Aspal Berlubang Jadi Biang Kerok Kecelakaan, Warga Mertoyudan Secara Mandiri Tambal Jalan

TAMBAL JALAN. Warga Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan Magelang bergotong royong menambal jalan berlubang.
TAMBAL JALAN. Warga Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan Magelang bergotong royong menambal jalan berlubang.

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM Akibat kecelakaan yang melibatkan sepeda motor yang menabrak siswa SD, karena menghindari jalan berlubang di wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang, warga setempat mengambil tindakan penambalan jalan secara mandiri.

Kepala Desa Sukorejo Slamet Widjayani, mengatakan, kejadian kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (18/5/2022) lalu. Setelah kecelakaan orang tua siswa SD tersebut menghadap ke kepala desa untuk meminta agar jalan berlubang segera ditambal agar tidak menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan.

“Keluhan dari orang tua siswa, karena anaknya tertabrak sepeda motor yang menghindari lubang di jalan. Maka kami tindak lanjuti dengan menambal lubang-lubang tersebut pada hari Jumat (20/5/2022) ini,” ucap Slamet, Jumat (20/5/2022).

Secara teknis biaya diambilkan dari iuran warga dan perangkat desa. Kemudian jalan ditambal dengan bergotong-royong bersama-sama.

“Lebih kurang sepanjang 150 meter lubang di jalan kami tambal dengan semen dan pasir. Setidaknya untuk lubang-lubang yang besar dapat tertutupi dan mengurangi risiko kecelakaan. Kegiatan ini masih akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh lubang dapat tertambal dengan baik,” papar Slamet.

Slamet menambahkan, jalan tersebut berstatus jalan Kabupaten yang menghubungkan antar desa. Yaitu, Desa Sukorejo – Kalinegoro – Bondowoso – Banjarnegoro – Danurejo.

“Jalan tersebut bisa dikatakan jalur ramai banyak yang melintas, sehingga harus dalam keadaan yang bagus agar risiko kecelakaan lalulintas dapat diminimalisir,” imbuh Slamet.(cha)