Arpusda Wonosobo Launching Grab Book, Buka Layanan Antar Buku

Caption- LAUNCHING. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Wonosobo gelar peluncuran launching Grab Book dan pencanangan Gerakan Wonosobo Menulis, di puncak hari ulang tahun, di Aula Arpusda 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Di usianya yang sudah 31 tahun, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Wonosobo tidak berhenti untuk terus berinovasi. Salah satunya dibuktikan dengan peluncuran launching Grab Book dan pencanangan Gerakan Wonosobo Menulis, di puncak hari ulang tahun yang digelar sederhana dan dengan penerapan prokes, di Aula Arpusda, Rabu (10/3).
“Ini sangat spesial karena Grab Book ini baru ada di Wonosobo dan belum ada di daerah lain, sekaligus kado ulang tahun ke 31 tahun perpustakaan Wonosobo,” ungkap Plt Kepala Dinas Arpusda, M Kristijadi, inovasi Grab Book ini sangat spesial karena ini baru ada di Wonosobo.
Menurutnya, Graab Book merupakan inovasi Arpusda bekerjasama dengan Grab, tentang pelayanan kepada masyarakat dalam mendapatkan buku bacaan, di mana pemustaka bisa meminjam bahan pustaka tanpa harus datang ke Arpusda langsung. Cukup memesan kepada petugas, lalu akan memesankan Grab untuk mengantar bahan pustaka kepada pemustaka.
“Masyarakat yang mencari buku yang dikehendaki tidak harus datang langsung ke Arpusda namun cukup dari rumah saja dengan menggunakan aplikasi grab yang ada di handphone masing-masing. Dengan satu aplikasi sudah bisa memilih dan meminjam buku yang diinginkan dari Perpustakaan dengan aman dam nyaman. Yang selanjutnya buku tersebut akan di antar oleh mitra Grab ke alamat,” terangnya.
Selain inovasi tersebut, dalam masa pandemi ini kegiatan Arpusda yang melibatkan orang banyak pun dilaksanakan secara daring untuk menghindari terjadi kerumunan. Arpusda juga menggandeng Radio Pesona FM dan mengadakan talkshow seputar dunia perpustakaan dan kearsipan melalui program G’LIPAR (Geliat Literasi dan Kearsipan) yang disiarkan setiap hari Kamis pukul 10.00 sampai dengan 11.00 WIB.
Kristijadi juga menyampaikan peluncuran ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, meningkatkan penggunaan layanan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta membangun komitmen dan dukungan stakeholder untuk transformasi perpustakaan yang berkelanjutan.
Sehingga masyarakat semakin tertarik untuk datang ke perpustakaan, karena sejatinya perpustakaan merupakan pusat pengetahuan dan informasi serta tempat pembelajaran bersama serta memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak asasi manusia.
“Semua ini dimaksudkan untuk menumbuhkan minat dan kegemaran membaca masyarakat Wonosobo dan meningkatkan partisipasi publik untuk mengunjungi perpustakaan daerah atau perpustakaan sekolah atau perpustakaan desa/kelurahan sehingga terwujud masyarakat yang maju dan sejahtera melalui pemenuhan dan akses informasi sebagai salah satu kebutuhan hidup masyarakat,” ucapnya.
Diharapkan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya literasi dan budaya baca serta menjadikan perpustakaan sebagai rumah bagi berbagai komunitas akan benar-benar terwujud.
Sementara itu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan apresiasi atas pencanangan program-program tersebut, sembari berharap terobosan ini dapat menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan antusiasme serta memberikan kemudahan masyarakat dalam dunia literasi.
“Saya menilai ini adalah inovasi yang baik. Dengan adanya kemudahan yang difasilitasi oleh Arpusda, saya harap animo masyarakat dalam mengakses dunia literasi semakin tinggi,” ucapnya.
Menurutnya, ada ungkapan Buku Adalah Jendela Dunia, maknanya semakin banyak kita belajar, maka semakin terbukalah pola pikir kita. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, salahsatunya dengan membudayakan membaca.
“Generasi muda kita dapat semakin antusias dalam dunia literasi, sehingga dapat lahir pemuda-pemudi unggulan bangsa,” katanya.
Ditambahkan Bupati, diera digitalisasi seperti ini, wajar jika seluruh komponen pemerintahan berbenah dan berinovasi agar tidak tertinggal. Begitu juga dengan Perpustakaan Daerah Wonosobo dengan beberapa inovasi yang dicanangkan.
“Saya berharap agar Arpusda mengoptimalkan perpustakaan digital, dengan cara menambah koleksi digital dan promosi perpustakaan digital. Mari sejahterakan masyarakat Wonosobo melaui budaya membaca dan menulis,” pungkasnya. (gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Hendak Pesta Narkoba di Kebun Teh, Dua Pemuda asal Temanggung Ditangkap Polisi