25.2 C
Magelang, ID
Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda blog

Limit DPRJH Tegal Menjadi yang Terbaik di E-Sport Yamaha

Limit DPRJH Tegal Menjadi yang Terbaik di E-Sport Yamaha
Limit DPRJH usai menerima hadiah atas kemenangannya di ajang Free Fire E-Sport Yamaha Competition yang digelar oleh Yamaha Jateng-DIY.

MAGELANGEKSPRES.COM – Tim dari Kota Tegal, Limit DPRJH berhasil menjadi yang terbaik di ajang Free Fire E-Sport Yamaha Competition yang berakhir pekan kemarin. Tim yang digawangi oleh Raihan, Divas, Adi dan Syahrul berhasil mengalahkan 11 tim terbaik dari 120 peserta di ajang ini. Pada partai puncak yang digelar di Yamaha Pemuda Semaramg, Limit DPRJH berhasil mengumpulkan 103 point. Di peringkat ke-2 dengan point 99 berhasil diraih oleh tim dari Kota Bengawan Solo, B PROJECT. Di peringkat ketiga, dengan jumlah point sebanyak 88 diraih oleh Team Serenindad dari Jepara.

“Seru banget. Kami berhasil mengalahkan salah satu terbaik di ajang Yamaha E-Sport Competition yang baru pertama kali digelar,” jelas Raihan, captain team usai pertandingan. Meski baru pertama kali digelar, namun tournamen berjalan lancar, secara teknis tidak ada kendala yang berarti.

“Awalnya kami juga ragu, karena kami sadar berasal dari kota kecil, dari Tegal dan akan melawan team-team terbaik dari kota-kota besar seperti Semarang, Jogja dan Solo. Jadi bagi kami, kemenangan ini sangat surprize sekali. Terima kasih Yamaha, terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menjajal kemampuan terbaik dari kami dan beberapa team terbaik dari beberapa kota di Jawa Tengah dan DIY,” jelas Raihan menambahkan.

Limit DPRJH usai menerima hadiah atas kemenangannya di ajang Free Fire E-Sport Yamaha Competition yang digelar oleh Yamaha Jateng-DIY.

Advisor Yamaha E-Sport Competition Frandy mengatakan bahwa kompetisi yang digelar Yamaha ini berhasil mempertemukan tim-tim terbaik dari Jawa Tengah dan DIY, bahkan ada finalis dari Kalimantan dan Surabaya. Dirinya juga mengapresiasi Limit DRJH sebagai pemenang dengan raihan point sebanyak itu.

“Untuk pencapaian point hingga 103 di turnamen Free Fire tingkat daerah itu cukup tinggi. Selamat buat team Limit DRJH yang berhasil menjadi yang terbaik d ajang E Sport Yamaha,” papar Frandy.

Selain itu, Frandy juga mengatakan apabila kualitas permainan dari semua tim juga sangat bagus. Mereka mempunyai skill yang sangat bagus sehingga games bisa dinikmati oleh penggemar e-sport.

“Tentu yang paling seru pada partai puncak di mana 1 orang predator bisa membinasakan 12 orang musuh. Ini sangat luar biasa sekali. Jadi ajang ini benar-benar menampilkan kualitas terbaik dari tim-tim terbaik di Jawa Tengah dan DIY,” tambah Frandy. (rls)

Dua Ponpes di Temanggung Disiplin Terapkan Prokes

SWAB TES. Sejumlah petugas sedang melakukan swab tes di salah satu ponpes di Temanggung, beberapa waktu lalu.
SWAB TES. Sejumlah petugas sedang melakukan swab tes di salah satu ponpes di Temanggung, beberapa waktu lalu.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Upaya pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Temanggung dalam mencegah penyebaran Covid-19 sudah cukup optimal. Namun demikian protokol pencegahan Covid-19 wajib dipertahankan demi kelancaran dalam menimba ilmu agama.

“Selama satgas penanganan Covid-19 melakukan pemantauan di sejumah ponpes, tidak ada kendala sama sekali. Bahkan penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 sudah diterapkan dengan baik,” kata Bupati Temanggung M Al Khadziq, kemarin.

Bupati mengaku sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan seluruh ponpes di Kabupaten Temanggung, mayoritas ponpes sudah dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan baik untuk pencegahan penularan Covid-19.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada santri, kiai dan pengasuh ponpes yang telah berhasil menjaga pesantrennya tidak ada penularan Covid-19,” ucapnya.

