Angkat Tembakau Garangan Tieng Jadi Aset Budaya Desa

PELATIHAN. Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar hadiri Pelatihan Branding Garang Tembakau.
PELATIHAN. Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar hadiri Pelatihan Branding Garang Tembakau.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Wonosobo memiliki banyak potensi hasil pertanian, salah satunya komoditas tembakau. Tembakau Garangan Tieng merupakan tembakau garangan lokal yang sudah melegenda.

“Tembakau Tieng kejajar perlu diangkat menjadi Aset Budaya masyarakat Desa Tieng,” ungkap Wakil Bupati Wonosobo,  Muhammad Albar saat hadiri Pelatihan Branding Garang Tembakau, di kawasan dataran tinggi Dieng yaitu Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Selasa (20/9), yang diikuti sejumlah 20 peserta.

Menurutnya, pelatihan digitalisasi ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan tembakau garangan  sebagai salah satu aset budaya desa Tieng.

“Pelatihan digitilasisi ini adalah salah satu upaya untuk melestarikan  Mbako Garangan atau Tembakau Garangan sebagai salah satu aset budaya Desa Tieng yang harus kita jaga dan lestarikan,” katanya.

Apalagi jika menilik nilai fislosofis dari proses penanaman yang memperhatikan pranoto mongsoproses pengolahan dari panen yang berurutan dari ruwek, ngimbu, rajang, nganjang, garang sampai mepe, juga menggunakan alat-alat yang khusus dari gubit.

“Proses yang manual dan tradisional itu menjadikan tembakau garanga merupakan produk rumahan yang dikerjakan menggunakan tangan,” katanya

Dengan proses yang memiliki nilai eksotis dan nilai budaya saya harap dapat dibranding menjadi salah satu destinasi wisata budaya.

Proses pengolahan tembakau perlu dikemas menjadi suatu hal yang menarik, sehingga mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, tentunya juga perlu dipersiapkan dengan baik, agar ke depan dapat menjadi ikon wisata budaya di Kabupaten Wonosobo serta mampu memberikan efek positif serta mengungkit perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Tieng Kejajar Farhan menyampaikan harapanya akan potensi Tembakau Garangan yang dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya.

“Semoga pelatihan ini, bisa memberikan dampak yang lebih, harapan kita bagiamana kita punya potensi Tembakau Garangan, dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya yang ada bisa dikembangkan, menjadi icon Desa Tieng, mulai dari metiknya sampai nanti merajangnya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini Tembakau Garangan dapat membangkitkan ekonomi di Desa Tieng.

“Punya potensi harus kita kembangkan, sebagai upaya mensejahterakan kita semua,” pungkasnya. (gus)