Arung Jeram Potensi Andalan Sport Tourism di Kecamatan Loano Purworejo

Sejumlah atlet mengikuti Kejurkab Arung Jeram U-23 di aliran sungai Bogowonto Tempuran Mas Desa Loano, kemarin. (Foto: eko)
ARUNG JERAM. Sejumlah atlet mengikuti Kejurkab Arung Jeram U-23 di aliran sungai Bogowonto Tempuran Mas Desa Loano, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Wilayah Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo berpotensi dikembangkan menjadi destinasi andalan sport tourism dengan memadukan antara olahraga arung jeram dan pesona Sungai Bogowonto.

Lokasi arung jeram tersebut nantinya akan ramai dikunjungi wisatawan, terlebih bila dipadukan dengan kearifan lokal berupa penjualan souvenir atau merchandise yang dibuat oleh warga sekitar.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Sumaryanto SPd, saat membuka acara Kejurkab Arung Jeram U-23 di Tempuran Mas Desa Loano, Minggu (21/11). Kejurkab dihelat oleh Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Purworejo.

“Kami siap mendukung bila nantinya olah raga berada di bawah naungan Dikparbud. Namun, bukan berupa materi, melainkan dari sisi SDM,” katanya.

Sumaryanto pun bangga dengan FAJI yang telah menyumbangkan banyak medali dalam beberapa kejuaraan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Disebutkan, tahun ini ada dua atlet FAJI Purworejo yang akan mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Sungai Way Besai, Lampung. Keduanya yakni Boban Nur Zakman (SMK Ma’arif NU 1 Bener) dan Ela Kurnia Sari (Universitas Muhammadiyah Purworejo).

“Hal itu membawa kebanggaan bagi KONI Purworejo karena FAJI memulai usaha dari nol dan sampai sekarang bisa berprestasi,” sebutnya.

Sekretaris Desa Loano, Erwan Wirodilogo, menyatakan apresiasinya atas penyelenggaraan  Kejurkab Arung Jeram U-23 di Tempuran Mas Loano.

“Tempat ini juga akan dijadikan sarana laboratoriun FAJI dalam pembinaan atlet arung jeram di Purworejo,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya sekaligus memberikan konsesi atau hak kelola tanah pada KONI atau FAJI untuk mengembangkan sport tourism.

“Ada sekitar 1 kilometer dari lahan yang merupakan tanah desa yang bisa dikelola. Kami berharap ada investor yang masuk ke sini. Kalau master plan sudah ada tapi sayangnya belum dieksekusi,” ungkapnya. (top)

Artikel Menarik Lainnya :  Juara Digital Festival 73 Th DPRD Terima Hadiah Jutaan Rupiah