29.6 C
Magelang, ID
Minggu, Desember 8, 2019
Beranda blog

PSIS Menang Telak, Kalahkan Arema FC 5-1

PSIS Menang Telak, Kalahkan Arema FC 5-1
MENANG TELAK. PSIS Semarang berhasil mengalahkan Arema FC di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, dengan skor 5-1.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG-Tim PSIS Semarang bermain cemerlang. Saat menjamu  Arema FC di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, Minggu (8/12) sore. tim asuhan Bambang Nurdiansyah menang telak dengan skor 5-1  dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia.

Sejak menit awal babak pertama kedua tim bermain saling menyerang.

Pada menit ke-10 pemain depan PSIS berhasil memasukkan bola ke gawang Arema yang dijaga Kurniawan Kartika Ajie.

Gol pertama PSIS tersebut dicetak oleh Hari Nur melalui tendangan kaki setelah terjadi kemelut di depan gawang Arema.

Setelah kemasukan gol, tim Arema terus berusaha menekan tim tuan rumah, namun serangan balik PSIS pada menit ke-40 justru kembali berhasil menjebol gawang Arema.

Gol kedua PSIS diciptakan melalui tendangan kaki pemain tengah Septian David Maulana setelah mendapatkan umpan dari Hari Nur.

Pertandingan sempat dihentikan sekitar 2 menit pada menit ke-43 karena terjadi saling lempar botol plastik antarpenonton pendukung masing-masing tim.

Memasuki babak kedua tim Arema berusaha memperkecil ketertinggalan dan pada menit ke-49 Rifaldi Bawuo berhasil menjebol gawang PSIS yang dijaga Jadia Eka Putra.

Namun beberapa menit kemudian tim tuan rumah, berhasil menambah gol melalui sundulan kepala Septian David Maulana pada menit ke-54 setelah memanfaatkan tendangan sudut.

Belum puas dengan keunggulan 3-1, PSIS kembali menambah gol pada menit ke-64 melalui tendangan Bruno Silva setelah memanfaatkan bola muntah dari kiper Kartika Ajie.

Pada menit tambahan waktu PSIS kembali menambah gol menjadi 5-1 melalui tendangan Komarudin. (wid/an)

Angin Kencang di Magelang, Rusak Rumah dan Belasan Pohon Tumbang

Angin Kencang di Magelang
RUSAK. Belasan pohon tumbang dan beberapa rumah rusak akibat hujan disertai angin kencang di Kabupaten Magelang, Sabtu (7/12).

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG -Belasan pohon tumbang dan beberapa rumah rusak akibat hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Magelang, Sabtu (7/12) sore.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto mengatakan hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Magelang sejak pukul 15.00 WIB menyebabkan puluhan pohon tumbang. “Pohon tumbang tersebut mengakibatkan enam rumah rusak ringan, menutup akses jalan, dan menimpa jaringan listrik,” katanya.

Ia menyebutkan lokasi kejadian angin kencang, antara lain di Perumahan Panca Arga, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan sebatang pohon tumbang menutup akses jalan.

Kemudian di Dusun Nglerep, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan juga terdapat pohon tumbang menutup akses jalan.

Di Dusun Kelegen, Desa Donorojo, Kecamatan Mertoyudan sebuah rumah rusak ringan milik Purwanto karena tertimpa pohon tumbang. Rumah milik Mukozin rusak ringan.

Di Dusun Dawungan, Desa Ngadirejo, Kecamatan Salaman terdapat satu rumah rusak ringan milik Aryanto karena tertimpa pohon tumbang. Jaringan listrik di daerah tersebut juga tertimpa pohon tumbang.

Edy menyebutkan, di Dusun Jangkungan, Desa Deyangan, Mertoyudan pohon tumbang mengenai jaringan kabel listrik dan sebuah masjid. Selanjutnya di Dusun Sembungan Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur satu rumpun bambu roboh menimpa makam.

Kemudian, di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran pohon tumbang mengakibatkan dua rumah rusak ringan, yakni milik Tarwiyah di Dusun Tegalsari dan milik Tamzis di Dusun Sumber.

