30.3 C
Magelang, ID
Kamis, Juli 18, 2019
Beranda blog

Pemotor Tewas Terhantam Muatan Pipa Lepas

0
kecelakan maut
OLAH TKP. Petugas Satlantas Polres Purworejo melakukan olah TKP di jalan Kutoarjo – Kemiri yang menjadi lokasi kecelakaan maut, kemarin.

PURWOREJO – Inseden Kecelakaan maut terjadi di jalan Kutoarjo – Kemiri, tepatnya di Desa Tunggorono Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo, Selasa (16/7) sore. Seorang pengendara sepeda motor tewas akibat terhantam pipa paralon yang lepas muatan dari sebuah mobil.

Informasi yang berhasi dihimpun menyebutkan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil pick up pengangkut paralon bernomor polisi AA 1671 RC yang dikemudikan oleh Sariyanto (31) warga Desa Wirun RT 01 RW 03 Kecamatan Kutoarjo melaju kencang dari arah selatan ke utara menuju daerah Kemiri. Sesampainya di tempat kejadian, muatan pipa yang dibawa oleh Sariyanto terlepas jatuh melintang ke sisi kanan jalan dan mengenai seorang pengendara motor vario bernomor polisi AA 5104 SV yang melaju dari arah berlawanan.

Pengemudi motor adalah Turmudzi (55), warga Desa Karang Luas RT 01 RW 01 Kecamatan Kemiri. Saat itu, ia tak dapat mengelak sehingga menabrak pipa paralon dan terjatuh di jalan raya.

Nyawanya pun tidak dapat diselamatkan setelah mengalami luka cukup parah.

“Korban mengalami trauma toraks dan dilarikan ke RS Palang Biru Kutoarjo. Perkara hingga kini masih dalam penyidikan,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Purworejo, Ipda Mustofa saat dikonfirmasi, Rabu (17/7).

Atas kejadian itu, Ipda Mustofa menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat mengemudi. Terlebih, jika mengangkut barang di kendaraannya.

“Pastikan tata cara muat yang benar agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya. (top)

 

 

Kloter 37 Dilepas, Cahaj Termuda 18 Tahun, Tertua 93

0
Cahaj Termuda 18 Tahun, Tertua 93
PELEPASAN. Bupati Magelang melepas jamaah Haji Kabupaten Magelang kloter 37 menuju asrama haji Donohudan Solo.

MUNGKID – Sebanyak 261 jamaah calon haji (calhaj) dari Kabupaten Magelang dilepas Bupati Magelang Zaenal Arifin, Rabu (17/7), dari halaman Komplek Pemda Kabupaten Magelang menuju Solo.

Pelepasan jamaah haji dari kelompok terbang (kloter) 37 tersebut dilaksanakan bersama Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana, pukul 09.30 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang Fatchur Rochman, mengatakan, terdapat delapan bus yang diberangkatkan menuju asrama Haji Solo.

“Terdapat delapam bus yang berangkat hari ini, dari kloter 37 menuju Solo. Dengan jumlah jamaah calon haji sebanyak 261 orang. Terdiri dari pria sebanyak 123 orang dan wanita sebanyak 138 orang,” terang Fatchur Rochman.

Adapun untuk kloter 38, menurut jadwal akan diberangkatkan pada Kamis (18/7) sekitar pukul 01.30 WIB, menyusul kloter 39 sekitar pukul 04.00 WIB, dan kloter 40 sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara kloter 96 pada Minggu (4/8) dengan waktu masih menyesuaikan.

Terkait pengecekan kesehatan, Fatchur mengatakan ada pengecekan ulang saat jamaah calon haji tiba di Solo.

“Akan dicek lagi apakah semuanya bisa terbang sesuai kloternya atau harus melakukan perawatan terlebih dahulu di asrama haji Donohudan sampai dinyatakan sembuh dan bisa menyusul pada kloter berikutnya,” papar Fatchur.

Dalam musim Haji kali ini di Kabupaten Magelang, terdapat calon jamaah haji termuda dengan umur 18 tahun, yakni atas nama, Sinta Putri Yuliana, warga Dusun Pucang Prayan, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, yang tercatat pada kloter 40.

