Asyik KaraokeTiga Pemuda di Purworejo Dikeroyok Orang Tak Dikenal

KETERANGAN. Tiga pemuda asal Desa Seren memberikan keterangan terkait peristiwa pengeroyokan yang dialaminya saat dikonfirmasi wartawan, kemarin. (Foto: eko)
KETERANGAN. Tiga pemuda asal Desa Seren memberikan keterangan terkait peristiwa pengeroyokan yang dialaminya saat dikonfirmasi wartawan, kemarin. (Foto: eko)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Tiga orang pemuda mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh akibat dikeroyok oleh sekelompok orang tidak dikenal saat berkaraoke di salah satu cafe yang berada di Desa Seren Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, Rabu (23/6) sekitar pukul 02.00 WIB. Atas peristiwa itu, korban didampingi keluarganya telah melapor kepada pihak kepolisian.

Ketiga pemuda itu bernama Tanto Wijaya (18), Hilmi Andika Faruki (18), dan Dwi Stiyarso (35). Mereka merupakan warga Desa Seren Kecamatan Gebang.

Tanto saat dikonfirmasi mengatakan, kronologis kejadian bermula ketika korban bertemu seorang teman laki-laki di tempat karaoke. Awalnya tidak ada permasalahan, mereka juga bernyanyi bersama dan beberapa rekan dari teman korban yang menyusul, ikut masuk.

“Nah saat itu ketika saya berjoget terpeleset. Tidak tahu kenapa, saya kemudian dipukul dan dikeroyok,” katanya, Kamis (24/6).

Merasa dikeroyok tanpa sebab, ia pun kemudian keluar meminta bantuan teman lain untuk melerai atau menengahi. Namun, korban tetap saja menerima bogem mentah dari pelaku yang disebut berjumlah lebih dari 10 orang.

“Saya akhirnya berhasil kabur lari ke rumah lewat sawah, namun teman saya Mas Hilmi juga menjadi sasaran pengeroyokan. Untungnya dia ditolong seseorang di lokasi kejadian dan juga berhasil kabur, Mas Dwi yang berniat melerai juga ikut dikeroyok,” jelasnya.

Hilmi Andika Faruki menambahkan, pengeroyokan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat kejadian ia juga ikut bernyanyi dengan Tanto. Ia mengaku tidak melawan dan hanya berlindung, ia juga mengaku tidak paham apa permasalahannya hingga akhirnya dikeroyok.

“Akibat pengeroyokan korban Tanto luka di bagian wajah, hidung berdarah dan mata lebam memerah. Atas pertimbangan keluarga, kami melapor ke Polsek Gebang, dan disarankan untuk memerkisakan diri ke puskesmas untuk berobat dan ditekahui rekam medisnya,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  DPU PR Purworejo Atasi Kerusakan Jembatan Sedayu 3

Dwi Stiyarso mengungkapkan hal senada. Ia mengaku hanya dimintai tolong untuk melerai atau meluruskan masalah. Namun, sampai lokasi kejadian ia melihat teman pelaku semakin banyak.

“Kalau Polsek Gebang sudah berupaya memediasi, saat dipanggil ada empat orang perwakilan dari pelaku,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Gebang, AKP Suprihadi SH saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya insiden pengeroyokan tersebut. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari terduga pelaku dan korban. Kendati demikian, jika dikemudian hari ditemukan unsur tindak pidana, maka proses penyidikan akan dilimpahkan ke Polres Purworejo.

“Sesuai dengan aturan baru dari Polri, dengan pertimbangan jarak yang dekat dengan Polres, maka kami tidak punya kewenangan untuk melakukan penyidikan. Jika ada kasus pidana, maka penyidikan akan ditangani langsung Polres Purworejo,” terangnya. (top)