Banjir dan Longsor Masih Mengancam Kabupaten Batang

Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres AKBP M Irwan Susanto, dan Kalak BPBD Batang Ulul Azmi mengecek peralatan penanganan bencana. (DOK ISTIMEWA)
CEK PERALATAN - Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres AKBP M Irwan Susanto, dan Kalak BPBD Batang Ulul Azmi mengecek peralatan penanganan bencana. (DOK ISTIMEWA)

BATANG,MAGELANGEKSPRES.COM – Bencana banjir masih menjadi ancaman bagi Kabupaten Batang di musim penghujan. Sebab, permasalahan drainase dan pendangkalan sungai belum bisa diselesaikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah perahu untuk mengantisipasi terjadinya musibah bencana banjir.

“Kami sudah siapkan empat perahu dan TNI punya dua. Kemudian, desa-desa di Batang seperti Karangasem Utara sudah mau beli sendiri dan Klidang lor sudah membeli,” ujar Ulul, usai apel kesiapsiagaan kebencanaan di Jl Veteran, Jumat (5/11/2021).

Ia bahkan berencana tahun 2022 akan membeli lima perahu lagi. Adapun, dugaannya banjir kerap terjadi karena drainase kurang lebar dan terjadi pendangkalan.

Pihaknya pun mengimbau agar para Kepala Desa di Kecamatan Batang atau daerah rawan banjir untuk menyiapkan dapur umum mandiri. Lokasi dapur umum di masing masing titik pengungsian atau kelurahan. “Dinas Sosial Kabupaten Batang juga punya satu mobil dapur umum untuk mobiling,” katanya.

Ulul, sapaan akrabnya, menyebut wilayah rawan banjir terjadi di Batang bagian Utara yang memanjang dari batang kota, hingga Tulis. Untuk banjir bandang pernah terjadi di Subah dan Bawang.

Selain banjir, kata Ulul, pada musim penghujan ini BPBD juga mewaspadai potensi bencana longsor di wilayah Batang bagian selatan. “Kalau longsor daerah selatan, termasuk Gringsing selatan, Tersono, Bawang, Reban, Bandar, Blado,” tuturnya.

Ditambahkan Ulul, pihaknya juga menyiapkan Rp 2 miliar untuk hadapi bencana di musim hujan. Dana itu masuk dalam Biaya Tak Terduga (BTT). “Kami juga menyiapkan bahan pangan atau logistik kebencanaan lain,” kata Ulul.

Bupati Batang, Wihaji mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personil dan relawan, untuk senantiasa siap dalam menghadapi segala kemungkinan bencana yang terjadi di musim penghujan.

Artikel Menarik Lainnya :  Tragis! Tercebur Septictank, Dua Orang di Tegal Ditemukan Tewas

“Seluruh personil baik dari TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran dan juga relawan harus senantiasa siap sedia menghadapi segala kemungkinan bencana yang bisa terjadi. Namun tentunya kita semua berdoa, agar di Kabupaten Batang tidak terjadi satupun bencana pada saat memasuki musim penghujan,” ujar Bupati Wihaji.

Bupati menegaskan, untuk Kabupaten Batang sendiri ada sembilan kerawanan bencana, yaitu, banjir bandang, cuaca ekstrim, gempa bumi, gelombang ekstrim dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung api serta tanah longsor.

Kerawanan tersebut harus bisa diantisipasi sedini mungkin melalui mitigasi bencana yang terpadu lintas sektoral. Sehingga apabila terjadi sesuatu, maka seluruh elemen dapat langsung bergerak guna memberikan bantuan dan penanganan.

“Bahkan jika diperlukan, BPBD bersama lintas sektoral bisa membuat posko-posko penanganan bencana di beberapa wilayah. Tujuanya adalah untuk percepatan penanganan bila terjadi musibah, sehingga bisa meminimalisir korban yang timbul. Karena itulah, koordinasi ini sangat penting, karena Pemda Batang saja tentunya tidak akan mampu, sehingga perlu dukungan dari semua lini,” jelas Bupati Wihaji.

Ditambahkan Wihaji, dalam penanganan kebencanaan, peran serta masyarakat juga sangat diperlukan. Salah satunya dengan memberikan informasi secepat mungkin pada petugas ketika terjadi bencana.

“Kecepatan dalam melakukan penanganan jika terjadi bencana sangat penting, sehingga kecepatan informasi juga sangat diperlukan. Hal itu dapat ditunjang dengan peran aktif masyarakat dalam memberikan laporan,” tandas Wihaji. (fel)