Antisipasi Penularan Cacar Monyet, Hindari Kontak dengan Hewan Liar

Antisipasi Penularan Cacar Monyet, Hindari Kontak dengan Hewan Liar
Umbul Jumprit merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Temanggung. Di lokasi ini, terdapat banyak koloni kera yang dapat dengan mudah dijumpai pengunjung. Foto: istimewa.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Mengingat tingginya resiko penularan Monkeypox atau penyakit cacar monyet, Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung meminta agar seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke lokasi yang banyak terdapat hewan liar, khususnya monyet atau kera.

Menurut Sub Koordinator Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Temanggung, Sugiyarti, lokasi yang dimaksud salah satunya adalah kebun binatang. Pihaknya menghimbau agar masyarakat untuk sementara waktu menghindari kontak langsung dengan hewan primata yang satu ini guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya penularan penyakit yang banyak berkembang di Benua Afrika tersebut.

“Tak hanya itu saja, selain kebun binatang, kami juga menghimbau agar masyarakat untuk sementara waktu meminimalisir kontak dengan hewan liar, khususnya kera atau monyet. Termasuk di Kabupaten Temanggung kan ada lokasi yang banyak dihuni kawanan kera, seperti di Umbul Jumprit, Kecamatan Ngadirejo. Pengunjung wajib mewaspadainya, jangan terlalu dekat,” akunya.

Dijelaskan lebih jauh, imbauan tersebut bukannya tanpa alasan. Hal ini dikarenakan virus pada Monkeypox dapat dengan mudah menular ke manusia apabila pada yang bersangkutan terdapat luka akibat cakaran kera.

Dijelaskan, cacar monyet sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bersifat zoonosis atau dapat menular kepada manusia melalui hewan perantara, yakni monyet.

Penularannya ialah dengan kontak langsung dengan hewan melalui darah, cairan tubuh, maupun kulit yang terinfeksi. Bahkan bisa juga lantaran makan hewan liar dan tidak melalui proses pemasakan dengan matang dan benar.

“Memang penyebab penularannya adalah kera atau monyet. Namun tak menutup kemungkinan dari hewan liar lainnya, seperti anjing. Namun itu juga baru dalam tahap uji klinis. Yang pasti adalah jenis monyet,” imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskan, gejala yang ditumbulkan dari penyakit yang ini antara lain demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala yang hebat, nyeri otot dan pung, serta tubuh terasa lemas.

Cacar monyet tak hanya menular antar hewan atau hewan ke manusia saja. Namun juga dari manusia ke manusia dari berbagai tingkatan usia.

“Gejala muncul setelah masa inkubasi antara satu sampai tiga hari. Namun prinsipnya sulit membedakan antara penyakit cacar monyet dengan penyakit lain dengan gejala serupa. Butuh pengujian mendalam,” tukasnya. (riz)