Antisipasi Musim Hujan, Balkesmas Magelang Sosialisasikan DBD dan Leptospirosis

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Balkesmas wilayah Magelang melalui Tim Promosi Kesehatannya mengadakan dialog interaktif di beberapa radio dengan mengangkat tema tentang Demam Berdarah Dengue dan Leptospirosis.  Hal ini dilakukan terkait dengan antisipasi datangnya musim hujan, tidak menutup kemungkinan kedua penyakit ini akan diterjadi.

Dokter S Atika Widiatuti menyampaikan meskipun perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Tengah dari tahun 2019–2021 mengalami penurunan, masyarakat tetap perlu waspada.Termasuk untuk kasus Leptospirosis juga mengalami penurunan. Dijelaskan pula seperti apa tanda dan gejala demam berdarah antara lain demam tinggi hingga 40 derajat celcius, badan lemas, kepala nyeri, nyeri sendi, batuk-batuk, sesak nafas, sulit mnelan dan nyeri perut. “Tanda gejala penyakit Leptospirosis, antara lain; demam tinggi, sakit kepala, panas dingin, nyeri otot, muntah, penyakit kuning (kulit dan mata), mata merah, diare, ruam, dan sakit perut,”paparnya.

Dokter Atika juga menjelaskan, penanganan awal yang dapat dilakukan oleh keluarga adalah dengan melakukan bedrest, banyak minum (6-8 gelas untuk dewasa, 3-4 gelas untuk anak-anak), berikan oralit jika ada diare, konsultasi atau periksa ke dokter jika tidak ada perbaikan.

Ditambahkan Wahyuni, SKM bahwa vector utama Demam Berdarah Dengue adalah Aedes aegypti (pimer)  yang bersifat domestic, artinya berkembang biak mencari makan atau mencari darah maupun bersarang didalam bangunan atau rumah. “Sedang  aedes  albopictus (sekunder) bersifat peridomestik, berkembag biak maupun bersarang diluar bangunan atau rumah,”imbuhnya.

Dijelaskan juga tentang upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue yaitu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus. Untuk pencegahan Leptospirosis, terutama dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan memakai air bersih, cuci tangan pakai sabun, gunakan jamban sehat. Perlu juga melakukan pengendalian tikus, dengan cara; menyimpan makanan atau alat makan ditempat terlindung, kebersihan lingkungan, memasang penghalang pada lubang pembuangan air, gunakan perangkap tikus, dan menanam tanaman pengusir tikus (lavender, marigold, mint).

Artikel Menarik Lainnya :  SMKN 3 Magelang jadi Sekolah yang Menyenangkan, Kenapa Tidak?

“Tips agar tidak terkena DBD : mencegah gigitan nyamuk  PSN dengan 3 M plus, Pengamatan jentik gerakan 1 rumah 1 Jumatik / G1R1J. Larvasidasi (10 gram /1 sendok utk 100 liter/ 0,5 drum) – 2 bulan. Untum Leptospirosis PHBS terutama : memakai air bersih, cuci tangan pakai sabun, gunakan jamban sehat (no MCK di sungai) selalu cuci tangan dan kaki pakai sabun setelah dari tempat kotor. Memakai APD Memakai sarung tangan, alas kaki atau sepatu karet saat di tempat berair, becek atau tempat kotor.Lindungi luka dengan penutup luka kedap air. Pengendalian tikus (simpan semua makanan/ alat makan di tempat yg terlindung). Kebersihan lingkungan : tempat sampah tertutup, 45 cm diatas tanah mamasang penghalang pada lubang pembuangan air, perangkap tikus  Tanaman pengusir tikus (lavender, marigold, mint),”tandasnya.(adv/hen)