Awal Ramadan, Harga Cabai Turun

PETIK. Salah satu petani di Kecamatan Kledung sedang memetik cabai di lahan miliknya,

MAGELANGEKSPRES.TEMANGGUNG – Memasuki pekan kedua bulan Ramadan, harga jual cabai di tingkat petani mulai turun. Namun demikian petani berharap harga cabai bisa kembali naik saat menjelang perayaan Idul Fiti mendatang.

“Biasanya sepekan sebelum Lebaran harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai naik, harapan kami harga cabai bisa naik kembali,” harap Arief (39), salah satu petani di Kecamatan Kledung, Selasa (20/4).

Menurut Arif, harga jual tertinggi untuk cabai terjadi saat sepekan menjelang Ramadan hingga Ramadan hari ke-3. Setelah itu harga berangsur turun.

“Paling tinggi saat itu Rp100.000 per kilogram, itu untuk harga jual cabai sret (setan) merah,” ujarnya.

Selain itu lanjut Arief, jenis cabai lainnya seperti keriting merah laku terjual Rp38.000 per kilogram, keriting hijau Rp30,000 per kilogram, cabai rawit Rp43.000 per kilogram.

Baca juga
Order Meningkat, Bahan Baku Sulit Didapatkan

Namun saat ini harga jual cabai sudah mulai menurun, untuk cabai sret merah laku terjual Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, keriting merah antara Rp18.000 sampai dengan Rp20.000 per kilogram.

“Saat ini sudah mulai turun, tapi alhamdulillah harganya masih jauh lebih baik daripada panen tahun kemarin,” ungkapnya.

Namun demikian dirinya berharap, harga cabai bisa kembali naik saat menjelang perayaan Idul Fitri 1442 H mendatang, sehingga petani bisa kembali untung dengan harga jual cabai yang bagus.

“Meskipun tidak semahal beberapa pekan lalu, namun ada kenaikan harga saat menjelang Lebaran mendatang,” harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Rahmat petani cabai lainnya. Menurutnya, saat menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan bahan pokok termasuk cabai akan mengalami peningkatan.

Oleh karena itu katanya, dengana adanya peningkatan permintaan pasar, maka biasanya harga bahan pokok dan termasuk cabai akan naik.

Artikel Menarik Lainnya :  Hari Pertama PTM, Siswa Langsung Ikuti UTS

“Semoga saja harganya bisa kembali naik,” harapnya.

Ia menuturkan, saat ini dirinya menanam kurang lebih sebanyak 3.000 cabai di lahan seluas kurang lebih 2.500 meter. Kondisi tanaman cabai miliknya saat ini sudah mulai berbuah, bahkan sudah ada cabai yang besar dan berumur.

“Alhamdulillah sudah ada yang tua, paling tidak satu hingga dua pekan mendatang sudah mulai merah,” ujarnya.

Ia berharap, saat menjelang Lebaran mendatang, sebagian besar tanaman cabainya sudah mulai merah dan bisa langsung dipanen.

“Jika beruntung sepekan menjelang Lebaran, cabai sudah siap dipanen, semoga saja tidak ada hama,” harapnya. (set).