22.4 C
Magelang, ID
Senin, Januari 18, 2021
Beranda blog

Titiek Utami Kembali Terpilih Secara Aklamasi

MUSDA. Titiek Utami kembali terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Magelang dalam Musda X, di Hotel Atria, 
MUSDA. Titiek Utami kembali terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Magelang dalam Musda X, di Hotel Atria, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Titek Utami terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar untuk periode 2021-2026. Titiek terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kota Magelang, di Hotel Atria, Minggu (17/1).
Dalam Musda yang dibuka Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Panggah Susanto, Titiek Utami terpilih untuk ketiga kalinya secara aklamasi setelah sebelumnya hanya ada satu calon ketua yang maju.
Pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Magelang terpilih, dr Muchammad Nur Azis dan KH M Mansyur juga tampak hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan secara protokol kesehatan ini.
Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Keanggotaan DPD Partai Golkar Jateng, Anton Lami Suhadi mengatakan, DPP Partai Golkar memberikan hadiah kepada Titiek Utami karena prestasinya yang berhasil membawa kemenangan saat pilkada serentak lalu. “Jadi ini memang surprise atau hadiah kepada Bu Titiek yang berhasil membawa kemenangan atas paslon Walikota dan Wakil Walikota yang diusung saat Pilkada serentak lalu,” kata Anton Lami.
Menurutnya, terpilihnya Titiek, telah mendapat rekomendasi dari DPP Partai Golkar. Selain itu juga mendapat dukungan penuh dari anggota partai. Sesuai aturan, setiap ketua hanya diperbolehkan menjabat dua periode saja. “Tetapi DPP Golkar menilai jika Bu Titiek merupakan sosok pemimpin perempuan yang bisa ‘ngemong’ para kader sehingga sudah sepantasnya yang bersangkutan diberi hadiah untuk kembali memimpin partai Golkar di Kota Sejuta Bunga ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Magelang, Titiek Utami mengaku tidak menyangka apabila masih diberi kepercayaan memimpin partai berlambang pohon beringin ini, untuk ketiga kalinya. Ia berjanji akan membawa Golkar ke depan lebih berkembang lagi. “Saat ini Golkar sudah memiliki modal yang sudah tampak saat Pilkada kemarin,” ujarnya.
Setelah Musda, pihaknya akan segera membentuk kepengurusan dan pelantikan, dilanjutkan dengan rakerda. Kemudian, ia akan mulai bergerak cepat dengan mulai membuka pendaftaran calon anggota legislatif pada pemilihan tahun 2024 nanti. “Soal target kami ingin 6 kader bisa duduk di kursi lesgislatif,” ucapnya.
Sebagai langkahnya, Titiek ingin para kader Golkar yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, untuk bisa mempersiapkan sejak sekarang. Dengan demikian, saat waktunya tiba tidak terlalu mendadak dalam mempersiapkan diri.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jateng, Panggah Susanto juga mengaku bangga, dengan keberhasilan Partai Golkar Kota Magelang yang berhasil memenangkan kontestasi politik pilkada serentak lalu. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada paslon dr Azis dan KH Masyur yang mau diusung dan akhirnya menang. “Kepercayaan masyarakat harus bisa dipertanggungjawabkan. Sebagai pengurus partai untuk bisa mewujudkan apa yang diharapkan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, calon Walikota Magelang terpilih, dr HM Nur Aziz menilai Golkar adalah partai yang tergolong konsisten. “Sebagai calon walikota yang kemarin diusung oleh Partai Golkar, harapan saya sama, yaitu kita dapat bekerja sama dalam memimpin pemerintahan nanti,” tuturnya. (wid)

Kreativitas Belajar di Masa Pandemi

SIMBOLIS. Kepala SMK 17 Temanggung Daryani memberikan piagam penghargaan secara simbolis, 
SIMBOLIS. Kepala SMK 17 Temanggung Daryani memberikan piagam penghargaan secara simbolis, 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pandemi Covid-19 tidak menjadi salah satu kendala bagi guru dan siswa untuk berkreasi dan berinovasi. Justru dengan pandemi ini harus semakin meningkatkan kreativitasnya agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap diterima.

