Belum Sesuai Target, DPRD Purworejo Sidak Proyek Puskesmas Pituruh

TINJAU. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Purworejo saat meninjau proyek gedung Puskesmas Pituruh.
TINJAU. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Purworejo saat meninjau proyek gedung Puskesmas Pituruh.

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Anggota DPRD Kabupaten Purworejo yang membidangi infrastruktur melakukan kegiatan pengawasan dalam daerah di proyek pembangunan gedung Puskesmas Pituruh, Senin (27/9). Sejumlah temuan diperoleh anggota DPRD dalam kegiatan tersebut, di antaranya progres yang belum sesuai target serta  kegiatan pelaksanaannya terkesan masih kurang rapi.

Anggota Komisi II, Rokhman mengungkapkan jika pihaknya telag meminta pelaksana agar segera mempercepat proses pembangunan melihat waktu yang terbatas. Kedatangan anggota DPRD ini diterima oleh staf pelaksana Husein dan beberapa rekan kerjanya.

Saat ditanyakan kepada pelaksana, progres pembangunan itu sudah dilakukan selama 50an hari dengan persentasenya mencapai 40an persen. Sementara dalam pengamatan Rokhman, pembangunannya masih di bawah harapan yakni sekitar 30 persen.

“Melihat dari pekerjaan yang ada, ini masih sekitar 30 persen. Dan penanganannya masih kurang rapi,” tutur Rokhman.

Dalam kunjungan itu, Rohman bersama dengan beberapa anggota DPRD yang lain di antaranya Tunaryo, Ign Yudha Gunawan, Jaka Hartana, Nur Hidayat Pramudyanto, Erwin, dan Berliando Zulfikar. Rokhman melihat waktu harus sangat dipertimbangkan mengingat sebentar lagi mulai memasuki musim hujan sementara kegiatan belum masuk ke bagian atas bangunan.

“Sebentar lagi sudah masuk musim hujan sementara fokus kegiatan masih di bagian bawah. Kami melihat juga untuk pekerjaan pengecoran menggunakan manual menggunakan molen, apakah ini bisa mengejar,” tambahnya.

Lebih jauh disampaikan agar pembangunan itu bisa selesai tepat waktu sehingga bisa segera digunakan. Pihaknya tidak ingin terjadi kasus terlambatnya pembangunan sehingga pelaksana dikenakan penalti.

“Jangan sampai terulang kasus serupa di mana pekerjaan tidak selesai. Makanya pengerjaan harus benar-benar diperhatikan,” ungkapnya.

Dia juga menyebut jika pihaknya akan kembali melakukan pengawasan dalam daerah lagi ke proyek dengan anggaran Rp6,4 miliar ini. Dirinya berharap dalam kunjungan selanjutnya itu, progresnya sudah bisa sesuai sehingga tidak terjadi kemoloran.

Artikel Menarik Lainnya :  MA An-Nawawi Menuju Madrasah Adiwiyata

Sementara itu, Husein staf dari PT Putra Karya Salimindo mengungkapkan jika ada beberapa kendala untuk pembangunan proyek tersebut. Terutama menyangkut tidak adanya akses jalan untuk mengangkut material beton ke dalam lokasi kegiatan.

“Akses jalan yang ada masih jalan lingkungan. Kami tidak mungkin memasukkan ready mix ke tempat ini, karena jalan bisa rusak. Makanya proses pembuatan cor dan adukan menggunakan tenaga manual berupa molen,” jelas Husein.

Pihaknya mengaku akan menindaklanjuti beberapa temuan yang disampaikan oleh anggota DPRD, sehingga proyek itu bisa selesai sesuai jadwal yakni akhir bulan November 2021 ini. (luk)