Bantu Petani, Bupati Wonosobo Launching Gerakan ASN Beli Beras Lokal

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat , saat launching gerakan ASN beli beras lokal Wonosobo.
LAUNCHING. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat , saat launching gerakan ASN beli beras lokal Wonosobo.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkab Wonosobo keluarkan surat edaran untuk ASN agar membeli beras lokal langsung dari petani. Kebijakan tersebut merupakan komitmen pemkab untuk mengungkit ekonomi daerah ditengah situasi pandemi covid-19.

“Di awal ini kita akan beli 5 kilogram petani dari Wonosobo, sehingga petani kita menjadi bangga produknya dibeli oleh pemerintah sendiri, dan dikonsumsi oleh masyarakat sendiri. Ini bentuk pemerintah hadir,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat , saat launching gerakan ASN Beli Beras Lokal Wonosobo, di pendopo kabupaten, kemarin.

Bupati Wonosobo telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 500/1709/EK/2021 tentang Gerakan ASN Beli Beras Lokal Wonosobo. Melalui SE tersebut diharapkan partisipasi ASN/CASN untuk membeli produk beras lokal akan maksimal.

Hadir dalam launching tersebut diantaranya sekda, staf ahli bupati, kepala Dispaperkan, camat se-Kabupaten Wonosobo, serta jajaran pimpimnan OPD terkait.

Menurutnya, beli beras lokal merupakan bukti komitmen pemerintah daerah untuk mendukung sektor pertanian, dimulai dari hal yang kecil. Pembelian beras tersebut diharapkan akan memberikan dampak yang positif bagi sektor pertanian yang dilanda pandemi covid 19.

“Saya kira ini hal kecil, memang hanya 5 kilogram dan jenis berasnya ciherang, tapi ini sekali lagi mengawali hal yang baik kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo mengemukakan bahwa surat edaran itu bukan bersifat pemaksaan tapi dalalm situasi seperti ini, upaya tersebut  sebagai pemantik peningkatan ekonomi di Wonosobo.

“Kalau ASN masih aman, tidak ada musim paceklik, beda dengan petani,  maka kita ikut mempelopori peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan membeli beras Wonosobo,” ucapnya.

Pihaknya mengaku senang, sebab Dispaperkan akan menjamin bahwa beras itu memang berasal dari Wonosobo dan harga yang diterapkan juga sesuai dengan harga lokal. Namun sekda berharap pembelian beras diperluas tidak hanya di satu kecamatan saja.

Artikel Menarik Lainnya :  RSUD Setjonegoro Deteksi Dini Kesehatan Nakes

“Melalui KORPRI nanti akan kita dorong upaya beli beras lokal Wonosobo bagi seluruh ASN dan CASN,” katanya.

Menurutnya, seluruh anggota KORPRI harus mendukung komitmen  kebijakan ini, dan seluruh harus  menjadi pemantik  kemajuan ekonomi. Sebab, pemerintah juga akan melakukan upaya di kegiatan yang lain, termasuk untuk kegiatan rapat agar dilakukan di Wonosobo, agar ekonomi bisa lebih cepat pulih dan bergerak.

“Minimal Rp5 kilogram, atau boleh lebih, berasnya lebih enak, dibanding dari daerah lain,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dispaperkan Wonosobo, Dwiyama SB mengemukakan bahwa jenis beras yang akan dijual kepada ASN merupakan jenis beras cihera, yang menjadi konsumsi andalan di Kabupaten Wonosobo.

“Jadi beras ini dari kelompok tani, packing dengan baik dan pola pembelian dilakukan melalui model pesanan setiap tanggal 10,” terangnya.

Pihaknya mengaku, beras lokal Wonosobo belum bisa dibeli oleh seluruh ASN di Wonosobo, sebab masih pada tahap ujicoba dan baru bisa melayani pemesan dari ASN yang ada di lingkungan perkantoran.

“Kita lihat dulu ini jalanya seperti apa, setelah kita jalan baik, akan diperluas ke kelompok ASN lain, seperti para pendidik yang jumlahnya cukup banyak,” pungkasnya. (gus)