32.3 C
Magelang, ID
Selasa, Oktober 15, 2019
Beranda blog

BPBD Magelang Bagikan Masker pada Warga Lereng Merapi,  yang Terkena Dampak Abu Vulkanik

BPBD Magelang Bagikan Masker pada Warga Lereng Merapi,  yang Terkena Dampak Abu Vulkanik
BPBD Magelang Bagikan Masker pada Warga Lereng Merapi,  yang Terkena Dampak Abu Vulkanik

SRUMBUNG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang membagikan sejumlah masker pada warga desa di lereng Gunung Merapi yang terkena hujan abu vulkanik akibat letusan letusan di Gunung Merapi pada Senin (14/10) pukul 16:31 WIB. “Masker sudah dibagikan pada warga yang terkena dampak hujan abu vulkanik, agar terhindar dari dampak langsung yang ditimbulkan, ” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto.

Sedang sebaran abu vulkanik di Kecamatan Srumbung yaitu Desa Ngargosoko, Mranggen dan Srumbung. Kecamatan Dukun, di Desa Sumber, Talun, Ngargomulyo, Kalibening, Ngadipuro, Mangunsoko dan Dukun. Kecamatan Salam, di  Desa Sucen dan Jumoyo. Kecamatan Sawangan, di Desa Sawangan. Kecamatan Muntilan, di Desa Tamanagung dan Muntilan. Kecamatan Mungkid, di Desa Bojong dan Pabelan.

Baca Juga
Merapi Kembali Menggeliat, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 3 Km

Gunung Merapi kembali bergeliat, dengan mengeluarkan awan panas . Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm. Terpantau kolom setinggi max. ±3.000 m dari puncak, dengan angin bertiup ke arah Barat Daya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengeluarkan rekomendasi terkait aktifitas Gunung Merapi tersebut. Yaitu jarak bahaya tiga Km dari puncak. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

“Masyarakat dihimbau untuk tidak beraktifitas dalam radius tersebut, termasuk menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah agar tidak terkena dampak dari abu vulkanik,” ucap Edy Susanto. (cha)

 

 

Vettel Puas Asapi Hamilton di F1 GP Jepang 2019

Vettel Puas Asapi Hamilton di F1 GP Jepang 2019
Vettel Puas Asapi Hamilton di F1 GP Jepang 2019

SUZUKA – Pembalap Tim Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel, berhasil menyegel podium kedua di gelaran Formula One (F1) Grand Prix (GP) Jepang 2019. Hasil ini cukup membuat Vettel merasa puas karena menempatkannya di posisi yang lebih apik ketimbang pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton.

Vettel yang menyegel pole position di grid harus mengalami kesulitan di awal perlombaan F1 GP Jepang 2019 yang digelar Minggu 13 Oktober 2019 siang WIB. Ia pun harus tercecer ke posisi bawah. Tetapi, Vettel tak menyerah dalam menghadapi situasi ini. Meski mobilnya kurang mendukung, ia tetap berjuang keras untuk bisa bersaing menempati posisi depan.

Menyadari kondisinya yang kurang baik, Vettel pun mengaku menurunkan targetnya di Sirkuit Suzuka, Jepang. Ia tak lagi mengincar meraih kemenangan, tetapi berusaha keras menjaga posisi agar finis kedua. Untuk bisa menyegel posisi tersebut, ia pun harus menghadapi persaingan ketat dari Hamilton.

Karena itulah, Vettel merasa puas ketika tujuannya untuk finis di posisi kedua berhasil dicapai. Ia pun dapat mengantisipasi dengan baik perlawanan dari Hamilton. Dengan poin tambahan dari F1 GP Jepang 2019, Vettel kini bertengger di posisi kelima pada klasemen sementara pembalap dengan 212 poin.

“Kami memiliki pagi yang sangat baik, tetapi sore itu kurang baik dalam hal hasil yang kami dapat sebagai sebuah tim. Permulaannya tidak baik untuk saya atau Charles (Leclerc) dan tanpa itu, kami bisa membuat kedua mobil bertarung di depan. Pesaing kami lebih cepat, Valtteri (Bottas) begitu cepat,” ujar Vettel, sebagaimana dikutip dari laman Ferrari, Senin (14/10/2019).