“Selama pandemi Covid-19 ini sama sekali tidak ada pembelajaran tatap muka, semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan. Jadi memang harus berfikir kreatif dan inovatif agar dunia pendidikan ini tetap berjalan,” kata kepala SMK 17 Temanggung Daryani, saat puncak Dies Natalis SMK 17 Temanggung Sabtu (16/1).

Ia mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi dunia pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini adalah tidak adanya pembelajaran tatap muka. Sistem pembelajaran selama pandemi ini diganti dengan sistem daring atau online.

“Tidak bisa ketemu muka khususnya anak-anak kelas 10 yang sampai saat ini memang belum pernah melakukan tatap muka, pembelajaran secara daring sehingga belum paham dengan anak-anak baru selama ini baru tiga kali datang ke sekolah, tapi pakai masker jadi cukup kesulitan untuk berdialog dan memahami siswa,” katanya.

Dikatakan, predikisi pandemi bisa satu hingga dua tahun ke depan, oleh karena itu tetap harus berinovasi dalam memberikan pembelajaran secara daring.

Memang dengan sistem saat ini katanya, siswa masih tetap bisa mengikuti setiap pelajaran dengan baik, namun ada keterbatasan waktu, sehingga tidak bisa maksimal dalam memberikan ilmu di setiap mata pelajaran.

Oleh karena itu, dalam rangka Dies Natalis ke-36 SMK 17 Temanggung, pihaknya tetap mengadakan sejumlah kegiatan. Hanya saja kegiatan dilakukan secara daring.

Baca Juga
Danai Lembaga, STAINU Buka Usaha

“Biasanya kegiatan  dilakukan dengan berbagai acara dan cukup meriah, namun karena saat ini masih dalam situiasi pandemi, maka pelaksanaan lomba secara virtual yang pesertanya adalah siswa-siswa SMP/MTs di Temanggung,” jelasnya.

Sejumlah lomba yang digelar yakni, lomba cover lagu, desain poster dan kreasi tari. Penilaian perolmbaan dilakukan secara daring.

“Jadi peserta lomba berada di rumah masing-masing, hasil karya di kirim dan kami nilai. Hari ini hanya perwakilan saja yang datang untuk menerima hadiah dan penghargaan dari kami,” terangnya.

Salah satu pengawas dari Yayasan SMK 17 Temanggung Susi Bintoro menambahkan, di masa pandemi membuat inovasi yang berbeda sebelum masa pandemi tetap berkreasi.

Ia berharap, ke depan SMK 17 harus bisa bisa membuka dan membaca situasi dan bisa membuka jurusan yang terbaru, karena jurusan-jurasan yang ada saat ini sudah mulai jenuh.

“Dari yayasan selalu memantau pelaksanaan pendidikan, meskipun selama ini sistem pembelajaran masih dilakukan secara daring dan juga kegiatan yang ada di sekolah baik di Jateng maupun Jogjakarta tetap dan wajib mengikuti protokol kesehatan,” tegasnya.

Menurutnya, sistem pembelajaran dari saat ini belum bisa maksimal, karena pembelajaran tanpa dilakukan dengan tatap muka itu sangat sulit.

“Contohnya anak setiap hari selalu mengikuti daring dan selalu mengerjakan tugas, padahal kalau di SMA ada 16 mata pelajaran. Kalau setiap hari ada delapan mata pelajaran yang harus dilakukan daring setiap hari harus mengerjakan tugas itu pandangan kami cukup memberatkan siswa, apalagi didukung dengan harga paket internet yang cukup mahal,” tandasnya.