Sedangkan jamaah haji tertua, atas nama Yamini (93), warga Tular, Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, yang ikut pada kloter 96 yang merupakan kloter tambahan.

“Ada perlakuan khusus untuk jamaah Haji tertua, maka nanti harus ada pendamping dari pihak keluarga yang menemani saat pemerikasaan. Karena jamaah tersebut masuk dalam daftar resiko tinggi,” tandas Fatchur.(cha).

 

 

Kecamatan Borobudur dan Salaman Paling Terdampak Kemarau

0
Kecamatan Borobudur dan Salaman Paling Terdampak Kemarau
KEMARAU. Seorang petani nampak menaburkan pupuk dilahan pertanian Desa Majaksingi, dampak musim Kemarau mulai dirasakan petani di lereng Bukit Menoreh.

MUNGKID – Musim kemarau sudah mulai sejak bulan Mei. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mempetakan daerah rawan kekeringan pada musim kemarau ini.

Wilayah daerah yang paling parah yaitu di wilayah Kecamatan Borobudur dan Kecamatan Salaman. Untuk wilayah Borobudur, Desa Kenalan, Candirejo, Giritengah, Wringinputih, Kembanglimus, Kebonsari.

Adapun untuk wilayah Kecamatan Salaman, Desa Margoyoso, Sriwedari, Ngargoretno dan Krasak.

“Untuk wilayah Kabupaten Magelang mulai terdampak biasanya terasa di akhir bulan Juni sampai dengan awal bulan Juli,” ucap Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Rabu (17/7).

Pihaknya telah mengambil langkah antisipasi kekeringan dengan persiapan dropping air bersih ke daerah yang mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau.

“Sampai dengan sekarang belum ada permintaan dropping. Tapi sudah kita siapkan 600 tangki. Kemudian kalau kurang kita bekerjasama dengan dunia usaha untuk alokasi CSR berupa bantuan air bersih, per tangki 5.000 liter,” papar Edi.

Sementara itu, kekeringan mulai dirasakan petani di kawasan Kecamatan Borobudur, minimnya sumber air memasuki musim kemarau ini, membuat petani bergiliran mendapatkan pasokan air dari Kali Sileng, dimana Kali Sileng menjadi andalan untuk pertanian di Borbudur.

“Petani di Desa Majaksingi Borobudur mengandalkan air dari Kali Sileng dengan menggunakan pompa air.mSaat ini debit air Kali Sileng mulai berkurang, sehingga petani bergiliran untuk mendapatkan pasokan air,” ucap salah satu petani di Desa Majaksingi, Yanto.

Mayoritas pertanian di Desa Majaksingi Borobudur mulai ditanami tanaman musim Kemarau seperti Palawija atau Tembakau, hanya sebagian kecil yang masih menanam tanaman musim hujan seperti Kangkung.

“Kebetulan saya masih menanam Kangkung, sehingga tanah pertanian harus selalu becek, dan itu membutuhkan air yang cukup agar bisa panen pada Agustus nanti. Sedangkan petani lainnya banyak yang sudah beralih menanam Tembakau atau Palawija, yang membutuhkan lebih sedikit air,” papar Yanto.(cha).

639.000 Hektar Hutan Rawan Kebakaran

0
perhutani
KOORDINASI. Perhutani dengan lintas lembaga melakukan koordinasi di aula Kebon Resto, kemarin.

TEMANGGUNG – Selama musim kemarau melanda, setidaknya hutan seluas 639.000 hektar di seluruh wilayah administrasi Perhutani Jawa Tengah sangat rawan bencana kebakaran. Oleh karena itu dibutuhkan koordinasi lintas lembaga yang kuat untuk mengantisiasi terjadinya kebakaran hutan.

Weda Panji Hudaya, Expert Perlindungan Sumber Daya Hutan Bidang Pengendalian Kebakaran Perhutani Jawa Tengah mengatakan, semua hutan selama musim kemarau ini menjadi rawan kebakaran, karena kondisi tegakan dan vegetasi serta tanaman yang ada di hutan sudah muali mengering.