“Biasanya, awal kami sangat bagus, tetapi tidak kali ini. Setelah itu, kami kehilangan sedikit dalam hal kecepatan dalam lomba dibandingkan dengan saingan kami. Di akhir masa tugas, mereka sedikit menurun, sedangkan saingan kami tetap bertahan. Menjelang akhir, satu-satunya target saya adalah tetap di depan Hamilton. Saya tahu di jalan lurus yang dia akan mengejar, jadi saya hanya mencoba untuk memiliki pintu keluar yang bersih di tempat-tempat yang penting,” tukasnya. (net)

Yamaha Percaya Rossi Bakal Kembali Kompetitif di MotoGP 2020

Yamaha Percaya Rossi Bakal Kembali Kompetitif di MotoGP 2020
Yamaha Percaya Rossi Bakal Kembali Kompetitif di MotoGP 2020

LESMO – Manajer Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, memberikan prediksi soal kiprah salah satu pembalapnya, yakni Valentino Rossi, di MotoGP musim 2020. Meregalli merasa cukup optimis dengan peluang Rossi untuk bisa kembali kompetitif di MotoGP 2020.

Sebagaimana diketahui, Rossi memang menjalani kampanyenya di MotoGP 2019 dengan catatan kurang menjanjikan. Bahkan hingga MotoGP 2019 hanya tinggal menyisahkan empat balapan lagi, Rossi belum juga mampu meraih kemenangan.

Tidak hanya itu, Rossi juga sempat melalui tiga balapan di MotoGP 2019 tanpa bisa meraih poin. Momen menyedihkan tersebut dialami The Doctor –julukan Rossi– pada saat tampil di MotoGP Italia, Catalunya, serta Belanda.

Situasi tersebut pun membuat banyak pihak yang meragukan peluang Rossi untuk bisa kompetitif di MotoGP 2020. Padahal, MotoGP musim depan bisa jadi kejuaraan dunia terakhir Rossi, mengingat kontraknya bersama Tim Yamaha bakal berakhir di tahun tersebut.

Meski begitu optimisme tinggi diutarakan oleh Meregalli terkait peluang Rossi di MotoGP 2020. Meregalli yakin Rossi bakal kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap papan atas, terutama dengan sejumlah perubahan yang dilakukan rider asal Italia tersebut dalam menyambut MotoGP 2020.

“Bagaimana peluang Vale untuk kejuaraan dunia tahun depan? Kami belum dapat memastikan seperti apa, namun saat ini kami telah berjuang bersama untuk bisa memenuhi apa yang menjadi keinginannya,” ucap Meregalli, seperti disadur dari Speedweek, Senin (14/10/2019).

“Terlebih, dia melakukan beberapa perubahan, termasuk mengangkat David Munoz (sebagai kepala krunya) untuk menggantikan Silvano Galbusera yang kami pindahkan sebagai tim penguji. Kehadiran Munoz saya rasa akan disertai sejumlah ide-ide ke sini,” sambungnya.

“Pada saat yang sama, Silvano akan membuat pengalamannya yang berharganya untuk tim uji di masa depan. Karena kami cukup merasa yakin bahwa tim uji akan menjadi semakin penting di masa depan,” tuntas pria berkebangsaan Italia tersebut. (net)

Jadi Pelatih Timnas Indonesia Itu Harus Siap Dalam Tekanan

Jadi Pelatih Timnas Indonesia Itu Harus Siap Dalam Tekanan
Jadi Pelatih Timnas Indonesia Itu Harus Siap Dalam Tekanan

Gianyar – Simon McMenemy dalam sorotan setelah Timnas Indonesia terus menelan di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Pelatih asal Skotlandia itu mengaku tertekan.

Indonesia menelan kekalahan 2-3 dari Malaysia, 0-3 dari Thailand, dan 0-5 dari Uni Emirat Arab. Hasil itu membuat skuat Garuda sementara menjadi juru kunci Grup G dengan nirpoin.

Simon pun tersudut. Eks pelatih Bhayangkara FC itu dianggap yang paling bertanggung jawab atas performa timnas, meski berkali-kali pula ia menjelaskan ada banyak faktor penyebabnya.