Pandemi Covid-19 belum berakhir, masyarakat diimbau untuk disiplin menegakkan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan rajin mencuci tangan. (set)

#satgascovid19 #ingatpesanibu#pakaimasker #jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan#cucitanganpakaisabun

Danai Lembaga, STAINU Buka Usaha

TOKO NU. Ketua Yayasan Perguruan Tinggi NU (YAPTINU) Temanggung, H. Nur Makhsun (berpeci) sedang berada di toko NU di Gedung PCNU Temanggung  
TOKO NU. Ketua Yayasan Perguruan Tinggi NU (YAPTINU) Temanggung, H. Nur Makhsun (berpeci) sedang berada di toko NU di Gedung PCNU Temanggung  

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Guna memperkuat sumber pendanaan operasional STAINU Temanggung dan Akper Alkautsar, civitas akademika lembaga pendidikan milik ormas Nahdlatul Ulama mendirikan ruang usaha. Profit usaha ini diharapkan mampu menjadi sumber biaya operasional lembaga, selain pendapatan dari biaya pendidikan dan sumbangan pihak ketiga.

“Sebagai lembaga pendidikan swasta, kita harus mandiri secara finansial. Jadi kami mendirikan toko FK3I untuk mahasiswa dan umum,” terang Ketua Yayasan Perguruan Tinggi NU (YAPTINU) Temanggung, H Nur Makhsun.

Toko ini tidak hanya toko fisik yang menyediakan kebutuhan pokok dan keperluan mahasiswa saja, melainkan juga dengan sistem digital. Lembaga usaha yang ditempatkan di Gedung Syariah STAINU Temanggung ini memiliki sumber modal dari civitas akademika yang bersinergi dengan FK3I.

“Kami mengajarkan bahwa lembaga harus bisa hidup dengan kemampuan dirinya, termasuk secara ekonomi sehingga ketergantungan pihak ketiga tidak terlalu tinggi,” katanya.

Ke depan, lanjutnya, toko ini akan dikembangkan dalam bentuk rest area. Lokasi di STAINU dinilai strategis karena selain akses yang mudah dan jalan antar kota, juga sarana peribadatan yang lengkap.

“Ke depan konsepnya orang lewat bisa mampir untuk salat atau istirahat, jadi area umum,” tandasnya. (set)

Tak Mau Diputus, Seorang Pemuda Sebar Foto Syur Bu Guru

DIAMANKAN. Tersangka penyebar foto-foto syur seorang guru diamankan petugas Polres Purworejo. 
DIAMANKAN. Tersangka penyebar foto-foto syur seorang guru diamankan petugas Polres Purworejo. 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Seorang pemuda asal Kabupaten Bantul diduga nekat menyebarkan foto-foto syur kekasihnya di akun Facebook (FB). Dia merasa sakit hati karena kekasihnya yang berprofesi sebagai seorang guru di Kabupaten Purworejo, ingin mengakhiri jalinan asmara terlarang mereka.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agil Widiyas Sampurna menjelaskan, tersangka berinisial M (34) merupakan warga Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Pria belum beristri tersebut nekat menyebar foto-foto syur UW (53) yang berdomisili di wilayah Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo.

“Tersangka tidak mau diputus oleh korban, tersangka tidak mau hubungan asmaranya diakhiri karena sebetulnya masih sayang dan mencintai korban sehingga nekat menyebar foto-foto syur korban di FB,” katanya kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Purworejo, Kamis (14/1).

Keduanya diketahui menjalin hubungan terlarang sejak tahun 2012. Mereka berkenalan melalui FB hingga akhirnya berpacaran. Tersangka merupakan seorang pekerja swasta salah satu pasar di DIJ, sedangkan korban sudah bersuami.

“Tersangka kerjanya di Jogjakarta,” terangnya.

Mengetahui foto-fotonya disebar di FB oleh tersangka, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak yang berwajib. Tersangka akhirnya ditangkap oleh petugas saat sedang bekerja di sebuah pasar awal Januari 2021.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti tiga ponsel milik tersangka dan korban. Tersangka saat ini juga harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dan dijerat Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 29 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Acaman hukuman paling lama 12 tahun penjara,” tegas Kasat Reskrim.