Ia mengatakan di Dusun Karangrejo, Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, angin kencang mengakibatkan rumah Kasemi rusak ringan. Kemudian di Dusun Peterongan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo satu rumpun bambu roboh menutup akses jalan Tegalrejo – Candimulyo. Sedang di Dusun Jarakan, Desa Pucanganom, Kecamatan Srumbung, pohon tumbang menutup akses jalan Dusun Jarakan. (cha)

Ketua DPD RI Dorong Pelibatan Pengusaha Lokal Dalam Pembangunan Infrastruktur

Ketua DPD RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti.
Ketua DPD RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti.

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Ketua DPD RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah melibatkan dan mengutamakan pengusaha swasta lokaldalam program pembangunan infrastruktur di daerah. Pengusaha swasta saat ini telah memiliki kompetensi dalam pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur baik berskala nasional maupun daerah yang sedang digalakkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurut Lanyalla, keterlibatan pengusaha swasta, terutama yang berasal dari lokal daerah, dapat turut menumbuhkan pertumbuhan ekonomi, baik di daerah ataupun di Indonesia.

Lanyalla menjelaskan bahwa pengusaha swasta sering mengeluhkan mengenai tidak dilibatkannya dalam proses tender proyek pembangunan infrastruktur. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah cenderung memenangkan perusahaan BUMN dibandingkan perusahaan swasta. Padahal harga yang ditawarkan oleh perusahaan swasta tersebut lebih murah dibandingkan perusahaan BUMN dalam proses tender proyek infrastruktur pemerintah. “Yang perlu dipikirkan adalah banyak pengusaha dan kontraktor mereka tidak ikut bersaing dengan BUMN. Kadangkala mereka menang tender tetapi tidak ditunjuk dan yang selalu ditunjuk BUMN,” katanya di Kantor DPD RI pada Kamis (5/12/).

Menurut Anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Timur ini, pembangunan infrastruktur dengan melibatkan sektor swasta sesuai dengan perintah dari Presiden Joko Widodo yang menyarankan agar pengusaha swasta didahulukan dalam proses tender pembangunan infrastruktur.

Seharusnya, menurut Lanyalla, perintah tersebut dilaksanakan di semua tingkat pemerintahan, baik kementerian, pemerintah provinsi, ataupun pemerintah kabupaten/kota.”Apa yang disampaikan Pak Jokowi swasta bisa, swasta didahulukan. Swasta tidak bisa BUMN didahulukan ini statemennya pak Jokowi,” imbuhnya.

Terkait hal itu, pihaknya akan menemui Menteri PUPR Basuki Hadimulyono untuk membahas masalah tersebut. Lanyalla akan memperjuangkan nasib para pengusaha swasta di daerah, karena selama ini mereka terbukti lebih murah dalam menawarkan tender pembangunan. Murahnya harga yang ditawarkan itu karena, para pengusaha swasta lokal lebih mengedepankan efisiensi. “Saya akan bertemu dengan Menteri PUPR banyak pengusaha menang tender tidak ditunjuk padahal terendah selalu,” tutur Lanyalla.

Menurut Lanyalla, jika peran pengusaha swasta terus tidak dilibatkan dalam pengerjaan pembangunan infrastruktur, maka keberadaan pengusaha lokal akan semakin terpuruk, dan akhirnya akan mengalami gulung tikar. Dan jika sektor swasta di daerah mengalami keterpurukan, maka akan berdampak pada pembangunan ekonomi di daerah yang juga akan terkena imbasnya.(fri/jpnn)

 

 

Saham Garuda Melorot 2,42 Persen, Terlibat Kasus Penyeludupan Harley Davidson

Saham Garuda Melorot 2,42 Persen, Terlibat Kasus Penyeludupan Harley Davidson
Saham Garuda Melorot 2,42 Persen, Terlibat Kasus Penyeludupan Harley Davidson

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Saham PT garuda Indonesia Tbk (GIIA) mengalami pelemahan saat penutupan pada Jumat (6/12), dari menguat di awal perdagangan. Merosotnya saham ini terkait kasus penyeludupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diduga dilakukan Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara.