“Musim kemarau, semua rawan kebakaran,” tukasnya usai Rapat Koordinasi Perlindungan dan Pengamanan Hutan di aula kebon resto Temanggung, Rabu (17/7).

Oleh karena itu lanjutnya, butuh koordinasi lintas lembaga untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di semua wilayah hutan milik Perhutani. Karena koordinasi yang kuat akan mencegah terjadinya bencana kebakaran.

“Seperti pada tahun 2018 lalu, BNPB sampai menurunkan helikopter untuk mengatasi bencana kebakaran di Gunung Sumbing. Ini menunjukan bahwa koordinasi sudah sangat bagus. Harapan kami ke depan koordinasi seperti harus semakin ditingkatkan,” harapnya.

Korrdinasi sendiri lanjutnya dilakukan di antara lembaga seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri serta lembaga masyarakat desa di sekitar hutan yang ada.

Selain koordinasi antar lembaga, juga sudah dibentuk satuan pengendali kebakaran. Satuan ini bertugas mengamati dan memantau serta terjun langsung melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran hutan.

“Dari Perhutani sendiri sudah ada lima pos pemantau, belum dari TNI, Polri dan LMDH,” katanya.

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kebakaran hutan tidak terjadi setiap tahun di satu lokasi. Namun kebakaran terjadi dengan siklus waktu.

Dirincikan, pada tahun 2012 terjadi kebakaran parah, tahun 2013 dan 2014 turun, tahun 2015 naik lagi dan di tahun 2016 dan 2017 turun dan tahun 2018 naik lagi.

“Tahun 2018 lalu kebakaran cukup parah, terjadi di Gunung Sindoro dan Sumbing. Semoga saja tahun 2019 ini turun,” harapnya.

Memang diakuinya, tahun 2018 kemarin Gunung Sindoro, Sumbing dan Andoong menjadi prioritas karena silkus iklimnya sangat panas dan kebakran hebat terjadi di ketiga gunung ini selama tahun 2018.

“Ternyata siklusnya tiap tahun berganti, 2018 menjadi kebakaran sangat luas di Sindoro Sumbing, lainnya menurun. Sebelumnya Gunung Lawu terjadi kebakaran hebat,” terangnya.

Berdasarkan siklus yang ada kebakaran akan terjadi tidak seperti 2018 lalu, tanda-tanda di pertengahan musim kemarau ada hujan

“Selain siklus yang dipelajari juga kita kawal terus kondisi hutan. Rawan kawasan puncak, kekeringan sangat tinggi, tidak mudah dijangkau,” tandasnya. (set)

4 Universitas Ikuti Monev PKM 5 Bidang di Untidar

0
4 Universitas Ikuti Monev PKM 5 Bidang di Untidar
4 Universitas Ikuti Monev PKM 5 Bidang di Untidar

MAGELANG UTARA-Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan memilih kembali Universitas Tidar (Untidar) sebagai tuan rumah penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) tahun 2019. Kegiatan ini akan berlangsung  selama tiga hari (17-19/7).

Kegiatan ini diikuti oleh tim dari Untidar, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo. Dengan dua reviewer nasional yaitu Slamet Riyadi, ST MSc PhD dari Universitas Muhammmadiyah Yogyakarta  dan Eko Retno Mulyaningrum SPd MPd dari Universitas PGRI Semarang. Serta perwakilan dari BELMAWA, Eva Haslinda, S.Sos turut mendampingi proses Monev ini.

Tahun ini, Untidar maju dengan perwakilan 22 tim PKM, UMM dengan perwakilan 15 tim, UMP dengan 21 tim dan Akper Ngesti Waluyo membawa 1 tim perwakilan PKM.

Pembukaan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar Prof Dr Sugiyarto MSi dan dihadiri oleh perwakilan masing-masing universitas. Dalam sambutannya WR III menyampaikan harapannya kepada para peserta Monev yang hadir untuk tidak hanya sampai tahap didanai namun juga dapat maju PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

“PKM  diwilayah Kedu sudah mulai meningkat dilihat dari banyaknya peserta yg mengikuti, harapannya supaya PKM tidak hanya didanai belmawa saja akan tetapi bisa memenangkan PIMNAS,”jelasnya.