Bupati berharap ke depan seluruh ponpes di daerah tersebut tetap dapat menjaga supaya tidak terjadi penularan Covid-19, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Semua ponpes telah melengkapi dengan fasilitas pencegahan covid-19, mulai dari handsanitizer, tempat cuci tangah dan tempat ibadah yang didesain dengan jaga jarak.

Tidak hanya itu, ponpes juga menerapkan pembatasan bagi santri agar tidak banyak keluar-masuk pesantren untuk berinteraksi dengan orang luar dan menjaga pesantren tidak banyak menerima tamu.

Baca Juga
Musim Hujan, Petani Kopi di Temanggung Diimbau Rawat Tanamannya

“Pengelola ponpes sudah sangat sadar dengan pencegahan penyebaran Covid-19,Ini baik sekali untuk menjaga tidak ada penularan di ponpes,” kata dia.

Bupati mengatakan, terdapat dua pesantren yang masuk 18 pesantren terbaik hasil seleksi duta pondok pesantren se Jawa Tengah tahun 2020, yakni Ponpes Nida Al-Qur’an dan Al-Falah. Kedua ponpes ni sudah menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

“Ini salah satu kado istimewa bagi pesantren apalagi dalam memperingati hari santri nasional (HSN), dan harapan kami semua ponpes di Temanggung bisa mencontoh dan menerapkan protokol kesehatan seperti yang diterapkan di kedua ponpes tersebut,” kata dia.

Pemkab akan terus mendukung program dan kegiatan ponpes dalam mencegah penularan Covid-19. Pihaknya juga akan memfasilitasi ponpes jika memang membutuhkan fasilitas tambahan di lingkungan ponpes.

“Satgas selalu siap, jika ada permasalahan akan segera ditindak lanjuti,” katanya.

Bupati mengimbau, tidak hanya kepada ponpes saja, melainkan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Temanggung, agar selalu meningkatkan disiplin protokol kesehatan dengan tetap melaksanakan 3 M.

“Ini sangat penting, jangan lupa mencuci  tangan dengan menggunakan sabun, memakai masker saat keluar rumah dan selalu menghindari kerumunan serta tetap jaga jarak,” pesan Bupati. (set)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Musim Hujan, Petani Kopi di Temanggung Diimbau Rawat Tanamannya

RAWAT. Salah satu petani kopi di Desa Tlahab Kecamatan Kledung sedang merawat tanaman kopi di kebunnya,
RAWAT. Salah satu petani kopi di Desa Tlahab Kecamatan Kledung sedang merawat tanaman kopi di kebunnya,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Memasuki musim penghujan 2020, petani kopi diharapkan bisa melakukan perawatan tanamannya, sehingga pembuahan kopi bisa lebih maksimal dan produksi kopi bisa meningkat.

“Tanaman kopi sangat rawan akan serangan jamur dan rontoknya bunga. Untuk itu petani diharap meningkatkan perawatan,” pesan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Untung Prabowo, kemarin.

Menurut Untung, pada musim hujan seperti ini kelembaban udara sangat tinggi, apalagi saat memasuki puncak musim ke depan, hujan disertai dengan angin kencang pasti akan terjadi.

“Jika sudah ada hujan yang disertai angin kencang banyak bunga yang sudah menjadi bakal buah mudah rontok. Pada musim seperti ini pertumbuhan jamur akan cepat jika kelebaban udara jadi tinggi,” katanya.

Padahal, jamur yang tumbuh di musim penghujan itu berpotensi menyerang tanaman kopi, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan jumlah produksi biji kopi.

Untung mengungkapkan, pada musim hujan tingkat kelembaban cenderung akan tinggi. Di saat inilah spora jamur mudah berkembangbiak dengan cepat. Bahayanya jamur dapat berkembang pula pada batang, daun, maupun akar tanaman kopi.

Apabila sudah ada salah satu tanaman kopi terkena serangan hama atau penyakit yang melebihi ambang batas akan menimbulkan kerugian. Namun, kalau masih di bawah ambang batas tidak akan banyak merugikan tanaman. Dengan demikian petani perlu lebih intens mengamati dan menjaga kondisi tanaman dari kemungkinan berbagai serangan hama maupun penyakit di musim penghujan ini.

Baca Juga
Pandatex Terbakar, Kerugian Capai Rp20 Miliar

Untuk mencegah pengembangan jamur pada tanaman kopi, Untung menekankan, petani perlu menjaga kebersihan lingkungan kebun agar sinar matahari bisa masuk di antara tanaman kopi untuk mengurangi kelembaban udara.