Sementara itu, di depan petugas dan wartawan, tersangka mengaku tidak ingin hubungan asmaranya dengan korban berakhir lantaran masih sangat mencintai korban.

“Saya nggak mau putus, dia adalah cinta pertama saya, cinta sejati, dan cinta mati saya,” ujar M. (top)

Alun-alun Kutoarjo Bakal Dikucur Rp6,5 Miliar

Alun-alun Kutoarjo
Alun-alun Kutoarjo

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo bakal mengucurkan anggaran sebesar Rp6,5 miliar di APBD 2021 ini untuk revitalisasi Alun-alun Purworejo. Kegiatan tersebut, merupakan salah satu dari pembangunan fisik di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo tahun 2021.

Selain Alun-alun Kutoarjo, ada pembangunan Art Center, yang berlokasi di komplek Museum Tosan Aji (eks gedung KPU, Loka Adi Bina, Kominfo). Bersumber dana dari APBD, anggaran pembangunan Art Center mencapai Rp3,5 miliar.

“Ada tambahan juga dari DAK (Dana Alokasi Khusus), untuk meneruskan pembangunan 10 tempat kuliner, dan parkir di pantai Jatimalang, dengan anggaran mencapai Rp 1,8 milyar. Kita mengusulkan 18 tempat kuliner, namun hanya 10 yang disetujui oleh kementerian. Sisanya kita usulkan tahun 2022,” jelas Agung Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, baru-baru ini.

Dari DAK juga, kata Agung, ada pembangunan lanjutan tempat parkir di Gua Seplawan, dengan anggaran mencapai Rp 1,2 milyar. Untuk Ganesha Convention Hall (Gedung Wanita), ujar Agung, di tahun ini ada pembongkaran ringan untuk pagar dan gapura yang ada di depan, supaya gedungnya lebih kelihatan dan parkirnya lebih luas. Nantinya, di tempat tersebut untuk taman dan parkir.

“Untuk kegiatan non fiisk, ada pembinaan dan pelatihan untuk pokdarwis maupun desa wisata,” ungkap Agung.

Dijelaskan pula, di tahun 2020, dari target PAD yang dibebankan Dinparbud, tercapai 90 persen lebih, dari target awal Rp 1,7 milyar, kemudian turun karena pandemi menjadi Rp 1,2 milyar.

PAD ini, bersumber dari enam tempat wisata yang dikelola Dinparbud, yakni, Gedung wanita, Pantai Jatimalang, Taman Geger Menjangan, kolam renang Arta Tirta, dan Gua Seplawan, dan Museum Tosan Aji.

“Untuk tahun ini, taget PAD dari pariwisata Rp 1,6 milyar. Semoga tercapai, dan untuk wisatawan kita himbau untuk selalu menaati protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” pungkas Agung. (luk) 

Tanah Bergerak di Tiga Desa, Puluhan Warga Diungsikan

TINJAU. Bupati bersama Wakil Bupati Purworejo dan sejumlah pejbat meninjau lokasi tanah bergerak di tiga desa di Kecamatan Bruno,
TINJAU. Bupati bersama Wakil Bupati Purworejo dan sejumlah pejbat meninjau lokasi tanah bergerak di tiga desa di Kecamatan Bruno,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Hujan deras disertai angin kencang yang melanda dalam satu pekan terakhir telah mengakibatkan pergeseran tanah di 3 desa di Kecamatan Bruno, yakni Desa Somoleter, Tegalsari, dan Kaliwungu. Puluhan warga terpaksa harus diungsikan akibat rumahnya tak lagi aman untuk dihuni.

Bencana alam tersebut berawal pada hari Rabu (13/1) dengan retakan-retakan kecil pada bagian tanah. Retakan tanah kian lebar dan mengakibatkan tembok dan lantai rumah mengalami retak hingga bangunan rumah dan tempat ibadah roboh rata dengan tanah.

