16.2 C
Magelang, ID
Selasa, Oktober 19, 2021
Beranda blog

Puluhan Ribu KPM Belum Transaksi di Bali, Mensos Ingatkan Kepala Daerah, Peran Penting Bansos Putar Roda Perekonomian

Menteri Sosial Tri Rismaharini

MAGELANGEKSPRES.COM,SEMINYAK – Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta pemerintah daerah di Provinsi Bali bergerak cepat mendistribusikan bantuan sosial. Dari data yang ada, yang belum menerima bantuan sekitar 75.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Di hadapan kepala dinas sosial se-Provinsi Bali, perwakilan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dan para pendamping sosial, Mensos menekankan agar sesegera mungkin untuk mencairkan bantuan. Mensos menyayangkan, dengan data ribuan yang belum cair, akan berpengaruh terhadap pemulihan perekonomian.

“Kalau sampai ribuan belum menerima bantuan, ini akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi. Kalau cair minimal bisa beli telur. Beli beras. Ada pergerakan ekonomi pak. Tapi kalau seperti ini, susah pak,” kata Mensos dalam kegiatan evaluasi penyaluran bansos di Kuta (19/10).

Mensos menyatakan, perhitungan akumulasi anggaran yang belum cair dari Juli-September se-Provinsi Bali mencapai sekitar Rp450 miliar. “ini angka yang luar biasa. Kalau ini bisa kita cairkan, akan sangat membantu pergerakan roda ekonomi,” kata Mensos.

Ia mengingatkan, kondisi perekonomian Bali masih belum sepenuhnya pulih. Dalam kondisi lesu, anggaran negara berupa bantuan sosial menjadi faktor penting yang mendorong geliat perekonomian.

“Kalau masih ada ribuan KPM belum cair, maka ekonomi di level bawah tidak bergerak. Sementara ini sudah pertengahan Oktober pak. Kalau tidak segera dicairkan akan segera kena blokir,” kata Mensos.

Mensos mengingatkan stakeholder dalam pengelolaan bansos untuk peka melihat perkembangan di tengah-tengah masyarakat. Mensos meminta hadirin yang berada dalam ruangan rapat untuk menyelami kondisi KPM yang merupakan kelompok masyarakat termiskin.

“Jangan samakan dengan kita dan bapak/ibu yang masih bisa makan. Mereka termasuk yang tidak tahu apakah hari ini bisa makan,” katanya. Oleh karena itu, Mensos meminta semua pihak untuk mempercepat pencarian bantuan.

Terutama di beberapa daerah di Bali dimana data KPM yang belum transaksi masih cukup tinggi. Di Kabupaten Bangli, untuk Bantuan Pangan Non Tunai/Kartu Sembako terdapat 900-an KPM belum transaksi pada bulan Juli-September.

Melihat kondisi tersebut, Mensos meminta agar bantuan bisa disalurkan dengan uang tunai dan dirapel. Untuk keperluan tersebut, Mensos meminta KPM bisa dikumpulkan dan segera dibayarkan hak-haknya.

Mensos menelepon Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana dan Bupati Karangasem I Gede Dana, agar disiapkan tempat untuk bisa menjadi titik pembayaran KPM. Karena memang banyak KPM yang belum bertransaksi.

Mensos juga menyoroti tantangan geografis di beberapa daerah di Bali seperti di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani yang memerlukan transportasi air melalui Danau Batur. Mensos minta pembayaran bansos yang belum cair, termasuk yang belum cair sejak Januari 2021, agar dibayarkan secara tunai.

“Saya minta Januari sampai Oktober harus clear . Kalau pake sembako sekian lama ini, pasti jadi busuk bahan makanannya. Jadi saya tidak mau dengan barang. Saya mau dengan uang cash ,” kata Mensos.

Secara umum, permasalahan yang dihadapi dalam penyaluran bantuan sosial di Bali hampir sama dengan di beberapa daerah lain. Yakni berkisar pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum terdistribusi, kartu terblokir, KPM pindah alamat, dan KPM meninggal.(rls)

Menko Airlangga: Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri, Dorong Pemerataan Pembangunan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) adalah salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor.

P3DN perlu senantiasa didorong dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Optimalisasi program P3DN diharapkan dapat menjamin kemandirian dan stabilitas perekonomian nasional.

Sebagai instrumen pelaksanaan P3DN, Pemerintah telah menerbitkan PP 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri yang didalamnya mengatur mengenai kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sektor industri menjadi penggerak perekonomian yang menjadikan Indonesia sebagai negara produsen bukan importir, sehingga dapat membuka kesempatan berusaha dan bekerja, serta memiliki daya kekuatan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional.

Dengan TKDN, produk dalam negeri yang memiliki nilai penjumlahan TKDN dan nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) minimal 40% wajib digunakan dalam pengadaan barang dan jasa Pemerintah. Produsen dalam negeri ataupun pejabat pengadaan barang dan jasa didorong untuk mengikuti ketentuan TKDN tersebut.

Pemerintah pun terus mendukung program P3DN dalam pengadaan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan Kementerian/Lembaga. “Sebagai contoh, saat ini sedang didorong penggunaan produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam negeri antara lain laptop dan produk elektronik perkantoran lainnya yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, dan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada rapat koordinasi kelompok kerja Tim Nasional P3DN secara virtual, Senin (18/10).

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai salah satu pilar perekonomian nasional juga telah menunjukkan komitmen yang besar dalam mendukung program peningkatan penggunaan produk dalam negeri seperti yang ditunjukkan oleh PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan pencapaian TKDN sebesar 55,6% di tahun 2020 dan menargetkan capaian TKDN sebesar 59,45% di 2021. Sedangkan PT PLN (Persero) yang berhasil mencapai nilai TKDN sebesar 40,1% di tahun 2020, dan menargetkan capaian TKDN sebesar 45% di 2021 dan selanjutnya sebesar 60% di 2025.

Selain PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), komitmen untuk mendukung program P3DN juga ditunjukkan oleh 32 (tiga puluh dua) BUMN lainnya yang dapat mencatatkan realisasi TKDN rata-rata diatas 50% dengan total nilai Rp115,2 triliun di tahun 2020.

“Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan setiap Kementerian/Lembaga memberikan gambaran Rencana Aksi P3DN untuk mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri dan meningkatkan komitmen pelaksanaan P3DN pada instansi masing-masing,” tutur Menko Airlangga.

Rakor timnas P3DN juga mengevaluasi hasil kerja setiap Pokja sampai saat ini, membahas penyusunan agenda kerja/roadmap timnas P3DN, dan mereview penggantian/perubahan nomenklatur anggota Pokja Timnas P3DN (Lembaga/Jabatan atau pribadi).

Turut hadir dalam webinar tersebut diantaranya Menteri Koordinator Bidang Kemartiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Pokja TKDN yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo, Ketua Pokja Pemantauan yang dijabat oleh Plt. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marinvest Ayodhia G.L. Kalake, dan Ketua Pokja Sosialisasi yang dijabat oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan. (frh/ag/fsr)

PPP Ikut Kasak Kusuk Gerilya Kandidat Capres 2024

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa
Ketua UMum PPP Suharso Monoarfa (foto: ISTIMEWA)

JAKARTA,MAGELANGEKSPRES.COM – Sejumlah partai politik sudah mulai kasak kusuk untuk perhelatan Pemilu 2024. Salah satunya PPP. Partai berlambang Kabah itu, saat ini juga sedang bergerilya mencari tokoh yang nanti diusung sebagai capres.

“PPP sedang menimbang calon. Tentu akan disaring, mana yang terbaik,” kata Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP Kiai Haji Haris Shodaqoh, Senin (18/10).

Menurutnya, ada empat gubernur yang diundang pada Munas Alim Ulama PPP. Yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dari keempat gubernur di Pulau Jawa itu, menurut dia, hanya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang tidak hadir.

Terkait dengan hal itu, dia meminta semua pihak agar berpikiran positif. “Husnuzan saja, mungkin sedang berhalangan. Jangan diartikan yang tetek bengek,” imbuhnya.

Upaya pendekatan dan penjajakan dukungan kandidat peserta Pilpres 2024 tidak hanya pada Munas Alim Ulama. Namun, juga dilakukan di lain kesempatan dengan cara bertemu secara langsung. “PPP akan memilih calon yang sesuai dengan nafas perjuangan partai,” paparnya.

Ia menjelaskan melalui Munas Alim Ulama yang berlangsung pada tanggal 17—18 Oktober 2021, PPP sudah merumuskan 19 poin yang terbagi dalam lima bab, mulai dari persoalan agama, sosial ekonomi, hingga politik.

Lima bab tersebut terdiri atas penguatan jati diri organisasi dan anggota, moderasi PPP dalam politik, PPP sebagai rumah ulama dan istana umat, perjuangan PPP di ranah legislasi serta kepemimpinan nasional.

“PPP ingin mempertegas jati diri dalam berpolitik. Khitah partai ini diperjelas dalam munas. Dengan munas ini Insya Allah PPP punya pegangan kuat yang dipertegas, diperkuat dengan persetujuan para jamaah, semua sepakat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani. Dia menambahkan ketetapan hasil Munas Alim Ulama PPP ini akan menjadi pegangan dan rujukan bagi struktural partai. Selain itu, dukungan yang akan diberikan kepada capres dan cawapres pada pilpres mendatang wajib mendengarkan Majelis Syariah.

“Jadi pegangan, rujukan, tapi dalam mengambil keputusan dukungan capres dan cawapres, tentu ada alternatif-alternatif. Karena ada syarat 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional. Meski punya posisi tawar pada partai lain, tidak bisa semaunya,” pungkas Arsul. (rh/fin)

Waspada! Koran Berlogo KPK Ini Dipakai untuk Memeras

Koran Berlogo KPK Dipakai untuk Memeras

JAKARTA,MAGELANGEKSPRES.COM – Masyarakat diminta waspada atas beredarnya surat kabar bernama “Koran Pengawas Korupsi”. Koran ini berlogo mirip KPK. Diduga kuat, modusnya adalah pemerasan.

“KPK mengimbau masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin (18/10).

Dia mengatakan KPK menerima informasi beredarnya surat kabar berlogo menyerupai logo KPK yang digunakan untuk melakukan pemerasan kepada pihak-pihak tertentu.

“Surat Kabar “Koran Pengawas Korupsi” dengan atribut logo menyerupai KPK ini diketahui salah satunya beredar di wilayah Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan surat kabar tersebut beredar di wilayah lainnya,” jelasnya.

KPK, lanjutnya, sebagai lembaga negara memastikan tidak pernah menerbitkan surat kabar sebagai medium pemberitaan tentang pelaksanaan tugas dan isu pemberantasan korupsi.

“Untuk menyampaikan kinerjanya kepada publik, KPK menerbitkan berbagai publikasi. Salah satunya adalah Majalah Integrito dalam bentuk cetak dan digital yang dapat diakses melalui https://www.kpk.go.id/id/integrito,” tutur Ali.

Selain itu, publik dapat mengakses berbagai informasi tentang KPK dengan mengunjungi website resmi kelembagaan pada https://www.kpk.go.id/.

Menurutnya, KPK tegas meminta kepada oknum yang mengaku dari surat kabar “Koran Pengawas Korupsi” untuk segera menghentikan aksinya melakukan tindak pemerasan.

“Apabila masyarakat menemui atau mengetahui adanya pihak yang mengaku pegawai KPK dan melakukan tindakan kriminal pemerasan dan sejenisnya segera laporkan ke “call center” 198 atau kepada aparat penegak hukum setempat,” pungkas Ali. (rh/fin)

Buntut Panjang Deklarasi Seknas Ganjar, Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Ditegur DPP

Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo
Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Buntut panjang deklarasi Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Kabupaten Purworejo berakhir dengan dipanggilnya Ketua DPC SGI Purworejo Albertus Sumbogo ke DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Pemanggilan tersebut dilakukan lantaran posisi Sumbogo yang masih duduk di struktural DPC PDI Perjuangan Kabupaten sebagai wakil ketua sekaligus ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu).

Saat ditemui awak media di kediamannya, Desa Singkil Wetan, Kecamatan Ngombol, Mbogo mengaku sudah menghadap Ketua DPP Bidang Kehormatan (BK) Partai, Komarudin Watubun, Jumat  (15/10) lalu. “Dalam pertemuan itu, saya diperingatkan secara lisan oleh Badan Kehormatan DPP partai. Karena sebagai pejabat struktural partai, dilarang mendeklarasikan dukungan pada seseorang untuk mendapat rekomendasi sebagai bakal calon presiden (Bacapres) PDIP tahun 2024,” kata mantan anggota DPRD Kabupaten Purworejo ini, Senin pagi (18/10).

Dalam pertemuan tersebut, Mbogo mengungkapkan alasan mengapa ia melakukan aksi yang dinilai membuat panas dunia politik itu. Ia mengaku apa yang dilakukannya saat ini karena cintanya pada partai.

“Apa yang saya lakukan saat ini lebih karena kecintaan pada PDI Perjuangan dan Bu Mega (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri). Saya sampaikan kepada Beliau (Komarudin Watubun) bahwa, saya merasakan ketidakadilan terstruktur terhadap Mas Ganjar, saya sampaikan perasaan saya bahwa saat ini sedang terjadi proses oligarki kekuasaan dan cenderung ada pemerkosaan demokrasi yang sedemikian mengerikan khususnya di PDIP Jawa Tengah. Hal seperti (oligarki) itu yang kita perangi saat dulu ditindas oleh rezim Orde Baru,” jelas Mbogo.

Peringatan lisan dianggapnya membingungkan, sebab satu sisi peran partai dan kader partai di minta untuk menampung aspirasi masyarakat, di sisi lain struktural partai dilarang deklarasi dukungan atas aspirasi tersebut.

“Sementara saya yakini struktural partai di Jawa Tengah, hampir pasti tidak akan mendukung Mas Ganjar. Secara masif pihak yang berseberangan dengan kami akan melakukan ihtiar politik supaya Mbak Puan dideklarasikan oleh kelompok-kelompok non struktural. Bahkan oleh kelompok masyarakat lain sekalipun kelompok itu ahistoris terhadap PDIP,” sambung Mbogo.

Menurut politisi gaek itu, semua kader sah-sah saja memiliki pilhan karena merupakan ihtiar politik. Instruksi partai jelas, larangan hanya untuk pejabat struktural partai, bukan seluruh kader. (luk)

Selamat, 1.004 Peserta Lolos Seleksi P3K

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Temanggung bisa bernafas lega. Pasalnya dari hasil tes tahap pertama seleksi P3K sebanyak 1.004 formasi sudah terisi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo menyebutkan, pada awal pembukaan P3K di Kabupaten Temanggung dibuka 2.084 formasi. Kemudian setelah melalui beberapa tahapan seleksi akhirnya sebanyak 1.004 atau 48,17 persen formasi P3K untuk tenaga pengajar SD dan SMP sudah terisi.

“Formasi yang dibuka di Temanggung saat ini telah terisi, hasil tersebut didapat setelah 1004 orang yang mengikuti uji kompetensi dinyatakan lulus,” terangnya.

Agus merincikan, jumlah peserta yang lulus uji kompetensi pertama jenjang SD sebanyak 1.333 orang. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan lulus 859 orang (69,66%) dan jenjang SMP sebanyak 206 peserta yang dinyatakan lulus 145 peserta (70,38%).

Memang diakuinya, ada perbedaan antara formasi yang dibuka dan ikut seleksi, jika berdasarkan jumlah yang ikut seleksi presentasi yang lulus lebih besar.

Ia menambahkan, informasi awal memang banyak yang tidak lulus uji kompetensi, namun ketentuan lulus dan tidak menjadi wewenang dari panitia seleksi pusat.

Sedangkan dari  Kemenpan RB ada perubahan passing grade, semula satu menjadi tiga passing grade untuk menentukan lulus atau tidaknya, perubahan ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kelulusan dari peserta.

Dijelaskan, Passing Grade yang mengalami perubahan adalah untuk peserta ujian di atas lima puluh tahun, peserta dengan usia ini langsung diterima tanpa melihat nilai uji komptensi. Selain itu juga ada penurunan basic point untuk passing grade sebesar 50 point .

“Juga ada proritas untuk guru sekolah asal, untuk peserta yang mengisi formasi di sekolah asal akan diprioritaskan,” katanya.

Meski demikian, Agus menambahkan bagi peserta yang masih tidak lulus tahap pertama akan diberi kesempatan untuk mengikuti uji seleksi tahap dua.

“Tahap dua rencananya akan diselenggarakan pada akhir Oktober, namun kita masih menunggu kapan dilaksanakan dan mekanisme seperti apa masih menunggu pengumuman resmi dari panselnas pusat,” tutupnya. (set)

Terbaik, Kopi Bowongso Harus Mampu Ungkit Perekonomian Warga Wonosobo

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mencicipi kopi Bowongso di sela sela kegiatan penyerahan program PTSL di Balai Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar.
KOPI. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mencicipi kopi Bowongso di sela sela kegiatan penyerahan program PTSL di Balai Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar dikenal sebagai salah satu desa penghasil kopi terbaik di Wonosobo. Terkait hal itu perlu ada upaya peningkatan produksi dan perluasan pasar untuk mengungkit perekonomian warga.

“Selain penghasil tembakau, salah satu potensi unggulan yang dimiliki oleh Desa Bowongso adalah kopi. Kopi yang memiliki kekhasan tersendiri dari rasa, diharapkan menjadi salah satu pengungkit bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, di sela sela kegiatan penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Balai Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, Senin (18/10).

Menurutnya, Kabupaten Wonosobo sebagai daerah pertanian sangat berpotensi untuk menghasilkan produk produk pertanian yang unggul. Tinggal bagaimana para petani mau belajar mengolah pertanian yang menjadi sektor terbesar penghasilan masyarakat Wonosobo bisa lebih maksimal.

“Potensi pertanian, peternakan dan perkebunan harus terus diangkat agar bisa menjadi andalan daerah dan memajukan desa,” ucapnya.

Seperti Desa Bowongso yang terletak di lereng Gunung Sumbing ini sangat berpotensi untuk menghasilkan Tembakau dan Kopi yang berkualitas. Untuk itu, kopi Bowongso yang sudah terkenal di tingkat nasional dan internasional diharapkan untuk dijaga, baik kelestarian tanamannya, kontinuitas produksinya bahkan rasanya untuk dijaga.

“Memang tidak mudah mengawal atau menjaga kopi tetap berkualitas,” ujarnya.

Afif juga menyampaikan bahwa di era digital sekarang ini, agar mampu bersaing, Kopi Bowongso dengan kopi-kopi lainnya yang ada di seluruh Nusantara, maka kopi Bowongso harus pandai pandai dengan memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi yang ada. Yaitu, dengan  memanfaatkan pemasaran baik melalui sosmed atau e-commerce, sehingga pemasaran dapat melebar tidak hanya terbatas di daerah, tapi nasional maupun internasional.

Kepada masyarakat Bowongso khususnya petani kopi, Bupati juga berpesan untuk meningkatkan hasil produksi kopinya, dengan tumpangsari di lahannya, disamping mendapatkan hasil panen dari tanaman pokok juga akan mendapatkan hasil dari tanaman tumpangsari kopi.

“Selain itu, masyarakat desa bowongso untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, dengan menanam tanaman keras di lahan pertanian, di samping mampu untuk menjaga kelestarian, kesuburan tanah, juga sebagai penahan dari terjadinya bencana tanah longsor,” pungkasnya. (gus)

Keren! Warga Kabupaten Magelang Kreatif Menghasilkan Produk Rekayasa yang Potensial

Sekda Kabupaten Magelang Serahkan Hadiah Lomba Krenova Tahun 2021
KRENOVA. Para Juara Krenova Kabupaten Magelang Tahun 2021 bersama Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto dan Kepala Bappeda kabupaten Magelang, M Taufiq Hidayat Yahya. (Foto: chandra)

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) merupakan sebuah upaya peningkatan kreativitas di bidang inovasi. Masyarakat didorong untuk dapat menciptakan, merekayasa alat atau produk yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Masyarakat perlu didorong agar secara nyata dapat lebih kreatif dan inovatif, agar mampu berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magelang,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, saat penyerahan penghargaan kepada para juara Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Magelang Tahun 2021 di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Senin (18/10/2021).

Menurut Adi Waryanto, pengembang kreativitas dan kemampuan inovasi dari masyarakat terbukti telah dapat menghasilkan berbagai produk industri atau rekayasa yang cukup potensial, yang berguna bagi kehidupan masyarakat.

“Namun demikian, dalam persaingan pasar global dewasa ini, produk-produk tersebut masih kalah bersaing dengan produk mancanegara,” ungkap Adi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Adi menyebutkan bahwa melalui indeks inovasi daerah, pemberian penghargaan Innovative Government Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten Magelang berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Sangat Inovatif.

Sementara para pemenang lomba Krenova Kabupaten Magelang Tahun 2021 antara lain juara 1 diraih oleh Muandim Payaman Secang dengan judul Inovasi Aplikasi Digitalisasi Buku C, juara II diraih oleh Rayndra Syahdan Mahmudin Candimulyo dengan judul Sekolah Tani Milenial, juara III diraih oleh Andrian Pramujito Tempuran dengan judul Lapak Pilar PKK Milenial.

Sementara, Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, M Taufiq Hidayat Yahya menjelaskan kriteria untuk mengikuti lomba Krenova ini harus masyarakat Kabupaten Magelang.

“Boleh kelompok atau perorangan, utamanya dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum nonakademisi, serta tidak terkait langsung atau berafiliasi dengan lembaga kelitbangan,” pungkas M Taufiq Hidayat Yahya. (cha)

Warga Kota Magelang Wajib Bangga, Kota Tula Rusia Jajaki Kerja Sama Sister City dengan Pemkot Magelang

Kota Tula Rusia Jajaki Kerja Sama Sister City dengan Pemkot Magelang
KERJA SAMA. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menyepakati rencana kerja sama dengan Wakil Dubes RI untuk Rusia dan Belarus, Aziz Nurwahyudi di Ruang VIP Kantor Walikota Magelang. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kota Tula, Rusia menjajaki kerja sama dengan Pemkot Magelang untuk pengembangan Sister City (kota kembar). Kerja sama diawali dengan kunjungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rusia dan Belarus di Ruang VIP Kantor Walikota Magelang, Senin (18/10).

Kegiatan ini merupakan upaya Dubes RI untuk Rusia dan Belarus dalam meningkatkan kerja sama Indonesia dengan sejumlah wilayah di negara tersebut. Kota Magelang dinilai berpeluang untuk menjalin kesepakatan bersama.

”Tula adalah salah satu kota di Rusia, sebuah kota yang cantik, negeri yang bersih sehingga hubungan kita akan lebih mudah,” kata Wakil Dubes RI untuk Rusia dan Belarus, Aziz Nurwahyudi di sela-sela kunjungannya.

Aziz Nurwahyudi yang merupakan putra Magelang itu menyebutkan agenda pertemuan kali ini untuk membangun komitmen awal tentang kerja sama sister city. Adapun peluang kerja sama yang disepakati meliputi pariwisata, seni budaya, tradisi dan tujuan wisata, pendidikan, perdagangan, dan infrastruktur.

”Saya rasa yang paling tepat adalah pariwisata. Lalu, kerja sama pendidikan, kami ingin mahasiswa dari wilayah Magelang bisa leadership program dengan wilayah Tula,” katanya.

Alumni SMA Negeri 1 Magelang tersebut menuturkan bahwa Kota Tula yang merupakan Ibukota Tula Oblast (setingkat provinsi) dan Kota Magelang memiliki sejumlah kemiripan secara angka statistik, di antaranya dari Produk Domestik Bruto (PDB), pertumbuhan ekonomi, dan jumlah penduduk.

Menurutnya, bidang pendidikan dan perdagangan, Tula merupakan pemeran kunci. Oleh karena itu, melalui kerja sama sister city ini, diharapkan para pelajar di Kota Magelang bisa menjalin hubungan dengan universitas-universitas di Tula. Demikian halnya dengan para pelaku usaha Kota Magelang dapat menggandeng pengusaha Kota Tula.

”Kami juga menantang pengusaha lokal Magelang produknya bisa ”go international” salah satunya di Rusia sehingga kerja sama ini bisa membuahkan hasil yang kita inginkan,” ujarnya.

Kedatangan Aziz Nurwahyudi beserta rombongan disambut Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz dan jajaran Pemkot Magelang di Ruang VIP Lantai 1. Pada kesempatan itu, Walikota Aziz memaparkan jika kerja sama ini merupakan kebanggan besar bagi Kota Magelang. Dia berharap, ke depan mampu memberi manfaat bagi kedua negara.

Ia juga mengaku tertantang untuk mengadopsi keunggulan di Kota Tula. Termasuk menggagas kerja sama bidang ekonomi, karena Kota Magelang memiliki banyak UMKM yang siap dikenal dunia.

”Kami dorong pelaku UMKM untuk berpikir luas, tidak hanya regional dan nasional, tapi harus bersaing di dunia internasional. Saya yakin, Kota Magelang mampu,” tandasnya.

Aziz menuturkan, di sektor pariwisata Kota Magelang memiliki destinasi wisata seperti Taman Kyai Langgeng dan Gunung Tidar. Termasuk wisata sejarah dan heritage yang tersebar di sejumlah museum maupun cagar budaya.

”Kita juga akan menangkap peluang keberadaan destinasi super prioritas Candi Borobudur, sehingga pengunjung punya perasaan tidak puas kalau belum mendatangi Kota Magelang. Ikhtiarnya adalah pengembangan wisata cagar budaya, sejarah, dan museum. Kita tahu bahwa Kota Magelang ini merupakan kota tua, yang punya banyak sekali nilai-nilai sejarah di dalamnya,” katanya. (wid)

Pendaki yang Hilang di Gunung Andong Belum Ditemukan, Pencarian Dihentikan Karena Faktor Cuaca

Pendaki yang Hilang di Gunung Andong Kabupaten Magelang Belum Ditemukan
KOORDINASI. Tim relawan saat melakukan koordinasi dalam pencarian pendaki Gunung Andong yang hilang kontak.

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pencarian terhadap orang yang diduga hilang di Gunung Andong, Senin (18/10/2021), dihentikan karena faktor cuaca. Adapun pendaki gunung yang hilang tersebut, berinisial DAS (17) warga Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Magelang. Ia dilaporkan hilang pada Minggu (17/10/2021).

Pencarian tersebut dilakukan Kapolsek Ngablak AKP Sukamto bersama dengan kasium Aiptu Ari Dwi Y, Bhabinkamtibmas Desa Girirejo Aipda Arif W, Bhabinkamtibmas Desa Pagergunung Bripka Y.Yuliadi Setyawan, Serka Kelik, Basarnas Kabupaten Magelang, Damkar Grabag, team Rescue base camp sawit dan relawan.

“Pada Minggu (17/10/2021) korban dan saksi naik Gunung Andong via Dusun Sawit Desa Girirejo sekitar pukul 08.30 WIB, akan tetapi tanpa izin kepada pihak basecamp Sawit dikarenakan status pendakian masih tutup,” ucap Kapolsek Ngablak AKP Sukamto, Senin (18/10/2021).

Pendaki gunung tersebut hilang berawal dari Pos 2, sekitar pukul 14.30 WIB korban dan saksi turun dari puncak gunung  dan istirahat di mata air dan dilanjutkan istirahat di pos 2.

Setelah sampai pos 2, korban tanpa pamit kepada teman/saksi naik kembali ke mata air untuk mengambil stick yang tertinggal pada saat itu cuaca hujan dan menunggu hujan reda.

Usai di tunggu di pos 2 kurang lebih 15 menit teman-teman korban mencari dan menyusuri kembali mata air. Sesampai di lokasi, korban sudah tidak ada di tempat. Kemudian teman-teman dari korban melakukan panggilan video. Korban sempat mengatakan bahwa sudah berada di semak-semak dan meminta temannya untuk datang kembali dengan membawa tali, teman korban melanjutkan pencarian sambil berusaha menelpon korban.

Di sekitar lokasi teman korban sempat mendengar teriakan dari korban sebanyak 2 kali. Setelah dicari kurang lebih dari 3 jam dan tidak ketemu. Teman-teman korban turun untuk meminta bantuan dari warga.

Teman korban sampai di basecamp Sawit kurang lebih pukul 18.30 WIB dan dikarenakan cuaca hujan deras pencarian dilanjutkan pukul 21.00 WIB.

“Sampai dengan  saat ini hari Senin tanggal 18 Oktober  2021 pukul 17.00 WIB belum terdapat tanda tanda ataupun posisi korban, pencarian dihentikan sementara dikarenakan cuaca hujan dan berkabut,” tutur AKP Sukamto.(cha)

Jangkau 1600-an Penerima Manfaat, Mensos Salurkan Bantuan Senilai Lebih 1 Miliar untuk Warga Bali

Menteri Sosial Tri Rismaharini

MAGELANGEKSPRES.COM,TABANAN – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) di Provinsi Bali. Bantuan menjangkau 1.676 penerima manfaat dengan nilai sebesar Rp1.069.003.950.

Termasuk dalam bantuan Atensi terdapat 90 anak yatim, piatu dan yatim-piatu di Provinsi Bali, yang menerima bantuan. “Anak yatim diberikan bantuan. Yaitu berupa tabungan anak yatim, piatu dan yatim piatu dengan nilai Rp200.000 bagi yang sudah sekolah dan Rp300.000 bagi yang belum sekolah,” kata Mensos dalam kegiatan peresmian Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Balai Mahatmya Tabanan Bali (18/10).

Mensos hadir didampingi Sekjen Kemensos Harry Hikmat, pejabat eselon I dan staf ahli menteri. Hadir juga dalam kesempatan ini anggota DPR RI Komisi VIII IGN Kesuma Kelakan, anggota DPD RI Anak Agung Gde Agung, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Dalam kesempatan tersebut, kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu yang hadir di Balai Mahatmya, Mensos menyatakan agar mereka tidak takut dan khawatir. “Ada ibu ya. silakan kalau kalian ada apa-apa bisa menghubungi ibu ya,” kata Mensos.

Kementerian Sosial telah menyusun program perlindungan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu mencakup sasaran sebanyak 4.043.622 anak. Yakni terdiri dari 20.000 anak yang ditinggal orangtua akibat Covid-19; 45.000 anak yang diasuh di LKSA dan 3.978.622 anak diasuh oleh keluarga tidak mampu.

Perlindungan sosial bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 merupakan salah satu langkah strategis memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi meski dalam situasi sulit. Kemensos tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas RI untuk menyiapkan dukungan anggaran kurang lebih sekitar Rp3,2 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolik Mensos menyerahkan bantuan senilai total Rp1.053.924.950 yang terdiri dari dukungan aksesibilitas (tongkat penuntun adaptif, kursi roda, walker alat peraga edukatif, alat bantu dengar, dan bantuan buku literasi Braille), tabungan anak yatim, piatu dan yatim piatu, kebutuhan dasar dan nutrisi.

Bantuan juga diberikan dalam bentuk bantuan kewirausahaan, seperti usaha ukir, makanan, cuci motor, jahit, kelontong, usaha perlengkapan upacara adat, merajut, bertani, ternak, Lundry, usaha gula Aren, massage , kuliner, bengkel motor, cat motor, dan pembuatan meubelair. Bantuan secara total menjangkau sebanyak 1.679 penerima manfaat.

Bantuan ATENSI tersebut dikelola oleh Satker di lingkungan Kementerian Sosial RI, di antaranya Balai Besar Inten Soeweno Cibinong, Balai Besar Kartini Temanggung, Balai Naibonat Kupang ,Balai Galih Pakuan, Balai Wyata Guna, Balai Abiyoso, Balai Antasena Magelang, Balai Paramita Mataram, Balai Satria Baturraden, dan  Balai Margo Laras Pati.

Bersamaan dengan penyerahan bantuan, diresmikan juga Sentra Kreasi ATENSI (SKA) di Balai Mahatmiya yang merupakan SKA ke- 10 yang resmi dibuka oleh Mensos. SKA Mahatmiya merupakan pusat pengembangan kewirausahaan dan vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat dalam satu kawasan. Sentra ini juga akan menjadi kawasan pemberdayaan untuk menciptakan embrio-embrio wirausaha mandiri.

Seremoni peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, Mensos Risma berharap di SKA ini anak-anak bisa berlatih dan menambah keterampilan untuk bekalnya mengembangkan usaha saat sudah dewasa kelak. “Jadi kalian disini tidak hanya bisa membuat karya sekedar bisa, tetapi bagaimana karya itu bisa memiliki nilai tambah sehingga memiliki daya jual yang tinggi,” kata Mensos.

Di SKA Mahatmiya terdapat Sentra Kuliner dan Artne Coffee, Barista, Rumah Produksi, Massage, Sentra Hasil Kerajinan Tangan Penerima Manfaat, dan SPA.

Selain itu juga terdapat workshop sebagai wahana pelatihan dan terapi bagi penerima manfaat, yaitu budidaya Jamur Tiram, Budidaya Ikan, Budidaya Lebah Klanceng, keterampilan las produksi, pertukangan kayu dan keterampilan kecantikan.

SKA merupakan bentuk upaya Kemensos membantu kelompok marjinal seperti pemulung, gelandang dan pengemis. Para penerima manfaat memperoleh berbagai layanan baik terapi psikologis, bimbingan sosial, pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan.

Di sini, mereka juga diberikan pendampingan dan penguatan untuk kegiatan kewirausahaan melalui usaha kafe, galeri, ternak lele, tanaman hidroponik, laundry, dan juga berjualan di toko kelontong.

Kemensos menyadari besarnya tantangan menghadapi situasi terkini yang tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun dan belum pasti kapan akan berakhir.

SKA diharapkan menjadi sarana meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok marjinal.(rls)

Belajar dari Luwu, Mensos Berencana Dirikan Lumbung Sosial di 8 Titik Rawan Longsor di Bangli

Menteri Sosial Tri Rismaharini

Kemensos salurkan bantuan logistik dan berikan santunan kematian kepada 3 ahli waris korban meninggal

MAGELANGEKSPRES.COM,DENPASAR – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi lokasi bencana dan menyalurkan bantuan untuk para penyintas. Untuk meringankan sebagian beban korban, Kemensos memberikan santunan untuk 3 ahli waris korban meninggal dan 9 korban luka.

Pagi pagi hari, Mensos dan rombongan mengunjungi 3 korban luka yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bangli. Rombongan kemudian bergerak menuju Danau Batur, Desa Penelokan Utara, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Mengendarai perahu cepat, Mensos dan rombongan menyeberangi danau Batur menuju lokasi gempa di Desa Trunyan. Mensos berbincang dengan tokoh desa dan masyarakat setempat. Dari penjelasan mereka, terungkap kondisi geografis desa tersebut memang berada di bawah kaki bukit yang berjajar mengelilingi desa.

Terdapat setidaknya 8 titik rawan longsor. Belajar dari penanganan longsor di Luwu, Sulawesi Selatan, Mensos berencana mendirikan lumbung sosial ( bufferstcck ) yang berisi bahan makanan dan juga bahan bakar minyak. “Jadi kalau sewaktu-waktu terjadi bencana, warga tetap terpenuhi kebutuhan makanannya. Pak Bupati mohon dibantu untuk penyiapan lokasinya,” katanya.

Untuk meminimalkan dampak bencana, Mensos juga minta didirikan tenda sebagai titik evakuasi. “Tidak usah menunggu longsor ya. Kalau sudah hujan besar, segera menyelamatkan diri ke tenda ya,” kata Mensos.

Di Desa Trunyan, Mensos membagikan makanan anak, selimut dan kasur merah. Dari sini, Mensos dan rombongan bergerak menuju titik lokasi bencana kedua yakni Banjar Jati Tuhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Di sini, Mensos melihat dari dekat kondisi lokasi bencana dan menyapa warga terdampak bencana. Mensos juga menyerahkan bantuan berupa bantuan logistik, makanan anak, matras, dan kasur merah.

Untuk meringankan beban masyarakat, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik, santunan untuk ahli waris korban meninggal dan bantuan untuk korban luka. Sebelum kehadiran Mensos telah disalurkan bantuan logistik untuk Kabupaten Bangli yang bersumber dari gudang logistik Kabupaten Bangli berupa kasur merah 5 unit, makanan anak 32 paket, selimut merah 10 lembar, family kit 10 paket.

Bantuan logistik juga sudah disalurkan sebelum kehadiran Mensos bersumber dari Gudang Kabupaten Karangasem berupa makanan anak 20 paket, selimut merah 20 paket, kasur 20 paket, family kit 20 paket, tenda gulung : 20 paket, matras 20 paket, kids ware 2 paket.

Bantuan logistik yang disalurkan saat kunjungan Mensos bersumber dari Gudang Provinsi Bali ke Dinsos Kab. Bangli berupa makanan anak 120 paket, matras 30 lembar, selimut 30 lembar kasur 30 unit, tenda gulung 50 lembar, perlatan dapur keluarga 30 paket, family kit 30 paket, kids ware 30 paket, foodware 30 paket.

Bantuan logistik yang disalurkan saat kunjungan Mensos bersumber dari Gudang Provinsi Bali ke Dinsos Kab. Karangasem berupa makanan anak 120 paket, matras 60 lembar, selimut 60 lembar, kasur 20 unit, tenda gulung 50 lembar, peralatan dapur keluarga 30 paket, family kit 30 paket, kids ware 30 paket, foodware 30 paket, tenda serbaguna 1 unit. Total nilai untuk semua bantuan logistik sebesar Rp248.189.122.

Selain itu, dalam kunjungan ini Mensos juga menyerahkan santunan ahli waris secara simbolik. Yakni untuk 2 orang korban meninggal di Bangli sebesar Rp30.000.000 (@Rp15.000.000). Santunan luka berat 3 orang Rp15.000.000 (@5.000.000).

Santunan ahli waris untuk 1 orang korban meninggal di Kab Karangasem Rp15.000.000. Santunan luka berat 3 orang Rp15.000.000 (@Rp5.000.000). Santunan luka ringan 3 orang Rp6.000.000 (@Rp2.000.000). Total nilai santunan di kedua daerah sebesar Rp81.000.000. Dengan demikian total bantuan Kemensos baik berupa bantuan logistik maupun santunan sebesar Rp329.189.122.

Kehadiran Mensos untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan, termasuk bantuan pokok. Kehadiran Mensos di tengah para penyintas bencana merupakan bentuk respon cepat dan kehadiran negara di tengah warga yang menghadapi cobaan akibat bencana.

Hadir mendampingi Mensos, Bupati Bangli Sedana Arta, anggota Komisi VIII DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, anggota DPD RI Anak Agung Gde Agung, pejabat eselon I Kemensos, Staf Khusus Mensos dan pejabat daerah terkait.

Kemensos telah hadir di kedua lokasi sejak bencana gempa terjadi (16/20), jajaran Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) telah melakukan koordinasi penanganan pasca bencana. Melalui Balai Mahatmiya Bali telah dikiirimkan bantuan logistik untuk penyintas bencana dengan didukung personel Tagana dalam distribusinya.(rls)

Menko Airlangga: Kasus Covid-19 Terus Menurun, Waspada Hadapi Event Nasional dan Libur Nataru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan setiap minggunya. Semua indikator dan permasalahan di lapangan terus dievaluasi, terutama beberapa indikator utama seperti Level Asesmen Situasi Pandemi dan Capaian Vaksinasi.

Sampai saat ini, pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia sangat baik. Terlihat dari data Johns Hopkins University bahwa indikator Jumlah Kasus Konfirmasi Harian di Indonesia yaitu 3,69 kasus per 1 juta penduduk, jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain (Singapura = 516,4 kasus; Inggris = 589,7 kasus; India = 12,1 kasus). Juga data Reproduction Rate (Rt) Indonesia sebesar 0,70 yang berarti dalam kategori terkendali, jauh lebih baik daripada Singapura yang sebesar 1,12, Inggris sebesar 1,09 dan India yang sebesar 0,85.

Secara nasional Kasus Aktif per 18 Oktober sebesar 17.374 kasus atau 0,43% (dari 4,2 juta total kasus), jauh di bawah rata-rata kasus global yang sebesar 7,3% (17,8 juta kasus aktif dari 241,5 juta total kasus). Jumlah rata-rata penambahan Kasus Konfirmasi Harian dalam 7 hari ke belakang (7DMA) juga terus menunjukkan tren penurunan. Per 18 Oktober 2021, penambahan kasus harian sebesar 626 kasus atau secara rata-rata 7 hari (7DMA) berada di angka 975. Jumlah rata-rata orang diperiksa dalam 7 hari ke belakang (7DMA) juga relatif stabil di kisaran 170 ribu orang.

Apabila dilihat dari masing-masing Kelompok Provinsi, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif, yakni sbb:

  • Sumatera: RR= 95,78% dan CFR = 3,56% dengan penurunan -95,64%
  • Nusa Tenggara: RR = 97,05% dan CFR = 2,34% dengan penurunan -95,66%
  • Kalimantan: RR = 96,27% dan CFR = 3,16% dengan penurunan -95,84%
  • Sulawesi: RR = 96,46% dan CFR = 2,63% dengan penurunan -93,69%
  • Maluku & Papua: RR = 95,84% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -89,27%

Sementara, tingkat RR Nasional = 96,19%, CFR Nasional = 3,38%, dan Penurunan Kasus Aktif Nasional = -95,69%.

“Asesmen situasi pandemi di luar Jawa-Bali memperlihatkan terjadi perbaikan yang signifikan dari minggu ke minggu. Dibandingkan di awal PPKM, jumlah Kab/Kota Level 4 turun dari 132 Kab/Kota menjadi 0 Kab/Kota, sementara itu Kab/Kota Level 1 naik tajam dari 0 Kab/Kota menjadi 77 Kab/Kota,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM secara virtual, di Jakarta, Senin (11/10).

Level Asesmen per 16 Oktober untuk 27 Provinsi di Luar Jawa Bali juga cukup baik, di mana sudah tidak ada Provinsi di Level 4, hanya ada 1 Provinsi di Level 3, dan sebanyak 23 Provinsi di Level 2. Sedangkan di Level 1 sudah ada 3 Provinsi (Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau).

Untuk di tingkat Kabupaten/Kota di luar Jawa & Bali (sebanyak 386 Kabupaten/Kota), sudah tidak ada Kabupaten/Kota di Level 4, hanya ada 24 Kabupaten/Kota di Level 3, sebanyak 285 Kabupaten/Kota di Level 2, dan sudah ada 77 Kabupaten/Kota di Level 1. Sedangkan khusus untuk 6 Kabupaten/Kota yang menerapkan PPKM Level 4 pada periode ini, masih ada 3 Kabupaten/Kota lainnya yang masih tetap pada Level Asesmen 3 (Bangka, Bulungan, dan Tarakan), namun sudah ada 3 Kabupaten/Kota yang mengalami perbaikan ke Level 2 (Pidie, Padang, dan Banjarmasin).

“Namun demikian, untuk penetapan Level PPKM, selain mendasarkan pada data Level Asesmen Situasi Pandemi dari Kemenkes, juga mempertimbangkan capaian vaksinasi, di mana untuk Kabupaten/Kota yang capaian vaksinasi Dosis-1 masih kurang dari 40%, akan dinaikkan satu tingkat Level PPKM yang lebih tinggi,” ungkap Menko Airlangga.

Pelaksanaan PPKM untuk luar Jawa Bali akan diperpanjang dari 19 Oktober hingga 8 November 2021, namun dengan tetap dilakukan evaluasi secara mendalam di setiap minggu. Pembatasan kegiatan masyarakat sesuai level asesmen di wilayah masing-masing, dengan beberapa penyesuaian, terutama yang terkait dengan kegiatan masyarakat, seperti di tempat permainan anak di Mall, Bioskop, tempat wisata, dll.

“Cakupan penerapan PPKM di luar Jawa Bali, untuk PPKM Level 1 akan diterapkan di 18 Kabupaten/Kota, PPKM Level 2 akan diterapkan pada 157 Kabupaten/Kota, sedangkan PPKM Level 3 akan dilakukan penerapannya di 211 Kabupaten/Kota,” tutur Menko Airlangga.

Perkembangan Pelaksanaan Event Nasional

Untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sudah resmi ditutup pada 15 Oktober 2021, tercatat pada 17 Oktober 2021 bahwa jumlah total Kasus Konfirmasi Covid-19 sebanyak 176 Kasus (terdiri dari 97 Atlet, 49 Official, 7 Coach, 10 Wasit, 9 Media, 2 Panpel, 1 Juri, dan 1 Keamanan), atau sebesar 1,7% dari total Peserta PON yang mencapai 10.066 orang, dengan Positivity-Rate 1,13% dari total yang dilakukan testing, yang tersebar di 16 Cabor (dari 37 Cabor yang dipertandingkan) dan 30 kontingen dengan jumlah kasus terbanyak berasal dari kontingen DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah. “Sudah lebih dari 60% dari Peserta PON yang sudah melewati masa karantina (lewat 5 hari), sisanya dalam beberapa hari ini terus dimonitor, terutama karantina di daerah-daerah,” imbuhnya.

Prokes pada saat kedatangan di daerah asal atau tujuannya telah diatur dengan Adendum ke-II SE Kasatgas Nomor 17/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19. “Juga untuk World Superbike Mandalika yang sudah siap untuk 25 ribu penonton, dan di Kabupaten Lombok Tengah sudah tercapai 70% vaksinasi dosis pertama, dan (penonton) yang membeli tiket harus sudah 2 kali vaksin,” paparnya.

Sementara itu, untuk kegiatan nasional yang lain adalah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) yang diselenggarakan di Sofifi, Maluku Utara, dari tanggal 16-25 Oktober 2021. Untuk monitoring dan pengawasan dilakukan oleh KemenDagri dan Satgas Penanganan Covid-19, di mana penerapan Prokes mengikuti ketentuan Prokes seperti yang diterapkan di PON Papua, dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Pemerintah Provinsi Maluku Utara membentuk Satgas Prokes untuk mengawasi Prokes di lapangan. Demikian juga pasca pelaksanaan STQH, setiap Pemerintah Daerah akan menyiapkan Karantina Terpusat di daerah masing-masing, dan berlaku kewajiban untuk melakukan Karantina selama 5X24 jam.

Selain itu, Menko Airlangga juga menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo dalam Ratas yaitu harus disiapkan prokes ketat dan mengantisipasi pelaksanaan Liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru), supaya tidak terjadi gelombang ketiga. Vaksin booster untuk para penerima vaksin di awal, yang mungkin imunitasnya sudah mulai menurun, perlu segera dipersiapkan.

Update Program PEN

Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) s.d. 15 Okt 2021 sudah mencapai Rp428,21 triliun atau 57,5% dari pagu Rp744,77 triliun, yang terdiri atas:

  • Realisasi klaster Kesehatan sebesar Rp115,84 triliun (53,9%);
  • Realisasi klaster Perlinsos sebesar Rp122,47 triliun (65,6%);
  • Realisasi klaster Program Prioritas sebesar Rp67,00 triliun (56,8%);
  • Realisasi klaster Dukungan UMKM & Korporasi sebesar Rp62,60 triliun (38,5%);
  • Realisasi klaster Insentif Usaha sebesar Rp60,31 triliun (96,0%).

Realisasi klaster Kesehatan yang sebesar Rp115,84 triliun yang utama adalah untuk Diagnostik (Testing dan Tracing) realisasi sebesar 66,6% atau Rp3 triliun; Therapeutic yang digunakan untuk Insentif dan Santunan Nakes sebesar 73,9% atau Rp14 triliun dari pagu Rp18,94 triliun; dan Vaksinasi (Pengadaan dan  Pelaksanaan) sebesar 41,5% atau Rp23,97 triliun.

Sedangkan, realisasi dari klaster PerlinSos yang sebesar Rp122,47 triliun antara lain digunakan untuk Program PKH sebesar 73,4% atau Rp20,79 triliun dari pagu Rp28,31 triliun, Kartu Sembako sebesar 58,6% atau Rp29,26 triliun dari pagu Rp49,89 triliun, BLT Desa sebesar 58,7% atau Rp16,91 triliun dari pagu Rp28,80 triliun; dan BSU sebesar 75,60% atau Rp6,65 triliun dari pagu Rp8,80 triliun.

“Arahan dari Presiden Jokowi bahwa mengingat kasus di berbagai daerah sudah turun drastis, sesuai usulan Menteri Keuangan, maka anggaran earmarked 8% DBH/DAU agar bisa dioptimalisasi untuk tujuan lain selain penanganan Covid-19, dan Menkeu akan menyesuaikan aturan dan kebijakan terkait hal tersebut,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (rep/fsr/hls)

Transformasi Digital Menjadi Kunci Penting Percepatan Capaian Target Cetak Biru MEA 2025

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Chairmanship Brunei Darussalam di ASEAN 2021 mengangkat tiga tema penting yaitu: Pemulihan, Digitalisasi dan Keberlanjutan. Sebagai respon tema digitalisasi, pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-20 turut mengundang Menteri Informasi dan Komunikasi dari seluruh negara anggota ASEAN untuk berkolaborasi dan meningkatkan kerja sama mewujudkan transformasi digital di ASEAN.

ASEAN memandang transformasi digital akan memberikan peluang baru untuk pengembangan bisnis dan berkontribusi pada pemulihan pasca pandemi secara berkelanjutan di kawasan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan MEA mendukung penuh upaya berkelanjutan pada peningkatan keterampilan digital UMKM melalui berbagai inisiatif di ASEAN, seperti ASEAN SME Academy, Go Digital dan ASEAN Access, dan integrasi UMKM ke dalam Rantai Pasok Global (Global Value Chain).

Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri AECC (Pertemuan Tingkat Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN) ke-20 yang digelar secara virtual pada Senin (18/10) di Jakarta. Pertemuan yang dipimpin oleh Minister at the Prime Minister’s Office and Minister of Finance and Economy II, Brunei Darussalam, Dato Dr. Amin Abdullah ini dihadiri oleh seluruh Menteri Dewan MEA dari 10 Negara Anggota ASEAN.

“Kolaborasi ini menjadi kunci dalam merancang kebijakan dan regulasi mengelola disrupsi dan memaksimalkan keuntungan dari ekonomi digital melalui pendekatan kolektif transformasi digital di ASEAN,” sambung Airlangga.

Pertemuan menyepakati 2 (dua) dokumen penting sebagai komitmen pengembangan ekonomi digital yaitu: (1) Bandar Seri Begawan Roadmap to Accelerate ASEAN’s Economic Recovery and Digital Economy Integration; dan (2) ASEAN Leaders’ Statement on Advancing Digital Transformation in ASEAN.

Lebih jauh Menko Airlangga menekankan kondisi pandemi telah mengakselerasi proses transformasi digital di dunia termasuk di ASEAN. Menko juga mengajak negara-negara ASEAN untuk memanfaatkan pasar internet yang tumbuh cepat di dunia untuk membangun ekonomi digital ASEAN seperti e-commerce, dukungan pada travel dan ride hailing. Sementara itu, Edutech dan Healthtech menjadi sektor utama pendukung ekonomi digital baru di ASEAN di masa pandemi. Sebagai gambaran, pengguna internet di ASEAN meningkat dari 260 juta pada 2015 menjadi 400 juta pada 2020. Hingga Januari 2021, penetrasi pengguna internet di ASEAN telah mencapai 69%.

Menko Airlangga menginformasikan kepada negara-negara ASEAN saat ini Indonesia tercatat telah memiliki 1 decacorn startup yaitu GoTo (Gojek-Tokopedia) dan 6 unicorn startup yaitu, Bukalapak, Traveloka, OVO, J&T Express, Xendit (Payment Gateway) dan yang terbaru yaitu Ajaib (Fintech).  Indonesia juga dalam Forum G20 Innovation League 2021 yang dilaksanakan di Sorrento, Italia memenangkan 2 penghargaan untuk stratup inovasi unggulan yaitu Nalagenetics (kategori Mobility and Healthcare) dan Ruangguru (kategori Artificial Intelegence).

Untuk mendukung agenda transformasi digital dimana Pemerintah sebagai fasilitator, Menko Airlangga menekankan 5 hal, yaitu: (a) Penciptaan regulasi yang inklusif, koheren dan holistik untuk pengembangan ekonomi digital dan mendukung inovasi; (b) Memperluas infrastruktur telekomunikasi dan menjamin akses internet yang terjangkau; (c) Memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dalam penelitian dan perumusan kebijakan; (d) Mempercepat literasi digital dan mempersiapkan talenta digital; dan (e) Meningkatkan produktivitas dan inovasi melalui digital di sektor publik.

Sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian utama dengan mengupayakan pembukaan kembali sektor pariwisata yang aman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Indonesia telah membuka kembali Bali, Batam dan Bintan sebagai tujuan wisata internasional pada 14 Oktober 2021, dengan penerapan protokol kesehatan (prokes), melalui standar nasional dan sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (CHSE).

“Pada isu prioritas Sustainable, Indonesia memberikan dukungan dan berkomitmen untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular sebagai bagian dari ekonomi berkelanjutan dan menciptakan peluang peluang pekerjaan hijau. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional dengan berkomitmen mengurangi limbah makanan hingga 50% dan limbah tekstil hingga 14%,” ujar Menko Airlangga.

Isu krusial lain yang dibahas adalah hasil dari MTR Cetak Biru MEA 2025 di mana peningkatan nilai perdagangan intra-ASEAN yang relatif moderat selama beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Menko Airlangga menjelaskan perlunya mendorong hasil dari MTR ini sebagai katalis efektivitas program-program strategis yang lebih tepat sasaran berdasarkan parameter terukur dan dapat tercapai. Program blue economy dan green economy perlu menjadi perhatian sebagai mesin pertumbuhan baru dan menjaga ASEAN tetap relevan dengan perkembangan global.

Indonesia yang akan memegang Keketuaan ASEAN pada 2023 memegang peranan penting dalam merumuskan arah ASEAN pasca 2025. Ada 5 (lima) isu penting yang perlu menjadi perhatian yaitu: a) Digitalisasi, teknologi dan inovasi, b) Kesehatan Publik, c) Perubahan Iklim dan kelangkaan sumber daya, d) Perubahan kekuatan ekonomi global, dan e) Pergeseran demografi dan urbanisasi.

“ASEAN Community Post-2025 Vision perlu memperhatikan kondisi yang terjadi saat ini melalui peningkatan kolaborasi penelitian dan pengembangan bidang bioteknologi khususnya untuk mendukung kapasitas produksi vaksin di ASEAN.  Pembahasan lebih lanjut terkait penyusunan ASEAN Community Post-2025 Vision perlu melibatkan tiga pilar, terutama dalam membahas isu-isu lintas sektoral yang sedang berkembang dan kapasitas mekanisme kelembagaan ASEAN,” pungkas Airlangga.

Turut hadir mendampingi Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan dalam pertemuan virtual ini yaitu Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan. (dep7/rep/ltg/fsr)

Selesai Ikuti Pelatihan Keterampilan, Balai Wyata Guna Terminasi 26 Orang Penyandang Disabilitas dan Diberikan Bantuan Peralatan

Kementerian Sosial melakukan terminasi melalui Balai Wyata Guna Bandung terhadap 26 orang PPKS yang telah selesai mengikuti pelatihan vokasional

MAGELANGEKSPRES.COM,BANDUNG – Graduasi atau terminasi dilakukan Kementerian Sosial melalui Balai Wyata Guna Bandung terhadap 26 orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang telah selesai mengikuti pelatihan vokasional.

“Ke-26 orang PPKS selesai mengikuti pelatihan vokasional terdiri 8 orang bidang komputer, 7 orang Massage, 4 orang Shiatsu, serta 7 orang penerima manfaat menyelesaikan pendidikan formal,” ujar Kepala Balai Wyata Guna Bandung Sudarsono beberapa waktu lalu.

Usai mengikuti pelatihan tersebut, kata Sudarsono, diharapkan para alumni bisa mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan mereka dalam kegiatan sehari-hari, sekaligus bisa mandiri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

“Dengan bekal keterampilan diharapkan dapat diaplikasikan dan meningkatkan kesejahteraan hidup dari para PPKS, sekaligus mendorong agar bisa mengakses pekerjaan atau membuka usaha sendiri serta mampu memberikan nilai ekonomi pada kehidupan mereka,” harapnya.

Kementerian Sosial tidak sekedar melatih keterampilan bagi para PPKS, tetapi juga memberikan bantuan sosial berupa alat bantu disesuaikan keterampilan yang dipelajarinya, misalnya mendukung kemandirian di mana PPKS program komputer mendapatkan laptop/Hp, program massage mendapatkan seperangkat alat pijat, sama halnya dengan Shiatsu.

Perwakilan dari PPKS, Sandi Maulana Munir, menyampaikan bahwa ia dan teman-temannya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini atas pelatihan dan bantuan yang telah diberikan.

“Kami berjanji untuk terus belajar dan mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dan memaksimalkan pemanfaatan atas bantuan sosial yang diterima,” kata Sandi.

Ke depan, program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang berada di Balai Wyata Guna Bandung akan terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk pemenuhan hak-hak dasar penyandang disabilitas.

Misalnya, di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi PPKS mendapatkan keterampilan berwirausaha seperti otomotif (sepeda motor), budidaya ikan lele, membuat pupuk kompos, serta budidaya tanaman hidroponik.

Kementerian Sosial akan terus hadir di tengah masyarakat tanpa terkecuali, termasuk bagi penyandang disabilitas dengan memberikan bantuan ATENSI agar bisa hidup mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada orang lain.(rls)

Aplikasi Sitangkas…Terobosan Polri Agar Informasi Masyarakat Bisa Segera diserap dan ditindaklanjuti, Buruan Download di Playstore!

launching aplikasi Sitangkas oleh Kapolda Jawa Tengah
DIIKUTI - launching aplikasi Sitangkas oleh Kapolda Jawa Tengah juga diikuti oleh semua polres jajaran Polda Jateng, tak terkecuali Polres Kendal. (NUR KHOLID MS)

KENDAL, MAGELANGEKSPRES.COM – Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres Kendal untuk segera mengimplementasikan aplikasi Sitangkas. Hal ini setelah Polda Jateng secara resmi melaunching aplikasi ini, belum lama ini.

Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan, aplikasi Sitangkas ini merupakan perwujudan dari transformasi Polri supaya informasi masyarakat bisa segera diserap dan ditindaklanjuti. Hal ini sesuai dengan konsep Polri yang presisi, yaitu prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan. Aplikasi ini untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.

“Pada pelaksanaannya bisa segera diimplemntasikan oleh semua Bhabinkamtibnas, karena hal ini merupakan perwujudan transformasi Polri yang presisi, khususnya responsibilitas dan prediktif, karena informasi masyarakat akan bisa segera diserap oleh Bhabinkamtibmas,” katanya.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, aplikasi ini sangat bagus bagi masyarakat, yaitu upaya agar Polri responsif terhadap laporan masyarakat. Aduan dari masyarakat terkait Kamtibmas, bisa segera direspon oleh Bhabinkamtibmas di desa.

“Harapan saya ini bisa diaplikasikan ke seluruh wilayah Kabupaten Kendal, dan semoga respon cepat ini bisa segera memberi manfaat bagi masyarakat Kendal, kalau ada aduan-aduan terkait Kamtibmas,” katanya.

Masyarakat bisa mengunduh aplikasi Sitangkas ini di Playstore. Penggunaan aplikasi ini jika dalam kondisi darurat untuk meminta bantuan polisi. Caranya, tinggal menekan tombol Panic Button, maka akan terkoneksi langsung dengan Bhabinkamtibmas di desa. (lid)

Perusahaan BUMN Masak Kayak Lagu nya Siti Badriah Sih…Pengen Slalu di Manja! Ini Perintah Jokowi pada Erick Thohir

Ini Perintah Jokowi pada Erick Thohir
dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (16/10/2021). Jokowi mengaku, sudah terlalu sering memberikan proteksi ketika BUMN sakit ditambahi PMN. Namun, ke depan Jokowi meminta proteksi seperti itu tidak ada lagi.

JAKARTA,MAGELANGEKSPRES.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk tidak memanjakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sakit dengan proteksi Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dengan tegas ia sampaikan, bahwa pemerintah tidak ingin proteksi itu terus-menerus diberikan kepada perusahaan pelat merah.

“BUMN-BUMN kan banyak terlalu keseringan kita proteksi. Sakit tambahi PMN, suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali,” kata Jokowi, dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (16/10/2021).

Jokowi mengaku, sudah terlalu sering memberikan proteksi ketika BUMN sakit ditambahi PMN. Namun, ke depan Jokowi meminta proteksi seperti itu tidak ada lagi.

“Saya bisa memberikan penugasan. Misalnya penugasan bangun jalan tol. Tapi ya dihitung dong, ada kalkulasinya. Dan diberitahu, ini IRR internal recovery returnnya sekian, kami membutuhkan suntikan dari APBN sekian,” jelasnya.

Menurut Jokowi, BUMN tidak cermat dalam mengkalkulasi proyek. Akibatnya, BUMN sering merugi hingga akhirnya meminta uang dari negara melalui PMN.

“Tadi udah disampaikan pak menteri (Erick Thohir). Berani berkompetisi, tolong dihitung karena apapun BUMN ini perusahaan negara, sosial impactnya dihitung juga,” tegasnya.

“Yang paling penting, review terus keenomiannya, berhitung, kalkulasi. Sehingga kita tau pertumbuhan ke depan itu seperti apa,” sambungnya.

Jokowi mengingatkan, bahwa BUMN harus mengkalkulasi proyek mana yang menjadi prioritas hingga layak untuk digarap. Jika tidak, maka tidak perlu memaksakan.

“Jangan pas dapat penugasan rebutan, tidak ada kalkulasi karena penugasan, kemudian ngambil pinjaman jangka pendek, padahal infrastruktur itu untuk jangka panjang,” pungkasnya. (der/fin)

Obat-obatan dan Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal, Inilah Alasan Menag…

Obat-obatan dan Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal

JAKARTA,MAGELANGEKSPRES.COM – Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, mulai hari ini seluruh produk obat-obatan, kosmetik dan barang gunaan wajib memiliki sertifikasi halal.

“Kewajiban bersertifikat halal untuk obat-obatan, kosmetik dan barang gunaan mulai diberlakukan, seiring dimulainya tahap kedua kewajiban bersertifikat halal yakni mulai 17 Oktober 2021 sampai dengan yang terdekat 17 Oktober 2026,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/10).

Menurutnya, penahapan itu bertujuan agar kewajiban bersertifikat halal, terlaksana dengan baik dan menghindari potensi kesulitan, khususnya bagi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangan usahanya.

“Cakupan produk dalam Jaminan Produk Halal sangatlah luas, meliputi makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Kebijakan penahapan ini suatu keniscayaan dalam implementasi mandatory sertifikasi halal,” tegasnya.

Ditambahkan Kepala BPJPH Kemenag, Muhammad Aqil Irham, penahapan kewajiban bersertifikat halal bagi jenis produk secara lebih rinci diatur di dalam PP Nomor 39 Tahun 2021. Pasal 139 misalnya, mengatur bahwa kewajiban bersertifikat halal bagi jenis produk dilakukan secara bertahap. Penahapan untuk pertama kali terdiri atas (a) produk makanan dan minuman; (b) bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman; dan (c) hasil sembelihan dan jasa penyembelihan.

Pasal 140 mengatur bahwa penahapan kewajiban bersertifikat halal bagi produk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan dimulai sejak 17 Oktober 2019 sampai 17 Oktober 2024.

Tahap kedua kewajiban bersertifikat halal diatur dalam Pasal 141 PP Nomor 39 Tahun 2021. Penahapan kedua kewajiban bersertifikat halal ini mencakup berbaga jenis produk mulai dari obat tradisional, suplemen kesehatan, obat bebas hingga barang gunaan.

“Di hari lahir BPJPH ini, saya mengajak semua pihak, baik kementerian/ lembaga, pemda, pelaku usaha, perguruan tinggi, ormas, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut penahapan kedua kewajiban bersertifikat halal ini dengan komitmen bersama untuk terus bersinergi mendukung suksesnya penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia, dengan semboyan Ikhlas Beramal, Kerja Profesional, Hasil Maksimal,” katanya.(gw)

Blusukan Turun Ke Lapangan, Bupati Purworejo Pimpin Gerakan Pungut Sampah Pantai Dewaruci

Bupati Purworejo Pimpin Gerakan Pungut Sampah Pantai Dewaruci
TERIMA. Bupati saat menerima bak sampah di sela kegiatan gerakan pungut sampah dunia yang digelar JCI dengan Pemkab Purworejo. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Dalam rangka Hari Gerakan Pungut Sampah Dunia (World Clean Up Day), Junior Chamber International (JCI) Chapter Yogyakarta bekerjasama dengan Pemkab Purworejo melakukan kegiatan bersih pantai Dewaruci di Desa Jatimalang, akhir pekan lalu.

Tampak hadir mengikuti acara tersebut diantaranya Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, Kepala Dinas LH Al Bambang Setyawan SSos, Plt Kepala Dinparbud Agung Wibowo AP MM, Forkopimcam Purwodadi, serta JCI Chapter Yogyakarta .

Dikatakan Bupati, dirinya menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Junior Chamber International (JCI) Chapter Yogyakarta serta semua pihak yang terlibat atas dilaksanakannya kegiatan World Clean Up Day di Pantai Dewaruci. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi contoh yang baik sekaligus momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah, sehingga kebersihan lingkungan yang kita idam-idamkan bisa terwujud.

“Kita mengenal JCI sebagai organisasi pemuda non-politik dan non-sektarian, bagian dari organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia yang berafiliasi pada PBB,” ungkapnya.

Menurut Bupati, organisasi ini merupakan komunitas internasional berusia antara 18 sampai 40 dengan maksud dan tujuan untuk menciptakan perubahan positif di seluruh dunia. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan JCI adalah World Clean Up Day (Hari Gerakan Pungut Sampah Dunia), yang merupakan gerakan sosial dengan berbagai tujuan yang bermuara pada kesadaran bahwa lingkungan bersih sangatlah penting untuk masa depan yang lebih baik.

“Dan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat tentunya dibutuhkan kerjasama semua pihak. Sebab hanya dengan keterlibatan dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat, maka lingkungan bersih dan sehat yang kita idam-idamkan akan dapat terwujud,” pungkasnya.

Pada kegiatan ini selain membersihkan area pantai Dewaruci, Bupati juga menyempatkan untuk menanam pohon kelapa genjah  bersama warga di salah satu area pantai yang diharapkan akan semakin menambah nuansa asri pantai Dewaruci. (luk)

Perupa Purworejo Pamerkan Karya Seni Rupa di Bandara YIA, Yuk Intip Hasil Karyanya…

Perupa Purworejo Pamerkan Karya Seni Rupa di Bandara YIA
APRESIASI. Bupati Purworejo turut memberikan apresiasi terhadap para perupa Purworejo yang menampilkan karyanya di Bandara YIA, kemarin. (Foto: eko)

Bupati Purworejo: Pandemi Jangan Hentikan Kreativitas

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sejumlah seniman seni rupa (perupa) dari Kabupaten Purworejo dan Daerah Istimewa Yogyakarta memamerkan karyanya dalam even Pameran Seni Rupa di terminal keberangkatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) selama lebih kurang satu bulan ke depan. Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM yang mempunyai ketertarikan pada seni lukis hadir sebagai undangan kehormatan, Sabtu (16/10).

Turut mendampingi Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura 1 Ike Yutiane Purwanita, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo AP MM, Kepala Dinas KUKMP Gatot Suprapto SH, Kepala Dinas LH Al Bambang Setyawan SSos, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama SSTP MM, pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia, para seniman lintas daerah Jateng dan DIY serta unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Agus Bastian menyatakan sangat mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada DINI Media Pro yang telah bekerjasa sama dengan PT Angkasapura I untuk menggelar Pameran Karya Seni Rupa Wayang dan Cerita-Cerita Lainnya di YIA. Menurutnya, meski masih dalam masa pandemi, kita senantiasa harus merawat semangat berkarya.

“Saya berharap agar kegiatan ini  dapat menjadi sarana  edukasi masyarakat terhadap dunia seni rupa, sekaligus wadah untuk mengekspresikan karya para pegiat senirupa di wilayah Jateng dan DIY,” katanya.

Diungkapkan, kehadiran pemerintah dan komponen terkait memang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM, perajin dan seniman karena mereka adalah kelompok yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Pihaknya berharap, adanya pandemi tidak menghentikan kreativitas para pelaku seni.

“Tak hanya memberi dampak ekonomi, kegiatan pameran ini diharapkan dapat menjaga asa dan harapan  para seniman agar tak patah semangat dan terus berkreativitas, ” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa wayang telah diakui UNESCO sebagai kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya. Pada tanggal 7 November 2003 silam, UNESCO menobatkan wayang sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia. Sejak itulah, tanggal 7 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Wayang Sedunia.

Pemerintah Kabupaten Purworejo, sambungnya, memiliki komitmen untuk meningkatkan, mengembangkan dan melestarikan kesenian tradisional sebagai salah satu program pembangunan daerah.

“Sehingga kami sangat mendukung kegiatan apapun yang berkontribusi bagi upaya pelestarian wayang, termasuk melalui dunia seni rupa, ” ungkapnya.

Sementara itu, Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura 1 Ike Yutiane Purwanita yang hadir mewakili General Manager AP 1 menjelaskan bahwa dirinya ikut bangga karena YIA dapat ikut berkontribusi dalam pameran seni rupa wayang ini. YIA sebagai bandara di Yogyakarta yang terkenal dengan seni serta kebudayaanya, akan terus ikut serta dalam upaya pelestarian budaya dan seni khususnya budaya dan seni Jawa.

“Kerja sama ini sudah yang kesekian kalinya kita lakukan, ini menunjukan komitmen YIA yang kuat untuk ikut mempromosikan seni dan budaya jawa kepada dunia. kami berharap dengan adanya pameran ini akan semakin meningkatkan eksistensi pekerja seni dan budaya di wilayah Jateng dan DIY,” jelasnya.

Pada acara tersebut ditampilkan tarian karya penari Sanggar Tari Prigel Purworejo. Bupati secara simbolis menyerahkan lukisan karya perupa Purworejo untuk ditampilkan di bandara YIA selama sebulan sekaligus menyempatkan melihat pameran lukisan serta membeli satu lukisan. (top)

D’Tirip Purworejo Suguhkan Pemandangan Alam Eksotik, Penasaran, Silakan Datang!

D’Tirip Jadi Alternatif Baru Pecinta Wisata Alam dan Kuliner di Purworejo
EKSOTIK. Sejumlah pengunjung menikmati Destinasi Wisata Kuliner D’Tirip yang menyajikan pemandangan eksostik di atas bukit dan aneka kuliner, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebuah destinasi wisata bernama Kuliner D’Tirip hadir di Dusun Tirip Desa Rendeng Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo. Menyajikan pemandangan alam eksotik dan dilengkapi berbagai wahana, lokasi tersebut menjadi alternatif baru bagi para pecinta wisata sekaligus menghidupkan Dusun Tirip yang berada di wilayah perbukitan.

Kendati berada di atas bukit, lokasinya mudah dijangkau dengan akses jalan yang mampu dilewati kendaraan roda 2 dan roda 4. D’Tirip cukup ditempuh dengan waktu 15 menit dari pusat kota Kabupaten Purworejo dan sekitar 5 menit dari pusat pemerintahan Kecamatan Gebang.

Pantauan Purworejo Ekspres pada Minggu (17/10) pagi, sejumlah pengunjung tampak hilir mudik. Beberapa di antara yang merupakan rombongan satu anggota keluarga duduk santai di gasebo-gasebo sembari menikmati aneka kuliner. Ada pula belasan pesepeda yang mampir untuk sekadar beristirahat, menyantap makanan dan minuman ringan, atau berswafoto dengan latar belakang nuansa pegunungan di bagian timur dan persawahan di bagian barat.

Untuk memasukinya, pengunjung cukup merogoh kocek Rp5 ribu untuk tiket masuk (tarif promo dari harga normal Rp10 ribu).

“Saya sudah dua kali ke sini. Untuk hari ini kebetulan pas gowes bareng teman-teman dari berbagai daerah dan transit untuk istirahat,” kata Koko (55), pesepeda asal Kelurahan Lugosobo Kecamatan Gebang yang tergabung dalam Sahabat Cycling Club (SCC).

Diketahui, D’Tirip dikelola oleh CV Diva Group yang bergerak di bidang wisata, optik, dan properti. Keberadaannya secara resmi dibuka sejak 18 juli 2021.

“Selama pandemi Covid-19 kan memang ada pembatasan. Jadi untuk pengunjung, ya belum begitu begitu banyak. Namun, setiap hari ada saja yang berkunjung untuk menikmati suasana di Wisata Kuliner D’Tirip,” kata Kepala Divisi CV Diva, Devi Cahyanti (26).

Tirip dipilih sebagai lokasi wisata karena lokasinya strategis dan memiliki nuansa alam yang tenang dan nyaman karena berada di permukaan bukit. Dalam pengelolaannya, konsep yang diangkat yakni wisata alam dipadu dengan kuliner dengan cita rasa istimewa.

Pengelola menyediakan 4 tempat makan yang nyaman dengan menu terjangkau. Ada mie rebus, bakso, soto, ayam goreng atau bakar, pecel kembang turi, nasi goreng, sosis, kentang goreng, dan aneka minuman dengan harga mulai Rp6 ribu hingga Rp 13 per porsi.

Beberapa wahana yang ada di dalamnya bisa diakses gratis. Selain taman selfi, pengunjung yang membawa anak-anak bisa menikmati fasilitas out bond.

Selain itu ada juga venue permainan berbayar, seperti odong-odong dan mandi bola. Spot olahraga juga tersedia yakni panahan dan berkuda.

“Fasilitas kita ada homestay, kamar mandi, karaoke, out bound, lesehan, dan berbagai permainan di antaranya Panahan, mandi bola dan odong odong. Kita juga menyediakan caffe malam, yakni menikmati suasana malam dari atas bukit,” sebut Devi.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa D’Tirip memang dikelola mandiri oleh CV Diva. Namun, dalam pelaksanaannya, pengelola tetap melibatkan warga setempat, khususnya para pemuda sebagai karyawan. Hal itu sekaligus untuk menggeliatkan perekonomian di wilayah Dusun Tirip dan sekitarnya.

“Tapi tidak semua. Ada karyawan yang kita libatkan lewat jalur rekruitmen dari desa lain,” ungkapnya. (top)

Jelang Musim Hujan, BPBD Temanggung Cek EWS di Desa Rawan Bencana

BPBD Temanggung Cek EWS di Desa Rawan Bencana
CEK. Petugas BPBD Temanggung sedang mengecek EWS di salah satu desa rawan bencana di kabupaten setempat. (foto:doks BPBD Temanggung)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Memasuki pergantian musim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung terus melakukan pengecekan Early Warning System (EWS) di sejumlah daerah rawan bencana.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Temanggung, Pria Andaka mengatakan, kondisi geografis Temanggung sebagian besar terletak di pegunungan dan perbukitan. Sehingga, ketika memasuki musim penghujan seperti saat ini sangat rawan bencana alam terutama bencana tanah longsor.

Oleh karena, pengecekan terhadap fungsi dari EWS atau alat pendeteksi bencana harus dilakukan, mengingat perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan akan berpengaruh pada kondisi tanah di setiap daerahnya.

“Saat musim kemarau kondisi tanah kering, jika langsung ada hujan deras maka tingkat kerawanan untuk terjadi bencana tanah longsor sangat tinggi, apalagi di daerah yang tanahnya labil,” tuturnya.

Dari 83 EWS yang terpasang di hampir seluruh kecamatan yang terdiri atas ekstensometer atau alat deteksi gerakan tanah dan pengukur curah hujan, kebanyakan masih berfungsi normal. Namun, beberapa EWS mengalami kerusakaan seperti tertimbun longsor dan atau sengaja tidak dihidupkan warga.

Pengecekan alat-alat tersebut menjadi penting dilakukan sebagai langkah antisipasi kebencanaan. Jumlah EWS yang terpasang di masing-masing wilayah kecamatan berbeda-beda tergantung kondisi di lapangan. Ia menyebutkan sejumlah daerah rawan bencana tanah longsor, antara lain Kecamatan Kaloran, Kandangan, Gemawang, Tlogomulyo, Kranggan, Selompampang, Bulu, Jumo, Kedu, dan Kecamatan Bejen.

“Memang kami temukan beberapa alat yang sudah rusak dan kami koordinasi dengan kepala desa, alhamdulillah ada tanggapan positif. Jadi untuk pemeliharaan sudah dianggarakan desa misalnya membeli seling (kawat) untuk deteksi longsor,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap peran serta masyarakat dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan EWS.

“Jadi alat ini juga terpasang di beberapa rumah warga, namun karena harus dialiri listrik, warga yang dipasangi EWS merasa keberatan untuk membayar. Jadi kami minta kepada pemerintah desa setempat untuk dibuat anggaran sendiri untuk perawatannya, karena ini bukan milik perseorangan, melainkan milik kepentingan bersama,” kata Pria.

Melihat kondisi geografis di Kabupaten Temanggung sebetulnya masih perlu ditambah jumlah EWS, utamanya di daerah pinggiran seperti di wilayah Kaloran.

Sebab katanya, sejumlah desa di kecamatan tersebut masuk ke dalam daerah rawan bencana tanah longsor, sehingga pemasangan EWS ini memang sangat dibutuhkan.

“Kami akan mencoba mengusulkan, agar ke depan semua daerah rawan bencana alam di Temanggung bisa terpasang EWS, sehingga bisa mengurangi korban jika terjadi bencana alam,” harapnya. (set)

SMKN 3 Magelang Gelar Workshop Pengembangan Pembelajaran Berbasis Proyek

SMKN 3 Magelang Gelar Workshop Pengembangan Pembelajaran Berbasis Proyek
FOTO BERSAMA. Narasumber (Drs AR Hartono MMPd & Sri Prihatino SPd) dengan Plt Kepala SMKN 3 Magelang Mila Yustiana, SPd, MMPar didampingi wakil kepala sekolah (Foto dokumen smkn3 magelang)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – SMK N 3 Magelang menyelenggarakan Workshop Pengembangan Pembelajaran Berbasis Proyek bertempat di ruang guru Normatif Adaptif sekolah setempat pada Sabtu-Minggu (16-17/10).

Acara dimulai pukul 08.00 wib dengan berdoa bersama dipimpin oleh pembawa acara (Maesaroh SPd), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pembacaan doa disampaikan oleh Endri Aribowo SSn merupakan acara berikutnya.

Mila Yustiana SPd MMPar, selaku Plt Kepala SMK Negeri 3 Magelang menyampaikan bahwa selama ini sekolah sudah melaksanakan teaching factory tapi belum sempurna.

“Semoga dengan kegiatan ini kita mendapat pencerahan tentang teaching factory sebagai model pembelajaran praktik kejuruan yang akan menyempurnakan kekurangan selama ini,” katanya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII DR Nikmah  Nurbaity SPd MPd BI mengatakan bahwa peserta didik perlu dilatih untuk menuliskan visi pribadi sehingga mereka punya motivasi besar untuk mewujudkannya.

Setelah peserta didik bertemu dengan guru/ orang-orang yang sukses, mereka diminta untuk menuliskan testimoni sehingga mereka tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekitarnya serta bisa merawat visi pribadinya untuk jangka panjang.

Drs AR Hartono MMPd, Kepala SMK Negeri 2 Slawi dalam paparan yang berjudul Teaching Factory sebagai Model Pembelajaran Praktik Kejuruan (Pembelajaran Berbasis Proyek), menyampaikan teaching Factory adalah suatu wahana/model pembelajaran praktik pada pendidikan kejuruan. Model ini melibatkan semua peserta didik untuk berpartisipasi dalam menghasilkan suatu produk (barang/ jasa) melalui proses pembelajaran yang berbasis industri dan tidak berorientasi mencari keuntungan. Sedangkan prinsip teaching factory efisiensi, efektivitas, keterpaduan dan kolaborasi.

Sri Prihartino SPd dari SMK Negeri 2 Adiwerna Tegal memaparkan penyusunan jadwal blok untuk kurikulum SMK Pusat Keunggulan dan penyusunan job sheet.

Acara tersebut dihadiri oleh semua guru kejuruan dari lima program keahlian di SMK Negeri 3 Magelang (Perhotelan, Kuliner, Kecantikan Kulit dan Spa, Broadcastting dan Perfilman, serta Busana), tim manajemen dan staf waka kurikulum sekolah setempat.

Selama dua hari peserta belajar menyusun jadwal blok dan membuat job sheet sesuai program keahlian masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, misalnya memakai masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer dll. (adv/tim jurnalistik skaniga / umi khayah rusiyanah)

Saking Antusiasnya Wisatawan Serbu Dieng…Banyak yang Terciduk Abai Prokes

Satpol PP Wonosobo Bagikan Masker di Kawasan Objek Wisata Dieng
OPERASI. Satpol PP Wonosobo gelar operasi prokes dan bagikan masker kepada wisatawan di kawasan objek wisata Dieng.

Satpol PP Wonosobo Bagikan Masker

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Dibukanya kawasan objek wisata di kawasan Dieng, seiring dengan menurunnya status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Wonosobo, membuat para wisatawan mulai berbondong-bondong mengunjungi sejumlah tempat favorit.

Bukit Sikunir dengan Pesona Golden dan Silver Sun Rise masih menjadi magnet utama, disusul sejumlah kawah, kawasan Candi Arjuna serta Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sampai  Dieng Plateau Theater pun mulai ramai dengan wisatawan.

Antusiasme wisatawan setelah lebih dari 1,5 tahun kawasan objek wisata Dieng ditutup akibat pandemi covid-19 tersebut, diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo, agar banyaknya pendatang tak memantik potensi munculnya klaster penularan virus corona.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Sumekto Hendro, melalui Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Hermawan Animoro menyebut pihaknya menerjunkan personel untuk menegakkan protokol kesehatan di kawasan Dieng.

“Operasi penegakan protokol kesehatan yang kami gelar pada Minggu dinihari hingga menjelang siang ini, contohnya, ternyata masih kami temukan ratusan orang yang berada dalam keramaian tanpa mengenakan masker pelindung,” ungkap Hermawan, ketika ditemui di Satpol PP pada Minggu (17/10).

Dalam operasi yang melibatkan personel sejumlah 13 petugas itu, Hermawan mengaku menemukan 200 orang tanpa masker di kawasan Bukit Sikunir, dan 30 orang lagi di kawasan Telaga Warna.

“Sengaja sejak pukul 03.00 WIB dinihari kami sudah berada di kawasan Bukit Sikunir, demi mencegah para wisatawan yang hendak menikmati sunrise tanpa mengenakan masker pelindung, karena potensi kerumunan saat berada di puncak Sikunir sering tidak dapat dihindari,” jelasnya.

Kepada mereka yang ditemui tidak mengenakan masker, petugas disebut Hermawan langsung memberikan teguran agar mengenakannya sebelum memasuki kawasan Sikunir.

“Sementara untuk yang tidak membawa bekal masker, maka petugas kami akan memberikan secara cuma-cuma demi menghindarkan mereka dari bahaya tertular covid-19,” lanjutnya.

Operasi PPKM level 3 di kawasan objek wisata pihaknya akan terus dilakukan mengingat saat ini kondisi pandemi covid-19 belum usai. Dengan adanya perbaikan situasi penanganan covid-19 di Kabupaten Wonosobo, pemerintah daerah disebut Hermawan tidak ingin lagi ada serangan gelombang berikutnya sehingga status level PPKM di Wonosobo kembali ke level lebih tinggi.

“Karena itu kami akan tetap berpatroli demi mengingatkan semua pihak agar tidak lengah terhadap potensi-potensi ancaman virus corona,” pungkasnya.(gus)

Cari Cacing di Sungai Grabag, Dua Orang Temukan Jasad Bayi

Cari Cacing di Sungai Grabag, Dua Orang Temukan Jasad Bayi
TKP. Lokasi penemuan jasad bayi di Sungai Sebajing wilayah Dusun Nglangon, Desa Grabag, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Sungguh tega seseorang membuang bayi perempuan, hingga meninggal dunia. Jasad bayi malang tersebut ditemukan dua orang pencari cacing sutera di Sungai Sebajing wilayah Dusun Nglangon, Desa Grabag, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.

“Penemuan jasad bayi tersebut pada Jumat, 15 Oktober 2021 diketahui sekitar pukul 23.15 WIB dan baru dilaporkan piket Polsek Grabag hari Sabtu, 16 Oktober 2021 pukul 07.00 WIB,” ucap Kapolsek Grabag, Iptu Maryanto.

Kronologinya kurang lebih pukul 23.15 WIB, kedua saksi Maryadi dan Wahyudi warga Sumurarum, Grabag, mencari cacing sutra di Sungai Sebajing. Saat turun ke aliran sungai melihat bayi yang berada di tepi aliran sungai dan menyangkut di pohon bambu yang roboh ke sungai sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi miring.

Kemudian saksi Maryadi mau mendekat oleh saksi Wahyudi disuruh untuk naik dan pergi meninggalkan lokasi, sampai di parkiran sepeda motor yang berjarak sekitar 100 meter, Wahyudi berkata kepada Maryadi bahwa telah melihat ada bayi yang meninggal di sungai kemudian kedua saksi pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah Maryadi menyampaikan kepada orang tuanya, selanjutnya orang tua Maryadi sekitar pukul 06.30 WIB melaporkan ke Kanit propam Polsek Grabag, Aiptu Tolkah, yang merupakan tetangga saksi dan oleh Aiptu Tolkah melanjutkan ke piket Polsek Grabag.

Selanjutnya dilakukan cek tempat kejadian perkara dan catat keterangan saksi, amankan TKP, Hub Mungi Ident Polres dan petugas medis.

“Kondisi tersangkut dahan bambu dan miring. Meninggal diperkirakan sekitar satu sampai dua hari. Di TKP ditemukan dua kantong plastik warna putih berisi Pampers orang dewasa ukuran L. Ari-ari bayi tidak ditemukan. Dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” terang Iptu Maryanto.

Kemudian dilanjutkan dengan Giat otopsi oleh tim ident dan PPA Polres Magelang di RSU Muntilan, Giat Lidik terduga pelaku yang membuang bayi. Periksa saksi-saksi oleh piket Reskrim Polres Magelang.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Grabag dan Satreskrim Polres Magelang,” jelas Iptu Maryanto.(cha)

622 Mahasiswa Unimma Ikuti Wisuda dengan Prokes Ketat

Wisuda Unimma ke-75 Periode II Tahun Akademik 2021/2022
WISUDA. Gelaran wisuda Unimma ke-75 periode II tahun 2021 dilangsungkan secara sederhana di Kampus I, Jalan Tidar, Sabtu lalu. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menggelar Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana, ke-75 Periode II Tahun Akademik 2021/2022 di aula Kampus 1, Jalan Tidar, Kota Magelang, Sabtu (16/10).

Sebanyak 622 wisudawan/wisudawati yang terbagi dalam dua gelombang, mengikuti prosesi wisuda dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tidak hanya itu, karena masih dalam suasana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), maka para orangtua wisudawan pun hanya boleh mengikuti acara secara virtual.

Pejabat Rektor Unimma, Dr Lilik Andriyani SE MSi mengatakan wisuda merupakan tonggak penting bagi seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan dengan meraih gelar sesuai harapan. Oleh sebab itu, Unimma menyadari para wisudawan mendambakan wisuda bisa dilaksanakan dengan kebanggaannya membawa toga serta bisa menikmati suasana purna pendidikan dengan penuh kebahagiaan bersama teman-temanya.

Ia menyebutkan, ke-622 wisudawan terdiri dari 110 wisudawan program Diploma Tiga (D3), kemudian Program Strata Satu (S1) sebanyak 501 wisudawan, dan 11 wisudawan dari Program Strata Dua (S2).”Dari 501 wisudawan S1, 117 di antaranya atau 23,35 persen memperoleh predikat cumlaude, dengan indeks prestasi komulatif (IPK) tertinggi 3,92. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Unimma,” katanya.

IPK tertinggi diraih oleh Rahayu Rizky Pratama dari Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes). Sedangkan waktu tempuh studi tercepat diperoleh Milyarti Ningrum, wisudawan dari Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Humaniora dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 16 hari.

Dr Lilik melanjutkan, tahun ini Unimma telah menapaki usia ke-57 tahun. Kemajuan dan prestasi telah banyak diraih.”Ini membuktikan jika Unimma semakin nyata memberi kontribusi kepada masyarakat dan umat,” jelasnya.

Rentetan prestasi tersebut, kata Lilik, sebanyak 8 dari 21 program studi telah terakreditasi A. Kemudian, 11 program studi terakreditasi B sehingga secara kelembagaan Unimma mendapatkan akreditasi B.”Dari sisi pemeringkatan Perguruan Tinggi, Unimma memperoleh capaian membanggakan dengan masuk peringkat 94 nasional dari 2.136 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Non Vokasi se-Indonesia. Pemeringkatan ini sekaligus menempatkan Unimma sebagai 5 besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisiyah (PTMA) se-Indonesia,” ungkapnya.

Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, UNIMMA menempati peringkat 81 nasional dan mendapat predikat Klaster Utama atau sangat bagus. Dia menambahkan, sebanyak 10 judul proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unimma berhasil lolos pendanaan Kementerian Ristekdikti dan 1 kelompok lolos Pimnas 34.”Di waktu bersamaan 5 organisasi mahasiswa berhasil mendapatkan pendanaan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), dan masih banyak lagi prestasi lainnya,” tandasnya.

Ia mengatakan, sebagian besar alumni ini telah diserap dan berkarir di berbagai bidang pekerjaan baik instansi pemerintah maupun swasta, enterpreneur dan berbagai bidang profesi hukum seperti advokat, hakim, jaksa, dan lain sebagainya.

“Wisuda bukanlah akhir dari pencapaian, namun jadi awal untuk berkarya menapaki jejak kebermanfaatan bagi umat, bangsa, dan negara. Junjunglah tinggi nilai keislaman, sebagai landasan berpikir dan bertindak,” tuturnya.

Salah satu wisudawati Manajemen S1, Unimma, Pungki Yulianti mengaku bangga bisa belajar di Unimma. Terlebih lagi ia membiayai pendidikannya sendiri, lantaran selama ini kuliah sembari bekerja. Peraih cumlaude Unimma dengan IPK 3,87 tersebut mengaku sangat bersyukur senantiasa mendapatkan motivasi dari kedua orangtuanya. Perempuan asal Desa Klepu, Kranggan, Kabupaten Temanggung itu bahkan berencana untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri.”Pertama tentu bersyukur, dan terima kasih kepada orangtua saya, karena selalu mendukung apa yang menjadi cita-cita saya. Dari awal kuliah, memang keluarga saya sederhana, sehingga mau tidak mau saya harus mencari biaya sendiri. Saya bekerja sebagai karyawan cafe,” ucapnya. (wid/adv)

Catat! Tempat Isoter di Kota Magelang Mulai Ditutup, Kasus Covid-19 Melandai

Tempat Isoter di Kota Magelang Mulai Ditutup
ISOTER DITUTUP. Hotel Safira Kota Magelang menjadi tempat isolasi terpusat yang ditutup pertama kali oleh Pemkot Magelang, seiring dengan turunnya kasus Covid-19. Hotel itupun sudah beroperasi seperti biasa. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkot Magelang sebentar lagi akan menutup seluruh tempat isolasi terpusat, menyusul menurunnya kasus Covid-19. Penurunan terjadi sejak rentang waktu September sampai pertengahan Oktober 2021 ini.

Sebelumnya, Pemkot Magelang sempat membuka hingga 3 lokasi isolasi terpusat (isoter) pasien nonbergejala, meliputi Hotel Safira, Hotel Borobudur Indah, dan kampus Poltekes di daerah Magelang Utara.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Intan Suryahati menyebutkan, saat ini isoter sudah pindah ke RSUD Budi Rahayu atau Mess Pahlawan. Sementara Hotel Safira sudah ditutup untuk isoter, begitu pula kampus Poltekes.

“Sedangkan pasien (yang menjalani isolasi mandiri) di Hotel Borobudur sebelum tanggal 10 Oktober 2021 hanya 1 orang, sehingga kalau kasusnya melandai, di sana tidak ada lagi pasien,” kata Intan, saat dihubungi, Minggu (17/10).

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono menambahkan, meskipun isoter sudah mulai kosong dan ada yang sudah ditutup pihaknya meminta rumah sakit tetap menyediakan ruangan isolasi bagi pasien Covid-19.

“Tidak ada pasien isolasi lagi, maka kita tutup isolasi terpusatnya. Namun, rumah sakit kita minta untuk menyediakan ruangan isolasi bagi pasien Covid-19,” kata Joko yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang itu.

Joko mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah meskipun kasus aktif sudah turun drastis. Kota Magelang saat ini masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Sejumlah fasilitas juga telah dibuka dan ada beberapa pelonggaran, di antaranya penyediaan fasilitas makan di tempat (dine in) untuk warung makan dan pedagang kaki lima (PKL), pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, hingga simulasi pembukaan tempat wisata.

Demikian halnya pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah, kata Joko, berjalan lancar. Hal tersebut dibuktikan dari hasil uji petik tes antigen pelaksanaan PTM sejauh ini masih nihil kasus positif Covid-19.

“Kasus sekarang turun. Tapi kita tidak boleh terlena. Uji petik tetap harus dijalankan selama PTM terbatas berlangsung. Sampai saat ini, nihil kasus dari uji petik yang kita gelar mingguan,” paparnya.

Dia berharap, penerapan protokol kesehatan PTM di sekolah lebih diperketat lagi. Meski sebagian besar siswa telah divaksin. Bila ada siswa sakit, dianjurkan agar tidak datang ke sekolah terlebih dahulu.

Sejauh ini, vaksinasi pelajar SD-SMA baik swasta maupun negeri di Kota Magelang terus dikebut. Dalam waktu dekat, vaksinasi peserta didik pun diharapkan bisa 100 persen di Kota Magelang. (wid)

Terima Masukan saat Reses, Hadiono Nugroho Segera Tindaklanjuti

acara Reses Anggota DPRD Kota Magelang, Hadiono Nugroho di kediamannya, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan, Sabtu (16/10).
MASUKAN. Anggota DPRD dari Partai Gerindra, Hadiono Nugroho menjalankan reses perdana di tahun 2021 di rumahnya secara terbatas. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – DPRD Kota Magelang saat ini sedang melakukan reses. Ke-25 anggota yang ada, secara bergantian turun ke masyarakat untuk menggali berbagai persoalan yang ada.  Harapannya, ada perbaikan dalam arah pembangunan Kota Magelang mendatang.

Berbagai kritik dan masukan pun diberikan masyarakat dalam reses tersebut. Termasuk beberapa hal yang sebenarnya bukan ranah dan kapasitas anggota dewan untuk menjawabnya. Tetapi mereka tetap menyampaikan uneg-unegnya. Seperti yang terjadi dalam acara Reses Anggota DPRD Kota Magelang, Hadiono Nugroho di kediamannya, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan, Sabtu (16/10).

Salah seorang warga mempertanyakan, rencana dana RT Rp30 juta pada tahun 2022. Menurut warga, sosialisasi tentang pelaksanaan dana RT belum maksimal sehingga banyak yang tidak paham.

Menanggapi pernyataan itu, Hadiono akan segera menjalin koordinasi dengan Pemkot Magelang. Terutama soal program tersebut agar tidak timbul kebingungan di tengah masyarakat.

“Akan segera kami tanyakan ke eksekutif Pemkot Magelang. Memang program RT Rp30 juta ini sampai sekarang masih belum jelas. Warga kebanyakan masih bingung harus bagaimana,” katanya.

Politisi Partai Gerindra tersebut menuturkan, Reses Anggota DPRD Kota Magelang pada masa sidang 1 tahun 2021 menjadi satu tempat untuk menjaring aspirasi warga. Terutama di tiap daerah pemilihan (dapil) yang didiami konstituen anggota dewan peserta reses. Berbagai aspirasi ini selanjutnya akan masuk dalam pokok pikiran dewan.

“Banyak disampaikan juga mengenai pembangunan, beberapa fasilitas umum yang sudah rusak. Segera akan kami masukan dalam pokok pikiran dewan,” ujarnya.

Hadiono mengaku, reses pertamanya di tahun 2021 ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, dia menyadari saat ini masih diterapkan PPKM pencegahan Covid-19.

“Hanya beberapa orang saja dan harus menjaga jarak, serta mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Meski begitu, tidak mengurangi sedikitpun dari tujuan reses ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan, reses menjadi wadah bagi anggota dewan untuk menjaring aspirasi. Apa yang dilakukan selama sekitar 2,5 tahun ini sebagai wakil rakyat. “Jadi, masyarakat yang menilai,” jelasnya.

Ia menuturkan, reses juga menjadi satu kegiatan dewan dalam mengontrol kinerja pemerintah daerah selama ini. Sekaligus nantinya untuk memberikan usulan pembangunan kepada pemerintah daerah.

”Reses adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan anggota dewan kepada masyarakat. Jadi, saya menjalankan reses ini juga karena merasa tergugah dan merasa punya tanggung jawab dengan masyarakat,” paparnya. (wid/adv)

Penting Bung! Ini Tips dari Polri Agar Terhindar Pinjol Ilegal

Tips dari Polri Agar Terhindar Pinjol Ilegal
Kabagpenum Kombes Ahmad ramadhan bersama Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Dittipideksus) Brigjen Pol Helmy Santika memberikan keterangan pers terkait pengungkapan jaringan sindikat pinjaman online ilegal di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/10).(Issak Ramdhani / fin.co.id)

AFPI Dukung Polri Berantas Pinjol Ilegal

JAKARTA,MAGELANGEKSPRES.COM – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mendukung langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberantas Pinjaman Online (Pinjol) ilegal. Hal itu sebagai tindak lanjut dari permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan dalam pembukaan acara OJK Innovation Day 2021 lalu.

Presiden sendiri memberikan perhatian khusus soal kemunculan pinjaman online atau pinjol yang merugikan masyarakat. Polri pun bergerak cepat untuk menindak tegas pinjol ilegal yang telah merugikan masyarakat tersebut. Perintah Kapolri, kemudian dilaksanakan oleh jajarannya dan alhasil, sejumlah lokasi di berbagai wilayah yang menjadi kantor pinjol digerebek pihak kepolisian dalam kurun waktu seminggu terakhir ini.

Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya atas langkah penindakan terhadap pinjol ilegal baru baru ini oleh Kepolisian Republik Indonesia.

“Langkah ini diharapkan akan menciptakan rasa tenang bagi masyarakat, yang selama ini mengalami pengalaman bunga tinggi, penagihan kasar dan tidak beretika serta diakses dan disalahgunakan data pribadinya oleh para pinjol illegal,” ujar Adrian di Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Selanjutnya, sebagai wujud komitmen dan dukungan asosiasi dalam pemberantasan pinjol ilegal, serta terkait dalam rangkaian penindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, per tanggal 15 Oktober 2021 kemarin, AFPI telah memberhentikan keanggotaan PT. Indo Tekno Nusantara sebagai anggota pendukung (member associate) kategori agen penagihan, dikarenakan perusahaan tersebut melayani penagihan pinjol ilegal.

Menurut Adrian, jumlah anggota yang saat ini berada di bawah naungan AFPI terdiri dari 106 perusahaan penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama dan 43 anggota pendukung ekosistem Fintech, diantaranya juga termasuk perusahaan penyedia jasa penagihan. Salah satu tugas AFPI adalah memastikan semua anggota bekerja sesuai dengan pedoman perilaku yang ditetapkan asosiasi serta dipastikan terdaftar dan mendapat izin dari OJK.

“Dalam hal ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, AFPI akan mengambil langkah tegas dengan mengenakan sanksi yang berlaku. Dengan ditemukannya kasus pada PT Indo Tekno Nusantara tersebut, AFPI akan lebih intens meninjau kembali rekanan para anggotanya terutama yang memiliki afiliasi dengan pinjol illegal,” tegasnya.

Menurut data AFPI sepanjang tahun 2021 ini, ditemukan 3.747 pengaduan masyarakat atas pinjol illegal, dimana sebagian besar jenis pengaduan adalah kasus penagihan yang tidak beretika. AFPI menilai masih maraknya pinjol illegal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kemudahan dalam membuat Aplikasi/Situs/Web; literasi yang rendah dari masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, yang antara lain minim melakukan pengecekan legalitas, mudah tergiur pinjaman cepat dan bernilai besar, masih adanya nasabah nakal yang sengaja tidak membayar/ berpenghasilan tidak cukup dan lain-lain; dan adanya financing gap.

“AFPI, sebagai wadah bagi para pelaku usaha fintech P2P (Peer to Peer) Lending atau fintech pendanaan bersama legal, menghimbau masyarakat untuk menghindar dari jeratan pinjaman illegal, dengan mengetahui ciri-cirinya, antara lain, tidak terdaftar di OJK, penawaran bunga dan jangka waktu pinjaman yang tidak jelas, website informasi perusahaan pinjol yang tidak kredibel, dan meminta akses data pribadi yang berlebihan.” pungkas Adrian.

Sementara itu, Polri memberi tips agar masyarakat terhindar dari jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal. Langkah ini dilakukan Polri karena belakangan laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan pinjol illegal begitu masif.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helmy Santika menyebutkan dua aspek yang perlu diperhatikan dalam melihat pinjol yakni aspek legalitas dan aspek logis.

Perhatikan Aspek Legalitas

“Kepada masyarakat agar hati-hati dalam menerima tawaran dari penyedia jasa pinjaman online. Ada dua aspek yang perlu diperhatikan yakni aspek legalitas dan aspek logis. Aspek legalitas apabila penyedia jasa pinjaman online tidak terdaftar di website OJK, segera tinggalkan,” ungkapnya, dikutip tribratanews, Minggu (17/10).

Perhatikan Aspek Logis & Cek ke Website OJK

“Kemudian dari aspek logis, ketika ditawarkan bunga rendah itu tidak logis, saya pastikan pinjaman online itu bunganya lebih tinggi, jadi kalau ada penawaran dengan bunga sangat rendah bisa dipastikan itu illegal. lebih akurat lagi kembali cek di website OJK,” lanjutnya.

Abaikan Tawaran Pinjol Lewat SMS

Selain itu, dia juga mengingatkan agar masyarakat mengabaikan tawaran pinjol yang tersebar di sms.

“Apabila ada tawaran melalui SMS abaikan saja, sehingga lakukan transaksi hanya dengan jasa pinjaman online yang terdaftar di OJK. Selain itu, Polri juga menghimbau masyarakat untuk tidak ragu-ragu apabila mengetahui adanya pinjaman online ilegal agar melapor kepada aparat Kepolisian, OJK, ataupun Website Kementerian Komunikasi dan Informatika,” katanya.(gw)

Tim PHP2D BEM FH Unimma Angkat Potensi Kopi Majaksingi

TIM PHP2D BEM FH Unimma berfoto bersama usai menggelar diskusi membahas pembentukan KUB Prolokbista dan branding merek di Omah Kopi Borobudur Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu, 16 Oktober 2021
TIM PHP2D BEM FH Unimma berfoto bersama usai menggelar diskusi membahas pembentukan KUB Prolokbista dan branding merek di Omah Kopi Borobudur Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu, 16 Oktober 2021

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kualitas kopi lokal Magelang sebenarnya tak kalah dibanding kopi-kopi di daerah lain. Untuk mengangkat potensi kopi lokal Magelang, Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) BEM Fakultas Hukum Unimma menggelar diskusi membahas pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Produktivitas dan Hasil Olahan Kopi Lokal Berbasis Agrobisnis dan Pariwisata (Prolokbista) dan branding merek di Omah Kopi Borobudur Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu, 16 Oktober 2021.  Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kelompok tani yang menghasilkan hasil olahan kopi berkualitas berbasis agrobisnis dan pariwisata untuk mencapai kemandirian ekonomi dari Desa Majaksingi

Ketua Tim PHP2D BEM FH Unimma Agil Yahya menjelaskan diskusi membahas pembentukan KUB dan branding yang menjadi modal utama serta semangat kepada para petani kopi untuk membudidayakan kopi di Desa Majaksingi.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP), diwakili oleh Khabib, yang menyampaikan bahwa Borobudur merupakan penghasil kopi khususnya di bukit Menoreh, dan Desa Majaksingi merupakan salah satu desa penghasil kopi terbaik di Kabupaten Magelang.

Sebelumnya, Tim PHP2D BEM FH Unimma telah melaksanakan pembekalan dan praktek pembudidayaan kopi secara langsung meliputi penanaman, pencangkokan, pembibitan secara stek, sambung tunas, serta pemahaman tentang proses penanaman yang menghasilkan kopi berkualitas tinggi di lahan pertanian Dusun Keruk Batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Program ini merupakan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Tim PHP2D BEM FH Unimma  untuk mengatasi permasalahan pengembangan dan penanaman kopi melalui kegiatan sosialisasi pemberdayaan dan penanaman kopi dengan baik, merealisasikan pemberdayaan kelompok tani untuk meningkatkan nilai jual kopi dan meminimalisir terjadinya plagiarisme brand di Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. (rls/adv)