Antisipasi Bencana Musim Penghujan, Puluhan Personil BPBD Disiagakan Selama 24 Jam

Personil BPBD Purworejo Siap Siaga 24 Jam agar dapat merespon secara cepat tanggap jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
NON STOP. Personil BPBD Purworejo Siap Siaga 24 Jam agar dapat merespon secara cepat tanggap jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menyiagakan puluhan personilnya 24 jam nonstop. Upaya tersebut dilakukan agar respon cepat dapat segera dilaksanakan jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang mengancam terutama saat hujan deras terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Budi Wibowo, SSos MSi saat dimintai konfirmasi, Selasa (16/11) menyampaikan jika pihaknyae telah menyiapkan 60 personel yang siaga 24 jam. Tak hanya itu, logistik pun telah disiapkan untuk mensuport bila ada kejadian bencana di musim penghujan ini.

“Kesiapan menghadapi bencana betul-betul kami rancang agar jika sewaktu-waktu terjadi kita dapat segera melakukan langkah-langkah taktis. Kesiapan tersebut tentunya bukan hanya personil saja tapi juga kesiapan logistik seperti beras, mie instan dan sarden,” terangnya.

Budi menambahkan, yang tidak kalah penting selain kesiagaan personil dan logistik, kesiapansiagaan peralatan untuk mendukung operasional, seperti perahu karet, serta mobil operasional lapangan yang stand by 24 jam.

“Peralatan juga sudah kami pastikan bahwa seluruhnya berfungsi dengan baik. Jangan sampai saat dibutuhkan justru tidak dapat dipakai karena rusak. Tentu hal tersebut akan menghambat penanganan bencana,” imbuhnya.

Meski potensi ancaman bencana di Kabupaten Purworejo cukup tinggi, namun kejadian bencana berat selama musim penghujan ini masih aman. Menurut Budi, selama musim hujan, tercatat ada tujuh pohon yang roboh dan menutup akses jalan. “Semuanya sudah ditangani oleh tim dari BPBD bersama masyarakat,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi tertimpa pohon saat musim hujan dan angin kencang, Budi menyarankan kepada masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraannya di bawah atau di dekat pohon.

“Cari tempat yang aman karena hujan dan angin kencang bisa terjadi secara tiba-tiba. Kenali tanda-tanda akan adanya bencana. Hindari tempat yang berpotensi menimbulkan bencana tak terduga seperti air terjun dan juga gua di nusim hujan seperti ini,” pesan Budi. (luk)

Artikel Menarik Lainnya :  Teken Kerjasa sama, Perusahaan Singapura Perkuat Pendidikan di Purworejo