Adapun harga saham GIIAA terkoreksi cukup dalam 2,42 persen. Total transaksi saham perusahaan mencapai Rp24,42 miliar dengan volume perdagangan di level 49,87 juta unit transaksi. Sementara volume perdagangan hari ini menukik tajam di angka 19.17 juta unit transaksi.

Terkait kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan Sepeda Brompton, Menteri BUMN Erick Thohir telah memberhentikan Ari Askhara dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia.

Ari Askhara diduga menyelundupkan motor Harley Davidson melalui pesawat baru Airbus A330-900 NEO milik Garuda Indonesia pada 17 November 2019.

“Dengan itu, saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Dirut Garuda,” kata Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Sikap tegas yang diambil Erick Thohir adalah agar integritas dan good corporate governance tetap terjaga dan ditingkatkan, selain itu untuk citra dan kinerja BUMN yang lebih baik.

“Hal yang sangat penting di BUMN dan sudah menjadi kesepakatan dengan Ibu Menkeu (Sri Mulyani) bagaimana faktor integritas dan good corporate governance harus kita tingkatkan dan laksanakan sebaiknya,” tegas Erick.

Erick Thohir menyayangkan Ari Askhara tak langsung mundur setelah dirinya memberi ultimatum. Sebab pencopoton lebih terhormat daripada pemecatan.

“?Saya sudah mengharapkan individu yang terlibat lebih baik mengundurkan diri, daripada dicopot tidak hormat. Karena ada konsekuensi sosial, itu hukum yang saya rasa tidak enak juga,” tuturnya.

Dalam kasus ini, Ari Askhara dapat diproses secara hukum karena melakukan penyeludupan.

“Persoalan ini sudah berkaitan dengan ranah sanksi adminstrasi maupun ranah hykum karena dikategorikan penyelundupan. Saya kira itu diprises hukum,” ujar Anggota Komisi V, Syarif Abdullah Alkadrie.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mendukung sikap tegas yang diambil Erick Thohir atas pemberhentian Ari Askhara.

“Kasus penyelundupan motor gede ini hanya pemantik ari kasus-kasus sebelumnya terutama kasus pemalsuan laporan keuangan. Jadi tidak dicopot bisa merah terus saham Garuda. Jadi sudah benar Pak Erick mencopot dirut Garuda Indonesia,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (6/12).

Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menilai dengan pencopota Ari Askhara akan berpotensi kinerja Garuda Indonesia menjadi lebih baik.

“Harga saham ada saatnya turun, ada saatnya naik. Justru pergantian direksi membuka peluang kinerja Garuda membaik dan berdampak naiknya harga saham,” kata Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (6/12).

Ari Askhara sebelumnya sempat tersandung kasus memoles laporan keuangan Garuda 2018 menjadi menggelembung atas kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi (MAT) bernilai USD239,94 juta atau setara Rp3,41 triliun.

Kasus penggelembungan laporan keuangan Garuda ini sebelumnya sempat membuat heboh publik.(din/fin)

2 Atlet Biliar Indonesia Terhenti di Perempatfinal SEA Games 2019

biliard
2 Atlet Biliar Indonesia Terhenti di Perempatfinal SEA Games 2019

MAGELANGEKSPRES.COM,Tim Nasional (Timnas) billiard Indonesia harus rela kehilangan kans meraih gelar pada nomor 9 ball pool single putri SEA Games 2019. Sebab, kedua wakil yakni Angeline Ticoalu dan Fatrah Masum, terhenti langkahnya pada babak perempatfinal, Jumat (6/12/2019) siang WIB.

Angeline Ticoalu yang turun lebih dulu, harus menelan pil pahit. Menghadapi wakil tuan rumah, Centeno Chezka di Manila Hotel Tent, Angeline kalah telak 0-7. Centeno berhasil menyapu bersih permainan dan tidak memberi celah sedikit pun pada Angeline.