Ia juga menambahkan sumber daya manusia wilayah Kedu harusnya tinggi karena dilihat dari napak tilas bahwa pendahulu merupakan orang yang sangat pintar dengan adanya Candi Borobudur yang merupakan khas Magelang. “Kita yang tinggal di wilayah  Kedu seharusnya memiliki sumber daya manusia tinggi sesuai dengan pendahulu kita yang dapat membuat Candi Borobudur sebagai ciri khas kota yang  sudah mendunia,” tambahnya.

Salah satu reviewer, Slamet Riyadi,  juga menyampaikan tujuan pelaksanaan Monev  yakni untuk mengecek perkembangan PKM karena menggunakan dana negara yang harus dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan 3 penilaian bagi tim PKM untuk maju ke PIMNAS. Penilaian itu diantaranya dari adanya propasal PKM  sejumlah  30%, laporan kemajuan pencapaian PKM yg sudah diunggah sebanyak  20% dan hasil Monev hari ini sebanyak 50%. (hen)

 

Wujudkan Sanitasi Bersih dan Sehat

0
Wujudkan Sanitasi Bersih dan Sehat
PAPARAN. Kepala Disperkim Kota Magelang Handini Rahayu saat menyampaikan konsep perencanaan sanitasi dan air minum aman di hadapan kepala kelurahan, camat, dan masyarakat di Hotel Atria, kemarin.

//IUWASH PLUS Gandeng ME//

MAGELANG SELATAN – USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, And Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) menggandeng koran lokal Magelang Ekspres, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sanitasi di wilayah eks-Karesidenan Kedu. Dengan upaya itu diharapkan media massa dapat melakukan advokasi atas isu air bersih dan sanitasi.

“Peran media terutama koran lokal Magelang Ekspres diharapkan bisa mengangkat isu air bersih dan sanitasi layaknya infrastruktur pembangunan. Harapannya, kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan lingkungan pun semakin meningkat,” kata Behavior Change Marketing IUWASH PLUS Jawa Tengah, Edy Triyanto di sela acara Rapat Kerja Pengurus Forum Komunikasi AIr Minum Sanitasi dan Perilaku Higienis, di Hotel Atria, Kota Magelang, Rabu (17/7).

Turut hadir pada kesempatatan itu Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu, beserta jaran, camat, dan kepala kelurahan se-Kota Magelang.

Ia berharap lewat keterlibatan media massa, akan mendapatkan pencerahan jika isu air bersih dan sanitasi dijadikan arus utama. Hal ini juga sebagai strategi mewujudkan target 100-0-100 yang mulai dikenalkan Kementerian PU dan ditarget tercapai pada akhir tahun nanti.

“Hasilnya selain meraih target 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak, juga muncul kesadaran masyarakat untuk memperhatikan masalah sanitasi dan air bersih,” ujarnya.

IUWASH PLUS sendiri, lanjutnya, sudah menggandeng Pemkot Magelang dalam hal pengentasan masalah sanitasi buruk. Kerja sama sudah berjalan hingga tiga tahun ini.

“Kita punya leading sektor yakni Bappeda, Disperkim, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PDAM, dan lain sebagainya. Hal ini supaya pemerintah turut memberikan target bahwa layanan air minum dan sanitasi haruslah yang sebaik-baiknya,” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa hasil dari programnya bukan berbentuk fisik, melainkan upaya pemberdayaan kesadaran warga di Kota Magelang tentang sanitasi dan lingkungan yang baik, sebagai penunjang kesehatan. Menurutnya, diperlukan strategi agar masyarakat termotivasi untuk mengubah perilaku sanitasi bersih.

“Kita terus memberikan pendampingan terhadap institusi pemberi layanan air minum, kerja sama yang diwujudkan ini dengan PDAM Kota Magelang. Kemudian masalah sanitasi, kita kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Disperkim, supaya rumah-rumah warga memiliki sanitasi yang baik dan higienis,” ungkapnya.

