21.5 C
Magelang, ID
Jumat, Juli 23, 2021
Beranda blog

Menko Airlangga: Usaha Mikro Kecil, Warung, Warteg dan PKL Bisa Daftar Bansos

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

MAGELANGEKSPRES.COM, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memersilakan pedagang kaki lima (PKL) dan warung makan kecil di wilayah Level 4 untuk mendaftar untuk menerima bantuan sosial (bansos). Pemerintah telah menyiapkan insentif bansos sebesar Rp 1,2 juta untuk PKL dan warteg yang terdampak PPKM di Level 4.

“Pemerintah beri insentif usaha mikro yang besarnya Rp 1,2 juta. Ini setara dengan bantuan BPUM yang jumlahnya 3 juta, di mana yang Rp 1,2 juta ini untuk 1 juta usaha mikro kecil, antara lain warung, warteg, PKL,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (21/7/2021).

Pelaku warung, warteg, dan PKL, bisa mendaftar mendapatkan bantuan Rp 1,2 juta dari pemerintah. Namun bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil warung makan maupun PKL di wilayah yang saat ini menerapkan PPKM Level 4.

“Program ini disiapkan untuk di daerah PPKM level 4 berlaku, level 4 menggantikan istilah darurat, berlaku di 122 kabupaten/kota (Pulau Jawa-Bali) dan 15 Kabupaten/Kota di luar Pulau Jawa-Bali,” ungkap Airlangga.

Kebijakan pengganti PPKM Darurat ini diterapkan di 122 kota/kabupaten di Jawa dan Bali, serta 15 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menegaskan, insentif untuk pelaku warung makan dan PKL ini disiapkan untuk memberi jaminan sosial warga terdampak PPKM Level 4 dengan seluruh implementasinya di lapangan.

Airlangga mengaku pelaku warung kecil atau warteg dan PKL hanya butuh menyiapkan data pendukung seperti izin usaha, lokasi usaha, serta Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ia memastikan penyaluran bansos untuk warteg dan PKL lebih sederhana. Nantinya, pemerintah akan dibantu aparat TNI dan Polri dalam penyalurannya.

“Masih disiapkan teknis penyalurannya,” ujar Airlangga.

Menko Perekonomian menambahkan, bansos untuk PKL dan warteg ini berbeda dengan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi tiga juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah disiapkan Kementerian Koperasi dan UKM. Secara keseluruhan, total tambahan insentif jaring pengaman sosial yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 55 triliun.

“Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 55,21 triliun. Ini nanti terkait penambahan program, yaitu sembako, listrik, subsidi internet, Prakerja, selain itu insentif usaha mikro,” tegas Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.(rls)

Ini yang Bikin Gamer Nyaman Pakai Samsung Galaxy S20 FE

Samsung Galaxy S20 FE

Gamer PokoPow merasa puas saat bermain game dengan Galaxy S20 FE varian Snapdragon 865 yang lancar menjalankan berbagai game hits saat ini 

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Sebuah smartphone punya banyak cara untuk membuat penggunanya terkagum-kagum akan kemampuan yang dimilikinya. Baterai yang tahan lama, prosesor dengan performa tingkat tinggi, hingga desain yang menawan mata merupakan beberapa contoh di antaranya. Memahami hal tersebut, Samsung berkomitmen untuk konsisten merancang smartphone yang mampu memberikan kepuasan bagi pengguna dalam mendukung berbagai aspek kebutuhan.

“Melalui lini smartphone Galaxy yang komprehensif, Samsung ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan di setiap produk yang ditawarkan. Hal tersebut salah satunya kami tunjukkan melalui Galaxy S20 FE yang hadir dengan varian Snapdragon 865 untuk menemani pengguna melakukan apa pun yang disuka, termasuk dalam bermain game. Berbekal layar yang immersive, prosesor yang mumpuni, baterai yang tahan seharian, hingga desain yang menawan, Galaxy S20 FE dapat memberi kenyamanan dan rasa puas bagi gamer kasual maupun professional untuk bermain game dan mengandalkan perangkat tersebut sebagai daily driver-nya,” ujar Taufiqul Furqan, Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia.

Kepuasan dan kenyamanan dalam bermain game menggunakan Galaxy S20 FE pun kini dirasakan oleh Muhammad Rasyid, seorang gamer yang lebih dikenal dengan nama PokoPow. Lantas, bagaimana pengalaman lengkapnya saat memaksimalkan fitur-fitur epic di Galaxy S20 FE dalam bermain game? Simak ceritanya berikut ini:

Main game jadi puas dengan layar luas nan immersive 

Bagi PokoPow, layar smartphone harus besar untuk menunjang pengalaman gaming yang utuh. Sebaliknya, layar yang terlalu kecil akan mengurangi kenikmatan dalam bermain game. Kepuasan dalam bermain game menggunakan layar yang besar pun bisa dinikmatinya dengan Galaxy S20 FE. Ia mengatakan, “Aku suka main game pakai Galaxy S20 FE karena layarnya besar, jadi waktu main benar-benar puas rasanya. Layar yang besar juga jadi keuntungan tersendiri untuk main game. Misalnya, ketika bermain game battle royale, layar yang besar sangat memudahkan untuk melihat musuh, jadi lebih enak untuk mengikuti atau menembak musuh-musuh yang ada.”

Galaxy S20 FE sendiri memang memiliki layar yang lapang dengan ukuran 6,5 inci. Selain itu, dukungan teknologi Infinity-O dalam menampakkan punch hole untuk kamera depan dan minimnya bezel di sekitar layar pun membuat layar menjadi terasa lebih luas. Layar yang lapang pada Galaxy S20 FE pun dilengkapi dengan kualitas layar yang mumpuni melalui teknologi Super AMOLED dan resolusi FHD+ yang mampu memberikan visual yang begitu jernih dan vivid. Layar yang immersive ini akan memberikan pengguna pengalaman gaming yang lebih menyenangkan, sebagaimana yang dirasakan oleh PokoPow.

Tidak hanya dibuat puas dengan layarnya yang luas, PokoPow juga merasa kagum dengan kemampuan refresh rate 120Hz yang dapat ditemukan di Galaxy S20 FE. “Refresh rate 120Hz bikin game makin smooth. Bahkan, ketika smartphone tidak sedang digunakan untuk bermain game, kita juga bisa melihat betapa smooth-nya refresh rate 120Hz di Galaxy S20 FE waktu scroll-scroll, dan itu rasanya enak banget, smooth banget, benar-benar beda kalau dibandingkan dengan refresh rate yang 60Hz atau 90Hz,” kata PokoPow.

Main game tanpa lag dengan performa prosesor tingkat tinggi

Selain dari layar, prosesor yang mumpuni juga diakui oleh PokoPow dapat membuatnya merasa nyaman dalam bermain game dengan Galaxy S20 FE. “Karena sudah pakai Snapdragon 865, waktu main dengan Galaxy S20 FE itu lancar rasanya, nggak ada yang namanya patah-patah. Selain itu, karena spesifikasi prosesor yang mumpuni, menjalankan game di 60 fps pun nggak masalah. Tapi, walaupun performa dari prosesornya itu sudah tingkat tinggi, Galaxy S20 FE tidak cepat panas ketika dipakai untuk bermain game. Menurutku, prosesor jadi salah satu fitur yang paling menunjang pengalaman gaming di Galaxy S20 FE selain dari layarnya yang lapang,” ujarnya.

Baterai besar untuk melakukan segala aktivitas seharian

Bagi PokoPow, dalam memilih sebuah smartphone, kapasitas baterai menjadi penting. Pasalnya, ia ingin perangkat tersebut memiliki kemampuan untuk menunjang kegiatan sehari-hari, di samping bisa diandalkan untuk bermain game. Selain itu, smartphone tersebut pun perlu dilengkapi dengan teknologi fast charging, sehingga saat sewaktu-waktu baterainya akan habis, pengisian daya bisa dilakukan dengan cepat. Hal tersebut menurutnya dapat memberikan rasa nyaman saat dirinya ingin menggunakan smartphone untuk menemaninya melakukan berbagai aktivitas.

Untuk urusan yang satu ini, Galaxy S20 FE menawarkan baterai berkapasitas besar 4.500mAh yang mampu tahan seharian. Hal tersebut didukung dengan teknologi Super Fast Charging 25W yang memungkinkan baterai sudah bisa terisi lebih dari 50% dalam 30 menit. Bagi yang gemar menggunakan wireless charger, Galaxy S20 FE pun sudah mendukung Fast Wireless Charging 2.0. Apa pun cara pengisian daya yang dipilih, pengguna tak perlu menunggu lama untuk kembali menggunakan Galaxy S20 FE di berbagai kegiatannya. Tidak ketinggalan, Galaxy S20 FE juga sudah dilengkapi dengan fitur flagship Wireless PowerShare yang memungkinkan perangkat tersebut untuk mengisi daya pada Galaxy Buds, Galaxy Watch, hingga sesama smartphone Galaxy.

Tampil stylish dengan desain yang sleek 

Sebagai seorang gamer, PokoPow tentu memiliki berbagai pertimbangan dalam memilih smartphone yang paling tepat untuk bermain game. Baginya, selain dari sisi teknis, desain juga perlu mendapat perhatian lebih. Untuk urusan desain, PokoPow menyukai smartphone yang clean dan simple serta tidak banyak ornamen-ornamen tambahan yang berlebihan. Dalam hal ini, menurutnya Galaxy S20 FE menjadi smartphone yang dapat melengkapi penampilan gamer, baik gamer profesional maupun gamer kasual, untuk tetap tampil stylish.

Galaxy S20 FE sendiri memang didesain untuk dapat menjadi pelengkap dari penampilan pengguna. Maka dari itu, Samsung menawarkan enam pilihan warna menawan pada Galaxy S20 FE, yaitu Cloud Red, Cloud Orange, Cloud Lavender, Cloud Mint, Cloud Navy, dan Cloud White, yang bisa dipilih konsumen sesuai selera. Pilihan warna yang kekinian pun menjadi semakin seamless dengan sleek matte finish, membuat Galaxy S20 FE bahkan bisa menjadi fashion statement tersendiri bagi pengguna.

Mau merasakan nyamannya bermain game menggunakan Galaxy S20 FE seperti yang dirasakan oleh PokoPow? Jangan khawatir, karena konsumen di seluruh Indonesia bisa mendapatkan Galaxy S20 FE varian Snapdragon 865 dengan harga Rp8.999.000 untuk varian 8GB/128GB, sedangkan varian 8GB/256GB dijual dengan harga Rp9.999.000. Untuk penjualan perdana Galaxy S20 FE versi Snapdragon konsumen akan mendapatkan cashback hingga Rp1.000.000 dan photocard BTS selama periode promo berlangsung sampai 31 Juli 2021.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Samsung Galaxy S20 FE, silakan kunjungi www.samsung.com/id.(*)

Sarwono 77

Sarwono Kusumaatmadja ( Foto: IST, Dok SCTV )
Sarwono Kusumaatmadja ( Foto: IST, Dok SCTV )

Oleh: Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77.

Saya baru selesai membaca buku memoarnya: Menapak Koridor Tengah. Ini salah satu memoar yang enak dibaca. Enak dalam pengertian lahir batin. Gaya tulisan memoar ini mengalir dengan sangat baik. Isinya tidak membuat mual –tidak ada puji-puji diri yang berlebihan.

Yang diungkapkan di buku ini juga lebih banyak sisi-sisi manusiawi. Hampir semua nama politikus disebut di dalamnya. Itu menandakan karir politik yang panjang dalam kehidupan Sarwono. Maka, meski ini buku politik, tapi banyak mengandung unsur yang menghibur.

Misalnya ketika akan diangkat menjadi sekjen Golkar. Ia tahu info itu di sebuah pertemuan yang diadakan oleh Jenderal Benny Moerdani. “Nanti Golkar itu harus semakin mandiri. Itu akan tergantung siapa sekjennya. Tuh, calon sekjennya, yang duduk di belakang itu,” ujar Benny. Kurang lebih.

Ketika akhirnya benar-benar jadi sekjen, Sarwono pun dianggap orangnya Benny Moerdani, Panglima ABRI.

Sarwono adalah orang sipil pertama yang menjadi sekjen Golkar. Anak muda pula. Mantan ketua Dewan Mahasiswa pula. ITB pula.

Suatu saat Sarwono ingin tahu mengapa Benny mendukungnya. “Yang mau itu Pak Harto. Bukan saya,” ujar Benny. “Saya hanya mengamankan putusan Pak Harto.”

Suatu saat, Benny yang pelit bicara dan pelit senyum itu, diminta menyelidiki siapa Sarwono. “Apakah tidak pernah merasa selalu dibuntuti orang?” tanya Benny.

Sampai di situ Sarwono belum kenal Soedharmono, Mensesneg yang diplot menjadi ketua umum Golkar. Tapi ia mendengar Pak Dhar itu orangnya rapi, disiplin, teratur, detail. Juga orang yang sangat dipercaya Pak Harto.

Maka ketika pertama akan menemui Pak Dhar, Sarwono potong rambut, pakai baju safari yang disetrika, mengelap sepatu, dan memeriksa apakah warna kaus kakinya sudah sama.

Sebelum berangkat ke Setneg, ia mengelap rambutnya dengan minyak kelapa. Ia tidak pernah punya minyak rambut. Sekjen baru ini pun tampil beda: rapi dan tidak terlihat gondrong.

“Baru cukur rambut ya,” komentar Pak Dhar.

“Dan kaus kaki saya warnanya sama,” celetuk Sarwono.

Masa remajanya di asrama sekolah di Inggris membuat Sarwono punya gaya humor model Inggris.

