BBPOM Semarang Gelar Bimtek Kader Keamanan Pangan PKK Kabupaten Magelang

BBPOM Semarang Gelar Bimtek Kader Keamanan Pangan PKK Kabupaten Magelang
BBPOM di Semarang selenggarakan kegiatan Sosialisasi Cerdas Memilih Obat dan Makanan Yang Aman, dan Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan, gandeng PKK Kabupaten Magelang. Foto: Chandra/magelang ekspres

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang dan PKK Milenial siap mendukung program Kader Keamanan Pangan yang diinisiasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang.

“PKK bekerja sama dengan BBPOM Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, siap mendukung program Kader Keamanan Pangan,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin SE.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Cerdas Memilih Obat dan Makanan Yang Aman, dan Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan, Selasa (2/8/2022) di Gedung PKK Kabupaten Magelang.

Christanti mengatakan, di Kabupaten Magelang ditemukan banyak kasus penggunaan bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan dengan efek kesehatan jangka panjang. Karenanya diperlukan upaya, agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui PKK sebagai Kader Keamanan Pangan.

“Ibu merupakan manager di rumah tangga, bila bisa memilih makanan dengan baik, akan berdampak kesehatan yang baik bagi masyarakat. Akan ada gerakan atau tindak lanjut setelah pembekalan kepada para kader. Bertujuan untuk deteksi dini makanan mengandung zat kimia berbahaya,” katanya.

Sementara ini, lanjutnya, piloting project di lima kecamatan, meskipun dalam sosialisasi ini semua kecamatan ikut secara daring. Program ini merupakan kerjasama antara Dinkes, PKK dan BPOM Provinsi Jawa Tengah.
Adapun lima kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Mungkid, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Muntilan, Kecamatan Mertoyudan, dan Kecamatan Salaman. Dimana kecamatan tersebut paling banyak aktifitas bisnis kuliner.

“Wilayah Kecamatan Borobudur berstatus wisata prioritas, menjadi wajah Kabupaten Magelang, jika ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya akan mencoreng wajah Magelang. Karenanya, kecamatan tersebut menjadi salah satu piloting project atau percontohan program ini, harapannya kecamatan lainnya juga demikian,” terang Christanti.

Kepala BBPOM di Semarang, Dra Sandra MP Linthin, Apt, MKes, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kali pertamanya dengan menggandeng PKK Kabupaten Magelang. Yang mana jaringan PKK cukup luas hingga tingkat dusun, RT dan RW diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kabupaten Magelang kami pilih karena di Provinsi Jawa Tengah menjadi nomor dua daerah dengan temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya, dimana nomor satu ada di Semarang. Termasuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM melalui PKK, agar tidak menggunakan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, serta kosmetik dengan zat berbahaya,” jelas Sandra.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Erlin menyampaikan, selain menghindari penggunaan bahan berbahaya pada makanan, juga perlu diperhatikan perihal higiene dan sanitasi dalam proses produksi makanan atau kuliner.

“Bahan-bahan makanannya bagus, namun dalam proses produksinya tidak higienis, maka akan mengurangi kualitas makanan atau kuliner tersebut,” ungkap Erlin.

Dalam kegiatan bimtek tersebut, peserta mendapatkan peralatan untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya pada makanan khususnya pada mi dan bakso.(cha)