Hasil yang tidak jauh berbeda didapat wakil Indonesia lainnya, Fatrah Masum. Menantang wakil tuan rumah, Amit Rubilen, Fatrah takluk dengan skor 2-5. Harapan sempat terbuka ketika Fatrah memperkecil kedudukan dengan merebut rack empat sehingga skor menjadi 1-3.
Sayangnya, setelah itu Amit merebut dua rack berikut. Hingga rack kelima dari tujuh, wakil tuan rumah sudah mendulang lima angka. Fatrah tidak mau menyerah begitu saja, ia kembali merebut dua rack secara beruntun sehingga kedudukan menjadi 3-5. Perlawanan Fatrah akhirnya terhenti setelah Amit merebut dua rack terakhir sehingga kedudukan menjadi 3-7.

Kekalahan kedua wakil tersebut membuat harapan Indonesia meraih medali dari cabang olahraga (cabor) biliard pupus di tengah jalan. Harapan tinggal bergantung pada Marlando Sihombing yang turun di nomor English Billiard Singles.

Pada babak sebelumnya, Marlando tampil cukup apik dengan menyisihkan wakil Malaysia, Teh Adwin, dengan skor akhir 2-1. Ia masih menunggu calon lawan di babak perempatfinal dan baru bertanding pada Sabtu 7 Desember 2019.(net)

Aldila Sutjiadi Segel Emas SEA Games dari Tenis

Aldila Sutjiadi
Aldila Sutjiadi Segel Emas SEA Games dari Tenis

MAGELANGEKSPRES.COM,Manila – Aldila Sutjiadi menyegel medali emas tenis di nomor tunggal putri SEA Games 2019 Filipina. Priska Madelyn Nugroho kebagian perunggu.

Dalam pertandingan final di Rizal Memorial Tennis Center, Jumat (6/12/2019), Aldila mengalahkan Nguyen Savanna Ly dari Vietnam. Aldila menang dengan skor 6-0, 7-5.

“Senang ya bisa mempersembahkan emas dan ini emas pertama aku di SEA Games dan di tunggal putri. Senang banget bisa memenangkan pertandingan hari ini,” kata dila

“Set pertama bermain lebih lepas, di set kedua lawan mulai memberikan tekanan dan aku agak sedikit tegang, kendur. Aku sebisa mungkin fokus poin demi poin dan kejar dia. Aku coba break di game akhir dan bisa menyelesaikannya dengan kemenangan,” kata Aldila kepada pewarta di Manila.

“Emas ini buat keluarga, pecinta tenis dan semua orang yang sudah membantu aku,” ujar petenis yang akrab disapa Dila itu.

Indonesia melengkapi dengan satu perunggu dari Priska Madelyn Nugroho. Priska terhenti di semifinal karena harus retired ketika berjuang melawan Savanna Ly.

Di laga itu, Priska tak kalah retired karena mengalami masalah pencernaan. Bahkan, dia sempat diperiksa oleh dokter dan akhirnya memutuskan mundur.

Dila berpeluang untuk menggandakan emas di sektor ganda campuran. Bersama Christopher Rungkat.

Kebumen Rawan Banjir dan Longsor

PERLENGKAPAN : Pegawai BPBD Kebumen saat menunjukkan perlengkapan bencana milik BPBD Kebumen
PERLENGKAPAN : Pegawai BPBD Kebumen saat menunjukkan perlengkapan bencana milik BPBD Kebumen

MAGELANGEKSPRES.COM,KEBUMEN – Masyarakat kabupaten berselogan Beriman ini diminta untuk waspada terhadap bencana. Ini mengingat kini pada minggu pertama Desember telah mulai turun hujan.

Kendati intensitas belum tinggi, namun masyarakat mewaspadai bencana tetap mesti dilakukan. Beberapa kemungkinan diantaranya bencana tanah longsor, banjir maupun angin puting beliung yang rawan di Kebumen.

Bencana terkadang terjadi tanpa bisa diprediksi sebelumnya. Beberapa bencana kerap menimbulkan kerugian materi. Bukan itu saja, bencana juga dapat meninggalkan duka mendalam saat menimbulkan korban jiwa. Kesiapan menghadapi bencana menjadi hal penting untuk meminimalisasi korban dan kerugian.