Hingga saat ini dilaporkan ada 21 KK yang mengungsi  dari Desa Somoleter. Di Desa Tegalsari, jumlah bangunan terdampak ada 15 unit, terdiri atas 14 rumah tinggal dan 1 Musala. Sedangkan untuk jumlah warga yang diungsikan terdapat 66 jiwa yang saat ini tinggal di rumah keluarga dan tetangga yang dinilai aman.

Kemudian di Dukuh Kalibang RT 3 RW 5 dan RT 5 RW 5 Desa Kaliwungu terdapat 16 bangunan yang terdapak, meliputi tembok retak, hingga lantai yang jebol tak beraturan. Di desa itu, ada satu keluarga yang diungsikan sementara di rumah orang tuanya karena kondisinya paling parah dan terlalu bersiko kalau untuk ditempati.

Adanya Kejadian tanah bergerak ini menjadi perhatian dari Pemkab Purworejo. Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH mengunjungi tiga desa tersebut untuk melihat langsung kondisi terkini pada Sabtu (16/1). Turut mendampingi antara lain Plt Asisten Bidang Pemerintahan, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinperkimtan, Kepala Dinpermasdes, Sekretaris Dinas Sosial, Kabag Humas dan Protokol Setda,Camat Bruno dan instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan arahan dan menyampaikan bantuan tanggap bencana. Pihaknya mengintruksikan agar lokasi bangunan yang rawan segera dikosongkan dan untuk sementara para warga yang terdampak diarahkan untuk mengungsi di tempat yang dinilai lebih aman.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Kades tadi tolong untuk ditembusi rumah-rumah yang sekiranya jauh dari risiko bencana ini terutama yang kosong untuk bisa dijadikan tempat pengungsian atau posko sementara sambil nanti kita carikan solusi untuk hunian sementara,” ungkapnya. (top)

Dukung PPKM, Komunitas Pesepeda Magelang Bagikan 1.000 Masker

BAGI-BAGI MASKER. Komunitas pesepeda Magelang membagikan seribuan masker kepada para pengguna jalan maupun warga yang ditemui saat melakukan aktivitasnya di Kota Magelang,
BAGI-BAGI MASKER. Komunitas pesepeda Magelang membagikan seribuan masker kepada para pengguna jalan maupun warga yang ditemui saat melakukan aktivitasnya di Kota Magelang,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG TENGAH – Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari 2021, Komunitas Magelang Bike turut mengampanyekan pentingnya penggunaan masker. Di tengah suasana PPKM ini, komunitas tersebut membagikan sekitar 1.000 masker kepada para pengguna jalan, di Kota Magelang, Sabtu (16/1).

Koordinator Magelang Bike, Siska Sri Yoga mengatakan, ribuan masker diberikan kepada para pengguna jalan baik pesepeda maupun masyarakat sekitar, seperti tukang becak, penjual cilok, penjual jamu keliling, dan lainnya. Masker ini merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) yang bersinergi dengan B2W_Indonesia.

“B2W atau Bike to Work Indonesia bekerja sama dengan BNPB untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Kita turun ke jalan membagikan masker sambil bersepeda yang sekaligus kampanye bersepeda dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Pembagian ini, dibantu oleh relawan dari perwakilan komunitas sepeda di Magelang yang menyisir jalanan di sekitar Kota Magelang. Acara pembagian masker gratis dimulai pukul 06.30 WIB dari Tugu Aniem Magelang.

“Aksi ini tentu tak sekadar membagikan masker, namun kami pesepeda juga turut mengampanyekan betapa pentingnya penggunaan masker,” ujarnya.

Meski vaksinasi sudah mulai berjalan, namun kebiasaan memakai masker harus tetap diterapkan. Ternasuk jaga jarak dan rajin mencuci tangan harus terus digencarkan.

“Kami harap dari pesepeda juga turut bergerak bersama edukasi masyarakat,” jelasnya.