Kepala Disperkim, Handini Rahayu menambahkan bahwa selama ini Pemkot Magelang berkomitmen untuk memberikan layanan di sektor air minum, sanitasi dan perilaku hygiene dapat selalu meningkat seiring dengan air minum dan sanitasi aman. Kemudian juga penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Hasilnya bergantung penuh pada masyarakat. Artinya, jika tingkat partisipasi masyarakat tinggi, maka itu berjalan bersamaan dengan target sanitasi yang baik. Karena itu, kami sepakat untuk menggandeng warga dan juga media massa,” ucapnya.

Ia menjelaskan bersama USAID IUWASH PLUS telah dilakukan pengkajian partisipatif dan pemicuan di seluruh kelurahan di Kota Magelang yang mampu menumbuhkan kesadaran warga berperilaku bersih dan sehat.

“Sekarang sudah terbentuk 10 tim monev partisipatif program WASH yang tersebar di 10 RW dan 5 kelurahan di Kota Magelang. Kami harapkan ke depan jumlahnya akan terus bertambah,” tandasnya.

Menurut Dini, sapaan akrabnya, Focus Group DIscussion (FGD) tentang Mencari Format Mekanisme Keterlibatan Masyarakat untuk Menjaga Keberlangsungan Program Water Sanitation and Gygiene (WASH) telah terjalin sejak Oktober 2018 lalu. Setidaknya, untuk menjalankan program tersebut dibutuhkan 6 organisasi perangkat daerah (OPD). keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, dan media massa.

“Kemudian wadah bersama ini selanjutnya dinamakan Forum Komunikasi Air Minum Sanitasi dan Perilaku Higiene Kota Magelang,” jelasnya.

Sejauh ini, Forum Komunikasi telah bekerja untuk memfasilitasi masyarakat menyelesaikan masalah dalam pengoperasian dan pemeliharaan sarana WASH di masyarakat. Kemudian juga aktif memfasilitasi proses pengkajian partisipatif dan pemicuan di masyarakat.

“Termasuk aktif memfasilitasi masyarakat dalam melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif, pertemuan tertentu, perluasan program WASH, dan memberi edukasi kepada warga soal air minum dan sanitasi aman,” katanya. (wid)

 

Proses Pembayaran Pajak Semakin Mudah

0
Proses Pembayaran Pajak Semakin Mudah
Proses Pembayaran Pajak Semakin Mudah

//KPP Pratama Magelang Gelar Talkshow Perpajakan//

MAGELANG – Kinerja lembaga pajak dinilai akademisi semakin bagus. Saat ini proses pembayaran pajak juga semakin mudah. Salah satu caranya dengan sistem pembayaran pajak secara onlie. “Kinerja reformasi pajak semakin bagus, sekarang membayar pajak bisa secara online. Perlunya sosialisasi proses pembayaran pajak secara online tersebut,” jelas Retno Rusdjijati, Ketua Tax Center Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Selasa (16/7/2019).

Retno menyampaikan itu saat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Magelang menyelenggarakan Talkshow Perpajakan dengan tema “Bersama Dukung Reformasi Perpajakan” di Pendopo Balai Diklat Kepemimpinan Magelang. Peserta acara ini berasal dari kalangan akademisi, yaitu dosen, guru, mahasiswa dan pelajar.

Pembicara dalam talkshow ini adalah Kepala KPP Pratama Magelang, Balai Diklat Kepemimpinan Magelang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang.

Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Magelang Wawan Setiyo Cahyono menyatakan, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah dan perkembangan reformasi perpajakan di Indonesia. Serta, memberikan pemahaman peranan pajak dalam pembangunan kepada masyarakat.

Khususnya, calon generasi penerus bangsa untuk menciptakan kesadaran pajak sejak dini. Talkshow ini juga merupakan rangkaian acara Hari Pajak yang jatuh pada 14 Juli silam.