Tanaman kopi di Temanggung sendiri saat ini sudah mulai berbuah. Kendati demikian, tingginya curah hujan dimungkinkan juga bisa berpengaruh terhadap pemasakan buah kopi. Sebab pemasakan buah kopi tersebut dipengaruhi oleh kondisi tanaman dan pertumbuhan generatif dengan bantuan sinar matahari.

“Jika kurang sinar matahari karena intensitas hujan tinggi maka proses pemasakan agak lambat,” tambahnya.

Sementara data yang didapat dari Dinas PertanianPerkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut), bahwa luas tanaman kopi tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Diperkirakan dengan jumlah lahan total mencapai 9.272,98 hektar, akan mampu menghasilkan 798,68 kilogram per hektarnya. Sementara luas kopi arabika di Tlahab sekitar 40 hektar.

Terpisah Sutari (47) petani kopi di desa di Desa Mento, Candiroto menuturkan, selama musim penghujan ini, ia hanya bisa melakukan perawatan pada tanaman kopi miliknya. Perawatan yang dilakukan yakni dengan memangkas ranting kopi yang sudah tidak produksi dan melakukan pemupukan.

“Ranting yang produksinya sudah tidak maksimal saya potong agar sinar matahari bisa masuk,” katanya.

Ia berharap, pada musim panen ke depan, harga kopi bisa lebih baik dari tahun-tahun ini, sebab tahun ini kebutuhan ekonomi semakin meningkat seiring dengan pandemi Covid-19 ini. (set)

Rapor Kinerja Istimewa Hantarkan bank bjb Raih Penghargaan The Strongest Regional Bank

MAGELANGEKSPRES.COM,BANDUNG – Pencapaian kinerja gemilang yang ditorehkan bank bjb hingga memasuki jelang tutup tahun memperoleh atensi dari kalangan profesional. Sebagai bentuk apresiasi, bank bjb dianugerahi penghargaan sebagai The Strongest Regional Bank oleh CNBC Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang CNBC Indonesia Award 2020 yang diselenggarakan pada Jumat (23/10/2020). Dalam acara awarding tersebut, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi menerima penghargaan secara virtual.

Dalam sambutannya, Yuddy Renaldi mewakili seluruh insan perseroan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada bank bjb sebagai peraih penghargaan The Best Regional Bank. Penghargaan ini akan menjadi pelecut semangat bagi perseroan untuk terus berperan aktif dengan menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam memajukan perisahaan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Penghargaan ini akan menjadi pembuktian tersendiri atas kerja keras bank bjb dalam mempertahankan kinerja terbaik sekaligus memberikan kontribusi semaksimal mungkin bagi perkembangan daerah. Kami juga akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi bank bjb sebagai salah satu perbankan terbaik. Di sisi lain, bank bjb akan terus bersinergi dengan BPD lainnya agar dapat berkembang bersama dan selalu berpartisipasi dalam membangun daerah masing-masing, serta mengembalikan pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang terpuruk karena pandemi,” kata Yuddy.

Penghargaan The Best Regional Bank ini diperoleh berkat pencapain perseroan yang sanggup menorehkan rapor kinerja istimewa dengan catatan pertumbuhan positif di tengah badai pandemi. Berdasarkan catatan laba rugi, per Agustus 2020 bank bjb berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih tembus Rp1,1 triliun dengan pertumbuhan aset 19,36% secara year-on-year (y-o-y) menjadi Rp 134,43 triliun. Capaian nilai aset bank bjb ini merupakan yang tertinggi di antara 26 bank daerah di seluruh Indonesia.

Raihan ini diikuti pula oleh pertumbuhan kredit sebesar 8,78% (y-o-y). Selain itu, bank bjb juga sanggup memanfaatkan ekuitasnya di tengah pandemi. Tercatat Return on Equity (RoE) perusahaan pada Kuartal II 2020 mencapai 15,16% dan menjadi salah satu yang terkuat di antara bank pembangunan daerah.

Sejalan dengan itu, bank bjb mencatatkan kontribusi positif dalam mendorong berbagai upaya pemulihan ekonomi yang diinisiasi pemerintah. Hingga 18 Oktober 2020 lalu, bank bjb sudah berhasil mengalirkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp5,3 triliun. Angka ini telah melampaui target leverage dua kali lipat dana PEN yang dititipkan Kementerian Keuangan kepada bank bjb sebesar Rp2,5 triliun.