Tatak, salah satu penerima masker yang juga pengajar di SMA Negeri 1 Magelang mengapresiasi aksi ini. Ia berharap pesepeda lain turut andil dalam pencegahan Covid-19.

“Kegiatan semacam ini perlu rutin dilakukan agar masyarakat tidak meremehkan Covid -19,” ungkapnya. (wid)

Bawa 10 Butir Psikotropika, Dua Pemuda Ditangkap Polisi

BARANG BUKTI - Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu menunjukkan barang bukti psikotropika yang diamankan dari tersangka.
BARANG BUKTI - Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu menunjukkan barang bukti psikotropika yang diamankan dari tersangka.

MAGELANGEKSPRES.COM,KOTA – Dua orang pemuda, masing-masing berinisial NM (21), warga Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, dan F (26), warga Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan ditangkap anggota Reskrim Polsek Pekalongan Barat, baru-baru ini.

Penangkapan dilakukan karena mereka kedapatan membawa obat-obatan jenis psikotropika berupa 10 butir pil Alprazolam.

Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu mengatakan bahwa kedua tersangka ditangkap pada Rabu (6/1/2021) sekira pukul 21.30 di Jalan Kurinci, Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang didapat anggota Polsek Pekalongan Barat bahwa di sekitar lokasi diduga ada peredaran gelap narkoba. “Kemudian anggota kami melakukan penyelidikan, dan memeriksa orang yang dicurigai,” kata Kapolsek Kompol Napitupulu, saat konferensi pers di Mapolres Pekalongan Kota kemarin.

Dari penggeledahan terharap NM, petugas menemukan psikotropika berupa pil Alprazolam sebanyak 10 butir yang disimpan NM di dalam bekas bungkus rokok dan ditaruh di saku celana belakang. Kepada eptugas, NM mengatakan bahwa pil tersebut milik rekannya, F.

“Kemudian kedua NM dan F berikut barang buktinya kita bawa ke mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Saat dimintai keterangan, F mengaku kalau pil tersebut sebelumnya ia pesan dari seseorang sebanyak 120 butir. Obat tersebut dikatakannya dipakai sendiri dan temannya.

Kedua tersangka kini sudah diamankan di Mapolres Pekalongan Kota guna proses lebih lanjut. Mereka akan disangkakan dengan Pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun. (way)

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Waduk Wadaslintang

EVAKUASI. Anggota Polsek Wadaslintang  bersama dengan warga melakukan evakuasi mayat yang terapung di Kedung Tumpu Waduk Wadaslintang.
EVAKUASI. Anggota Polsek Wadaslintang  bersama dengan warga melakukan evakuasi mayat yang terapung di Kedung Tumpu Waduk Wadaslintang.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di Kedung Tumbu Waduk Wadaslintang.  Diperkirakan, mayat berjenis kelamin laki-laki itu sudah mengapung selama 4 hari dan nyaris membusuk.

Mayat kali pertama ditemukan Khamdi Wibowo (41) dan Suyono  (41) warga Dusun Paras Wadaslintang pada Sabtu (16/1), sekitar pukul 00.30 WIB, ketika tengah mencari ikan di Kedung Tumbu yang masuk wilayah Dusun Sawit Kelurahan Wadaslintang.

Semula kedua saksi, Khamdi Wibowo dan Suyono, dari kejauhan mengira sosok mayat tersebut merupakan bangkai kambing. Tapi setelah diamati dari dekat, ternyata sesosok mayat manusia. Keduanya pun kaget dan berusaha menarik ke pinggiran waduk.

Setelah tahu jika merupakan mayat manusia, kedua saksi lalu berusaha menyeret mayat tersebut ke pinggir atau tepian waduk. Mayat ditali kemudian dikaitkan dengan pohon pisang agar tidak mengambang ke tengah waduk.

Kapolsek Wadaslintang AKP Waryanto, membenarkan ada penemuan mayat tanpa identitas di Kedung Tumpu Waduk Wadaslintang,  mayat tersebut punya ciri postur tinggi besar dan berambut pendek. Diperkirakan mayat mengapung di air sudah 4 hari lalu karena telah mengeluarkan bau busuk.