“Kita sudah menikmati hasil dari pajak bahwa, sebanyak 20 persen anggaran negara dialokasikan untuk pendidikan. Kalau belum mencapai sebesar 20 persen, maka APBD belum ditandatangani oleh Gubernur. Sebanyak 20 persen itu merupakan angka minimal,” ungkap Khomsah, Kepala Subbag Keuangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang.

Khomsah menyampaikan, anggaran dari pajak ini kemudian dialokasikan untuk peningkatan mutu pendidikan para siswa. Diantaranya seperti beasiswa, kegiatan yang memicu prestasi anak dan lainnya. “Melalui pajak, pemerintah memberikan perhatian kesejahteraan para guru,” urainya.

Pada kesempatan itu, Febta Rina Handayani, Widyaiswara Balai Diklat Kepemimpinan Magelang dan Nuhun Priyono, Ketua Tax Center Untidar Magelang turut menyampaikan tentang perpajakan kepada peserta talkshow. Selain mahasiswa, para siswa yang mengikuti talkshow tersebut dari SMKN 2 Kota Magelang, SMKN 2 Temanggung, SMK Maarif Tegalrejo, SMK Maarif Kota Magelang, SMAN 1 Mungkid dan SMKN 1 Muntilan.

Di akhir sesi, penyelenggara juga menghadirkan konten kreator Afrizal Kurniawan. Youtuber muda ini berbincang bincang dengan peserta yang merupakan anak – anak muda.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Magelang Wiratmoko menjelaskan bahwa, Direktorat Jenderal Pajak menetapkan 14 Juli sebagai Hari Pajak. Mulai 1 – 17 Juli digelar berbagai acara untuk memeriahkan Hari Pajak, mulai dari lomba olahraga, tax voice, donor darah, jalan sehat hingga talkshow perpajakan dengan melibatkan kalangan pendidik.

“Salah satu sasaran kita yaitu tentang kesadaran pajak dimulai sejak dini kepada generasi muda, seperti pelajar, Mahasiswa. Selain itu talkshow juga mengundang akademisi UM Magelang dan Untidar,” jelas Wiratmoko.

Melihat perkembangan perpajakan selama ini, kesadaran pajak di kalangan pendidikan sudah baik. Pihaknya juga sering berinteraksi kepada mereka yang dari kota maupun Kabupaten Magelang. “Generasi muda merupakan pembayar pajak potensial. Mereka calon – calon pengusaha, pegawai, dan lainnya sehingga dari awal sudah tahu perpajakan, lebih gampang nantinya membayar pajak,” jelasnya.

Wiratmoko menegaskan bahwa, talkshow perpajakan dengan kalangan pendidik ini sangat penting. Generasi muda perlu dibekali pengetahuan perpajakan sejak dini, “Sebesar 73 persen dari penerimaan keuangan negara berasal dari pemasukan pajak penghasilan. Kita menyadari tanpa pajak, keuangan negara bisa tidak berjalan dengan bai. Pajak merupakan tulang punggung negara,” tandasnya.  (adv)

Sekda Lepas 143 Calhaj Kota Magelang

0
ratusan calhaj
DIBERANGKATKAN. Ratusan jamaah calon haji asal Kota Magelang dari Masjid Agung Kauman ke Embarkasi Solo, dilepaskan Selasa (16/7) dini hari, oleh Sekda Kota Magelang Joko Budiyono.

MAGELANG TENGAH – Sebanyak 143 jamaah calon haji (calhaj) diberangkatkan ke Embarkasi Solo (SOC) dari Masjid Agung Kauman Alun-alun Kota Magelang, Selasa (16/7) dini hari. Pelepasan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono, didampingi sejumlah pejabat Forpimda, Lurah se-Kota Magelang, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Kota Magelang, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Magelang.

Para jamaah calon haji asal Kota Magelang tergabung dalam kloter 31 dengan pemberangkatan dari Embarkasi Solo bersama jamaah calon haji dari Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo. Mereka akan didampingi petugas pendamping sebanyak 9 orang dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan 5 orang.

Joko mengatakan para calon jamaah haji akan diterbangkan ke Tanah Suci pada 17 Juli 2019 dan dijadwalkan tiba kembali ke Tanah Air pada 28 Agustus 2019.