Seiring dengan itu, bank bjb telah melakukan restrukturisasi kredit debitur terdampak pandemi COVID-19 sebesar Rp4,4 triliun. Fasilitas keringanan angsuran credits triliunan ini menyentuh sebanyak 8.750 debitur perbankan. Gelontoran stimulasi ini diberikan sambil tetap mempertahankan kualitas kredit terjaga baik.

Ragam perolehan positif ini semakin membuat bank bjb percaya diri menghadapi sisa masa kuartal akhir 2020. Kepercayaan diri ini tidak bisa dilepaskan strategi ulung perseroan yang fokus berinvestasi pada pengembangan infrastruktur digital sejak awal tahun. Digitalisasi layanan perbankan ini meliputi pembaruan pada rumah aplikasi mobile banking bjb DIGI, penyertaan teknologi QRIS, dan kelahiran uang elektronik perseroan bjb DigiCash. Langkah digitalisasi ini membuahkan hasil amat positif saat situasi pandemi COVID-19 di mana transaksi digital bank bjb akan menggenjot perolehan fee based income yang diproyeksikan bakal tumbuh di kisaran 35%-40% secara tahunan.

“Program pemberdayaan UMKM juga menjadi dalah satu target di mana bank bjb terus mendorong pertumbuhan portofolio kredit produktif. Saat ini persentase portofolio segmen produktif kami sebagian besar adalah untuk pembiayaan-pembiayaan UMKM dan sektor padat karya. Kami akan menggenjot terus UMKM untuk menumbuhkan rasa percaya diri kepada para pengusaha agar bisa tumbuh kembali meskipun menghadapi tantangan pandemi COVID-19. Pemulihan UMKM akan banyak berarti untuk turut serta dalam menggerkan roda ekonomi khususnya di Jawa Barat dan Banten sebagai daerah utama operasional usaha kami,” ujar Yuddy.(rls)

Mandalika Racing Team, Nama Resmi Tim MotoGP Indonesia

Mandalika Racing Team, Nama Resmi Tim MotoGP Indonesia
Mandalika Racing Team, Nama Resmi Tim MotoGP Indonesia

MAGELANGEKSPRES.COM,Jakarta – Indonesia resmi memiliki tim untuk balapan MotoGP 2021. Nama timnya adalah Mandalika Racing Team.

“Semangat Mengibarkan MERAH PUTIH di Musim Balap Moto2 Tahun 2021,” begitu tulis Mandalika Racing Team Indonesia dalam akun instagram resminya, Jumat (23/10/2020).

Dijelaskan Mandalika Racing Team ini akan turun di balapan Moto2 pada musim depan. Tim ini dibangun dengan visi meningkatkan prestasi bagi para pebalap, juri, dan mekanik indonesia.

Selain itu misi Mandalika Racing Team nantinya adalah melakukan pembinaan pebalap secara berjenjang dan berkesinambungan.

MANDALIKA RACING TEAM Bekerjasama Dengan KEMENPORA & IMI Akan Melakukan Pembinaan Para Pembalap Mulai Dari Usia Muda dan Memberi Peluang Bagi Pembalap Berprestasi Di Nasional untuk Ke Jenjang Internasional,” sambung Mandalika Racing Team.

Tim Mandalika Racing Team sudah diberitahukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali pada 9 Oktober lalu. Mandalika diketuai oleh Muhammad Rapsel Ali yang merupakan anggota DPR-RI dari fraksi Partai Nasdem tersebut.

Nama Mandalika juga merupakan nama sirkuit yang disiapkan untuk menggelar MotoGP Indonesia. Sirkuit Mandalika dengan panjang sekitar 4,32 km dan memiliki tikungan sebanyak 17 buah berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pria yang juga menjabat Ketua Humas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) sempat meminta para pebalap memanfaatkan kesempatan tampil sebaik mungkin. Adanya sirkuit yang bagus, seperti Mandalika bisa membuat pebalap Indonesia meningkatkan porsi latihan.

Apalagi Indonesia pada tahun ini cuma diwakili Andi Farid Izdihar di IDEMITSU Honda Team Asia di kelas Moto2. (net)

Alex Kesal Terus Ditanya soal Kondisi Marc Marquez

Alex Kesal Terus Ditanya soal Kondisi Marc Marquez
Alex Kesal Terus Ditanya soal Kondisi Marc Marquez

MAGELANGEKSPRES.COM,ALCANIZ – Nada kesal terdengar dari jawaban Alex Marquez ketika ditanya soal kondisi kakaknya. Ia meminta kepada media untuk berhenti menanyakan kondisi terkini Marc Marquez. Sebab, pembalap Tim Repsol Honda itu ingin fokus pada dirinya sendiri.