Jelang laga melawan Vietnam, Simon pun mengakui tekanan menjadi pelatih Indonesia saat tinggi. Sekali lagi, pelatih berusia 41 tahun itu meminta semua pihak, khususnya federasi, membantunya menyiapkan timnas dengan baik.

“Bekerja untuk Timnas Indonesia, ketika kami datang, ya kami sudah dalam tekanan. Tentu tidak mudah untuk mewakili 250 juta penduduk Indonesia dan berharap tanpa ada tekanan,” ujar Simon.

“Pasti ada tekanan, tetapi saya sekarang yang berada di sini, saya yang mewakili mereka. Kalau misalnya saya menang mereka bilang saya adalah pelatih yang bagus. Kalau saya kalah mereka semua komentar tentang saya. Tetapi, kalau misalnya pekerjaan ini mudah, tentu Indonesia sudah juara AFF dari dulu, tapi ternyata sulit,” Simon menambahkan.

Simon menambahkan, laga melawan Vietnam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019), diharapkan jadi titik balik Indonesia. Ia yakin Stefano Lilipaly dkk bisa membuktikan dirinya.

“Kalau ditanya pemain, dengan pemain tentu saya percaya dengan pemain. Saya percaya mereka bisa kembali lagi, dan saya juga percaya bahwa pemain masih percaya dengan saya,” Simon menjelaskan.

“Tentu besok kami melawan Vietnam tidak mudah memang, kami sudah melawan tim dari pot 1, pot 2, dan pot 3. Besok melawan Vietnam, mereka ada di pot 2, dan besok adalah titik baliknya.” ujar dia.

“Saya harap dan saya juga merasa besok adalah waktunya untuk pembuktian tim. Saya merasa tim dan para pemain juga ingin membuktikan bahwa mereka juga pemain yang bagus. Tadi juga ada reporter yang bilang kami dalam kondisi yang tidak bagus, tetapi mereka kan tidak ada di dalam tim. Jadi saya rasa yang tahu bagus atau tidak kondisi tim adalah mereka yang ada di dalam tim ini atau tim kepelatihan,” ujar Simon. (net)

Dana Amnesti Pajak Masih Utuh, Tidak Lari ke Asing

amnesti pajak
Dana Amnesti Pajak Masih Utuh, Tidak Lari ke Asing

JAKARTA – Repatriasi amnesti pajak tahap pertama selesai pada September 2019 selesai. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan belum ada dana milik wajib pajak yang kembali ke luar negeri.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan menjelaskan dari data pelaporan gateway (lembaga pintu masuk dana repatriasi) hingga Agustus 2019 belum ada pergerakan dana repatriasi. ”Kami yakin dengan berakhirnya holding period tidak akan pengaruhi atau memicu dana itu ke luar negeri,” terangnya, kemarin (14/10).

Keyakinan tersebut berdasarkan laporan dari berbagai lembaga persepi penampung dana repatriasi amnestik pajak. Adapun sejak masa amnesti pajak bergulir dari Juli 2016 hingga Maret 2017, total dana repatriasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp146 triliun. Dari total dana repatriasi tersebut, sebanyak Rp130 triliun masuk melalui lembaga persepsi atau gateway, sementara Rp16 triliun melalui instrumen keuangan di pasar finansial.

Baca Juga
Merapi Kembali Menggeliat, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 3 Km

Namun perlu diketahui, masa amnesti pajak dibagi dalam tiga tahap yakni periode Juli 2016 hingga September 2016, kemudian Oktober 2016 hingga Desember 2016 dan Januari 2017 hingga Maret 2017. Periode tersebut dibedakan dengan besaran tarif tebusan yang harus dibayar Wajib Pajak (WP).

Dari tiga periode tersebut, masa penahanan dana repatriasi (holding period) yang sudah habis adalah untuk periode pertama. Total dana repatriasi amnesti pajak untuk periode pertama, kata Robert, adalah sebesar Rp12,6 triliun dari total dana repatriasi Rp146 triliun. “Dengan demikian yang sudah free (bebas) masa holding period nya di September 2019 ini adalah hanya Rp12,6 triliun dari total Rp46 triliun,” ujar Robert.

