Belum Tentu Positif Covid, Prosesi Pemakaman Tetap Sesuai Prokes

PROTAP. Petugas dan relawan pekamaman DLH Kota Magelang menggunakan APD lengkap saat melakukan proses pemakaman jenazah terindikasi Covid-19 di TPU Giriloyo. (foto : IST/magelang ekspres)
PROTAP. Petugas dan relawan pekamaman DLH Kota Magelang menggunakan APD lengkap saat melakukan proses pemakaman jenazah terindikasi Covid-19 di TPU Giriloyo. (foto : IST/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Kasus Covid-19 yang melonjak di Kota Magelang tidak saja membuat tenaga kesehatan harus bekerja ekstra. Hal yang sama juga dialami para relawan yang selama ini bertugas memakamkan jenazah.

Betapa tidak, kasus sebelum dan setelah Lebaran yang cenderung landai, dengan rata-rata kasus harian 8 orang terkonfirmasi positif, tiba-tiba pertengahan Juni ini meledak menjadi 200 orang per pekan. Sedangkan rata-rata harian konfirmasi positif mencapai 60-80 kasus.

Meningkatnya tren kasus, juga berdampak pada pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo Kota Magelang. Data per 22 Juni 2021 disebutkan sudah ada sebanyak 23 pemakaman secara protokol kesehatan atau protap Covid-19. Jumlah yang nyaris sama terjadi pada Januari 2021 lalu. Selama satu bulan tercatat 29 pemakaman menggunakan protap Covid-19.

Plt Kepala Seksi Pengelolaan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Danang Kurniawan mengatakan, pemakaman secara prokes di bulan Juni melonjak. Padahal, Mei lalu, pihaknya hanya melakukan pemakaman protap Covid-19 6 jenazah saja.

”Meskipun yang dimakamkan secara prokes ini belum tentu terkonfirmasi positif Covid-19, karena ada suspek dan probable. Namun secara hitungan kasar, ada kenaikan empat kali lipat dibanding bulan Mei,” katanya, Rabu (23/6).

Menurut Danang, pihaknya hanya mendapat arahan untuk melakukan pemakaman berdasarkan prokes Covid-19. Sementara penentuan status jenazah tersebut merupakan wewenang rumah sakit rujukan.

”Yang menentukan itu jenazah positif Covid-19 atau terindikasi, atau bahkan negatif itu kan murni dari rumah sakit. Sementara kami hanya menindaklanjuti arahan dari rumah sakit rujukan di Kota Magelang,” terangnya.

Dia menuturkan, sebagian besar yang dimakamkan ini merupakan warga Kota Magelang. Sementara untuk warga luar daerah, saat ini mulai dibatasi.

Artikel Menarik Lainnya :  Limbah Tahu Mampu Diolah Jadi Biogas di Tidar Campur

”Terus terang ketersediaan lahan, alat pelindung diri (APD) petugas pemakaman juga mulai terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sampai saat ini layanan pemakaman menggunakan protap khusus masih terus berjalan. Pihaknya memiliki dua tim, masing-masing tim terdiri dari 10 orang petugas yang bekerja bergantian, mengingat selain bertugas memakamkan jenazah Covid-19 juga pemakaman reguler.

”Sejauh ini masih bisa kita tangani. Tapi jika tren masih tidak juga turun, kami akan lakukan evaluasi. Kalau pemakaman reguler masih normal, rata-rata sekitar 2-3 pemakaman setiap hari. Meskipun pernah juga sampai 6 pemakaman per hari. Untuk ketersediaan, sekarang sudah terpakai 60 persen,” jelasnya.

Danang menyebutkan, sampai saat ini tidak ada protes keras dari pihak keluarga yang jenazah anggota keluarganya harus dimakamkan dengan prosesi khusus. Hampir semua keluarga jenazah, lanjut Danang, menerima dengan protap itu karena memang aturannya demikian.

”Kalau di awal-awal memang ada gesekan, kami harus berdebat dulu dengan keluarga yang memaksa ikut serta pemakaman dan tidak terima juga dimakamkan secara prokes. Sekarang sudah membaik, karena kami selalu komunikasi dengan rumah sakit dan minta rumah sakit agar edukasi ke masyarakat terkait prosedur tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan PJU Pertamanan dan Pemakaman DLH Kota Magelang, Yetty Setyaningsih membenarkan jika tren pemakaman secara prokes meningkat. Meski begitu, luasan lahan pemakaman sampai saat ini masih mencukupi untuk pemakaman baik secara prokes maupun untuk reguler.

”Lahan masih cukup, namun kami sudah membatasi pemakaman secara prokes hanya untuk warga Kota Magelang saja dengan retribusi nol rupiah. Kalau untuk warga luar Kota Magelang harus sepersetujuan Ketua Satgas Covid-19 Kota Magelang, mengingat pentingnya tracing untuk warga luar kota, ketersediaan APD, dan sarpras pendukung pemakaman secara prokes,” ungkapnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  PPKM Level 3, Hotel di Kota Magelang Masih Sepi