Seperti diketahui, Marc Marquez menderita patah tulang humerus di tangan kanan pada seri pertama MotoGP Spanyol 2020, 19 Juli lalu. Cedera tersebut membutuhkan dua kali operasi dengan tindakan terakhir dilakukan pada 3 Agustus 2020.

Sejak itu, kabar terakhir mengenai The Baby Alien terungkap beberapa saat sebelum MotoGP Styria 2020, pekan ketiga Agustus. Menurut pernyataan Repsol Honda, Marc Marquez baru akan kembali mengaspal setidaknya 2-3 bulan terhitung sejak 22 Agustus 2020.

Itu berarti, paling cepat sang juara dunia MotoGP 2019 kemungkinan kembali naik motor pada rentang 22 Oktober – 22 November 2020. Tidak heran, pertanyaan mengenai kondisi terkini Marc Marquez selalu mengiringi kiprah Alex. Terus-menerus ditanyai, pembalap berusia 24 tahun itu jelas kesal.

“Sejauh ini, kondisi Marc belum ada perubahan. Masih sama seperti pekan lalu atau dua pekan lalu. Saya tidak mau lagi menjawab pertanyaan soal Marc karena ingin fokus pada pekan balapan saya sendiri,” tegas Alex Marquez, dikutip dari Speedweek, Jumat (24/10/2020).

“Saya berada di podium pada balapan terakhir. Saya tidak ingin lagi ditanyai soal Marc di sepanjang hidup ini. Lupakan. Saya ingin konsentrasi pada diri sendiri,” sungut juara dunia Moto2 2019 tersebut.

Pertanyaan tersebut sangat wajar dilontarkan kepada Alex Marquez. Sebab, pembalap bernomor motor 73 itu sempat pulang ke rumah usai MotoGP Aragon 2020, Minggu 18 Oktober malam WIB. Namun, seperti yang sudah ditegaskan, Alex tak mau lagi menjawab pertanyaan soal kakaknya.

Yang pasti, pembalap kelahiran Cervera itu menargetkan untuk kembali tampil impresif pada pekan balapan MotoGP Teruel 2020, 23-25 Oktober di Sirkuit Motorland Aragon, Alcaniz. Ia masih punya pekerjaan rumah untuk memperbaiki penampilan di kualifikasi.

“Tujuan saya akhir pekan ini tetap sama, untuk menyelesaikan semua sesi latihan, dan menjaga ritme serta kecepatan. Sebab, balapan adalah cerminan dari hasil sesi latihan,” tutur Alex Marquez.

“Saya akan berusaha lebih baik pada sesi kualifikasi. Sebab, babak kualifikasi adalah salah satu kunci untuk memenangi balapan,” tutup pria bertinggi badan 180 sentimeter (cm) itu. (net)

Beasiswa Dosen PTKI 2020 Resmi Dibuka

Beasiswa Dosen PTKI 2020 Resmi Dibuka
Beasiswa Dosen PTKI 2020 Resmi Dibuka

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan beasiswa bagi pendidik/dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tahun 2020.

Pendaftaran beasiswa tahun 2020 ini dibuka sejak Rabu, 21 Oktober hingga 6 November 2020. Adapun seleksi administrasi dan wawasan kebangsaan serta moderasi beragama dilaksanakan pada 7-12 November 2020.

Sedangkan seleksi substansi diselenggarakan pada 19 November-1 Desember 2020. Hasil seleksi akan diumumkan pada 4 Desember 2020.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, bahwa program ini merupakan upaya Kemenag dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen di PTKI.

“Beasiswa bagi dosen tahun 2020 ini adalah langkah awal kerja sama kami dengan LPDP. Meskipun sejatinya kami sudah bekerja sama dengan LPDP untuk beasiswa santri. Adapun untuk dosen, tahun ini adalah pertama kalinya kami bekerja sama,” kata Dhani di Jakarta, Jumat (23/10).

Dhani menambahkan, bahwa Kementerian Agama dan LPDP sedang merancang format kerja sama penyelenggaraan beasiswa yang lebih komprehensif untuk tahun depan dan seterusnya.

“Kami optimis pada tahun 2021 dan seterusnya beasiswa ini bisa direncanakan lebih matang dan dapat diakses seluas-luasnya oleh para dosen di PTKI,” ujarnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Kemenag, Suyitno menyebutkan, khusus di 2020 ini, beasiswa hanya disediakan untuk dosen yang ber-NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) dan sedang menempuh studi pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021 (semester satu).