Dari data BPBD Kebumen, selama kurun waktu tahun 2019 kerugian akibat bencana longsor dan banjir telah mencapai Rp6 miliar. Untuk banjir pada awal tahun kemarin melanda 53 desa di 12 kecamatan dengan kerugian Rp4,6 miliar. Sedangkan tanah longsor, terjadi di 53 desa di wilayah 14 kecamatan dengan kerugian Rp1,4 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Eko Widianto menyampaikan wilayah Kebumen tergolong rawan bencana longsor dan banjir. Tidak sedikit desa yang memiliki kerawanan akan kedua bencana alam tersebut. pihaknya meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai akan segala bentuk ancaman bencana yang mungkin saja timbul.

“Pemkab sudah memberikan surat kepada Kecamatan maupun desa untuk membentuk posko bencana,” katanya, Kamis (5/12).

Dijelaskannya, Posko bencana berfungsi sebagai sarana menyampaikan informasi. Ini bilamana terjadi bencana di wilayah setempat. Lebih lanjut, mereka juga bertugas untuk menangani bencana dan memberikan pertolongan pertama semampunya. Ditingkat kecamatan, posko dapat diisi dari Pegawai Kecamatan, Koramil maupun Polsek.

“Posko desa bisa diisi oleh Perangkat Desa dan masyarakat. Tetapi yang tidak kalah penting adalah pencegahan seperti membersihkan saluran air untuk antisipasi banjir,” jelasnya.

Sementara Kabid Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kebumen Salam mengungkapkan pihaknya sudah melakukan beberapa upaya termasuk menggerakkan masyarakat membersihkan saluran air. Di sisi pencegahan, BPBD Kebumen telah menyalurkan ribuan bantuan bibit baik kayu maupun buah untuk ditanam masyarakat.

“Kami juga sudah mempersiapkan peralatan kebencanaan di BPBD Kebumen,” ucapnya. (mam).

Penderita HIV/AIDS di Kendal  Didominasi  Kaum Perempuan

PEMERIKSAAN – Peringati Hari AIDS Sedunia, Dinkes periksa buruh pabrik PT Asia Pasific Fibers Kaliwungu,
PEMERIKSAAN – Peringati Hari AIDS Sedunia, Dinkes periksa buruh pabrik PT Asia Pasific Fibers Kaliwungu,

MAGELANGEKSPRES.COM,KENDAL – Data Dinas Kesehatan Kendal, mencatat penderita HIV/AIDS pada 2019 mencapai 1.015 orang. Sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan buruh pabrik. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal rutin melakukan pemantauan terhadap penderita dengan melakukan voluntary counselling and testing (VCT) atau konseling dan tes HIV sukarela tiga bulan sekali.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kendal, Muntoha mengatakan, dari 1.015 penderita HIV/AIDS, sebanyak 325 penderita telah meninggal dunia.

“Jumlah penderita tersebut dihitung sejak tahun 2000,”katanya saat peringatan Hari AIDS Sedunia yang digelar di PT Asia Pasific Fibers Kaliwungu, Kamis (5/12).

Dari data tersebut, 26 persen penderita adalah ibu rumah tangga. Pekerja Seks Komersial (PSK) yang diperkirakan tinggi, berada di peringkat kedua dengan 19 persen. Kemudian kalangan buruh laki-laki yang rawan menyebarkan virus HIV/AIDS.

“Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan, karena buruh rentan dengan penyakit ini mengingat aktivitas mereka tidak terbatas,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager HRD dan GA PT Asia Pasific Fiber, Mettony mengatakan, jumlah karyawan di perusahaan tersebut 90 persen laki-laki. Mereka rawan terhadap penularan HIV/AIDS, sehingga perlu dilakukan pengawasan dan pencegahan sejak dini. “Pemeriksaan ini rutin dilakukan kepada karyawan agar terbebas dari penyakit menular yang bisa membahayakan karyawan lainnya,”katanya.(lid)

Hanoman Sikh

Hanoman Sikh
Hanoman Sikh

Hanoman Sikh

Oleh: Dahlan Iskan

Saya terkecoh. Salah sangka.

