ASN dan Aparat Pemdes Purworejo Dinilai Belum Jadi Teladan Prokes

RAKOR. Bupati saat memimpin rakor Evaluasi PPKM Level 4 di Ruang Bagelen Setda Purworejo bersama Forkopimda. (Foto lukman)
RAKOR. Bupati saat memimpin rakor Evaluasi PPKM Level 4 di Ruang Bagelen Setda Purworejo bersama Forkopimda. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM mengeluarkan instruksi Nomor 5250 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Purworejo.

Dalam instruksi terbaru ini hampir sama dengan instruksi sebelumnya, namun ada tambahan penekanan aturan terkait sikap ASN dan Aparat Pemerintah Desa/Kelurahan. Hal itu karena ASN dan Aparat Pemerintah Desa/Kelurahan belum dapat menjadi teladan yang baik sebagaimana mestinya.

“Hajatan atau resepsi pernikahan dari pantauan dan laporan yang ada, masih cukup tinggi bahkan kepala desa dan perangkat desa belum dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat,” tegas Bupati dalam Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Level 4 di Ruang Bagelen Setda Purworejo, Selasa (3/8).

Dalam instruksi tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Aparat Pemerintah Desa/Kelurahan diwajibkan untuk menjadi teladan dan pelopor protokol kesehatan (prokes) di dalam atau di luar kedinasan. ASN dan Aparat Pemerintahan Desa/Kelurahan juga tidak menyelenggarakan atau menghadiri kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“ASN dan Aparat Pemerintah Desa/Kelurahan juga tidak boleh melakukan kunjungan atau studi banding ke luar daerah atau sebaliknya menerima studi banding dari luar daerah zona merah. Kemudian aktif untuk mengingatkan masyarakat  menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” katanya.

Dikatakan, penambahan terkonfirmasi positif Kabupaten Purworejo masih fluktuaktif. Pasien yang sembuh sudah cukup banyak, sehingga angka positif aktif sudah di bawah angka 1.000 yaitu 718 orang.

Namun angka kematian juga masih fluktuaktif. Pada bulan Juli saja jumlah kematian pasien terkonfirmasi Covid-19 mencapai 358 orang. Meskipun kematian tersebut disebabkan beberapa faktor, seperti adanya komorbid atau penyakit penyerta dan juga keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit.

Artikel Menarik Lainnya :  DPU PR Purworejo Atasi Kerusakan Jembatan Sedayu 3

“Dari hasil laporan yang saya terima, secara kumulatif selama ini ada 37 orang yang meninggal saat isolasi mandiri dirumah. Perlu adanya monitoring pengawasan dari jogo tonggo dan bidan desa bagi yang isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) trendnya semakin menurun. Hal ini menandakan bahwa yang sakit dan harus dirawat semakin berkurang. Ketersediaan oksigen juga tetap aman walaupun ada titik-titik kritis, namun dapat segera terpenuhi.

“PJU mulai tadi malam sudah mulai dihidupkan kembali. Hal ini bukan karena sudah berakhir PPKM nya namun lebih kepada keamanan pengguna jalan dan beberapa masukan yang perlu kita evaluasi,” imbuhnya.

Bupati menambahkan, pemerintah pusat sampai kabupaten telah memberikan tujuh bantuan sosial. Baik dari Kemensos, bantuan yang melalui TNI, POLRI, bantuan melalui Dana Desa maupun dari APBD Kabupaten. Dan masih ada satu bantuan dari propinsi berstatus dalam koordinasi.

“Saya berharap bantuan-bantuan ini benar-benar tersampaikan sesuai data yang ada dan tidak terjadi duplikasi. Saat ini yang merasa terdampak hampir semua lapisan masyarakat, karena itu hal ini adalah hal yang sensitif. Tolong berikan penjelasan yang santun dan baik kepada warga, sehingga kondisi Kabupaten Purworejo tetap kondusif,” pungkasnya. (luk)