“Selain itu, tahun ini hanya menyediakan beasiswa untuk perguruan tinggi tujuan dalam negeri, diantaranya 19 perguruan tinggi tujuan dengan 239 program studi,” kata Suyitno.

Suyitno menambahkan, pada tahun 2021 direncanakan di samping membuka beasiswa untuk perguruan tinggi tujuan di dalam negeri, juga akan dibuka perguruan tinggi tujuan di luar negeri.

“Oleh karena itu, kami berharap para dosen PTKI mempersiapkan diri dalam menyambut peluang besar peningkatan kualifikasi dan kompetensi ini,” ujarnya.

Terkait proses seleksi untuk tahun 2020, lanjut Suyitno, Kemenag akan melakukan seleksi administratif, sedangkan LPDP akan melaksanakan seleksi substansi. Meskipun demikian, Kemenag akan menambah proses seleksi berupa seleksi wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.

“Kami hanya ingin memastikan bahwa para peserta yang kami rekomendasikan untuk mengikuti seleksi substansi di LPDP adalah dosen-dosen yang betul-betul memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi serta memiliki paham keagamaan yang moderat,” pungkasnya. (der/fin).

60 Persen Guru Kesulitan PJJ

60 Persen Guru Kesulitan PJJ
60 Persen Guru Kesulitan PJJ

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Sejak diberlakukan pada 16 maret 2020 hingga saat ini, pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring nampaknya masih menjadi beban berat bagi guru maupun siswa.

Kendala yang dihadapi mulai dari kompetensi guru menggunakan perangkat TIK hingga ketersediaan jaringan internet maupun telepon yang tidak stabil. Kemudian, problem kepemilikan sarana belajar berupa gadget oleh para siswa.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sebanyak 60 persen guru mengalami permasalahan dalam pembelajaran yang melibatkan TIK.

Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Praptono mengakui, bahwa dalam pelakasanaan PJJ guru masih banyak mengalami kendala.

“Dari hasil survie yang dilakukan Kemendikbud, sebanyak 60 persen guru masih kesulitan melakukan PJJ. Kami akan terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi kendala ini selama pandemi Covid-19,” kata Praptono dalam webinar di Jakarta, Jumat (23/10).

Sejauh ini, kata Praptono, Kemendikbud telah memberi bantuan mulai dari bimbingan teknis pada guru, kuota internet, menyiapkan bahan ajar, rencana pelaksanaan pembelajaran, hingga bantuan infrastruktur di sekolah.

“Dari intervensi Kemendikbud, terlihat ada perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran daring,” ujarnya.

Sementara itu, survei suara guru yang dilakukan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Predikt menemukan, 76 persen guru merasa khawatir kembali ke sekolah selama pandemi Covid-19.

Penelitian singkat ini dilakukan untuk mengetahui persepsi guru dan tenaga kependidikan lainnya terkait situasi sekolah akibat pandemi serta proses menuju pembukaan kembali sekolah dengan skema adaptasi kebiasaan baru,” kata Ketua Tim Pendidikan WVI Mega Indrawati.

Menurut survei tersebut, kekhawatiran terbesar pada guru adalah terjadi penularan Covid-19 pada peserta didik (44 persen) dan pada diri sendiri (37 persen), khawatir tidak bisa melakukan proses belajar mengajar dengan nyaman (29 persen).

Kemudian, khawatir tidak bisa menjalankan pembelajaran tatap muka dengan efektif (24 persen), hingga khawatir keluarga di rumah tertular Covid-19 (23 persen).

Adapun guru pendidikan khusus atau inklusi cenderung lebih merasa khawatir terkait masalah kesehatan, sedangkan guru di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T) relatif lebih khawatir terkait pembelajaran.

“Hal itu karena anak berkebutuhan khusus lebih sulit melaksanakan protokol kesehatan sehingga rentan tertular Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan 95 persen responden guru setuju pembelajaran jarak jauh atau kombinasi. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana, sebagian besar guru mengusulkan kombinasi antara pembelajaran jarak jauh dan tatap muka (45 persen).

Sementara itu, 38 persen guru memilih pembelajaran daring sepenuhnya, 12 persen memilih pembelajaran jarak jauh secara luring, dan hanya lima persen yang memilih tatap muka seluruhnya.

Guru di daerah 3T cenderung memilih pembelajaran jarak jauh luring (26 persen). Sedangkan guru pendidikan khusus yang lebih khawatir terkait pandemi cenderung memilih pendidikan jarak jauh daring (40 persen).