Ditjen Pajak, diklaim Robert, tidak menemukan pergerakkan dana keluar dari simpanan repatriasi tersebut, meskipun masa holding period sudah selesai.

Meski demikian, pemerintah juga tidak bisa hanya duduk manis karena holding period dana repatriasi periode kedua akan segera berakhir yakni maksimal Desember 2019. Batasan tersebut bisa lebih cepat apabila proses repatriasi dilakukan Wajib Pajak (WP) lebih awal dari tenggat waktu pelaksanaan periode amnesti pajak.

MIsalnya, seorang WP yang telah merepatriasi aset atau dana pada Oktober 2016, maka masa holding period WP tersebut akan berakhir tiga tahun setelah wajib pajak melakukan repatriasi atau tepatnya Oktober 2019. Dari sisi hukum, WP yang memiliki dana atau aset repatriasi yang telah melewati masa holding period sudah terbebas dari kewajiban untuk menginvestasikannya di dalam negeri.

Dari sisi perpajakan, dana tersebut juga tidak lagi memiliki persoalan karena telah melewati mekanisme yang berlaku sewaktu pengampunan pajak berlangsung. Mekanisme holding period diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.141/PMK.03/2016 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.16/2016 tentang Pengampunan Pajak.

Sebelumnya, pemerintah menyelenggarakan program amnesti pajak pada pertengahan 2016 dan berlangsung selama sembilan bulan hingga Maret 2017. Dalam program tersebut, pemerintah menawarkan pengampunan pajak dengan membayar uang tebusan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total komitmen dana repatriasi mencapai Rp146 triliun dari tiga ribu peserta pengampunan pajak. (ful/fin)

Tingkatkan Infrastruktur di Indonesia, Tiongkok Gelontorkan Rp29,3 Triliun Tanpa Utang

Tingkatkan Infrastruktur di Indonesia, Tiongkok Gelontorkan Rp29,3 Triliun Tanpa Utang
Tingkatkan Infrastruktur di Indonesia, Tiongkok Gelontorkan Rp29,3 Triliun Tanpa Utang

JAKARTA – Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) yang memfasilitasi pembiayaan infrastruktur tanpa utang dan tidak membebani APBN mencapai Rp29,3 triliun dengan melibatkan BUMN dan BUMD serta pihak swasta dalam dan luar negeri.

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan dengan posisi ini secara jelas mengubah mindset (pola pikir) bahwa membangun infrastruktur tidak hanya melalui belanja APBN. ”Jadi tidak hanya pembiayaan utang, tapi bisa dalam bentuk investasi oleh non-pemerintah,” terangnya, kemarin (14/10).

Menurut dia, pembiayaan inovatif diperlukan karena anggaran APBN terbatas dan hanya akan dialokasikan untuk infrastruktur dasar yang tidak menarik bagi investor di antaranya sanitasi, jalan perkotaan, jembatan, hingga pelabuhan perintis.

Baca Juga
Residivis di Purworejo Gasak Tiga HP Milik Pegawai Hotel

Menteri PPN menjelaskan total dana sebesar Rp29,3 triliun itu diteken dalam penandatanganan perjanjian pendahuluan atau perjanjian tahap akhir sebelum mencapai final. Penandatanganan itu melibatkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT China Communications Construction Indonesia (CCCI), penanam modal asing (PMA) dari Tiongkok.

Selain itu, BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan BUMD dari Jawa Barat yakni PT Jasa Sarana dengan PT ICDX Logistik Berikat (ILB) yang merupakan swasta dalam negeri.

Bambang menambahkan, Jasa Marga dan CCCI melakukan pendanaan dalam bentuk investasi atau saham langsung (direct equity financing) sebesar Rp23,3 triliun. “Equity bukan utang tapi penyertaan saham sehingga juga tidak membebani perusahaan Indonesia,” kata Bambang Brodjonegoro.

Anggaran tersebut, lanjut dia, digunakan untuk membiayai proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang hampir 173 kilometer, salah satu ruas tol terpanjang TransJawa. Jasa Marga, kata dia, memegang mayoritas proyek tol tersebut sehingga ketika ada keuntungan, maka dividen akan dibagi hasilnya.