Awalnya saya terheran-heran. Begitu banyak masjid di Punjab, India ini. Terlihat dari menara-menara tingginya. Dan kubah-kubahnya.

Seperti lagi mengendarai mobil di Lombok saja. Sebentar-sebentar melihat bangunan masjid.

Begitu banyak masjid di Punjab?

Ups….

Ternyata semua itu bukan masjid.

Itu disebut gurdwara. Artinya: pintu menuju Guru.

Disebut juga Harmandir Sahib – -baitullah, rumah Tuhan.

Nama lainnya lagi: Darbar Sahib – -pengadilan Tuhan, pengadilan Agung.

Itulah rumah ibadah agama Sikh.

Begitu dekatnya arsitektur gurdwara ini dengan masjid.

Agama Sikh?

Anda pasti tahu –setidaknya dari bentuk udeng (topi) penganut Sikh yang khas itu.

Lebih 50 persen penduduk negara bagian Punjab adalah Sikh. Makanya begitu banyak rumah ibadah gurdwara di Punjab.

Saat saya ke Desa Qadian pun harus melewati banyak gurdwara.

Qadian adalah desa tempat lahirnya Mirza Ghulam Ahmad –pendiri aliran Islam Ahmadiyah.

Dari jauh sulit sekali membedakan: mana gurdwara Sikh dan mana masjidnya orang Islam. Sama-sama bermenara tinggi. Sama-sama berkubah –kubah besar di tengah dan kubah-kubah kecil di menaranya.

Barulah dari jarak dekat terlihat bedanya –itu pun bagi yang mau memperhatikan. Yang masjid, di puncak kubahnya ada bentuk bulan sabit kecil.

Yang gurdwara, di puncaknya bertengger bunga lotus kecil.

Penggunaan lotus itu sendiri seperti menggambarkan ada persinggungan antara Sikh dan Buddha.

Persinggungan-persinggungan antar agama itulah yang banyak terlihat di Punjab –dan India.

Misalnya saat saya ke gurdwara terbesar di dunia. Saya ikut ritual mereka. Dari awal sampai akhir.

Saya mendapat pengalaman baru: begitu banyak yang mirip dengan ritual naik haji.

Di sinilah –di kota Amritsar ini– gurdwaranya dianggap yang paling suci.

Jalannya ritual di situ pasti menarik untuk ditulis.

Demikian juga ketika saya ke pura yang dianggap paling suci di agama Hindu. Di Kota Varanasi. Di negara bagian Uttar Pradesh.

Saya ikuti ritual hari raya Hanoman di situ. Sampai selesai. Begitu banyak persinggungan gerak ritual keagamaan di situ.

Saya pun banyak merenung. Selama di India ini. Mengapa praktek beragama di kawasan ini begitu semangatnya.

Saya jadi ingat masa kecil di desa. Yang praktek keagamaan kami juga sangat santai tapi gegap gempita.

Kini saya tahu: praktek keagamaan masa kecil itu terasa ada mirip dengan Hindu di India. Ada mirip dengan Buddha di sini. Dan mirip dengan Sikh di Amritsar ini.

Begitu banyak lagu di masjid saya ketika itu.

Azan kami lagukan.

Setelah azan kami dendangkan pujian-pujian. Kadang sangat lama –menunggu masuknya Imam ke masjid –karena sang imam harus menghabiskan rokoknya dulu.

Selesai salat kami dendangkan tahlil.

Setiap malam orang-orang dewasa melakukan terbangan –dengan nada yang mendayu-dayu. Dengan alat musik yang disebut terbang –gendang pipih yang lingkarannya besar sekali. Lebih besar dari orang duduk.

Penerbangnya –orang yang memukul terbang– kadang tertidur dengan kepala tersandar di terbang.

Kami juga sering melagukan berjanji. Yang kalau sampai tahap asrokal nadanya kian cepat –kian nge-beat.