“Situasi ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas pendidikan karena belajar dari rumah memerlukan keahlian baru, baik oleh peserta didik maupun guru, terutama untuk sekolah luar biasa dan sekolah di daerah 3T,” tuturnya.

Survei dilakukan pada 18 Agustus 2020 hingga 5 September 2020 dengan responden 27.046 guru dan tenaga kependidikan di 34 provinsi di Indonesia.

Sebanyak 95 persen responden berada di daerah non-3T, dan lima persen di daerah 3T. Sebanyak 74 persen responden berasal dari pendidikan umum dan 26 persen dari pendidikan khusus atau sekolah luar biasa.

Sementara itu, Peneliti kebijakan pendidikan dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Nya’ Zata Amani mengatakan, bahwa pendidikan jarak jauh (PJJ) tidak seharusnya berorientasi pada target ketuntasan kurikulum. Penerapan PJJ harus melihat peserta didik sebagai seorang anak.

“Kalau masih orientasi pencapaian nilai, bukan pemahaman, bagaimana (siswa bisa) nilainya bagus. Perlu diperbaiki, perspektifnya siswa. Kita melihat pemahaman siswa bukan dari nilainya, tapi prosesnya, pembelajarannya,” kata Zata.

Zata menyarankan, para guru untuk mengubah paradigmanya itu dengan harapan mendorong kejujuran siswa, sembari melihat pemahaman anak didiknya. Menurutnya, pemberian tugas itu bukan hanya untuk evaluasi, tapi juga memiliki fungsi pengukuran.

“Artinya, harus ada umpan balik kepada siswa, seperti di mana salahnya, apa kurangnya, dan lain-lain. Jangan sampai memberikan tugas yang memberatkan anak di masa PJJ ini,” pungkasnya. (der/fin).

Wali Kota Tasik Masuk Bui

Wali Kota Tasik Masuk Bui
Wali Kota Tasik Masuk Bui

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Wali Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Budi Budiman masuk bui. Dia ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya tahun anggaran (TA) 2018. Penetapan tersangkanya dilakukan pada 26 April 2019 lalu.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, Budi Budiman bakal ditahan selama 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan. Ia akan mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang C1 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta, terhitung sejak 23 Oktober hingga 11 November 2020.

“Sebagai protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, maka tahanan akan terlebih dulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK tersebut,” ujar Ghufron dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (23/10).

Perkara ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan tahun anggaran 2018 yang diawali dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta pada 4 Mei 2019 lalu. Dalam kegiatan tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan uang Rp400 juta dan menetapkan 6 tersangka.

Mereka di antaranya mantan Anggota Komisi XI DPR Amin Santono, mantan Anggota DPR Sukiman, Pelaksana Tugas dan Penjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak Natan Pasomba, Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, pihak swasta sekaligus perantara Eka Kamaluddin, serta pihak swasta sekaligus kontraktor Ahmad Ghiast.

“Keenamnya telah divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan tipikor,” kata Ghufron.

Perkara ini bermula kala Budi Budiman diduga bertemu Yaya Purnomo untuk membahas alokasi DAK TA 2018 Kota Tasikmalaya sekitar awal 2017. Dalam pertemuan itu, Yaya Purnomo diduga menawarkan bantuan untuk pengurusan alokasi DAK. Budi pun bersedia memberikan fee jika Yaya Purnomo bersedia membantunya untuk mendapatkan alokasi DAK.

Pada Mei 2017, pemerintah Tasikmalaya mengajukan usulan DAK reguler Bidang Kesehatan dan Keluarga Berencana TA 2018 untuk Kota Tasikmalaya kepada Pemerintah Pusat dengan total sebesar Rp32,8 miliar serta DAK Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp53,7 miliar antara lain untuk bidang jalan senilai Rp47,7 miliar dan Bidang irigasi senilai Rp5,94 miliar.

Sekitar Agustus 2017, Budi Budiman kembali bertemu Yaya Purnomo. Dalam pertemuan tersebut, Budi meminta bantuan Yaya untuk peningkatan Dana DAK Tasikmalaya TA 2018 dari tahun sebelumnya. Yaya pun kemudian berjanji akan memprioritaskan dana untuk Kota Tasikmalaya.

“Bahwa setelah adanya komitmen Yaya Purnomo akan memberikan prioritas dana kepada Kota Tasikmalaya maka tersangka BBD (Budi Budiman) diduga memberi uang sebesar Rp200 juta kepada Yaya Purnomo,” beber Ghufron.