“Tapi yang penting Jasa Marga tidak harus mengeluarkan seluruh kemampuan keuangan untuk membiayai proyek itu sendirian, tapi dapat partner,” ujar Bambang Brodjonegoro.

Sedangkan, Wijaya Karya meneken perjanjian dengan ILB dengan nilai Rp5 triliun dan Jasa Sarana sebesar Rp1 triliun melalui skema customized supply chain financing dengan ILB.

Customized supply chain financing, kata dia, merupakan inovasi skema keuangan terbaru dari PINA untuk pembiayaan pengadaan material konstruksi. Penandatanganan perjanjian pendahuluan itu juga disaksikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong dan sejumlah pejabat dari Kementerian PUPR dan BUMN.

PINA merupakan unit di bawah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) yang dibentuk tahun 2017 dan berfungsi menghasilkan pembiayaan kreatif.

Hingga akhir 2018, PINA membukukan financial close sebesar Rp47 triliun mencakup 11 proyek tol, energi terbarukan, perkebunan, serat optik dan bandara. (din/fin/ful)

Presiden Jokowi Resmikan Operasional Palapa Ring di Istana

PERESMIAN. Konektivitas Palapa Ring dari Sabang sampai Merauke diresmikan Presiden Jokowi di Istana Negara, 
PERESMIAN. Konektivitas Palapa Ring dari Sabang sampai Merauke diresmikan Presiden Jokowi di Istana Negara, 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo alias Jokowi meresmikan operasional Palapa Ring, di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/10). Peresmian ini menandai tuntasnya pembangunan jaringan serta optik dari Sabang hingga Merauke.

Hadir pada acara peresmian itu Ketua DPR PUan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattaliti, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kominfo Rudiantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan tamu undangan lainnya.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan pengoperasian Palapa Ring, yang menghubungkan seluruh ibu kota di 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia,” ucap Jokowi.

Pembangunan Palapa Ring ini telah selesai dibangun secara bertahap, seperti bagian barat dan tengah telah selesai pada 2018 dan awal 2019. Khusus wilayah timur berhasil dirampungkan Agustus 2019 lalu.

Jokowi berharap dengan dioperasionalkannya jaringan koneksi internet berkecepatan tinggi ini dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua, Maluku dan NTT.

“Bagi seluruh aparatur pemerintah, saya perintahkan agar memanfaatkan beroperasinya tol langit ini untuk mempercepat terwujudnya birokrasi yang efesien, birokrasi yang melayani yang meningkatkan akuntabilitas publik, serta akurasi dalam kebijakan-kebijakan,” ucap Jokowi.

Di sisi lain, mantan wali kota Solo itu berpesan kepada masyarakat agar menggunakan konektivitas internet ini dengan baik dan bijak. Jangan sampai kehadiran jaringan tersebut disalahgunakan seperti penyebaran ujaran kebencian, hoaks, dan hal negatif lainnya.”Saling Menjelekan, saling mencela di media sosial harus dihentikan. Termasuk mencegah kejahatan siber dan kejahatan lainnya agar tidak semakin berkembang di negara kita,” tambah suami Iriana itu.usai peremian operasional Palapa Ring tersebut, Jokowi langsung menjajal kekuatan sinyalnya dan melakukan videoconference dengan kepala daerah di Wamena, Sorong, Rite Ndao, Penajam Paser Utara, hingga Sabang.(fat/jpnn)

 

Revitalisasi Terminal Tegal, Dinas Perhubungan Anggarkan Rp45 Miliar

RAMAI - Puluhan penumpang bus antar kota antar provinsi masih memadati terminal untuk menggunakan moda transportasi umum.
RAMAI - Puluhan penumpang bus antar kota antar provinsi masih memadati terminal untuk menggunakan moda transportasi umum.

DINAS Perhubungan Kota Tegal menyatakan rencana revitalisasi terminal tipe A di Kota Bahari akan dikerjakan mulai 2020 mendatang dengan alokasi anggaran mencapai Rp 45 Miliar. Bahkan, pengerjaan teknis pengembangannya ditangani langsung oleh Direktorat Prasarana Transportasi Jalan Dirjen Perhubungan Darat.