Ia meminta, para calhaj untuk selalu menjaga kekompakan dan menjalin komunikasi yang harmonis, baik antar sesama jamaah maupun dengan petugas demi kelancaran pelaksanaan haji. Selain itu juga selalu menjaga kedisiplinan, baik dalam hal makan, ibadah, dan istirahat.

”Yang terpenting adalah patuhi ketentuan dan petunjuk yang diberikan petugas. Sebagai tamu Allah SWT, jaga nama baik bangsa dan negara khususnya Kota Magelang,” katanya.

Dia berharap, para petugas senantiasa berkoordinasi dan membantu jemaah calon haji, serta memberikan informasi perkembangan situasi selama di Tanah Suci. Ia pun memohon agar jamaah calon haji mendoakan agar bangsa Indonesia, khususnya Kota Magelang, selalu aman dan tertib.

”Doakan agar roda pembangunan, pemerintah, dan kemasyarakatan dapat berjalan lancar,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Magelang, Muh Sunaryanto, menyebutkan jamaah calon haji asal Kota Magelang terdiri 60 jamaah pria dan 83 jamaah wanita.

Adapun jamaah calon haji termuda yakni Addini Nurilma Hadi (24) alamat Perum Korpri Jalan Duku V, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara. Sedangkan tertua atas nama Sumarki (81) alamat Menowo 378 Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara.

Sunaryanto mengaku pendaftaran haji tahun ini masih diberlakukan sistem tabungan haji sepanjang tahun, yakni penyetoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dalam bentuk tabungan. Mulai tahun 2010 sampai saat ini (per Juli 2019) setoran awal BPIH masih sebesar Rp25 juta.

”Bedanya, mulai Januari 2019 kemarin, setoran awal sudah tidak lagi disetorkan melalui rekening Menteri Agama, tetapi disetorkan melalui rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” terang Sunaryanto.

Untuk memenuhi azas keadilan, lanjutnya, besaran BPIH ditentukan berdasarkan embarkasi. Kota Magelang sendiri temasuk dalam embarkasi Solo yang besaran BPIHnya sebesar Rp36.429.275 untuk jamaah reguler. Sedangkan untuk TPHD sebesar Rp71.163.504. (wid)

RSUD Dr Tjitrowardojo Divitisasi sebagai RS Pendidikan Satelit

0
RSUD Dr Tjitrowardojo Divitisasi sebagai RS Pendidikan Satelit.
VISITASI. Tim visitasi FKIK UMY dan FKKMK UGM melakukan telaah dokumen di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo, kemarin.

PURWOREJO– RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo menjalani Visitasi Penetapan sebagai Rumah Sakit (RS) Pendidikan Satelit Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK-UMY) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK-UGM), Selasa (16/7).

Tim Visitasi dipimpin oleh dr Elsya Sihotang Sp PK (Kemenkes) dengan anggota PIC dr Dovi (Kemenkes), Hukormas Iyan Tri Pangaloan, dr Anak Agung Jaya Kusuma (RS Sanglah Bali) dan ARSPI, serta AIPKI yakni Prof DR Dr Suradi SpP. Visitasi dibuka oleh Direktur RSUD drg Gustanul Arifin MKes di Auditorium RSUD Dr Tjitrowardojo.

Menurut Gustanul Arifin, visitasi kali ini merupakan visitasi kedua setelah penetapan yang pertama sebagai RS Pendidikan Satelit pada 12 Desember 2014.

“Seharusnya penetapan ulang sebagai RS Pendidikan Satelit pada 12 Desember 2017. Tetapi berhubung harus menunggu penetapan RS Pendidikan Utama yakni RSUP Dr Sardjito Yogyakarta untuk FKKMK UGM Yogyakarta dan RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk FKIK UMY, sehingga masa transisi ini mengakibatkan penetapannya mundur,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Visitasi Kemenkes dr Elsya Sihotang mengungkapkan bahwa dalam rumah sakit pendidikan yang terpenting bukan hanya pendidikan, melainkan juga pelayanannya juga harus bagus.

