Bantuan Uang Tunai dan Sembako untuk Korban Kebakaran

0
246
Bantuan Uang Tunai dan Sembako untuk Korban Kebakaran
BANTUAN. Walikota Magelang Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Pasar Telo Samban, Gelangan, Magelang Tengah,

MAGELANG TENGAH – Pemkot Magelang memberikan bantuan kepada korban kebakaran di wilayah Kelurahan Gelangan berupa bantuan dana dan material. Kebakaran yang menghanguskan satu rumah beserta isinya itu terjadi, Sabtu (7/9) lalu sekitar pukul 11.00 WIB dengan kerugian materi jutaan rupiah.

Bantuan diberikan langsung oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito kepada korban di lokasi kebakaran, Senin (9/9). Turut mendampingi beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua PMI Kota Magelang, Sumartono, dan Lurah Gelangan, Sugeng Sunarso.

Korban bernama Widyantoro dan menerima langsung bantuan ini dengan didampingi istri, Tri Yulistira. Begitu pula korban lainnya, Bandiyo sang pemilik rumah dan Santoso sang penghuni rumah bersama Widyantoro.

“Ini wujud komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat kecil yang terkena musibah. Tidak hanya Pemkot, tapi juga PMI, Baznas, dan instansi swasta turut dalam memberikan bantuan kepada korban,” kata Sigit di sela penyerahan bantuan.

Sigit juga menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta ditambah paket sembako dari uang pribadinya. Kemudian Baznas Kota Magelang Rp10 juta dan PMI sebesar Rp1,5 juta serta Toko Emas Mustika Gold Magelang (HK) Rp500.000. Bantuan lain berupa sembako dan peralatan dari Dinas Sosial.

“Kita harus tanggap dengan kejadian ini, apalagi salah satu korbannya anak berkebutuhan khusus. Segera bentuk panitia untuk perbaikan rumah korban, rumuskan konsepnya dan segera lakukan perbaikan secara gotong-royong,” katanya.

Ia menyebutkan, bantuan dari pribadinya hanya sebagai stimulan. Sedang dia juga berharap agar masyarakat bisa ikut membantu secara gotong-royong.

Sementara itu, Widyantoro mengaku senang dengan perhatian dan bantuan dari Pemkot, walikota, dan stake holder yang membantu meringankan beban pascabencana ini. Hingga saat ini ia masih merasa terkejut dengan kejadian yang menimpanya pada Sabtu siang itu.

“Saya sendiri beserta istri dan ponakan yang mengetahui kebakaran itu. Ketika itu, saya sedang duduk bercengkerama dengan ponakan dan istri di ruang keluarga. Tiba-tiba ponakan mencium bau gosong dan melihat ada kobakaran api di atap rumah,” jelasnya.

Melihat ada api, ia, ponakan, dan istri langsung berlari keluar. Sekaligus mendobrak pintu sebelah yang di dalamnya ada Fredy yang anak berkebutuhan khusus. Saat keluar rumah, ia hanya mampu menyelematkan satu tas sang keponakan.

“Barang lainnya habis terbakar, ada dokumen-dokumen, televisi, lemari, kasur, dan lainnya. Beruntungnya keluarga selamat semua,” tuturnya. (wid)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here