Awas! PMK Ancam 23 Ribu Ekor Sapi di Wonosobo

CEK. Petugas tengah mengecek kesehatan sapi di pasar hewan.
CEK. Petugas tengah mengecek kesehatan sapi di pasar hewan.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM– Pemkab Wonosobo melalui Dispaperkan akan berupaya menjaga populasi hewan ruminansia dari paparan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Hal tersebut untuk menjaga ketersediaan pasokan ternak jelang Idul Adha.

“Populasi ternak kita cukup besar, sapi sebanyak 23 ribu ekor, kambing 250 ribu ekor dan domba sebanyak 210 ribu ekor,” ungkap Kabid Peternakan Dispaperkan Wonosobo, Sidik Driyono kemarin.

Menurutnya, untuk mengantisipasi penyebaran PMK, pihaknya telah menerjunkan tim keswan dan penyuluh ke seluruh kecamatan, serta gelar monitoring ke pasar hewan serta peternak besar.

“Kita sudah ada tim dan kolaborasi dengan Polres serta Kodim untuk lakukan monitoring dan sosialisasi,” tandasnya.

Pihaknya mengakui kondisi saat ini cukup berat mengingat tidak lama lagi hari raya kurban. Pedagang dan pembeli akan melakukan transaksi secara inten.

“Lalu lintas ternak, keluar dan masuk antar kabupaten akan semakin inten, itu yang patut di waspadai, ” katanya.

Sementara itu drh Heri dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Wonosobo memaparkan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) disebabkan oleh virus RNA, dengan daya tahan tinggi di lingkungan hingga 3-6 bulan dan bertahan lama, jika terlindung dari sinar matahari dan iklim yang mendukung. Virus banyak ditemukan di tulang, kelenjar, susu, cairan lain yang dikeluarkan tubuh ternak terinfeksi.

Spesies rentan adalah sapi, kerbau, domba, kambing dan babi. Penularan dapat terjadi bila kontak langsung ternak terinfeksi, pernafasan, mulut, lecet kulit dan sarana peternak (sepatu, tangan, pakaian) dan tidak bersifat Zoonosis artinya penyakit ini tidak menular ke manusia.

Adapun Tanda klinis jika hewan terpapar adalah demam tinggi, muncul lepuh (seperti sariawan) di lidah, mulut, hidung, moncong dan puting susu, keluar air liur berlebihan (berbusa), nafsu makan turun/tidak mau makan, dan muncul lesi (luka) pada kaki antar kuku, kepincangan, enggan bergerak, gemetar dan pengelupasan kuku.

“Kami imbau masyarakat agar tidak terjadi panik, sebab hewan akan sembuh asal diberikan obat dan di vaksin serta yang tidak kalah penting PMK tidak berbahaya bagi manusia, ” tandasnya.

Daging hewan yang terkena PMK masih aman dikonsumsi dengan cara jangan mencuci daging terinfeksi, tapi langsung direbus minimal 30 menit, atau dipresto minimal 10 menit.

“Sedangkan kulit hewan terinfeksi diberikan garam ditambah soda kue didiamkan hingga 28 hari,” pungkasnya. (gus)