“Emangnya pernah tidak sama?” tanya Pak Dhar.

Sarwono pun menceritakan peristiwa kaus kaki yang tidak sama sebelumnya.

“Tapi warna baju dan celanamu masih tidak sama. Di sini harus sama,” ujar Pak Dhar.

Waktu itu Sarwono pakai baju safari warna biru muda dengan celana biru tua.

Pertama ke kantor DPP Golkar, Sarwono melihat ada teknisi di ruang kerja sekjen.

“Kami diminta pasang tombol ini, Pak,” ujar teknisi itu. “Kalau Pak Dhar ingin panggil bapak atau bapak ingin panggil wasekjen, lewat tombol ini,” ujar teknisi tersebut.

“Saya tidak mau. Masak panggil orang pakai ting-tong,” ujar Sarwono. “Bongkar,” tambahnya.

Jiwa egaliternya sebagai mantan aktivis mahasiswa masih melekat.

Ia melihat masih ada empat tombol lain. “Itu untuk memanggil para wakil sekjen,” ujar teknisi.

“Ini nanti juga harus dibongkar,” ujar Sarwono.

Tapi Sarwono ingin mencoba dulu. Maka ia pencet empat tombol itu. Tiga orang wakil sekjen datang ke ruang kerjanya. Ada Akbar Tanjung, Oka Mahendra, dan David Napitupulu.

“Lho kalian ini mau ya dipanggil pakai ting-tong,” ujar Sarwono kepada mereka –dengan nada meledek. Merasa dikerjai mereka itu, semua balik memaki-maki Sarwono. Mereka sesama mantan aktivis mahasiswa. Sejak itu tidak ada lagi hierarki atasan bawahan.

Meski sudah masuk lingkaran kekuasaan, Sarwono masih berani membela Jenderal H.R. Dharsono. Secara terbuka. Padahal Dharsono lagi sangat dibenci Pak Harto.

Sarwono juga berani mengatakan soal ting-tong itu ke Pak Dhar, ketua umumnya: ia tidak mau dipanggil lewat ting-tong.

Periode itu, Golkar ingin berubah. Lebih sipil. Lebih muda.

Tapi di periode itu pula istri Sarwono sakit. Kanker payudara. Stadium 4.

Saat itu, di ABRI sendiri lagi ada keinginan agar Golkar tidak terus mengandalkan ABRI.

Sarwono tetap penasaran mengapa dipilih jadi sekjen. Ia bertanya lagi. Tapi juga tidak bisa mendapat jawaban dari sang ketua umum.

Seperti juga Benny Moerdani, Pak Dhar mengatakan, ”tanya sendiri saja langsung ke Pak Harto”.

Ketika akhirnya Sarwono untuk kali pertama diangkat sebagai menteri, ia punya alasan untuk menghadap presiden. Sebagai menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ia minta menghadap. Langsung dikabulkan.

Bahkan seminggu sekali Sarwono bisa bertemu Pak Harto. Selalu disediakan waktu malam hari. Selalu di kediaman Jalan Cendana. Selalu cukup lama.

Dalam setiap pertemuan itu, selalu saja Pak Harto yang banyak berbicara. Soal macam-macam. Justru tidak pernah bicara apa yang diinginkan Sarwono: apa keinginan presiden di bidang penertiban aparatur negara.

“Kenapa Pak Harto begitu?” tanya Sarwono kepada Pak Dhar yang sudah jauh lebih lama dekat dengan Pak Harto.

“Itu pertanda situ lagi dijajaki apakah bisa menjadi orang dalam,” jawab Mensesneg.

Setelah tahu itu, Sarwono memutuskan: tidak mau menjadi orang dalam Pak Harto. Ia ingin tetap dekat tapi ada jarak.

Sarwono memang menjadi menteri sekali lag: Menteri Lingkungan Hidup. Kementerian itu, juga kementerian sebelumnya, dianggap bukan kementerian inti di zaman pertumbuhan ekonomi menjadi panglima.

Di akhir zaman Pak Harto, kian jelas posisi Sarwono. Ia selalu pakai pita hitam di bajunya. Yakni ketika mahasiswa Trisakti mati tertembak, Mei 1998. Waktu itu ekonomi negara sedang merosot drastis. Mahasiswa mulai bergerak: turunkan Pak Harto.

Pita hitam itu jadi persoalan besar ketika SCTV mengundang Sarwono ke studio. Sarwono diwawancarai mengenai bagaimana mengatasi keadaan yang memanas di Jakarta.

Ketika masuk studio, ternyata Sarwono masih mengenakan pita hitam. SCTV minta agar pita itu dilepas. Setidaknya selama wawancara live. Sarwono tidak mau. Pilih acara dibatalkan.

Tidak bisa lagi. Waktu sudah mepet. Kalau wawancara batal akan diisi apa. Tidak cukup waktu mencari pengganti.

Apa boleh buat.

Tampil live dengan pita hitam itu saja sudah provokatif –untuk situasi saat itu. Apalagi isinya. Sarwono mengatakan keadaan ini sudah sulit diatasi. Satu-satunya cara harus cabut gigi. Gigi itu harus dicabut. Tidak bisa lagi ditambal-tambal. Yang dimaksud gigi itu, Anda sudah tahu, Pak Harto. Anda pun masih ingat siapa yang mewawancarai Sarwono saat itu: Ira Koesno yang cantik itu.

Pernyataan cabut gigi Sarwono seperti komando gerakan mahasiswa di lapangan. Mereka bergerak menduduki DPR. Tapi buku ini belum menceritakan periode itu –meski sudah ada foto Ira Koesno di dalamnya. Mungkin di buku berikutnya. Jangan-jangan terbit besok pagi, tepat di ulang tahun Sarwono yang lahir 24 Juli 1943. Kue tart-nya tidak perlu pakai pita hitam. Lagi sensitif. (*)

Segera Cairkan, Ini Kriteria Pekerja Penerima BLT Subsidi Gaji

Menaker Ida Fauziah ( Foto: IST. kompas.com )
Menaker Ida Fauziah ( Foto: IST. kompas.com )

MAGELANGEKSPRES.COM, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjelaskan terkait skema bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji dan kriteria calon penerima bantuan.

Rencananya, skema bantuan subsidi gaji tersebut akan dicairkan Rp500 ribu per bulan dan diberikan untuk dua bulan sehingga totalnya Rp1 juta per penerima.

Berikut Kriteria Penerima Bantuan BLT Subsidi Gaji:

– Pekerja berstatus WNI dan dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

– Pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta per bulan. Untuk pekerja di daerah yang memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di atas Rp3,5 juta, maka batas UMK akan dijadikan batas kriteria upah.

– Pekerja memiliki rekening bank.

– Pekerja terdaftar sebagai pengiur BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2021.

– Pekerja tergolong sebagai buruh di sektor terdampak dan masuk dalam sektor non-esensial dan non-kritikal di wilayah penerapan PPKM Level 4.

“Sektor terdampak yang dimaksud adalah sektor industri, barang konsumsi, barang jasa terkecuali jasa pendidikan dan kesehatan, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate,” jelas Ida, Kamis (22/7/2021)

“Bila memenuhi kriteria tersebut, maka pekerja berhak diajukan sebagai calon penerima BLT Kemnaker,” sambungnya.

Ida menambahkan, bahwa proses penyaluran subsidi upah oleh bank penyalur dilakukan dengan pemindahbukuan dana dari bank penyalur kepada rekening penerima bantuan melalui bank yang dihimpun dalam Himbara (bank BUMN).

“Data calon penerima akan bersumber dari BPJS Ketenagakerjaan karena dinilai data merupakan yang paling lengkap dan valid untuk penyaluran BLT,” terangnay.

Nantinya, lanjut Ida, data calon penerima akan diverifikasi dan divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk kemudian diserahkan kepada Kemnaker.

“Oleh karena itu, saya mengimbau pekerja untuk segera menyerahkan nomor rekeningnya kepada perusahaan untuk diteruskan kepada BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, bahwa program subsidi gaji hanya akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan PHK kepada karyawannya selama PPKM.

“bantuan ini untuk mencegah terjadinya PHK di sektor non-esensial dan non-kritikal, sehingga hanya pengusaha yang tidak melakukan PHK terhadap pekerjanya saja yang dapat mengajukan BLT ini,” pungkasnya. (der/fin)

Ini loh Bro Daftar Bansos Selama PPKM Level 4

PPKM Level 4
PPKM Level 4

MAGELANGEKSPRES.COM, JAKARTA – Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Bersamaan dengan peraturan tersebut, pemerintah menggelontorkan sejumlah bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.

Berikut Daftar Bansos Selama PPKM Level 4:

1. Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM)

– Menyasar 4 juta pelaku usaha UMKM-PKL yang terdampak. Bantuan diberikan pada bulan Juli-Agustus 2021.

– Anggaran yang dialokasikan untuk 1 juta PKL sebesar Rp 1,2 triliun. Sedangkan untuk 3 juta peserta BPUM baru sebesar Rp 3,6 triliun.

2. BLT untuk PKL

– Bantuan ini untuk pelaku usaha super mikro seperti warung, warteg hingga PKL (pedagang kaki lima).

– Insentif usaha sebesar Rp 1,2 juta untuk 1 juta penerima pada saat PPKM level 4.

– Bantuan insentif usaha super mikro untuk warteg dan warung disalurkan melalui TNI Polri.

3. Subsidi Gaji

– Bantuan subsidi gaji/upah (BSU) menyasar 8 juta pekerja/buruh dengan nominal masing-masing Rp 1 juta, yang akan disalurkan selama 2 bulan.

– Jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk BSU sebesar Rp 8 triliun.

– Syarat penerima BSU yakni merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)

– Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS ketenagakerjaan yang diikuti dengan nomor kartu kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2021.

4. Diskon Listrik 450 VA dan 900 VA

– Pemerintah memperpanjang diskon listrik bagi 32,6 juta rumah tangga yang terdaftar. Termasuk keluarga yang berlangganan listrik 450 VA dan 900 VA.

– Diskon listrik diperpanjang hingga Desember 2021. Dengan sasaran yang sama dan alokasi sebelumnya senilai Rp 7,58 Triliun.

– Pengguna listrik 450VA mendapatkan diskon 50 persen biaya. Sedangkan pelanggan 900 VA akan mendapatkan diskon sebesar 25 persen.

5. Kartu Prakerja

– Pemerintah menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja senilai Rp 10 triliun. Semula pemerintah hanya menganggarkan Rp 20 triliun untuk 5,6 juta peserta. Sehingga sampai akhir tahun, alokasi program ini menjadi Rp 30 triliun.

6. Subsidi Kuota Internet

-Pemerintah juga memberikan bantuan kuota internet kepada 38,1 juta peserta didik dan tenaga kerja.

– Alokasi yang disiapkan dalam program ini yakni Rp 5,54 triliun untuk 5 bulan terhitung sejak Agustus-Desember.

7. Program Keluarga Harapan (PKH)

– Bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) ada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), namun dari jumlah tersebut ada 33.674.865 jiwa yang tercakup dalam PKH.

– Anggaran yang dikucurkan untuk PKH sebesar Rp 28,3 triliun.

– PKH yang disalurkan pada tahap ketiga yakni untuk bulan Juli-Agustus-September.

Kreatif, Warga di Jatimalang Buka Layanan Bakar ‘Sate’

BAKAR SATAI. Maryono melayani jasa bakar satai di tepi Pantai Pathuk Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi, kemarin. (Foto: eko)
BAKAR SATAI. Maryono melayani jasa bakar satai di tepi Pantai Pathuk Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi, kemarin. (Foto: eko)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Maryono, warga Dusun Pathuk Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, terbilang kreatif. Pada momentum perayaan Idul Adha 1442 H ini, ia mengambil peluang usaha dengan membuka jasa layanan bakar ‘sate’ di warung pojok Seafood Mbak Tutik Pantai Pathuk desa setempat.

Layanan tersebut digagas Maryono guna membantu warga sekitar yang tidak memiliki peralatan bebakaran satai. Tidak hanya daging kambing, Maryono juga siap melayani jasa pembakaran daging sapi atau daging lainnya yang perlu diolah dengan pembakaran.

“Layanan jasa bakar satai ini kami buka sejak sepekan lalu. Tidak hanya pada hari lebaran Idul Adha, kami akan melayani jasa bakar sate untuk hari-hari selanjutnya,” kata Maryono, Kamis (22/7).

Menurutnya, layanan bakar satai , miliknya cukup mudah. Warga hanya membawa daging kambing atau sapi yang akan dibakar. Dengan harga jasa layanan Rp20 ribu per kilogram, daging kambing atau sapi siap dibakar menjadi menu makanan yang siap disajikan.

“Pesanan bisa dibawa pulang juga bisa dimakan sekalian di warung ini, tapi kita batasi. Kami siap melengkapi dengan kelengkapan menu sate lain seperti nasi, minuman, sehingga pelanggan bisa langsung menyantap satai yang dibakarkan,” jelasnya.

Maryono mengungkapkan, warung pojok Seafood Mbak Tutik yang dibuka sejak dua tahun lalu itu juga banyak menyediakan aneka menu seafood hasil tangkapan nelayan setempat. Sembari menikmati aneka kuliner seafood, warga dan pelanggan juga dapat melihat pemandangan indah Pantai Pathuk Desa Jatimalang.