Pada Desember 2017 setelah Kementerian Keuangan mempublikasikan alokasi DAK untuk pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kota Tasikmalaya, Budi Budiman diduga kembali memberikan uang kepada Yaya Purnomo melalui perantaranya sebesar Rp300 juta.

Setelah ada pengurusan dan pengawalan anggaran oleh Yaya Purnomo, kemudian pada tahun anggaran 2018 Kota Tasikmalaya memperoleh dana DAK untuk Dinas Kesehatan sekitar Rp29,9 miliar, DAK prioritas daerah sekitar Rp19,9 miliar, serta DAK Dinas PU dan Penataan Ruang sebesar Rp47,7 miliar.

Lalu sekitar April 2018, Budi Budiman kembali memberikan uang Rp200 juta kepada Yaya Purnomo yang diduga masih terkait dengan pengurusan DAK Kota Tasikmalaya TA 2018 tersebut.

Atas perbuatannya tersebut, Budi Budiman disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (riz/gw/fin)

Vaksin COVID-19 Gratis

Vaksin COVID-19 Gratis
Vaksin COVID-19 Gratis

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Pemerintah tengah mematangkan program vaksinasi COVID-19 bagi seluruh warganya. Diharapkan program tersebut digratiskan agar tak membebankan rakyat.

Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggung program vaksinasi. Dalam artian vaksin diberikan secara gratis agar tak membebankan, terutama bagi rakyat miskin.

Terlebih hingga saat ini, Kemenkes merupakan salah satu lembaga/kementerian yang tingkat serapan anggarannya belum maksimal. Sehingga dana sisa bisa dialihkan ke biaya penyuntikan vaksin.

“Dan juga memang itu tupoksinya Kementerian Kesehatan,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10).

Dia pun meminta agar vaksinasi dilakukan secara masif, khususnya ke kalangan masyarakat kurang mampu atau berpenghasilan rendah. Namun, perlu juga diperhatikan sebelum vaksinasi harus terlebih dahulu melalui sejumlah tahapan baku dari sisi pendekatan kesehatan, ilmiah dan sebagainya.

“Ini untuk memastikan supaya tidak adanya efek klinis maupun pengaruh kesehatan tubuh yang mengkhawatirkan setelah penyuntikan vaksin,” kata mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) itu.

Masyarakat juga harus disiplin mematuhi protokol kesehatan, terutama selalu memakai masker standar, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau penyanitasi tangan (hand sanitizer).

“Juga sangat baik untuk mengkonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat dan berolahraga agar daya kekebalan, imunitas dan tingkat antibodi mampu berfungsi optimal,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang juga Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Jenderal TNI Andika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mendatangi kantor BPJS Kesehatan untuk bertemu dengan Direktur Utama dan jajaran Direktur BPJS Kesehatan. Keduanya ingin meminta data masyarakat untuk menyusun prioritas dalam program vaksinasi COVID-19 yang rencananya akan dilakukan akhir 2020.

“Data yang dibutuhkan dalam penyusunan prioritas memang bukan hanya dari BPJS Kesehatan, namun data dari BPJS Kesehatan merupakan ujung tombak, dan ini harus kami akui. Oleh karena itu, kedatangan kami ke sini, tidak ada maksud lain, kami ingin meminta data,” kata Jenderal Andika.

Ditambahkan Gatot, data dari BPJS Kesehatan akan menjadi basis untuk penyusunan masyarakat prioritas yang akan mendapat vaksin.

“Semakin cepat kita dapat data dari BPJS Kesehatan, maka semakin cepat dan baik pula kita susun data prioritas,” katanya.

Sementara Dirjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail, mengatakan data yang diperoleh akan disusun dengan model sistem online.

“Mengingat vaksin yang akan kita terima itu tidak langsung jumlahnya, sejumlah kebutuhan rakyat Indonesia, maka perlu dilakukan proses prioritas. Di sinilah diperlukan data calon penerima prioritas yang akan kita susun,” kata Ismail.

Tak hanya data peserta BPJS Kesehatan, pihaknya juga membutuhkan data fasilitas rumah sakit dan puskesmas untuk melihat calon yang siap memberikan vaksin. Pendataan ini juga dilakukan dengan sistem online.

Merespon hal tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyatakan kesanggupannya memberikan data-data yang dibutuhkan oleh tim Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Ini bukan pertama kali juga kita share data dengan berbagai pihak, jadi ada protokol yang bisa kita sepakati bersama-sama. Sekali lagi ini suasana krisis, dan menurut saya ini penting dan Pak Presiden sudah instruksikan dalam waktu dekat sudah harus kelihatan skenarionya,” ujarnya.(gw/fin)