Kepala Dishub Kota Tegal Herviyanto GWP menyampaikan, berdasarkan hasil pembahasan rapat koordinasi terkait revitalisasi terminal tipe A akan dilakukan serentak. Rencananya, konsep pembangunan menggunakan Transit Oriented Development secara bersamaan dengan 20 terminal lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

“Yang jelas, revitalisasi terminal tipe A dimulai 2020 mendatang dengan total 21 titik termasuk Kota Tegal setelah melalui berbagai pertimbangan,” terangnya.

Baca Juga
Residivis di Purworejo Gasak Tiga HP Milik Pegawai Hotel

Untuk Kota Tegal, lanjut Hervi, Dirjen Perhubungan Darat memiliki pertimbangan khusus yakni sangat berpotensi mengoptimalkan interkoneksi dengan stasiun KA. Kemudian, pengembangan Airport Kertajati juga menjadi peluang strategis sebagai penghubung antar wilayah melalui jalur darat.

Namun, terkait teknis pembangunan sepenuhnya ditangani Dirjen Perhubungan Darat yang mengkombinasikan konsep terminal terintegrasi. Hal itu, sudah ditindaklanjuti melalui rakor melibatkan investor secara menyeluruh di tingkat pusat dalam mengembangkan potensi terminal A di daerah.

Di sisi lain, sambil menunggu respon draft MOU yang saat ini masih dipelajari Pemkot Tegal dan rekomendasi dari wali kota proses administrasi juga dikebut. Tujuannya, agar secara administrasi dan pelimpahan sertifikat tanah terminal bisa diserahterimakan ke pusat sebagai bentuk komitmen daerah.

“Yang jelas, proses pelimpahan P3D sudah dilakukan secara formil dan tinggal menyelesaikan berkas administrasinya,” tegasnya. (syf/wan)

Warung Mesum di Parin Bebes Kian Menjamur

KUMUH- Pengunjung nampak bermain di kawasan Parin yang penuh bedeng dan sampah.
KUMUH- Pengunjung nampak bermain di kawasan Parin yang penuh bedeng dan sampah.

     BREBES – Keberadaan warung mesum atau esek-esek di OW Pantai Randusanga Indah (Parin) di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes kian memprihatinkan. Jumlahnya terus menjamur hingga mencapai ratusan bedeng. Tidak hanya dikeluhkan masyarakat, pemerintah pun merasa gerah.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinbudpar Pemkab Brebes, Iskandar Agung menyatakan penataan warung mesum di Parin merupakan tantangan terberat dalam upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Brebes. “Harus diakui memang tempat wisata itu sulit dibangun yang faktornya tidak lepas dari kondisi masyarakat,” kata Iskandar, Senin (14/10).

Iskandar melanjutkan, untuk menangani peliknya persoalan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemdes setempat untuk ditata lagi. “Kami dengan pemerintah desa sudah mengatur langkah ke depannya. Karena, penataan tempat wisata ini sangat melibatkan masyarakat setempat,” tambahnya.

Baca Juga
Merapi Kembali Menggeliat, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 3 Km

Terkait dengan tahap pengembangan tempat wisata tersebut, Detail Engenering Design (DED) sudah dibuat. Namun untuk melakukan pengembangan itu perlu diawali dengan penataan warung esek-esek. Ratusan warung bedeng atau esek-esek itu sejak puluhan tahun hingga kini masih eksis.

Sementara Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiyono mengungkapkan, jumlah warung esek-esek tersebut mencapai ratusan yang berjejer di sepanjang kurang lebih 500 meter dan berada di kawasan timur pantai. Tempat tersebut sering dijadikan tempat mesum bagi sebagian wisatawan yang sengaja berkunjung hanya untuk memenuhi hasrat asmara.

“Jumlahnya sampai ratusan dan sudah ada sejak puluhan tahun. Para pemilik warung pun sengaja mendesain warung bilik ini secara tertutup dan disekat kurang lebih 2×2 meter,” kata Afan.