Kalau ada orang mati, tujuh malam kami bertahlil dengan aneka nada. Saat mengucapkan asmaul husna nadanya beda dengan saat melafalkan ayat kursi.

Begitu gembiranya kami menjalankan agama saat itu.

Adakah itu karena Islam masuk ke Indonesia lewat pedagang dari Gujarat, India?

Di India, sekarang ini, saya mengikuti ritual berbagai agama dan aliran –oh ini yang kian hilang di Indonesia.(Dahlan Iskan)

Pemilu Serentak Nasional dan Lokal Dipisah

Pemilu Serentak Nasional dan Lokal Dipisah
Pemilu Serentak Nasional dan Lokal Dipisah

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Pemilihan umum (Pemilu) serentak tingkat nasional dan lokal sebaiknya dipisah. Jangka waktu penyelenggaraannya tiap 30 bulan.

Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan hal tersebut. Dia menilai pemeisahan tersebut akan lebih baik karena akan mudah untuk melakukan evaluasi.

“Sebaiknya pemilunya itu memisahkan antara pemilu serentak nasional, presiden, DPR, DPD dengan pemilu serentak lokal DPR, kepala daerah, DPRD provinsi, kabupaten dan kota,” katanya, di Jakarta, Kamis (5/12).

Pemilu serentak lokal digelar dua setengah tahun atau 30 bulan sesudah pemilu serentak nasional. Sehingga memiliki jeda penyelenggaraan yang lebih baik dalam mengevaluasi setiap gelaran pemilu.

“Dengan demikian setiap dua setengah tahun kita mengevaluasi, menilai kembali hasil pemilu lokal pada saat pemilu nasional, dan sebaliknya, mengevaluasi menilai kembali hasil pemilu supaya pemimpin-pemimpin hasil pemilu lebih akuntabel,” kata dia.

Menggelar pemilu serentak hanya setiap lima tahunan, menurutnya, masanya terlampau panjang. Terlebih dengan pemilihan umum serentak yang digabungkan keseluruhannya akan membuat semuanya bertumpuk.

Kemudian, untuk Pemilu 2024 yang akan serentak menyelenggarakan pemilihan, menurut dia, tetap dapat dilakukan serentak, namun harus memikirkan skema terbaik agar tidak terlalu banyak model surat suara yang harus dicoblos pemilih.

“Tetap serentak, yang diubah itu skemanya atau modelnya, jangan lagi pemilu serentak lima kotak, terlalu bertumpuk,” ujarnya pula.

Sementara, Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR Saan Mustofa mengusulkan agar pemilu presiden dan pemilu legislatif dipisah. Agar usulan itu terlaksana, NasDem menginginkan adanya revisi UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu untuk memasukan poin pemisahan penyelenggaraan Pilpres dan Pileg.

“Kami mengusulkan memisahkan penyelenggaraan Pilpres-Pileg, tidak dijadikan dalam satu waktu,” katanya.

Dia mengatakan, fraksinya sudah melakukan kajian terkait evaluasi penyelenggaran Pileg-Pilpres serentak 2019, sehingga menyimpulkan penyelenggaraannya perlu dipisahkan.

Menurut dia, beban penyelenggara Pemilu serentak 2019 terlalu berat sehingga banyak KPPS yang sakit bahkan sampai meninggal dunia.

“Pemisahan penyelenggaraan Pileg-Pilpres agar beban kerja penyelenggara pemilu lebih ringan karena kita ingin mengutamakan kualitas penyelenggaraannya,” ujarnya.

Selain itu, menurut Wakil Ketua Komisi II DPR itu, penyelenggaraan pemilu serentak membuat masyarakat hanya fokus pada Pilpres sedangkan Pileg tidak terlalu mendapatkan perhatian.

Saan menilai, fokus dan perhatian publik harus sama, kepada Pileg maupun Pilpres sehingga penyelenggaraan pemilu berkualitas.

Dia menjelaskan, Fraksi Partai NasDem sedang mengkaji draf usulan yang diajukan dalam revisi UU Pemilu.(gw/fin)