Atap Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung Rusak, Sudah Setahun Bocor, Tak Juga Diperbaiki

MENUNJUKKAN. Salah satu pedagang menunjukkan atap pasar yang bocor. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pedagang di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung bagian utara, rela merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki atap pasar yang rusak parah. Namun perbaikan secara mandiri tidak maksimal, sehingga ketika hujan turun atap masih tetap boocor.

Siyami salah satu pedagang di pasar setempat menuturkan, kerusakan atap sudah terjadi kurang lebih selama satu tahun. Awalnya rusaknya memang hanya sedikit, namun lama kelamaan kerusakan atap semakin parah.

“Dulu awalnya hanya sedikit, tapi sekarang sudah hampir satu blok atapnya bocor semua,” keluhnya, Kamis (4/3).

Untuk mengurangi derasnya air hujan yang masuk, dirinya bersama pedagang lainnya sudah berusaha memperbaiki atap secara mandiri, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Sebab katanya, kemampuan pedagang untuk memperbaiki secara mandiri sangat terbatas, sehingga tidak semua atap yang rusak bisa diperbaiki.

“Kami sudah berusaha memperbaiki dengan menambal yang sudah rusak dan bolong, tapi tidak bisa sempurna,” tuturnya.

Baca Juga
BBRSPDI Kartini Temanggung Miliki SKA untuk Usaha Penerima Manfaat

Senada juga diungkapkan Sumiyati pedagang lainnya. Saat turun hujan deras, tidak hanya air dari atap saja yang masuk ke dalam pasar, tapi air dari talang juga meluber masuk ke dalam pasar. Sehingga kondisi pasar semakin becek.

Dijelaskan, saat turun hujan, pedagang yang berada di bawah atap tersebut dipastikan tidak bisa berjualan karena tempatnya terkena air hujan langsung dan barang dagangan juga basah.

“Kalau hujan sudah mulai turun, kami tidak lagi bisa berjualan nyaman. Tempat kami seperti tidak beratap, barang dagangan kami basah semua. Daripada berjualan kami lebih memilih tutup biar lebih aman,” keluhnya.

Setidaknya ada 30 pedagang yang terdampak akibat rusaknya atap pasar tersebut. Tidak sedikit dari barang dagangan milik pedagang yang rusak akibat terkena air hujan.

Artikel Menarik Lainnya :  Bela Petani Tembakau, Anggota DPR RI Panggah Susanto Minta Pabrikan Juga Memikirkan Nasib Petani

“Rata-rata berjualan buah dan sayuran, kalau terkena air hujan barang dagangan kami sangat mudah rusak,” ujarnya.

Menurut pedagang, kerusakan atap pasar ini sudah sering dilaporkan kepada pihak pengelola pasar, namun sampai saat ini belum ada tanggapan yang jelas.

“Saat pak Carik pasar narik retribusi, kerusakan atap itu selalu kami sampaikan, bahkan kami sudah pernah ke kantor pasar yang di lantai dua itu untuk menyampaikan kerusakan atap itu,” tuturnya.

Ia berharap, sebelum bulan Ramadan, pemerintah sudah memperbaiki atap pasar itu, sehingga menjelang perayaan Idul Fitri kondisi pasar sudah aman dan nyaman.

“Jangan sampai saat Idul Fitri kondisinya masih seperti saat ini, bisa jadi konsumen tidak mau berbelanja di tempat kami berjualan,” tuturnya. (set)