lengkap (KPL) Magersari, Selasa (20/8). Kegiatan ini turut dibantu oleh Tim KP3 yang beranggotakan personel dari Bidang Pertanian dan KJF Penyuluh Pertanian.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pertanian, Yhan Noercahyo Wibowo mengatakan, pupuk bersubsidi di Kota Magelang harus memiliki stok yang cukup guna disalurkan kepada para petani. Hal itu, katanya tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

”Jadi, betapa pentingnya menjaga ketersediaan pupuk pada lini IV KPL agar tidak terjadi kekurangan stok. Menjaga stok pupuk itu sangat penting dilakukan, supaya tidak terjadi kelangkaan di lini IV KPL ini, dengan begitu stok pupuk bersubsidi untuk para petani aman,” katanya.

Pada rapat koordinasi, Yhan menjelaskan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi dilaksanakan dengan sistem tertutup yaitu hanya dapat ditembus oleh  para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan). Pemantauan di tingkat KPL untuk memastikan pupuk subsidi terpenuhi dari unsur 6 Tepat.

”Hanya petani yang terdaftar sebagai anggota Poktan saja yang bisa menebus pupuk bersubsidi ini, karena pupuk-pupuk ini sudah memenuhi unsur 6 tepat yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu dan mutu,” jelasnya.

Dijelaskannya dari hasil monitoring lapanganstok pupuk bersubsidi di KPL cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk para petani. Ia juga menjelaskan secara detail untuk memebdakan pupuk subsidi dan nonsubsidi dengan melihat kemasannya secara terperinci.

”Kita bisa lihat kemasananya, kalau pupuk bersubsidi terdapat tulisan pupuk bersubsidi barang dalam pengawasan. Selain itu, setiap jenis pupuk juga diberiakn warna yang berebda, misal pupuk Urea berwarna merah muda, dan pupuk ZA berwarna jingga,” jelasnya.

Tim KP3 sekaligus mengadakan monitoring dan evaluasi kepada para petani mengenai penggunaan Kartu Tani dalam penebusan pupuk bersubsidi. Koordinator Penyuluh Pertanian, Sam Wahyono mengungkapkan keberadaan pupuk bersubsidi ini sangat membantu kepentingan budidaya tanaman padi. ”Pupuk merupakan sarana produksi yang sangat berkaitan dengan produktivitas tanaman sehingga stok pupuk harus selalu ada di KPL,” tandasnya. (wid/dit/nur)

 

 

 

Jasa Raharja Sumbang Ambulans untuk Kyai Langgeng

0
ambulans
AMBULANS. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito didampingi Direktur PDOW Taman Kyai Langgeng Edy Susanto menerima secara simbolis bantuan amblunas dari PT Jasa Raharja Putra di Pendopo Pengabdian,

MAGELANG TENGAH – Pemkot Magelang mendapatkan bantuan satu unit mobil ambulans dari PT Jasa Raharja Putra. Ambulans untuk kepentingan keselamatan ini akan dioperasikan di area Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng.

Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Jasarajarja Putra, Zulmahdiar dan diterima oleh Walikota Magelang Sigit Widyonindito di Pendopo Pengabdian, kemarin. Selanjutnya ambulans diserahkan kepada Direktur Utama Taman Kyai Langgeng, Edy Susanto.

Zulmahdiar mengatakan, Jasa Raharja Putra sudah menjalin kerja sama dengan Pemkot Magelang untuk asuransi kesehatan dan jaminan keselamatan wisatawan. Tidak hanya di Taman Kyai Langgeng, ia berharap asuransi bagi wisatawan juga menyasar tempat wisata lain.

”Sudah seharusnya semua tempat wisata harus ada asuransi bagi wisatawannya. Hal ini agar saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa diatasi dengan cepat,” katanya.

Bantuan ini, lanjutnya, juga menjadi upaya untuk mempercepat penanganan korban apabila terjadi kecelakaan atau peristiwa buruk lainnya. Apalagi, pernah terjadi peristiwa kecelakaan wisatawan yang berkunjung di Taman Kyai Langgeng, namun penanganan kurang sigap.

”Atas dasar itu, kami sebagai penjami asuransi keselamatan wisatawan memberikan bantuan ambulan ini untuk membantu penanganan korban kecelakaan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito menuturkan, adanya mobil ambulans ini dipercaya akan dapat mempercepat proses penanganan terhadap kecelakaan yang dialami pengunjung.

”Tidak hanya pengunjung, barangkali pegawai juga bisa lebih cepat ditangani. Tentu sangat membantu, sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada wisatawan. Kami sangat berterima kasih kepada PT Jasaraharja Putra yang sudah perhatian pada kami,” jelasnya.

Ia mengaku, sebagai fasilitator pengembangan pariwisata, Pemkot Magelang selalu mendampingi dan terus berusaha meningkatkan pariwisata daerah. Terlebih dalam bidang pelayanan kesehatan dan keselamatan wisatawan.

”Kami bekerja sama dengan Jasa Raharja Putra ini dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan tersebut. Kalau dijamin asuransinya kan wisatawan bisa lebih nyaman saat berwisata di Kota Magelang, seperti Taman Kyai Langgeng,” pungkasnya. (wid)