Banyak Rumah Tak Penuhi Syarat Isoman, Alasan Pemkot Magelang Tambah Isoter

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Istikomah.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Istikomah.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Magelang mengungkap alasan penyediaan khusus isolasi terpusat. Pasalnya, hingga dua tahun pandemi berlangsung, masyarakat rata-rata belum memahami standardisasi dan kriteria rumah untuk dapat difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri (isoman).

“Syarat klinis isoman di antaranya pasien harus berusia kurang dari 45 tahun, tidak memiliki komorbid, dapat mengakses telemedicine/layanan kesehatan lain, berkomitmen tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang dr Istikomah, kemarin.

Selain itu, untuk syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya, pasien harus tinggal di kamar terpisah. Termasuk kamar mandi di dalam rumah yang terpisah dengan penghuni lainnya.

“Jika tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, pasien harus melakukan isolasi terpusat dan dalam pengawasannya dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang itu mengatakan, dengan lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron, Pemkot Magelang mengimbau agar masyarakat tetap waspada, tetapi tidak panik.

Selain itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi terkait gejala, pencegahan, tata cara isolasi mandiri, faktor risiko tinggi, dan hal lain berkaitan dengan Covid-19. Di samping itu, ada upaya antisipatif yang terus digencarkan.

Mantan Kepala Puskesmas Magelang Utara itu menyebutkan bahwa saat ini laju kasus di Kota Magelang mulai mengalami penurunan. Itu setelah 100 orang pasien isoter dinyatakan sembuh.

“Walaupun ada tambahan lagi, tapi tidak terlalu banyak. Sekarang sudah mulai menunjukkan penurunan. Harapan kita, laju kasus terus menurun,” tuturnya.

Menurutnya, dari 178 bed isoter, sejauh ini sudah terpakai lebih dari 50 persen. Jika ke depan terjadi penambahan signifikan, maka pihaknya akan memanfaatkan mes atau fasilitas pemerintah guna dijadikan tempat isoter.

Istikomah menambahkan, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit penanganan Covid-19 di Kota Magelang sudah mencapai 43,79 persen. Namun, sebagian besar pasiennya adalah warga luar Kota Magelang.

“Meskipun warga luar, tetap masuk hitungan di Kota Magelang sehingga berpengaruh terhadap BOR. Saat ini, BOR kita masih di bawah 60 persen sehingga masih aman kalau melihat standar WHO. Hampir 70 persennya merupakan warga luar, sedangkan warga Kota Magelang yang diisolasi di rumah sakit sekitar 30 persennya,” ungkapnya. (wid)