“Mayat ditemukan oleh warga setempat saat sedang mencari ikan. Setelah menemukan mayat mengapung, kedua warga berusaha mengikat dengan tali di pohon pisang di pinggir waduk. Kemudian keduanya lalu melaporkan kejadian yang baru ditemui pada aparat Polsek Wadaslintang,” terangnya.

Menurutnya  setelah mendapat laporan warga, aparat kepolisian Polsek Wadaslintang segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan proses evakuasi. Evakuasi dilakukan anggota Polri bersama warga setempat.

Baca Juga
Festival Musik Dibubarkan Paksa

“Selama sepekan ini tidak ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga. Jika ada warga yang merasa ada yang kehilangan keluarganya dimohon untuk segera melaporkan  ke aparat kepolisian di Polsek Wadaslintang. Mayat kini tengah di otopsi tim medis,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian setempat juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kelompok pemancing yang berada di Waduk Wadaslintang, kemungkinan korban merupakan pemancing dari luar kota.

“Informasi terkait temuan mayat ini sudah disebarluaskan, tidak hanya kepada pemerintah desa di sekitar Waduk Wadaslintang, namun juga kepada kelompok pemancing, karena biasanya mereka berasal dari luar kota,” pungkasnya. (gus)

Festival Musik Dibubarkan Paksa

OPERASI. Petugas Gabungan Penegakan Protokol Kesehatan yang menggelar operasi di kawasan Kota Wonosobo, Sabtu malam hingga Minggu dini hari 
OPERASI. Petugas Gabungan Penegakan Protokol Kesehatan yang menggelar operasi di kawasan Kota Wonosobo, Sabtu malam hingga Minggu dini hari 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Petugas Gabungan Penegakan Protokol Kesehatan yang menggelar operasi di kawasan Kota Wonosobo, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (17/1/2021) membubarkan paksa kerumunan massa yang tengah menikmati festival musik di sebuah kafe.

Kepala Satpol PP, Haryono melalui Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Hermawan Animoro menyebut, tindakan pembubaran dilakukan karena festival musik tersebut digelar tanpa ijin dan melanggar protokol kesehatan.

“Benar, didapatkan satu kafe yang mengadakan acara festival musik yang tidak berizin dan tidak menerapkan protokol kesehatan sehingga mengakibatkan kerumunan massa dan dibubarkan oleh tim Penegakan Protokol Kesehatan dari unsur TNI-Polri, Satpol PP tadi malam,” terang Hermawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, petugas  gabungan, langsung menghentikan operasional cafe yang masih buka di atas jam 22.00 WIB serta mengamankan identitas pengunjung untuk keperluan pembinaan lebih lanjut.

Baca Juga
Terjadi 36 Kali Guguran Lava Pijar

Para petugas Operasi Prokes gabungan dalam rangka pembatasan jam malam tahap lima, ditegaskannya juga melakukan tindakan serupa terhadap puluhan pedagang kaki lima maupun warung makan yang masih buka di atas pukul 22.00 WIB.

“Untuk warung dan PKL maupun toko ada sejumlah 41 yang kami minta untuk menutup usahanya, sementara ada 12 orang tanpa masker yang diberikan sanksi ringan demi meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya mencegah penularan COVID 19,” tuturnya lebih lanjut.

Selain pemilik usaha dan pengunjung tempat hiburan, dalam operasi pembatasan jam malam tersebut, Hermawan juga mengakui ada sekitar 5 komunitas penggemar sepeda motor yang dibubarkan karena berkumpul di luar ketentuan jam malam.

“Petugas masih akan terus berupaya untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten dalam rangka menekan penyebaran virus corona yang hingga pertengahan Januari ini telah menginfeksi 4.465 orang dan menyebabkan 235 orang meninggal dunia,” tandasnya.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (gus)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun