Antologi Puisi Karya Guru SD di Purworejo Diluncurkan

Peluncuran antologi puisi Purworejo
BACA. Salah satu penulis buku sedang membacakan hasil karyanya di sela-sela peluncuran. 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Sejumlah guru SD di Kabupaten Purworejo meluncurkan antologi puisi, kemarin. Dua buku yakni Merangkai Kata Mengukir Makna tersebut diluncurkan di Gedung KPRI Gebang. Selain itu ada juga buku karya tunggal yang ditulis oleh 3 orang guru.

Ketua panitia lauching buku, Septiyo mengungkapkan jika kelompok guru ini memang masih relatif kecil. Karena hanya ada beberapa guru saja dari 7 kecamatan di Purworejo yang bergabung. Setiap anggota menuliskan 5 buah puisi dimana hanya ada 1 puisi yang ditampilkan.

“Jadi ini memang yang ditampilkan itu karya yang dirasa terbaik selain itu juga anggota memilih puisi yang mereka nilai terbaik,” kata guru SDN Pangenrejo ini.

Dijelaskan Septiyo, jika keberadaan mereka memang masih terbatas dalam banyak hal. Keterbatasan penguasaan akan dunia sastra tidak menjadikan mereka patah untuk bisa memunculkan karya terbaik.

“Memang ini menjadi semangat kami untuk berkarya. Satu sisi kami ingin nguri-uri kesusastraan terutama puisi di Purworejo, disisi lain juga ajang mengasah kemampuan kami untuk menulis,” tambahnya.

Lebih jauh Septiyo mengatakan jika keberadaan mereka juga mendapat dukungan dari penggiat puisi yang tergabung dalam Kopisisa. Ada banyak sentuhan yang diberikan dan menjadi penyemangat para guru.

“Pak Soekoso DM banyak menginspirasi dan mendorong kami sehingga dunia puisi di Purworejo ini bisa tetap eksis,” katanya.

Menurutnya, generasi yang peduli dengan dunia menulis itu di Purworejo memang masih minim hingga saat ini. Meski demikian, keberadaan mereka tetap ada walaupun geraknya sangat terbatas.

“Kami tergerak untuk belajar dan menuangkan ide dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

Salah satu guru, Meda Anjarwaty mengungkapkan jika pengiat puisi dari guru SD ini akan terus bergerak. Mereka akan mengajak para guru yang lain untuk terlibat didalamnya. Banyak keuntungan yang diperoleh guru jika bergabung.

Artikel Menarik Lainnya :  Gelar FGD, DPRD Purworejo Siapkan Raperda FPP

“Buku-buku yang diterbitkan itu memiliki poin. Akan lebih bagus lagi jika mampu satu guru menerbitkan 1 buku. Kami terus mendorong kesana,” kata Meda. (luk)