Diketahui, keberadaan warung esek-esek yang dijadikan tempat mesum tersebut sudah menjadi rahasia umum karena sudah berdiri sejak puluhan tahun silam. Upaya penertiban warung esek-esek itu sudah sejak lama dilakukan. Namun, lagi-lagi buntu dan hingga kini belum menemukan titik terang. Sementara terkait tanggapan masyarakat atas keberadaan warung itu, Afan mengklaim 80 persen warganya mendukung upaya penertiban.

“Kami sudah menyampaikan segi positif dan negatifnya terkait warung-warung itu. Keadaannya memang begitu. Beberapa waktu lalu kami sudah sepakat dengan dinas pariwisata untuk melakukan upaya penertiban,” lanjut Afan.

Upaya penertiban ini, lanjut Afan, perlu ada koordinasi secara intens antara Pemkab Brebes, pengelola wisata, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Namun di sisi lain, warung tersebut merupakan sumber penghasilan bagi masyarakat setempat. Selain keberadaan warung esek-esek, kondisi pantai juga kerapkali dipenuhi sampah. Kondisinya pun memprihatinkan karena tidak tertata. Event Brebes Berhias Grasstrack open tahun 2018 pun hanya menyisakan sirkuit yang terbengkalai. (fid/ism)

 

 

Kemendikbud Gelontarkan Rp129 Miliar Kelola Museum

Kemendikbud Gelontarkan Rp129 Miliar Kelola Museum
Kemendikbud Gelontarkan Rp129 Miliar Kelola Museum

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp129 miliar lewat dana alokasi khusus (DAK), untuk pengelolaan museum di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah siap membantu memajukan museum Indonesia dengan dana alokasi khusus (DAK) untuk museum.

“Anggaran yang sudah ada dalma DAK untuk museum baru Rp129 miliar, tapi itu awal yang bagus. Paling tidak pemerintah sudah memiliki kepedulian yang cukup,” kata Muhadjir, di Jakarta, Senin (14/10)

Untuk itu Muhadjir meminta, provinsi-provinsi di daerah agar bisa melakukan langkah lebih untuk memajukan museum dan cagar budaya, yang berada di wilayah masing-masing.

“Museum itu sebagai simbol peradaban suatu bangsa. Bila terawat, maka akan ramai dikunjungi. Ini menunjukkan majunya suatu bangsa dan negara,” ujarnya.

Muhadjir mengatakan, di dunia ini tidak ada negara maju yang tidak memiliki museum yang bagus. Menurutnya, tingkat kemajuan sebuah bangsa akan tercermin seberapa komitmen perhatian pemeliharaan dan pemanfaatan museum di negara itu.

“Semakin peduli, semakin kuat komitmennya di dalam menangani, memelihara, mengembangkan dan memperhatikan museum, biasanya semakin tinggilah tingkat peradaban bangsa itu,” imbuhnya.

Selain itu, Muhadjir juga meminta masyarakat ikut meramaikan museum. Sebab kata dia, di dalamnya ada pesan-pesan sejarah yang harus diketahui terutama oleh generasi muda.

“Pesan-pesan peradaban yang tersemat di museum itu yang perlu dikenalkan, sosialisasikan kepada generasi muda, kepada anak didik kita agar mereka bangga, memiliki kesadaran yang tinggi terhadap keberadaan dirinya di kehidupan masa lalu dari nenek moyang. Juga dari keberadaan sebuah bangsa itu,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan (Kemendikud), Hilmar Farid, mengharapkan berbagai inovasi bisa menjadikan pelayanan museum lebih baik.

“Kita berharap, dengan sekian banyak intervensi dan inovasi yang kita lakukan, dapat membuat museum kita ini jadi lebih baik layanannya kepada publik,” kata Hilmar

Adapun Indonesia saat ini memiliki 439 museum yang sudah terdaftar secara resmi, baik itu milik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten atau kota, maupun anggota masyarakat.

“Kita semua harus bergerak bersama-sama untuk meningkatkan tata kelola dan peran museum, baik sebagai pelestarian, pengkajian, edukasi, maupun kesenangan rekreasi. Di mana museum akan menjadi ruang publik untuk berbagai kegiatan,” kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Fitra Arda. (der/fin)