“Meskipun menjalankan tugas sebagai rumah sakit pendidikan, RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo tetap harus mengutamakan mutu pelayanan, sehingga mutu pendidikan akan turut berjalan baik,” ungkapnya.

Dalam visitasi tersebut, tim melakukan telaah dokumen sesuai dengan standar yang berlaku bersama dengan Tim Penetapan Rumah Sakit Pendidikan RSUD Dr Tjitrowardojo yang diketuai oleh dr Tri Turnianti Hastuti, Sp. OG (K). Visitasi dilanjutkan dengan peninjauan RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo dan diakhiri dengan Exit Conference. (top)

 

 

55% Calhaj Masuk Risiko Tinggi

0
605 Calon Haji Masuk Kategori Resiko Tinggi
Dibantu anggota Polri dan TNI, salah satu calon haji asal Wonosobo yang masuk kategori risiko tinggi menggunakan kursi roda masuk ke dalam bus untuk diberangkatkan ke Donohudan kemarin

WONOSOBO– Sebanyak 605 calon haji atau 55 persen dari total keseluruhan jamaah haji Kabupaten Wonosobo dinyatakan risiko tinggi. Terkait hal tersebut, tim penyelenggara kesehatan haji berusaha maksimal mendampingi jemaah sejak sebelum keberangkatan, memastikan laik terbang.

“ ya ada 55 persen, masuk kategori risiko tinggi. Ini terkait masalah umur calon haji yang rata-rata di atas 60 tahun, atau usia di bawah itu tapi memiliki masalah kesehatan,” ungkap Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Haji Wonosobo H. Jaelan Sulat kemarin di pendopo bupati.

Menurutnya, pihak tim kesehatan haji sudah melakukan upaya pemeriksaan calon haji jauh hari sejak mereka dinyatakan masuk daftar hingga proses manasik haji.

Proses pemeriksaan dilakukan selanjutnya meliputi pada pemeriksaan kesehatan tahap tiga di embarkasi, selama di Tanah Suci  hingga pengawasan pascakepulangan.

“Mereka yang memiliki risiko tinggi akan ada pendampingan dari keluarga dan juga tim pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Untuk memudahkan pemantauan jamaah yang memilik risiko tinggi juga akan mendaptkan tanda tertentu. Yaitu, memakai gelang berwarnoa orange. Sedangkan yang sehat akan menggunakan gelang berwarna putih.

“Untuk calon jamaah risiko tinggi, setiba  di Tanah Suci  akan disambut oleh tim kesehatan di sana. Dan, akan mendaptkan perhatian khusus, serta ada pendampingan obat dari tim kesehatan pemkab,” ucapnya.

Pada tahun lalu, pada pemeriksaan kesehatan tahap akhir di embarkasi semua jamaah asal Wonosobo dinyatakan layak terbang dan semuanya pulang kembali dalam kondisi sehat dan utuh. Tahun ini diharapkan hal tersebut terulang.

“Kami yang mendapat amanah sebagai tim penyelenggara kesehatan haji kabupaten berusaha maksimal mendampingi jemaah sejak jauh sebelum keberangkatan, memastikan laik terbang pada pemeriksaan kesehatan tahap tiga di embarkasi. Selama di Tanah Suci penjemputan di debarkasi, hingga pengawasan pascakepulangan,” katanya.

Sementara itu,  Polres Wonosobo menerjunkan kurang lebih seratus lima puluh personel nya guna mengamankan calon jamaah haji dan pengantarnya dari gangguan kamtibmas. Kloter 34 asal Kabupaten Wonosobo yang berjumlah 272 calon haji diberangkatkan pada hari ini pukul 13.00 WIB menuju asrama haji Donohudan dengan menggunakan 6 unit bus.

Rencananya, seluruh rombongan calon haji akan diberangkatkan dari halaman Pendopo Bupati Wonosobo pada hari ini. Dan, besok dan selama perjalanan menuju ke Asrama Haji Donohudan Boyolali akan dikawal oleh Polres Wonosobo. (gus)