Atraksi Budaya Jateng, Branding Desa dengan Kekayaan Seni Budaya

RIBUAN. Pentas seni tradisi dalam Gelar Atraksi Budaya Jawa Tengah 2020 di alun-alun kota dibanjiri ribuan penonton, 
RIBUAN. Pentas seni tradisi dalam Gelar Atraksi Budaya Jawa Tengah 2020 di alun-alun kota dibanjiri ribuan penonton, 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Dalam upaya peningkatan kualitas kepariwisataan daerah melalui penggalian, pelestarian, dan upayanya mementaskan seni budaya khususnya seni tari, gerak, kostum, rias digelar Atraksi Budaya Jawa Tengah 2020, Minggu (16/2).

Kabid Kebudayaan Disparbud Wonosobo, Khristiana Dewi mengatakan, atraksi tersebut adalah sebuah event yang digelar bersama antara Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dengan Disparbud Wonosobo.

“Agenda ini diawali terlebih dahulu dengan workshop dan pelatihan bersama yang melibatkan seniman-seniman daerah yang tersebar di beberapa desa wisata dan sanggar tari di Kabupaten Wonosobo. Atraksi budaya ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi berbagai potensi budaya, sebagai bagian dalam pemajuan kebudayaan Kabupaten Wonosobo melalui penguatan dan pendampingan seni tari yang didalamnya termasuk seni rias, kostum, gerak dan musik pengiring sebagai suatu harmonisasi yang menarik, khas, spesifik dan berkarakter Wonosobo,” terangnya kemarin.

Dijelaskan, penguatan dan pendampingan seni tari kali ini tidak hanya terfokus di pentas atraksi budaya saja, tetapi mulai saat pra even dan paskaeven. Dengan tujuan peningkatan kemampuan seniman-seniman Wonosobo, peningkatan kualitas pentas sebagai produk pariwisata sebagai kota pariwisata, dan mendorong berkembangnya pentas seni budaya di desa-desa wisata maupun destinasi lainnya secara terjadwal sebagai produk pawisata.

“Ini juga menguatkan branding desa-desa wisata dan destinasi yang dikenal sebagai pelestari budaya tradisi. Di atraksi budaya ini melibatkan sekitar 100 seniman dari berbagai wilayah. Menampilkan empat tarian utama dan Tarian pendukung dan pentas Bundengan dari Seniman-seniman Wonosobo. Ada juga pameran kesenian termasuk seni topeng dan juga berbagai produk subvenir wisata,” imbuhnya.

Jenis Tarian yang dipentaskan termasuk Tari Lengger Solasih, Tari Emblek Wonosobo, Tari Topeng Wonosobo, Sendratari Carica dan beberapa tarian pendukung dan Bundengan. Dengan melibatkan Sanggar Satria, Sanggar Ngesti Laras, Sanggar Reswara, dan Musik Bundengan dari SMPN 2 Selomerto. Sementara itu turut membuka kegiatan, mewakili Disporapar Jawa Tengah Dr Yoyok B Priyambodo turut mengangkat seni tari topeng yang sudah mengakar di Wonosobo. Bersama seniman pembuat topeng Bowo dan peneliti serta penulis AGus Wur, Yoyok mengeksplorasi topeng Wonosobo untuk bisa diangkat lebih jauh dengan dikembangkan bersama tim dari ISI Surakarta.

Artikel Menarik Lainnya :  BPS dan Diskominfo Wonosobo Gagas Layanan Data Terpadu Online

“Beberapa tahun lalu, kami sowan ke Wonosobo dan mengenal berbagai kesenian khas termasuk Lengger dan kreasi dari beberapa sanggar. Kami juga ingin turut kembangkan seni topeng Wonosobo dan eksplorasi dalam berbagai kesenian kolaborasikan dalam tarian. Penggalian literatur Topeng serta pelestariannya sangat bagus dan jadi salah satu kekuatan seni dari Wonosobo,” tutur Dr Yoyok yang juga tampil menarikan parikan Melik-melik. (win)