“Kebetulan warung kami berada tepat di tepi Pantai Pathuk Desa Jatimalang. Jadi pelanggan bisa menikmati menu masakan seafood sambil melihat keindahan pantai Pathuk Desa Jatimalang,” ungkapnya. (top)

Perseteruan Mantan Kades dengan Bu Kadus Berlanjut Sampai Aduan Penodongan Senpi

SIDANG TIPIRING. Pihak ES dan S saat menjalani Sidang Tipiring atas perkara tindak pidana penganiayaan ringan di PN Purworejo pada petengahan Juli 2021 lalu. (Foto: Dok Purworejo Ekspres)
SIDANG TIPIRING. Pihak ES dan S saat menjalani Sidang Tipiring atas perkara tindak pidana penganiayaan ringan di PN Purworejo pada petengahan Juli 2021 lalu. (Foto: Dok Purworejo Ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Perseteruan antara Mantan Kepala Desa (Kades) Kalitanjung Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo berinisial ES (52) dengan seorang perempuan yang kini aktif menjabat Kepala Dusun (Kadus) Desa Banyuurip Kecamatan Banyuurip berinisial S (42), terus berkembang. Belum lama keduanya menjalani Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Purworejo atas perkara penganiayaan ringan. S dikabarkan kembali mengadukan ES ke polisi  atas dugaan pengancaman disertai penodongan senjata api (Senpi).

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono SH MH, saat dikonfirmasi pada Kamis (22/7) membenarkan adanya aduan S melalui kuasa hukumnya dari LSM Tamperak Purworejo, belum lama ini. Namun, aduan tersebut baru sebatas lisan dan belum dilakukan secara resmi.

Menurutnya, saat menyampaikan aduan tersebut, pihak pengadu belum menyertakan bukti-bukti yang cukup. Karena itu, pihak kepolisian belum dapat melangkah lebih jauh ke tahap penyelidikan.

“Kemarin pendampingnya (kuasa hukum S) juga kita undang karena belum ada bukti-bukti yang mencukupi, tapi belum ke Polres lagi. Yang pasti aduan akan kita tindak lanjuti,” terang AKP Agus Budi.

Seperti diketahui, perseteruan antara Pak Mantan Kades ES dengan Bu Kadus S tersebut menyedot perhatian masyarakat sejak keduanya dilaporkan ke Polsek Ngombol oleh istri ES atas dugaan tindak pidana perzinahan pada 25 Mei 2021 silam. Kasusnya kini masih bergulir di kepolisian.

Berdasarkan catatan Purworejo Ekspres, saling lapor terus terjadi. Pada 15 Juli 2021 lalu, keduanya menjalani Sidang Tipiring di PN Purworejo dan ES dijatuhi hukuman denda sebesar Rp500 ribu karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan ringan berupa penamparan terhadap S. Namun, di luar itu, fakta persidangan juga mengungkap persoalan lain yang mengejutkan. ES menyatakan bahwa ia dan S selama ini menjalin hubungan asmara selama lebih kurang 4 tahun terakhir. Pengakuan itu juga dikuatkan oleh salah satu saksi yang mengaku kerap mengetahui ES dan S pergi berdua.

Istri ES melalui LBH Sakti juga telah mengadukan dugaan tersebut ke Bupati Purworejo dan OPD terkait. Sementara pihak S bersama kuasa hukumnya tidak terima dengan tuduhan tersebut dan merasa difitnah sehingga melapor balik ke Polisi. (top)

Pinsar Bantu 20.000 Butir Telur untuk Nakes Temanggung

SERAHKAN. Pinsar Temanggung memberikan bantuan telur kepada Dinas Kesehatan Temanggung, Kamis (22/7). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
SERAHKAN. Pinsar Temanggung memberikan bantuan telur kepada Dinas Kesehatan Temanggung, Kamis (22/7). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Dukungan moril yang diberikan oleh masyarakat kepada tenaga kesehatan (Nakes) sangat dibutuhkan, karena selama ini Nakes sudah berjuang di garda depan dalam melawan pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Supardjo saat menerima bantuan telur dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Temanggung Kamis (22/7).

“Ternyata masyarakat masih sangat peduli dengan kondisi saat ini, bantuan seperti ini menjadi salah satu dukungan moril bagi Nakes yang sedang berjuang melawan pandemi Covid-19,” katanya.

Menurut Supardjo, dalam situasi seperti saat ini Nakes sangat butuh dukungan moril dari masyarakat, salah satu bentuknya dengan memberikan semangat. Selain itu masyarakat juga terus menaati disiplin protokol kesehatan.

Bantuan berupa telur yang diberikan oleh Pinsar Petelur Nasional Temanggung ini sangat membantu nakes dalam memenuhi kebutuhan protein, karena dengan asupan protein yang cukup akan meningkatkan imun tubuh.

“Bantuan ribuan butir telur ini akan kami distribusikan kepada nakes di puskesmas, rumah sakit, relawan dan wartawan yang bertugas di Temanggung,” tuturnya.

Dikatakan, pandemi Covid-19 sudah berjalan 17 bulan. Selama itu, banyak dari Nakes terpapar Covid-19. Hingga hari ini ada 152 orang positif dan ada beberapa dalam kondisi kritis.

Supardjo menegaskan, selama masa PPKM Darurat ini masyarakat dituntut menjaga diri dan juga menerapkan protokol kesehatan yakni 5M (memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, serta mengurangi mobilitas).

Perwakilan Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kabupaten Temanggung, Buyung Adi Nugraha mengatakan, setidaknya 20.000 butir telur akan diperbantukan kepada nakes, relawan dan semua unsur yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 di Temanggung.

Ia mengaku sangat perihatin, hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Oleh karena itu pihaknya bersama pelaku peternakan petelur di Temanggung berusaha membantu dengan kemampuan yang dimiliki.

“Gerakan ini sebagai salah satu bentuk dukungan kepada Nakes yang telah berjuang di garda depan kesehatan. Kita berharap dengan bantuan ini bisa memberikan semangat bagi para tenaga kesehatan dalam menangani Covid-19, di samping sebagai tambahan nutrisi untuk meningkatkan imun para tenaga kesehatan,” katanya. (set)

DPU-PR Temanggung Digelontor Rp10 M untuk Peningkatan Jalur Irigasi

KERJA. Sejumlah pekerja sedang melakukan pembangunan jaringan irigasi Aji Watubuan Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak, Kamis (22/7). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
KERJA. Sejumlah pekerja sedang melakukan pembangunan jaringan irigasi Aji Watubuan Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak, Kamis (22/7). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Temanggung mendapatkan alokasi anggaran sebanyak Rp10 miliar untuk peningkatan jalur irigasi.

Kepala Dinas DPUPR Temanggung Hendra Sumaryana mengatakan, alokasi anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Irigasi yang akan digunakan untuk peningkatan saluran irigasi di sepuluh titik.

“Dari DAK irigasi, Rp10 miliar ini dibagi menjadi 10 paket saluran irigasi di Temanggung,” katanya, Kamis (22/7).

Ia menyebutkan, 10 paket peningkatan irigasi tersebut di antaranya berada di Kecamatan Tembarak, Parakan, Gemawang, Bansari, Ngadirejo Candiroto dan Kecamatan Kedu.

“Besaran anggaran untuk masing-masing paket yakni antara Rp700 juta sampai dengan Rp2 miliar, tergantung dari lokasi peningkatan saluran irigasi,” jelasnya.

Salah satu paket peningkatan saluran irigasi yakni saluran irigasi di Aji Watu Buan di Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak. Anggaran peningkatan di lokasi ini sebanyak Rp1,07 miliar.

“Sesuai dengan rencana yang ada peningkatan saluran irigasi ini akan dilakukan selama 120 hari kerja dan pembangunan peningkatan saluran irigasi ini dilaksanakan oleh CV Sendang Anugrah,” jelasnya.

Menurutnya, dari 10 paket pembangunan peningkatan saluran irigasi tersebut yang paling banyak anggarannya yakni pembangunan peningkatan di Desa Mangunsari Kecamatan Ngadirejo dengan anggaran sebanyak Rp2 miliar.

Pembangunan peningkatan jalur irigasi sepanjang 14,8 kilometer di Kabupaten Temanggung ini rencananya akan mengairi sawah seluas kurang lebih 4.508 hektar.

Kabupaten Temanggung menjadi kabupaten penerima DAK Irigasi terbanyak di Karesidenan Kedu yakni sebanyak Rp10 miliar. Daerah lain hanya menerima antara Rp3 miliar – Rp5 miliar saja.

Dengan adanya pembangunan peningkatan saluran irigasi ini, ke depan bisa semakin meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di sektor pangan yakni padi.

“Pembangunan peningkatan ini sudah selesai, maka petani tidak akan lagi kesulitan air, sehingga diharapkan ke depan produktivitas pertanian semakin meningkat. Dengan demikian kesejahteraan petani bisa tercapai,” harapnya. (set)

Enam Formasi CPNS Pemkab Temanggung Sepi Peminat

CEK. Sejumlah ASN mengecek persyaratan administrasi pendaftaran CPNS di Laboratorium SDM Kabupaten Temanggung, Kamis (22/7). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
CEK. Sejumlah ASN mengecek persyaratan administrasi pendaftaran CPNS di Laboratorium SDM Kabupaten Temanggung, Kamis (22/7). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Lantaran masih ada sejumlah formasi yang kosong, Pemerintah Kabupaten Temanggung memperpanjang waktu pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) hingga 26 Juli 2021 mendatang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Temanggung Ripto Susilo mengatakan, jika sesuai dengan jadwal di awal penerimaan, penutupan pendaftaran CPNS jatuh pada 21 Juli 2021 lalu.

Namun lanjutnya, hingga 21 Juli itu masih ada beberapa formasi yang dibuka dalam pendaftaran CPNS di Temanggung ini masih belum ada yang mendaftar alias kosong.

“Tanggal 18 Juli 2021 kami sudah melakukan pengecekan, sampai tanggal itu masih ada beberapa formasi yang kosong, kemudian sampai tanggal 21 Juli lalu masih sama, Sejumlah formasi masih belum terisi,” jelasnya, Kamis (22/7).

Karena melihat perkembangan pendaftaran hingga 18 Juli itu, maka pihaknya melalui Surat Bupati Temanggung M AL Khadziq melayangkan kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk memperpanjang waktu pendaftaran.

“Surat yang kami layangkan mendapat respon yang positif, dan akhirnya disetujui pepenjangan waktu hingga tanggal 26 Juli 2021. Kondisi seperti ini kemungkinan besar tidak hanya terjadi di Temanggung saja, tapi juga terjadi di daerah lainnya,” ujarnya.

Kemungkinan katanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, salah satunya kesulitan masyarakat untuk mendapatkan syarat-syarat untuk mendaftarkan sebagai CPNS, dikarenakan adanya PPKM dan pembatasan-pembatasan.

Ripto menyebutkan, Temanggung tahun ini mendapatkan sebanyak 945 formasi, jumlah ini diperkirakan menjadi yang terbanyak dalam penerimaan CPNS.

“Daerah lain paling banyak 300an formasi, Temanggung tahun ini paling banyak dengan 945 formasi,” sebutnya.

Disebutkan, beberapa formasi yang masih kosong dari sebanyak 945 itu di antaranya, Ahli Pertama Rekam Medis  untuk S1 atau D4, Ahli Pertama Dokter Spesialis Kedokteran Fisi dan Rehabilitasi.

“Sampai tanggal 21 Juli lalu dua formasi ini sama sekali belum ada yang mendaftar. Memang kedua formasi ini masing-masing hanya untuk satu orang saja,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya, Terampil Teknik Pengairan dari D3 Pengairan, Ahli Pertama Pengurus Lingkungan Hidup S1 Teknik Lingkungan, Dokter Umum butuh 33, namun baru 17 yang mendaftar dan Dokter Gigi dari 9 yang dibutuhkan baru 3 yang mendaftar.

“Masih ada beberapa formasi yang jumlah pendaftarnya masih kurang,” katanya.

Ripto mengimbau kepada masyarakat secara nasional pada umumnya dan Temanggung pada khususnya yang punya keahlian ijazah untuk memanfaatkan waktu lima hari ini bergabung dengan Pemkab Temanggung. (set)

Permintaan Donor Plasma Makin Tinggi, Pemkab Siap Fasilitasi Covid Ranger

Permintaan Donor Plasma di Wonosobo Makin Tinggi, Pemkab Siap Fasilitasi Covid Ranger
Permintaan Donor Plasma di Wonosobo Makin Tinggi, Pemkab Siap Fasilitasi Covid Ranger

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Tingginya permintaan donor plasma bagi penderita covid 19, memunculkan gerakan sosial masyarakat penyintas untuk menjadi covid ranger. Terkait hal tersebut, Pemkab Wonosobo akan memfasilitasi kemudahan bagi pendonor.

“Permintaan donor plasma atau konvalesen di Wonosobo cukup tinggi. Di sisi lain pendonornya juga ada, maka akan kita fasilitasi dan mudahkan mereka yang akan mendonor,” ungkap Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo.

Donor plasma konvalesen adalah metode pengambilan darah plasma dari penyintas covid-19 yang dapat diberikan sebagai terapi untuk pasien covid-19 yang sedang dirawat. Ada sejumlah syarat untuk menjadi pendonor diantaranya Pernah terkonfirmasi positif covid-19 melalui hasil swab RT-PCR dan/atau swab antigen.

Mendapat surat keterangan sehat atau sembuh dari dokter atau rumah sakit setempat. Telah bebas gejala covid-19 (demam, batuk, sesak napas, diare) sekurang-kurangnya 14 hari. Usia 18-60 tahun Laki-laki, perempuan yang belum pernah hamil berat badan minimal 55 kilogram.

“Mereka ini akan dikoordinir oleh komunitas ranger covid, dan kami siap memfasilitasi tempat untuk  berkoordinasi di kantor dinas sekda,” katanya.

Menurutnya, permintaan donor plasma konvalesen cukup tinggi, untuk terapi pasien, banyak yang mampu tertolong dengan pola terapi itu. Namun pihak medis mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan donor tersebut, lantaran harus memenuhi beberapa syarat.

“Yang bisa donor memang  penyintas, atau pernah terpapar covid 19, dan proses donor plasma yang terdekat masih di Banyumas. Kita melalui PMI sedang mengupayakan peralatan untuk pengolahan tersebut di PMI Wonosobo,” katanya.

Sementara itu, aktivis penggiat covid ranger, Kartini , mengemukakan bahwa donor plasma sudah menjadi salah satu kebutuhan dari pasien covid 19. Namun ada sejumlah kendala dalam menemukan pendonor karena ini bersifat sukarela.

“Saya punya pengalaman pribadi, karena terlambat mendapatkan donor plasma. Pasien kemudian meninggal dunia, ini karena ada persoalan teknis yang cukup panjang,” ucapnya.

Menurutnya kesulitan untuk mendapatkan pendonor, kemudian fasilitasi pendonor ke banyumas serta soal koordinasi menjadi pemicu lambatnya pemenuhan donor plasma di Wonosobo.

“Kami bersama dengan sejumlah individu yang peduli terkait hal tersebut. Kemudian membuka kampanye terhadap pentingnya donor plasma dan membuka partisipasi dari penyintas covid menjadi pahlawan menyelamatkan sesama,” ujarnya.

Upaya untuk mempermudah para pendonor plasma untuk mendarmakan darahnya ditangkap oleh pemerintah daerah termasuk jajaran forkopimda untuk memfasilitasi tempat dan kebutuhan lain.

“Respon dari bupati dan jajaran forkopimda terkait soal covid ranger ini cukup baik, dan mendukung gerakan itu. Bahkan sekda memberikan tempat untuk covid ranger di rumah dinas sekda,” tutupnya. (gus)

PPKM Diperpanjang, Secara Prinsip Tak Ada Perbedaan

PPKM Diperpanjang, Secara Prinsip Tak Ada Perbedaan
PPKM Diperpanjang, Secara Prinsip Tak Ada Perbedaan

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid 19 di Kabupaten Magelang diperpanjang hingga tanggal 25 Juli. Hal ini mengacu pada Instruksi Bupati Magelang, selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Magelang, Nomor 4 Tahun 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan, secara prinsip tidak ada perbedaan dengan pelaksanaan PPKM Darurat, yang telah dilaksanakan sejak tanggal 3 Juli 2021 yang lalu.

“Memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang mulai tanggal 21 sampai dengan 25 Juli 2021. Sebagai kelanjutan dari PPKM Darurat yang berakhir 20 Juli 2021 kemarin. Secara umum tidak ada perbedaan yang berarti. Kita masyarakat Kabupaten Magelang tetap patuh. Salah satunya adalah tidak berkegiatan yang menimbulkan kerumunan,” ucap Nanda, Kamis (22/7/2021).

Hal tersebut, menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri, Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan

Bali sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesmen dan untuk melengkapi pelaksanaan Instruksi Menteri

Dalam Negeri mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro serta mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 perlu menetapkan Instruksi Bupati selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten

Magelang tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Magelang. Diantaranya dengan melarang setiap bentuk aktivitas/kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan. TNI, Polri, dan Kejaksaan diminta untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Daerah dalam mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan PPKM Level 4 Covid-19.

Termasuk dalam pelaksanaan PPKM Level 4 Covid-19 dilakukan dengan menerapkan kegiatan sebagai berikut, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan, pondok pesantren) dilakukan secara daring/online. Pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH). Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi,

bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer). Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen). Apotik dan toko obat dapat buka selama 24 (dua puluh empat) jam.

Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in).

Tempat ibadah (masjid, musholla, gereja, pura, vihara, dan klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat  ibadah), tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 4 dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik Iainnya) ditutup sementara. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Pelaksanaan kegiatan hajatan ditiadakan dikecualikan pelaksanaan ijab qabul/sakramen pernikahan ataupun sebutan lainnya yang dibatasi maksimal 10 orang serta bersedia melakukan kegiatan dengan protokol kesehatan yang lebih ketat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

“BKPPD agar membuat pedoman pelaksanaan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) bagi Perangkat Daerah serta memantau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melaksanakan Work From Home (WFH) sesuai target kinerja yang telah ditetapkan.

Diantaranya hal tersebut diatas yang harus dipatuhi, untuk menekan penyebaran Covid 19, di Kabupaten Magelang,” ungkap Nanda. (cha)

Potensi Kerugian Kyai Langgeng Capai Rp1,8 Miliar

DITUTUP. Selama PPKM darurat dan PPKM level 4, PDOW Taman Kyai Langgeng Kota Magelang ditutup untuk pariwisata. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
DITUTUP. Selama PPKM darurat dan PPKM level 4, PDOW Taman Kyai Langgeng Kota Magelang ditutup untuk pariwisata. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng mencatat kerugian hingga Rp1,8 miliar di kuartal pertama tahun 2021. Kerugian itu dipicu penurunan drastis kunjungan wisata selama pandemi Covid-19.

Direktur Utama PDOW Taman Kyai Langgeng, Arif Taat Ujiyanto mengatakan perusahaan plat merah tersebut ditutup sementara selama PPKM darurat 3-20 Juli dan PPKM Level 4 yang masih berlaku di Kota Magelang. Hal itu membuat Taman Kyai Langgeng tak memiliki pendapatan sama sekali.

”Mengalami kerugian itu pasti, tapi karena ini perusahaan daerah, maka mau tidak mau, kita harus mencari cara, agar bisa mengatasi atau minimal mengurangi beban keuangan, tanpa harus memberhentikan para karyawannya,” kata Taat, kepada wartawan, Kamis (22/7).

Selama Taman Kyai Langgeng ditutup, seluruh karyawan hanya bisa bekerja dari rumah. Sedangkan untuk perawatan kebersihan dan kelaikan wahana, pihaknya membuat kebijakan piket tiap hari para karyawan maksimal berjumlah 6 orang.

”Jadi memang ada penurunan gaji kepada mereka (karyawan) karena libur. Sementara untuk perawatannya kita jadwalkan setiap hari ada 6 karyawan, membersihkan dan merawat wahana-wahana yang ada di TKL, agar tidak rusak,” jelasnya.

Selain beban karyawan, TKL juga punya tanggung jawab merawat segala apa yang ada di kompleks taman wisata tersebut. Seperti hewan peliharaan, perawatan berkala wahana permainan, perawatan taman, dan sebagainya.

Menurut Taat, meskipun kondisi finansial TKL sangat tertekan, namun pihaknya tak bisa dengan mudah meminta dana bantuan dari Pemkot Magelang. Sebab, TKL merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) yang tanggung jawabnya sepenuhnya diemban oleh perusahaan tersebut.

”Kita perusahaan daerah, bukan UPT sehingga tidak bisa tiba-tiba minta bantuan dari Pemkot Magelang. Sebisa mungkin kita upayakan agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Taat menjelaskan, sebenarnya ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mengurangi potensi kerugian TKL. Salah satunya, dengan mendirikan glamour camping (glamping) bagi pasien isolasi mandiri.

”Ini baru wacana, tapi strategi itu kita upayakan supaya bisa tercapai. Karena secara tidak langsung, ini akan memberikan sedikit pendapatan di TKL,” tuturnya.

Dia tak menampik, penutupan total TKL ini berdampak terhadap kemampuan ekonomi para karyawannya. Saat ini, TKL memiliki 115 karyawan.

Pihaknya membuat program presale tiket masuk TKL kepada semua karyawannya. Tiket tersebut bebas dijual karyawan TKL dengan harga Rp15.000 per tiket.

”Tapi baru bisa difungsikan kalau PPKM darurat dan PPKM level 4 berakhir. Kalau TKL sudah mulai ada kelonggaran, buka dengan protokol kesehatan ketat misalnya, baru pengunjung bisa memanfaatkan untuk datang ke TKL dengan harga yang relatif murah Rp15.000 dari harga normal sebesar Rp30.000,” terangnya.

Program tersebut juga untuk membantu para karyawan yang terdampak penutupan objek wisata selama PPKM darurat dan PPKM level 4. Sebab, dengan menjual satu tiket, maka keuntungan bisa didapat karyawan tersebut.

”Setiap karyawan kita bagikan tiket presale sebanyak 600 tiket. Agustus nanti kami akan evaluasi. Berapapun sisanya, akan kami tarik kembali,” pungkasnya. (wid)

BOR RS Kota Magelang Masih di Atas 80 %

TINGGI. PPKM Darurat yang sudah digelar selama tiga pekan di Kota Magelang belum mampu menurunkan BOR rumah sakit rujukan. (foto : wiwid arif/magelang ekspre)
TINGGI. PPKM Darurat yang sudah digelar selama tiga pekan di Kota Magelang belum mampu menurunkan BOR rumah sakit rujukan. (foto : wiwid arif/magelang ekspre)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Bed occupancy rate (BOR) rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kota Magelang masih di atas 80 persen. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, tingkat keterisian rumah sakit per 21 Juli 2021 mencapai 81,8 persen.

Jika dibandingkan dengan sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, BOR hanya berkurang sekitar 1 persen saja.

Sementara angka positive rate penyebaran Covid-19 juga masih tinggi. Tercatat dalam sehari, Dinkes menemukan 133 kasus baru.

Demikian halnya dengan angka kematian menjadi 190 kasus untuk terkonfirmasi positif Covid-19, 62 probable, dan 42 suspek, sehingga total kematian di Kota Magelang mencapai 294 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Intan Suryahati mengatakan, dari 4 RS rujukan, andil besar peningkatan BOR adalah penduduk yang berasal dari luar Kota Magelang.

Dia menyebutkan di RSUD Tidar saat ini merawat 30 pasien dari Kota Magelang dan 104 pasien lainnya berasal dari luar Kota Magelang. Kemudian, RST dr Soedjono, 21 orang dirawat merupakan penduduk Kota Magelang, sedangkan 114 orang dari luar kota.

Selanjutnya, RSJP Prof Dr Soerojo merawat 31 warga Kota Magelang, 125 pasien di antaranya berasal dari luar. Hanya di RSUD Budi Rahayu saja pasien sebagian besar adalah warga Kota Magelang dengan 31 orang dan 17 pasien dari luar kota.

Intan menambahkan, saat ini ketersediaan tempat tidur isolasi di 4 RS rujukan cenderung menipis. Menurutnya, tiga pekan penerapan PPKM darurat dinilai belum signifikan menurunkan kasus maupun BOR rumah sakit.

Meski demikian, dia memastikan jika penyebab lonjakan kasus tidak semata karena penularan yang tinggi. Sebab, pihaknya juga terus menambah testing.

”Pengaruh besar karena testing yang kami lakukan juga sangat banyak mencapai 1.487 persen testing PCR tiap pekan dari standard WHO,” katanya.

Menurut dia, standard WHO di Kota Magelang mematok 112 spesimen dikirim ke laboratorium tiap pekannya. Namun, Kota Magelang mampu meningkatkan testing hingga 1.665 spesimen per pekan.

”Dari angka itu positive rate-nya hanya 15 persen. Belum mencapai 50 persen penularannya. Kemudian jumlah yang sembuh tercatat 3.885 orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono menyebut jika pelaksanaan PPKM darurat dan PPKM level 4 selama ini di Kota Magelang sukses untuk menurunkan mobilitas warganya. Akan tetapi, Covid-19 dengan varian delta ini punya tingkat penularan yang lebih tinggi, sehingga sangat sukar dikendalikan.

”Walaupun mobilitas warga sudah turun, tapi varian delta ini penyebarannya sangat cepat dan sangat tinggi. Untuk itu, diperlukan lebih dari sekadar kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mematuhi anjuran pemerintah terkait PPKM level 4 ini,” ujarnya. (wid)

180 Kabupaten Kota Masuk Zona Merah, Kasus Covid-19 Tembus 3 Juta

180 Kabupaten Kota Masuk Zona Merah, Kasus Covid-19 Tembus 3 Juta ( foto, IST, detik.com )
180 Kabupaten Kota Masuk Zona Merah, Kasus Covid-19 Tembus 3 Juta ( foto, IST, detik.com )

MAGELANGEKSPRES.COM, JAKARTA – Sejumlah daerah di Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ada 180 kabupaten dan kota dengan status zona merah. Ini merupakan yang terbanyak sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia.”Zonasi risiko tingkat kabupaten/kota saat ini menunjukkan perkembangan yang kurang baik. Saat ini kabupaten/kota dengan zona risiko tinggi menjadi yang terbanyak selama pandemi. Jumlahnya 180 kabupaten dan kota,” kata Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/7).

Jumlah kabupaten/kota zona merah itu terbanyak berada di Jawa Timur. Di Jawa Tengah ada 29 kabupaten/kota dengan status zona merah Corona.

“Adapun zonasi ini didominasi oleh kabupaten/kota dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 33 kabupaten/kota. Lalu, Jawa Tengah 29 kabupaten/kota dan Jawa Barat 21 kabupaten/kota,” jelas Wiku.

Dia meminta semua elemen masyarakat bergotong royong menurunkan jumlah kasus, kasus aktif dan bed occupancy rate (BOR). Tujuannya agar 180 kabupaten/kota bisa turun statusnya menjadi zona kuning atau oranye.

“Untuk itu perlu dipastikan, sebelum dilakukan pembukaan bertahap, kita wajib bergotong royong dalam meningkatkan testing dan menurunkan angka kematian. Perkembangan yang sudah baik, seperti kasus positif, kasus aktif dan BOR harian, yang menunjukkan penurunan serta kesembuhan yang meningkat, ini harus terus dipertahankan,” papar Wiku.

Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia telah menembus angka 3 juta kasus. Dari jumlah itu, satu juta kasus disumbang hanya dalam waktu sebulan.

Ini setekah dalam sebulan terakhir, kasus Corona berkali-kali memecahkan rekor. Hingga pada 22 Juli 2021, angka kasus Corona kini telah menembus tiga juta kasus. Pada Kamis (22/7), tercatat ada tambahan 49.509 kasus baru Corona di Indonesia.

Dengan penambahan itu, total kumulatif kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 3.033.339 kasus. Hanya butuh waktu satu bulan saja untuk mencapai tambahan satu juta kasus.

Selain itu, ada 36.370 pasien yang dinyatakan sembuh dari Corona. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi selama pandemi. Jumlah total pasien yang sembuh berjumlah 2.393.923 orang.

Untuk pasien yang meninggal dunia, tercatat ada 1.449 pasien. Jumlah pasien COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia sebanyak 79.032 orang.

Masyarakat diminta selalu mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19. Yatu disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun, dan menjaga jarak. (rh/fin)

Bos KTM Penasaran dengan Comeback Dani Pedrosa

Bos KTM Penasaran dengan Comeback Dani Pedrosa
Bos KTM Penasaran dengan Comeback Dani Pedrosa

MAGELANGEKSPRES.COM, MATTIGHOFEN – Manajer KTM, Mike Leitner, memberikan komentar mengenai keputusan Dani Pedrosa comeback di MotoGP musim 2021. Leitner pun mengaku sangat penasaran dengan aksi Pedrosa tampil dalam balapan di MotoGP musim ini bersama motor Tim KTM, RC16.

Lewat laman resmi MotoGP, Selasa (20/7/2021), Pedrosa telah menyatakan kesiapannya untuk comeback ke arena balap. Momen tersebut akan menjadi yang pertama bagi Pedrosa sejak ia memutuskan pensiun sebagai pembalap pada 2018.

Pedrosa akan menggunakan wildcard-nya karena saat ini ia berstatus sebagai test rider KTM. Setelah sejak 2019 menjadi bagian dari pengembangan motor KTM, kini pembalap berusia 35 tahun itu akan terjun langsung untuk menilai performa RC16 di lintasan balap.

Menanggapi hal tersebut, Leitner, mengaku penasaran dengan kiprah Pedrosa. Pasalnya mantan pembalap Repsol Honda tersebut sudah lama tidak bertanding di lintasan, dan kali ini akan menunggangi motor KTM.

“Saya penasaran untuk melihat Dani di MotoGP lagi. Dia telah absen dari balapan untuk waktu yang lama tetapi akan sangat berharga dengan memilikinya di Red Bull Ring untuk menganalisis bagian mana yang kuat dan tidak terlalu kuat dari paket KTM RC16 kami pada GP dan itu akan memberikan dia indikasi yang baik untuk kerja uji cobanya. Dani memiliki pengaruh besar dalam proyek MotoGP kami atas semua pengalamannya,” ujar Leitner, dilansir dari laman resmi MotoGP, Selasa (20/7/2021).

Sebelumnya, Pedrosa memang selalu menolak untuk kembali ke MotoGP dengan maksud masih ingin fokus mengembangkann motor. Tetapi, Leitner juga mengakui bahwa sejak kedatangan Pedrosa di KTM, tim yang bermarkas di Austria itu berkembang pesat.

Menurut Leitner, Pedrosa adalah salah satu pembalap terbaik di dunia. Namun, dia juga tidak ingin membebani sang pembalap. Leitner berharap Pedrosa dapat menikmati dan belajar lebih banyak di kompetisinya nanti. Pasalnya saat ini banyak pembalap muda kuat yang tampil di MotoGP.

“Perusahaan bekerja dan berusaha keras untuk mengikuti permintaannya, bersama dengan (Kallio) Mika. Dani adalah referensi yang baik karena dia pensiun pada akhir 2018 saat masih di puncak dan kita dapat melihat beberapa pengaruhnya dalam keberhasilan KTM RC16 saat ini,” kata Leitner.

“Dia akan memiliki campuran motor balap saat ini dan beberapa peningkatan kecil dan dia akan menjalani beberapa pengujian di akhir pekan, tetapi kami juga tidak ingin membebaninya.”

“Kami ingin dia menikmati Grand Prix! Ada banyak pembalap muda dan kuat di MotoGP saat ini, jadi dia akan sibuk tapi ini adalah cara yang baik baginya untuk belajar lebih banyak dan merasakan benchmark saat ini dan ini akan membantu kami di masa depan,” tutupnya. (net)

Jorginho Pantas Mendapat Ballon d’Or

Jorginho Pantas Diganjar Ballon d'Or
Jorginho Pantas Diganjar Ballon d'Or

MAGELANGEKSPRES.COM, LONDON – Pemain Chelsea asal Italia, Jorginho, tampil sangat bagus di musim lalu. Dia pun dinilai pantas mendapatkan ganjaran Ballon d’Or.

Hal itu yang diungkapkan oleh eks pemain Chelsea, Gianfranco Zola, Dengan modal yang dimiliki Jorginho, Zola menyebut pemain 29 tahun itu pantas mendapatkan bola emas.

“Apakah seharusnya mereka memberikan itu pada Jorginho? Itu menang pantas. Dia memberi keseimbangan dan kecepatan pada tim yang dibelanya. Saya beruntung memilikinya di Chelsea dan saya tahu apa yang sudah dia lakukan di lapangan,” kata Zola seperti dikabarkan oleh Dailymail.

“Itu pantas karena tak cuma performanya di level teratas, tapi tim yang dia bela juga luar biasa. Ini juga harus diperhitungkan,” kata dia menambahkan.

Jorginho memang menggapai prestasi tinggi. Bersama Chelsea, eks pemain Napoli itu meraih gelar juara Liga Champions.

Tak cuma itu, Chelsea juga diantarkan meraih posisi runner-up Piala FA. Selain itu, posisi keempat juga berhasil digapai oleh The Blues dan Jorginho.

Bersama Timnas Italia, Jorginho, menggapai gelar juara Euro 2020. Di babak final, Gli Azzurri mengalahkan Inggris via adu tendangan penalti.

Jorginho menjadi salah satu pemain yang selalu dipercaya oleh Roberto Mancini untuk membela Italia. Dia bermain sebanyak 7 kali di Euro 2020.

Dengan modal Liga Champions dan gelar juara di Euro 2020, Jorginho disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk menjadi juara Ballon d’Or tahun ini. (net)

KNVB Bidik Conte untuk Melatih Timnas Belanda

KNVB Bidik Conte untuk Melatih Timnas Belanda
KNVB Bidik Conte untuk Melatih Timnas Belanda

MAGELANGEKSPRES.COM, ITALIAAntonio Conte saat ini belum memiliki tim setelah meninggalkan Inter Milan. Timnas Belanda dikabarkan tertarik dengan Conte.

Perjalanan Conte bersama Inter cuma berlangsung selama dua musim. Dia mempersembahkan gelar Liga Italia sebelum meninggalkan Nerazzurri berdasarkan kesepakatan bersama.

Conte sebetulnya masih sangat ingin lanjut bersama Inter, tapi klub tak mampu memenuhi ambisinya untuk memperkuat tim akibat penghematan pengeluaran.

Selama berstatus agen bebas, Conte telah dikaitkan dengan Paris Saint-Germain, Tottenham Hotspur, Manchester United, dan Real Madrid selama musim panas. Pada akhirnya semua tak ada yang menjadi kenyataan untuk Conte.

Menurut laporan jurnalis Maurizio Pistocchi, ketertarikan Conte kini datang dari Federasi Sepakbola Belanda (KNVB). Hal ini menyusul kegagalan Belanda besutan Frank de Boer di Euro 2020.

Conte punya pengalaman melatih tim nasional Italia selepas meninggalkan Juventus. Juru taktik yang kini berusia 51 tahun itu membesut Gli Azzurri pada 2014 sampai selesai perhelatan Euro 2016.

Italia saat itu dianggap bermain sangat atraktif meski pada akhirnya tersingkir di babak perempatfinal karena kalah adu penalti dengan Jerman. Namun, Chelsea kemudian datang menyambut Conte.

Melatih tim nasional mungkin menjadi opsi terakhir Conte jika tak ada tawaran dari klub yang datang selama musim panas ini. Dia sejatinya pernah mengungkapkan lebih suka melatih klub daripada timnas.

“Saya mengambil keputusan untuk kembali ke klub karena menurut saya perlu bekerja setiap hari dengan para pemain,” kata Conte pada 2018.

“Tekanannya juga berbeda. Jika melatih sebuah timnas, seolah ada dukungan dari seluruh orang di negara tersebut. Namun, tekanan tidak hadir di setiap pekan seperti ketika melatih klub,” tegasnya. (net)

Respons Hidung

Respons Hidung, (Foto: IST, https://www.disway.id/)
Respons Hidung, (Foto: IST, https://www.disway.id/)

Oleh: Dahlan Iskan

DARI begitu banyak reaksi soal ”Cuci Hidung” (Disway, 19 Juli 2021: Protokol Rakyat), ada tulisan seorang dokter ahli THT yang cukup panjang. Tulisan itu dikirim ke saya lewat ketua IDI Surabaya: Dr dr Brahmana.

Nama ahli THT itu Budi Sutikno. Saya membacanya dengan teliti. Ia sangat kompeten. Ia spesialis THT-KL, konsultan rinologi.

Dokter Budi juga mengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Juga, berdinas di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Maka, saya pun memperhatikan respons itu. Dan menggunakannya untuk tulisan hari ini.

”Protokol Rakyat cuci hidung dengan larutan garam fisiologis itu telah dikenal dan digunakan sejak zaman Hindu kuno,” tulis dr Budi. Sebutannya jala neti. Yaitu, larutan garam fisiologis yang dimasukkan ke salah satu lubang hidung dengan bantuan teko kecil.

Itu disebut garam fisiologis karena konsentrasi larutan garam setara (isotonis) dengan konsentrasi cairan tubuh: praktis berada di konsentrasi garam 0,9 persen.

Konsentrasi kurang dari itu (hipotonis) berpotensi merusak selaput lendir (hidung). Konsentrasi lebih dari itu (hipertonis) berpotensi merusak selaput lendir secara reversible (sementara). Bisa juga irreversible (permanen) seiring dengan meningkatnya konsentrasi.

”Penggunaan cuci hidung seperti itu juga telah dipakai di dunia medis,” tulis dr Budi. Itu didukung banyak penelitian ilmiah. Itu bagian dari upaya menjaga kesehatan hidung dari penyakit-penyakit flu, infeksi saluran napas atas, dan sebangsanya.

”Pasien sinusitis yang menderita alergi hidung atau pascaoperasi hidung juga memakai cara itu,” tulis dr Budi.

Itu, katanya, telah bertahun-tahun dijalankan. Bukan baru dalam 2 tahun terakhir.

Menurut dr Budi, pasien Covid-19 bisa diasumsikan mendapat manfaat dari pola hidup sehat tersebut. ”Namun, hingga saat ini, WHO belum menyatakan bahwa penggunaan cuci hidung dengan larutan garam fisiologis dapat menyembuhkan infeksi Covid-19,” katanya.

Semua komentar dr Budi itu dibenarkan drh Indro, si ”penemu” Protokol Rakyat. ”Memang bukan saya yang menemukan NaCl kadar 0,9,” ujar drh Indro. ”Saya menemukan cara melepas virus Covid-19 dari mukosa di hidung dengan NaCl 0,9,” tegas drh Indro.

Ada juga reaksi yang mengingatkan saya: drh Indro itu sudah bukan anggota IDHI –IDI-nya dokter hewan. Lalu, melampirkan surat PB IDHI tentang keanggotaan itu. Juga, yang menyatakan bahwa pendapat drh Indro adalah tanggung jawab pribadinya.

Kepada pengirimnya itu, saya jawab dengan guyon: orang seperti drh Indro tidak peduli dengan segala macam formalitas seperti itu. Jangankan keanggotaan. Gelar S-2 dari University of Adelaide saja tidak ia ambil.

Yang Indro pedulikan hanya rokok. Sejak di SMAN 3 Semarang ia sudah merokok. Katanya: ketularan teman sekolah. Sampai sekarang.

Di musim Covid ini pun istrinya tetap mengizinkan Indro merokok. Agar bahagia. Agar imunnya naik.

Itu kata-kata istrinya sendiri. Yang kelihatannya ikut nimbrung bicara di telepon sang suami. Sang istri, sesama mahasiswa kedokteran hewan UGM, masih terdengar bicara sambil mendekat ke HP sang suami: Mas Indro itu pemberontak!

Dia wanita Jogja. Dari Parangtritis.

Saya pun membesarkan hati Indro –setengah meledeknya: banyak orang yang sedang olahraga meninggal, tapi belum ada orang yang sedang merokok meninggal.

”Kalau merokoknya di tengah jalan, ya pasti meninggal juga, Pak,” jawabnya.

Dokter hewan Indro ingin menegaskan: ia tidak pernah mengeklaim garam krosok sebagai obat virus. Yang ia sebar luaskan adalah: garam krosok dengan konsentrasi 0,9 persen bisa melepaskan virus dari mukosa di hidung.

Dengan demikian, virus tersebut tidak akan masuk ke paru-paru atau organ lain.

Dokter hewan Indro juga menegaskan, ”Kalau virus sudah telanjur melewati hidung, protokol rakyat itu sudah tidak berguna.”

Untuk melahirkan protokol rakyat itu, Indro berbulan-bulan di laboratorium. Bacalah catatannya di bawah ini. Ia sendiri menyebut protokol rakyat itu sebagai rumus konyol. Menarik. Terutama bagi yang suka tenggelam di lab:

Semua berawal setelah kami bekerja empat bulan di dalam lab. Kami berhasil menumbuhkan virus Covid-19 di sel vero. Kami sangat gembira saat itu.

Setelah itu, kegembiraan tersebut langsung berubah menjadi kebingungan: kami TIDAK BISA melepaskan ikatan virus dengan sel vero itu. Virus+hancuran sel MENEMPEL sangat erat di dasar tabung tissue culture flask.

Dalam kondisi normal, ikatan virus ke sel vero bisa dengan mudah dilepas. Yakni dengan menggunakan metode COLD SHOCK: tabung dibekukan di suhu -80°C, lalu dicairkan kembali. Sebanyak tiga kali. Kami pun melakukan itu. Tapi, metode tersebut tidak berhasil. Virus dan sel tetap menempel. Tidak bisa dilepas.

Kami menghabiskan 3 bulan lagi begadang di lab.

Kami pun mencoba menggunakan listrik 20 V. Tidak berhasil. Kami coba gunakan enzim. Juga gagal. Kami coba tripsin. Tetap tidak mau lepas.

Di saat di ujung stres, saya jalan kaki berkeliling perumahan. Lalu, nongkrong di bekas pemancingan. Saya pun merokok. Sendirian. Seperti orang gila.

Tiba-tiba saya ingat: dasar tabung tissue culture flask itu kan di-coating dengan ion (+). Sehingga jika virus memiliki muatan (-) yang besar, virus akan menempel kuat di dasar tabung flask.

Berarti untuk melepas virus itu saya harus menggunakan reagen khusus. Yakni yang memiliki ikatan ionik (+) & (-) sekaligus. Itu untuk mengganggu kestabilan ikatan virus dengan sel di dasar tabung flask.

Pilihan pertama saya menggunakan cairan NaCl 0,9 % (NaCl fisiologis). Itu karena dia memiliki ikatan (+) & (-) sekaligus. Saya merendam dan membilas flask berisi tempelan virus itu menggunakan NaCl 0,9 %.

Pada setiap bilasan saya ukur loading virus di dasar flask.

Dua kali saya menggunakan mikroskop untuk mengecek cell scrapper dan sisa hancuran sel yang berisi virus.

Loading virusnya saya cek dengan menggunakan RT-PCR dengan 4 primer (green = primer E, orange = primer RdRp, red = primer N, & yellow = Internal Control).

Bilasan pertama (PCR A1 + A2) range CTV virus 28–38.

Di bilasan kedua (PCR B1 + B2) range CTV virus 32->40. Berarti sudah negatif.

Pada bilasan ketiga (PCR C1 + C2) range CTV virus 43. Negatif

Bilasan keempat (PCR D1 + D2) range CTV semua negatif.

(video akhir menunjukkan debris sel dan virus yang terlepas setelah bilasan ketiga).

Metode pemberian NaCl terbukti berhasil melepaskan virus dari sel. Sehingga kami bisa melanjutkan penelitian dan propagasi virus.

Kemudian sebuah ide terlintas, jika NaCl 0,9 % bisa melepas ikatan virus-sel apakah mungkin bisa dilakukan sebagai aplikasi lapangan untuk membantu mencegah paparan virus di rongga hidung.

Kemudian, kami melakukan uji coba menggunakan cairan infus sodium chloride (NaCl 0,9 %) yang ada di pasaran. Itu saya cobakan mencuci hidung + kumur untuk kawan-kawan yang ter-swab PCR positif.

Hasilnya sangat menggembirakan: kawan-kawan bisa melepaskan virus setelah melakukan cuci hidung + kumur sehari 3x selama 3–4 hari. Saat diuji ulang swab PCR menjadi negatif. Itu berarti, ada harapan bisa mencegah paparan virus. Dengan demikian akan membantu mencegah infeksi virus ke dalam tubuh.

Masalah belum berhenti di situ. Beberapa kawan mengaku: hasil PCR tetap positif. Setelah kami cek, banyak yang memakai cairan infus NaCl 0,9 % palsu.

Akhirnya, pilihan kami jatuh pada garam krosok. Yang mengandung garam murni. Garam non-yodium.

Masalahnya, bagaimana rakyat bisa menakar NaCl 0,9 % dari garam krosok.

Kami pun berpikir. Merokok lagi enam bungkus. Muncullah ide ini: kita bisa membuat larutan garam 10 gram + 1 liter air = NaCl 1 % & 10 gram garam krosok = 1 sendok makan munjung.

Maka, kami segera membuat larutan garam 1 % menggunakan garam krosok yang murah, meriah, & mudah dibuat oleh seluruh rakyat di semua golongan pendidikan.

Hingga saat ini, rumus protokol rakyat itu sudah membantu jutaan orang terhindar dari stigma positif pembawa penyakit.

Kami tidak pernah menghitung berapa yang sudah terbantu. Kami juga tidak peduli dengan hak cipta. Atau apa pun. Yang kami pedulikan hanya dua hal: membuat temuan yang bermanfaat untuk rakyat dan membantu negara mengatasi wabah virus.

Kami tetap bekerja dan tetap melakukan penelitian. Kami juga tetap selalu membantu rakyat atas nama kemanusiaan dan persaudaraan.

Logika mengalahkan kepanikan.

Pengetahuan mengalahkan ketakutan.

***

Begitulah tulisan drh Indro. Ternyata ia juga bisa menulis bagus. Hanya, katanya, selama menulis itu harus menghabiskan dua pak rokok.

Sampai-sampai, sebagai orang yang antirokok, saya risi. Apalagi kalau melihat videonya yang secara tidak langsung seperti menganjurkan rokok itu.

Pengin sekali saya tidak mau memuat tulisan perokok ini. Tapi, selalu ada alasan bagi perokok untuk tetap merokok. (*)

 

Kyai Merah Bangun Pesantren untuk Anak Jalanan

GROUND BREAKING. Kyai Merah saat melakukan ground breaking untuk Pondok Pesantren Nurul Qodiri Indonesia. (Foto lukman)
GROUND BREAKING. Kyai Merah saat melakukan ground breaking untuk Pondok Pesantren Nurul Qodiri Indonesia. (Foto lukman)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Kyai nyentrik asal Kedungsari Purworejo, Muhammad Edi Suryanto atau yang karib disapa Kyai Merah melakukan pembangunan Pondok Pesantren Nurul Qodiri Indonesia. Bangunan pondok pesantren tersebut rencananya akan digunakan untuk kegiatan anak-anak jalanan atau anak punk.

Ditemui di kediamannya di Desa Kedungsari Kecamatan/ Kabupaten Purworejo, Kyai Merah menyampaikan peletakan batu pertama dilakukan usai salat Idul Adha kemarin. Dikatakannya, untuk lokasinya berada di RT 02 RW 04 Dukuh Karang Weni Kelurahan Meles Kecamatan Adimulyo Kebumen.

“Bangunan pondok tersebut dibangun diatas tanah wakaf dari dua orang warga setempat. Yakni Nenek Roudatun menghibahkan tanahnya dan Haji Kasmat mewakafkan tanah miliknya yang total luasnya 8000 meter persegi,” terangnya, Rabu (21/7).

Lebih lanjut Kyai Merah mengatakan, Ustad Anang Buchori nantinya yang akan mengajarkan Ilmu Agama, kajian kitab kuning dan hafalan Al Qur’an. Selain itu ia menambahkan, pondok pesantrennya menggabungkan metode pembelajaran salaf dan modern serta berkonsep alam.

”Kami ingin menyesuaikan kebutuhan para santri dengan zaman sekarang. Terlebih kami akan menampung para santri dengan  basic yang tidak lazim seperto perempuan hamil diluar nikah, anak jalanan dan anak punk yang akan di tampung disini secara gratis. Selain itu kami bekerja sama dengan SMK di Kebumen juga akan dilakukan terutama bidang Teknologi Informasi dan Pertambangan ” tambahnya.

Sumber dana untuk membangun Ponpes ini berasal dari dana pribadi dan sumbangan para dermawan. Setelah peletakan batu pertama, Kyai Merah menyaksikan pemotongan satu ekor sapi dari jemah Zikir Nurul Qodiri yang dilakukan warga sekitar dan dibagikan sekitar lokasi. (luk)

PPKM Diperpanjang, Pemkab Purworejo Diminta Gelontorkan Bantuan

Kantor DPRD Kabupaten Purworejo ( IST, Detiknews.com )
Kantor DPRD Kabupaten Purworejo ( IST, Detiknews.com )

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Perpanjangan Pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang telah diputuskan hingga 26 Juli mendatang memberikan dampak terhadap kelangsungan hidup bagi masyarakat bawah yang terdampak. Karenanya, Pemkab diminta untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak selama PPKM Darurat berlangsung.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, M Abdullah SE SH. Dikatakannya, perpanjangan PPKM tentu menambah beban masyarakat. Terutama mereka yang memiliki penghasilan sehari habis untuk biaya hidup sehari itu juga.

“Pemerintah Daerah harus mengalokasikan bantuan agar mereka bisa melangsungkan kehidupan minimal sampai PPKM Darurat selesai. ASN juga tidak boleh keluar kota terkecuali tugas darurat, berikan sanksi bagi yang melanggar,” katanya, Rabu (21/7).

Lebih lanjut Ketua Fraksi NasDem tersebut menyampaikan, kebijakan pemerintah untuk menekan angka penularan virus korona (Covid-19) tersebut telah memberikan dampak ekonomi cukup berat bagi seluruh kalangan. Kebijakan ini perlu diiringi pendataan yang dilakukan secara cermat kepada warga paling rentan. Warga yang benar-benar kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Ditegaskan, pemberlakukan PPKM seolah hanya berdampak positif dan menguntungkan sebagian orang. Di antaranya, mafia obat, alat kesehatan, dan oksigen.

“Meski demikian, PPKM tetap harus dilakukan dengan pertimbangan keselamatan kesehatan dan nyawa manusia. Siapapun harus menerima konsekuensinya,” imbuhnya.

Dijelaskan, pemerintah harus menyosialisasikan perpanjangan PPKM Darurat ini kepada masyarakat secara tepat dan masif. Seluruh aparatur juga harus memberikan teladan terkait penerapan prokes.

Abdullah mengajak seluruh elemen masyarakat berdoa bersama sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Ini agar wabah Covid-19 segera lenyap dari muka bumi.

“Jangan ada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan. Terlebih, para penyelenggara pemerintah dan kesehatan. Sebab, hal itu jauh dari nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya. (luk)

20 Formasi CPNS di Purworejo Masih Kosong Pelamar, Pendaftaran Diperpanjang hingga 26 Juli 2021

20 Formasi CPNS di Purworejo Masih Kosong Pelamar, Pendaftaran Diperpanjang hingga 26 Juli 2021
20 Formasi CPNS di Purworejo Masih Kosong Pelamar, Pendaftaran Diperpanjang hingga 26 Juli 2021

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Berdasarkan Surat Plt Kepala BKN Nomor: 6201/B-KS.04.01/SD/K2021 tanggal 19 Juli 2021, masa pendaftaran seleksi Calon Aparatus Sipil Negara (CASN) diperpanjang sampai dengan tanggal 26 Juli 2021. Sementara Sementara hingga saat ini, masih terdapat sebanyak 20 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Purworejo yang masih kosong pelamar/pendaftar.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Purworejo, drg Nancy Megawati Hadisusilo MM, saat dikonfirmasi pada Rabu (21/7).

“Jadwal pendaftaran CASN yang semula ditutup pada 21 Juli 2021, diperpanjang  sampai dengan tanggal 26 Juli 2021. Sesuai suarat PLt Kepala BKN, penyesuaian ini dilakukan dalam rangka memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat,” katanya.

Disebutkan, pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 3 Agustus 2021.

“Selanjutnya bagi peserta yang tidak puas terhadap hasil seleksi administrasi dapat melakukan sanggahan pada masa sanggah yakni tanggal 4 sampai dengan 6 Agustus 2021,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Purworejo mendapatkan alokasi dari pemerintah pusat sebanyak 2.039 formasi dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021. Dari jumlah itu, PPPK guru menjadi formasi yang paling banyak dibutuhkan, yakni 1896 formasi. Kemudian untuk PPPK tenaga kesehatan sebanyak 27 formasi.

Sementara untuk CPNS, rinciannya yakni 102 formasi untuk tenaga kesehatan dan 14 formasi untuk tenaga teknis.

Terkait jumlah pendaftar, Nancy menjelaskan bahwa satatistik pendaftar per 21 Juli pukul 16.00 WIB menunjukkan bahwa sebanyak 1.241. pendaftar CPNS telah mengisi formulir dan 839 pendaftar telah melakukan submit. Selanjutnya untuk PPPK Non Guru, sebanyak 68 pendaftar sudah mengiisi formulir dan 26 pendaftar telah submit.

“Terkait dengan jumlah pelamar CASN di Pemerintah Kabupaten Purworejo akan kami infokan secara berkala setiap sore pada akun media sosial BKD Kabupaten Purworejo, antara lain melalui Instagram @bkdpurworejo dan Twitter @bkdkabpurworejo,” jelasnya.

Lebih lanjut Nancy mengungkapkan bahwa sekitar 20 Formasi jabatan tercatat masih kosong pendaftar. Masing-masing yakni Dokter Puskesmas Bagelen, Dokter Puskesmas Kaligesing, Dokter gigi Puskesmas Banyuasin, Dokter gigi Puskesmas Purworejo, Dokter gigi Puskesmas Mranti, Dokter Sp Anak RSUD Cokronegoro , Dokter Sp. Mata RSUD Cokronegoro, Dokter Sp PD RSUD Cokronegoro, Dokter Sp Rehab Medis RSUD Cokronegoro, dan Dokter Sp THT RSUD Cokronegoro, dan Dokter Sp Obsgyn RSUD Cokronegoro.

“Kemudian Epidemiolog Puskesmas Loano, Epidemiolog Puskesmas Kemiri, Sanitarian Puskesmas Semawungdaleman, Sanitarian Puskesmas Winong, Sanitarian Puskesmas Loano, Sanitarian Puskesmas Banyuasin, Sanitarian Puskesmas Karanggetas, Pustakawan Dinarpus, dan Verifikator Keuangan RSUD Cokronegoro,” ungkapnya. (top)

Kodim Temanggung Bagikan Beras Gratis pada Warga Terdampak PPKM Darurat

BAGIKAN. Kodim 0706 Temanggung membagikan paket beras kepada warga kurang mampu. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
BAGIKAN. Kodim 0706 Temanggung membagikan paket beras kepada warga kurang mampu. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Sebanyak 20 ton beras dibagikan secara cuma-cuma kepada warga kurang mampu di empat kecamatan, terutama yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Sebagaimana diketahui pemerintah telah melaksanakan PPKM Darurat sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021, upaya pemerintah membatasi mobilitas masyarakat ini sangat berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat. 

Oleh karena itu, untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu yang terdampak langsung PPKM Darurat ini, dibantu bahan pokok berupa beras. 

“Ada 20 ton beras yang kami bagikan ke masyarakat kurang mampu, kami utamakan yang terdampak PPKM Darurat,” kata Dandim 0706 Temanggung Letkol CZI Kurniawan Hartanto di sela membagikan beras, Rabu (21/7).

Beras sebanyak 20 ton ini dibagi menjadi 4.000 paket bantuan, setidaknya dengan bantuan ini sudah meringankan beban 4.000 kepala keluarga.

Bantuan beras ini sengaja dibagikan di empat kecamatan padat penduduk untuk membantu meringankan beban warga, khususnya dalam pemenuhan bahan makan. Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Temanggung, Kranggan, Ngadirejo dan Kecamatan Parakan, yang masing-masingnya dibagikan 1.000 paket.

Adapun bantuan tersebut berasal dari Menko Kemaritiman dan Investasi RI, dengan sasaran 4.000 keluarga prasejahtera atau kurang mampu, khususnya yang terdampak PPKM Darurat.

“Data keluarga penerima bantuan kita dapatkan dari Dinas Sosial, kita utamakan yang selama ini belum mendapat bantuan, baik BLT maupun BLT dari desa, sehingga tidak tumpang tindih,” jelasnya.

Harapannya, dengan adanya bantuan ini, bisa membantu keluarga kurang mampu atau prasejahtera, khususnya yang terdampak PPKM Darurat. 

“Meski tidak bisa seratus persen, namun kami harapkan bisa sedikit membantu warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Salah satu warga Kelurahan Kowangan Wono menuturkan, bantuan berupa beras ini setidaknya sudah meringankan beban keluarga, karena selama PPKM Darurat penghasilannya berkurang cukup banyak. 

“Saya hanya pedagang kecil, alhamdulillah bantuan ini cukup membantu, semoga ke depan ada lagi yang berbuat kebaikan seperti ini,” harapnya. (set) 

Bupati Temanggung Minta ASN Belanja di PKL Selamanya

BELANJA. Sejumlah ASN di Temanggung mulai menjalankan instruksi Bupati dengan belanja di PKL. (Foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)
BELANJA. Sejumlah ASN di Temanggung mulai menjalankan instruksi Bupati dengan belanja di PKL. (Foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Instruksi Bupati Temanggung M Al Khadziq agar aparatur sipil negara (ASN) belanja di pedagang kaki lima (PKL) tidak hanya berlaku selama PPKM Darurat saja, melainkan bisa dilakukan selamanya.

“Tidak ada salahnya ASN dan pegawai Perusda serta kepala dan perangkat desa untuk terus belanja di PKL, akan sangat membantu perekonomian,” ujar M Al Khadziq, kemarin.

Ia mengatakan, barang dagangan dari PKL tidak kalah dengan pedagang lainnya. Oleh karena itu bagi ASN dan pegawai Perusda serta kepala dan perangkat desa yang tidak belanja di PKL akan merugi sendiri.

Sebab katanya, selain rasanya yang enak, dagangan yang disajikan oleh PKL rasanya juga tidak kalah enaknya dan harganya sangat murah.

“Sebenarnya keuntungannya sangat banyak, jika belanja di PKL, pengeluaran menjadi lebih hemat, karena harganya murah,” tuturnya.

Terkait adanya ketidaktaatan bagi elemen-elemen di atas, Bupati menyatakan, memang tidak akan ada sanksinya jika tidak belanja di PKL.

“Rugi bagi diri sendiri saja, karena tidak bisa saling membantu, karena dengan kondisi saat ini, belanja di PKL akan sangat membantu roda perekonomiannya,” katanya.

Sebagaimana diwartakan koran ini sebelumnya, Bupati Temanggung menginstruksikan semua ASN belanja di warung PKL, karena sektor ini sangat terpukul akibat penerapan PPKM-Darurat. Bupati juga meminta tim patroli untuk mong-tinemong (saling memahami) dan tidak membuat takut PKL. Sebaliknya para pedagang juga diminta ngemong keadaan untuk tidak menimbulkan kerumunan.

Sektor PKL adalah salah satu tempat bergantung banyak penduduk, sehingga perlu diperkuat agar ekonomi sektor informal tetap bertahan. Sementara PNS itu ekonominya stabil tidak terpengaruh pandemi Covid-19, maka dalam keadaan sulit begini mereka harus peduli membantu pihak yang susah, salah satunya dengan belanja di PKL. (set)

DKPPP Temanggung Temukan Cacing dan Hepatitis Pada Sejumlah Hewan Kurban

DAGING KURBAN. Salah satu petugas sedang menunjukkan daging hewan kurban setelah disembelih, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
DAGING KURBAN. Salah satu petugas sedang menunjukkan daging hewan kurban setelah disembelih, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung menemukan sejumlah penyakit saat penyembelihan hewan kurban, Rabu (21/7).

Kepala DKPPP Temanggung Joko Budi Nuryanto mengungkapkan, penyembelihan hewan kurban di Temanggung tidak serentak dilakukan setelah Salat Idul Adha, namun dalam beberapa waktu. 

“Ini salah satu langkah dan upaya Pemkab Temanggung dalam mencegah kerumunan saat penyembelihan hewan kurban,” terangnya.

Ia menyebutkan, selama dilakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban ditemukan sejumlah penyakit di antaranya cacing pada enam ekor sapi serta penemuan satu kasus hepatitis. Temuan ini juga langsung dilakukan pengamanan. 

“Kami bisa pastikan untuk kualitas daging tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu,” kata Joko.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau agar masyarakat yang mendapat daging kurban untuk dimasak dengan suhu minimal 100 derajat. Pada suhu tersebut semua penyakit pada hewan akan mati. 

Sedangkan terkait protokol kesehatan (prokes) saat penyembelihan, DKPPP memastikan jika penerapan prokes cukup bagus, wajib masker dan juga kerumunan sudah banyak berkurang.

“Namun memang penyembelihan, khususnya sapi, tidak bisa satu orang, butuh dua sampai tiga orang, sehingga kami masih mengingatkan saat di lapangan untuk taat prokes,” terangnya. 

Joko memastikan, jika penyembelihan hewan kurban tahun ini lebih sesuai dengan kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Untuk memenuhi kriteria ASUH tersebut, DKPPP setidaknya menyebar 150 orang tim pemantau penyembelihan di seluruh tempat pemotongan hewan kurban se-Kabupaten Temanggung.

“DKPPP mengerahkan sekitar 150 orang tim pemantau, di antaranya 120 penyuluh pertanian lapangan (PPL) ditambah dokter hewan dan juga sejumlah pegawai, guna memastikan daging sembelihan ASUH,” terangnya.

Ia menambahkan, jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1442 H ini ada 182 ekor sapi, 1.678 ekor domba dan 20 kambing yang akan dan sudah dipotong mulai Selasa (20/7) hingga Jumat (23/7) mendatang. Namun jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah. 

“Alhamdulillah, meskipun di masa PPKM, penyembelihan berjalan lancar, hewan juga banyak yang sehat, secara stok juga tersedia cukup banyak,” katanya.

Meski demikian, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan dalam penyembelihan hewan kurban, khususnya di sisi kesrawan (kesejahteraan hewan) atau prikehewanan dan juga terkait soal penanganan limbah. 

“Di sisi kesrawan, kami harap hewan jangan dipotong dulu saat masih bergerak, sementara terkait limbah, beberapa titik belum memiliki tempat khusus untuk penyembelihan, dikhawatirkan, darah itu bisa menjadi media yang luar biasa untuk bakteri,” terang Joko. (set) 

99 Anak Anggota TNI di Wonosobo Divaksin

VAKSIN. Kodim 0707 Wonosobo menggelar pemberian vaksin untuk remaja yaitu usia 12 – 17 tahun, anak anggota TNI.
VAKSIN. Kodim 0707 Wonosobo menggelar pemberian vaksin untuk remaja yaitu usia 12 – 17 tahun, anak anggota TNI.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Kodim 0707 Wonosobo menggelar  pemberian vaksin. Sasaran vaksin kali ini untuk remaja yaitu usia 12 – 17 tahun, anak anggota TNI di aula Makodim, kemarin (21/7/2021)

“Pemberian vaksin ini dalam rangka mendukung program nasional pemerintah, untuk itu terus gencarkan lakukan vaksinasi covid-19. Hanya saja saat ini sasarannya berbeda yaitu untuk remaja usia 12 -17 tahun,” ungkap  Pasi Ops Kodim 0707 Kapten Inf Robert.

Menurutnya, dukungan vaksin yang masih terbatas maka pelaksanaan vaksin hanya diberikan kepada anak – anak anggota TNI saja. Sedangkan untuk masyarakat umum belum ada alokasi. Jumlah vaksin mestinya harus ditambah, agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan lebih cepat.

“Untuk itu kepada masyarakat umum mohon maaf belum bisa melayaninya, sebab memang saat ini jumlah yang diberikan kodim sangatlah terbatas. Semoga kedepannya jumlah vaksin yang datang lebih banyak lagi sehingga bisa memenuhi permintaan masyarakat umum yang saat ini antusias untuk divaksin sangat tinggi,” katanya.

Keterlibatan Kodim dalam pemberian vaksin ini sebagai salah satu institusi negara yang menjalankan tugas sebagai pertahanan pendukung kebijakan negara. Langkah itu diharapkan bisa memutus penyebaran virus covid-19.

Sementara itu, Peltu Sugiri dari Klinik Kartika 0707/Wonosobo selaku penanggungjawab vaksinasi menyampaikan sasaran vaksin ini untuk remaja dan diberikan kepada KBT saja akibat terbatasnya jumlah vaksin.

“Untuk saat ini berhasil memvaksin sejumlah 99 anak dari 108 anak.  Mereka yang gagal disebabkan karena kendala kesehatan,” katanya.

Menurutnya dengan vaksin yang sama yaitu vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 cc. Sejauh ini  tidak ada kendala apa pun, jadi tidak usah takut vaksin. (gus)

Gus Yusuf Usulkan Ada Tim Siber Nyari Orang Lapar

BANTUAN. KH Muhammad Yusuf Chudlori dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Sosial Dalam Rangka PPKM Darurat dari Pemerintah melalui TNI/Polri.
BANTUAN. KH Muhammad Yusuf Chudlori dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Sosial Dalam Rangka PPKM Darurat dari Pemerintah melalui TNI/Polri.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – KH Muhammad Yusuf Chudlori atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Yusuf meminta kepada pemerintah agar melakukan patroli siber, keliling terutama wilayah perkotaan dalam masa PPKM saat ini untuk mencari orang yang lapar.

“Saya mengusulkan agar ada Tim Siber nyari orang lapar, yang tidak terdaftar BLT. Di perkotaan yang tidak kenal kanan kiri, juga tidak terdaftar di RT RW. Saya yakin yang seperti itu ribuan di perkotaan, kalau di desa desa masih dapat diatasi,” ucap Gus Yusuf, saat menerima Penyerahan Bantuan Sosial Dalam Rangka PPKM Darurat dari Pemerintah melalui TNI/Polri, Rabu (21/7/2021) di Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang.

Gus Yusuf menambahkan, mengacu kepada Khalifah Umar bin Khattab, yang telah memberikan contoh, seorang pemimpin tentu harus tahu siapa yang dipimpinnya, keadaan mereka dan apa yang dibutuhkannya. Termasuk jika ada suatu musibah atau telah terjadi masa paceklik, di mana terjadi gagal panen atau musibah lainnya.

“Menindak lanjuti pejabat Khalifah Umar bin Khattab, penjabat jangan tidur kalau rakyatnya masih lapar. Karena ada yang WA ke saya minta beras untuk keluarganya, saat PPKM ini, bisa jadi masih banyak yang mengalami nasib seperti ini,” ungkap Gus Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Gus Yusuf yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, H Sukirman, Kapolres Magelang dan Komandan Kodim 0705 Magelang, menyampaikan, terimakasih atas bantuan beras untuk pondok pesantren dan masyarakat tersebut.

“Saya mewakili masyarakat, berterimakasih kepada pemerintah Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro dalam Penyerahan Bantuan Sosial Dalam Rangka PPKM Darurat. Penyaluran bantuan beras, menjadi sangat penting masyaraat taat PPKM pembatasan kerja mobilitas, tentu banyak yang terdampak. Ketika masyarakat dicukupi, tentunya masyarakat tidak akan keluar rumah. Dengan adanya bantuan sosial ini bisa menunjang PPKM tekan Covid 19. Ketika masyarakat lapar imunitas turun ditambah stres. Kita berharap bantuan sosial bisa merata kepada masyarakat terdampak Covid 19, dan kita berdoa bersama agar penyakit Covid 19 diangkat dari Bumi Indonesia,” tutur Gus Yusuf.

Sementara, Irwasda Polda Jateng, Kombes Pol Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum, mewakili Kapolda, dan Pangdam IV Diponegoro menyampaikan, proses pengetatan PPKM, tentunya berdampak kepada ekonomi masyarakat. Terutama pekerja informal banyak terdampak, sehingga pemerintah melalui menterinsosial salurkan bantuan langsung tunai. Pemerintah melalui TNI Polri salurkan bantuan sembako kepda masyarakat, yang tidak dapat BLT

“Bantuan sebanyak 385 ribu kg beras (ton) dan 250 ton telah disalurkan ke Polres untuk dibagikan ke masyarakat. Dan pada hari ini 7500 kg dan sembako untuk pondok, dan disalurkan kepada masyarakat sekitar pondok. Dan vaksinasi 300 vaksin kepada pengasuh guru,” papar Kombes Pol Mashudi.

Kombes Pol Mashudi, menambahkan, sejak tanggal 3 Juli 2021 yang lalu sudah dilakukan PPKM Darurat, pengetatan kepada beberapa kegiatan masyarakat, dikarenakan ada lonjakan Covid yang begitu tinggi,  perayaan Idul Fitri, dan dugaan varian baru, tujuh kali lebih tinggi proses penyebarannya.

“32460 kasus di Jateng, bila dibagi 35 Kabupaten Kota, 3400 rata rata penambahan perhari, total kematian 20 ribu se Jateng, dua minggu ini sudah turun. Dalam kebijakan PPKM Darurat, terdapat kelonggaran yang diatur secara khusus oleh Mendagri, sesuai keadaan wilayah masing-masing kabupaten kota. Seperti pelaku UMKM boleh berjualan dalam batas waktu tertentu agar perekonomian tetap berjalan, dengan penerapan prokes ketat,” imbuh Kombes Pol Mashudi.(cha)

Gelisah Situasi Pandemi Covid-19, Tantto Valeria Gelar Happening Art

HAPPENING ART. Seniman Dusun Garonan, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, gelar happening art harapan agar pandemi Covid 19 berakhir.
HAPPENING ART. Seniman Dusun Garonan, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, gelar happening art harapan agar pandemi Covid 19 berakhir.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Menyikapi situasi pandemi covid 19 yang sudah berjalan 1,5 tahun ini, membuat kegelisahan semua pihak, termasuk dari kalangan seniman. Salah satu seniman Kabupaten Magelang, Tantto Valeria, menggelar seni kejadian atau happening art. Pertunjukan tersebut mengusung tema Prokes dan Pandemi tak Berujung.

“Secara teknis happening art ini berupa perpaduan (kombinasi) antara seni lukis dan pertunjukan. Sebuah karya yang merespons situasi kiwari imbas pandemi covid-19,” ucap Tantto, di Valeria Art Studio, Dusun Garonan, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Rabu (21/7/2021).

Dalam pertunjukan itu, Tantto ditemani Sujono Keron, seorang Seniman Magelang, yang juga Pimpinan Sanggar Saujana, yang berperan dalam seni pertunjukan.

Pertunjukan digelar diawali dengan  dengan sapuan-sapuan kuas Tantto, pada sebidang kanvas. Sementara Sujono berinteraksi melalui pertunjukan, dengan mengenakan sejumlah masker pada wajahnya, sambil menembang kidung Rumeksa Ing Wengi gubahan Sunan Kalijaga, yaitu kidung untuk menolak bala.

Lukisan tersebut berjudul “Kapan Berakhir” (2021). Tantto menampilkan figur-figur gaib khas Indonesia, seperti pocong, buta ijo, kuntilanak, genderuwo, dan tuyul. Tergambar pula Gunung Merapi yang meletus di belakang mereka, sekumpulan makam, dan bentuk-bentuk virus SARS-Cov-2 alias Covid-19.

Lukisan yang telah jadi itu, kemudian dibawa Tantto dan Sujono ke sudut kolam ikan. Mereka berdua kemudian menceburkan diri dan melempar-lempari lukisan dengan lumpur yang diambil langsung dari dasar kolam. Lukisan pun menjadi hitam legam karena tertutup lumpur, sebelum akhirnya dibasuh air agar terlihat kembali.

Tantto menuturkan, karyanya adalah bentuk empati dan simpati atas situasi imbas pagebluk corona. Dirinya mengibaratkan corona seperti makhluk gaib, tidak terlihat lewat mata, tetapi nyata dan ada.

“Saya ibaratkan covid 19 itu tidak tampak dilihat secara kasat mata. Dan saya gambarkan beberapa makhluk gaib, ibaratnya kita sama-sama tidak bisa melihat. Maka dari itu kita harus waspada,” terang Tantto.

Sedangkan aksi melempar lumpur tadi, menurut seniman bernama asli Tri Hartanto ini ialah kiasan tentang pengusiran pagebluk dari dunia. Penyipratan air pada lukisan juga merupakan simbol tentang pandemi yang segera berakhir.

“Pertunjukan diakhiri dengan membersihkan lukisan dengan air, dengan harapan pandemi ini segera berakhir,” tandas Tantto.(cha)

Resepsi dan Dine In Tetap Dilarang, Kota Magelang Masuk PPKM Level 4

LEVEL 4. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz didampingi Wakilnya KH M Mansyur, dan Sekda sekaligus Ketua Harian Satgas Covid-19 Joko Budiyono, memastikan aturan PPKM Level 4 tak jauh berbeda dengan PPKM darurat. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
LEVEL 4. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz didampingi Wakilnya KH M Mansyur, dan Sekda sekaligus Ketua Harian Satgas Covid-19 Joko Budiyono, memastikan aturan PPKM Level 4 tak jauh berbeda dengan PPKM darurat. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru untuk mengetatkan mobilitas masyarakat hingga 25 Juli 2021. Namun, dalam Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 itu, istilah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya, Inmendagri menyebut PPKM Level 4 Covid-19 Jawa dan Bali. Secara garis besar, aturan-aturan dalam PPKM Level 4 ini tidak jauh berbeda dari aturan PPKM Darurat.

Terdapat dua level PPKM yaitu level 3 dan 4. Penetapan suatu daerah kabupaten/kota itu mengacu pada rekomendasi WHO soal situasi Covid-19 di sebuah wilayah.

Untuk level 4, adalah situasi di mana ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Sementara istilah PPKM level 3 artinya adalah kondisi di mana ada 50-150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Kota Magelang dan Kebumen menjadi daerah di eks-Karesidenan Kedu yang menerapkan PPKM Level 4. Ada 12 daerah lain di Jawa Tengah yang sama-sama menerapkan PPKM Level 4, antara lain Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Banyumas, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kota Salatiga.

Sementara daerah yang menerapkan PPKM Level 3 di antaranya Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sragen, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Jepara, Kabupaten Demak, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Blora, Kabupaten Batang, Kabupaten Banjarnegara, dan Kota Pekalongan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 terkait perubahan penanganan Covid-19. Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz telah menerbitkan instruksi Walikota Magelang No 1 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4.

”Sudah kami rapatkan untuk menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat. Prinsipnya, kami siap melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat,” kata Joko yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang tersebut.

Instruksi Walikota Magelang ini, katanya, sebagai turunan aturan Inmendagri. Secara garis besar, tidak ada perbedaan signifikan antara PPKM darurat dengan PPKM Level.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar baik di sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan dilakukan secara daring/online. Kemudian, perusahaan-perusahaan sektor non-esensial wajib memberlakukan 100 persen bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Lalu, perusahaan-perusahaan sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen. Sementara perusahaan-perusahaan sektor kritikal dapat beroperasi 100 persen.

Tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara, dan kelenteng tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah selama PPKM dan mengoptimalkan ibadah di rumah. Fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya ditutup sementara.

Sektor lain, seperti supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan hanya dapat beroperasi hingga pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Selanjutnya, warung makan, pedagang kaki lima (PKL) juga belum diperbolehkan memfasilitasi makan di tempat (dine in).

Soal resepsi pernikahan juga sama. Selama PPKM Level 4, masyarakat dilarang menggelar resepsi pernikahan.

Joko menambahkan, secara keseluruhan jalannya PPKM Darurat yang digelar selama 3-20 Juli 2021 berjalan dengan baik. Hanya saja, varian delta ini memang penularannya jauh lebih tinggi.

”Secara umum PPKM darurat di Kota Magelang berhasil dijalankan, terbukti dengan penurunan mobilitas masyarakat. Tapi karena memang varian delta ini penularannya lebih tinggi, sehingga faktanya banyak yang terpapar,” jelasnya.

Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk lebih berdisiplin lagi menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk juga mengurangi mobilitas.

“Jika tidak mendesak tetap di rumah saja. Kalaupun harus keluar, tolong terapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi,” pungkasnya. (wid)

Bantuan Tak Terduga Untuk Penanganan Covid-19 Di Kota Magelang Aman Sampai Akhir Tahun

PANGAN. Bantuan pangan kepada warga isoman di Kota Magelang masih terus dilakukan Dinsos. (foto : IST/magelang ekspres)
PANGAN. Bantuan pangan kepada warga isoman di Kota Magelang masih terus dilakukan Dinsos. (foto : IST/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANGPemkot Magelang memastikan alokasi anggaran penanganan Covid-19 masih sangat aman. Sejauh ini, alokasi senilai Rp44,65 miliar dari APBD tahun 2021 ini baru terealisasi sekitar 3 persen saja.

”Tidak benar kalau kita kehabisan alokasi APBD. Dana bantuan tak terduga (BTT) maupun bantuan paket sembako masih terus berjalan. Bahkan, prediksinya sampai akhir tahun nanti, alokasi ini masih aman,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih, saat dihubungi, Rabu (21/7).

Wulan mengatakan, bantuan tunai kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang berasal dari APBD belum bisa disalurkan. Sebab, Pemkot Magelang masih menunggu penyaluran dari Kementerian Sosial RI agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih.

”Kami juga menggandeng dari CSR ditambah dengan APBD untuk bantuan terhadap pasien isolasi mandiri,” jelasnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini sudah lebih dari 700 paket bantuan pangan telah disalurkan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pihaknya memastikan bahwa dana yang dialokasikan dari APBD masih tersisa banyak. Untuk itu, dia berharap bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri, tetapi belum mendapat bantuan pangan, agar segera melapor ke Satgas Jogo Tonggo atau Lurah di wilayah masing-masing.

”Kurang dari 24 jam bantuan itu akan kami salurkan. Jadi masyarakat saya harap tetap tenang. Kabar soal APBD kita habis, itu tidaklah benar,” tandasnya.

Wulan menyebut, pengadaan bahan pangan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri dilakukan dengan menggunakan BTT APBD Kota Magelang, sebesar Rp75 juta untuk termin pertama. Saat ini, dana itu masih tersisa.

”Kalaupun habis kita bisa mengajukan lagi ke BPKAD karena total alokasi mencapai Rp1,8 miliar. Jadi tidak butuh waktu lama, bisa langsung direalisasikan,” jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono membenarkan bahwa dana BTT APBD Kota Magelang masih sangat aman hingga akhir tahun 2021 mendatang. Pada PPKM darurat dan PPKM level 4 ini, memang bantuan yang diprioritaskan adalah bantuan pangan.

”Untuk JPS kita menunggu dari Kementerian Sosial. Karena khawatirnya nanti tumpang tindih. Sudah dapat dari BTT APBD, tapi yang bersangkutan juga menerima dari JPS Kemensos. Kan jadi dobel-dobel sehingga kita putuskan, untuk menunggu penyaluran pemerintah pusat selesai dulu,” ujarnya.

Ketua Komisi A DPRD Kota Magelang, Iwan Soeradmoko menuturkan, sejauh ini tidak ada kendala BTT APBD yang telah disetujui anggota DPRD. Pada pembahasan APBD 2021 lalu, Pemkot Magelang mengalokasikan Rp44,65 miliar guna penanganan pandemi Covid-19.

”Jumlah itu tidak hanya fokus di Dinsos saja, tapi juga organisasi perangkat daerah (OPD) lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP, dan lainnya,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, alokasi BTT APBD Kota Magelang tahun 2021 mencapai Rp1,8 miliar. Dari jumlah tersebut belum terpakai 10 persennya.

”Kemudian untuk anggaran tenaga kesehatan sudah dialokasikan Rp19 miliar, dana bantuan isolasi terpusat di hotel dialokasikan Rp3,4 miliar, juga untuk OPD lain dengan jumlah totalnya Rp44 miliar. Artinya, jumlah ini sudah diprediksi pas, bahkan tersisa di akhir tahun nanti,” pungkasnya. (wid)