Angka Pegangguran di Kota Magelang Terus Naik

PELATIHAN. Berbagai jenis pelatihan ditawarkan BLK Kota Magelang, untuk menaikkan daya saing sekaligus kompetensi masyarakat produktif yang belum memiliki pekerjaan.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PELATIHAN. Berbagai jenis pelatihan ditawarkan BLK Kota Magelang, untuk menaikkan daya saing sekaligus kompetensi masyarakat produktif yang belum memiliki pekerjaan.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang, selama pandemi Covid-19 menimbulkan kenaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hingga 8,59 persen di tahun 2020. Pada tahun 2019 jumlah TPT sebanyak 4,43 persen atau setara 3.800 orang dari total penduduk usia kerja. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2018 sebanyak 4,68 persen dan tahun 2017 sebanyak 6,68 persen.

Di lain sisi, Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Magelang berhasil mencetak 131 tenaga kerja baru sepanjang tahun 2020 hingga triwulan pertama tahun 2021. Dari 14 pelatihan yang dibuka, desain gratis dan barbershop termasuk yang tertinggi mencetak pekerja atau wirausaha baru di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang, sejak tahun 2020 lalu sudah melatih setidaknya 250 orang. Mereka yang telah mendapatkan keterampilan ini sebagian sudah bekerja, membuka usaha sendiri, ada juga yang masih menganggur.

Rinciannya, 119 masih menganggur, 92 orang berwirausaha, dan 39 orang bekerja. Desain grafis, menjadi satu-satunya jenis pelatihan yang mampu menyerap 100 persen tenaga kerja.

”Dari tahun 2020 sampai triwulan pertama ini, jenis pelatihan desain grafis kami buka sebanyak 16 peserta pelatihan. Dari sekian itu, 7 orang bekerja di perusahaan, 9 wirausaha, dan nol menganggur. Padahal di tahap pertama, ke-16 orang menganggur semuanya,” kata Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan, Kamis (10/6).

Kemudian, jenis pelatihan yang para alumninya belum bekerja, seperti kecantikan kulit dan rambut, masih ada 8 orang, menjahit pakaian sesuai style ada 14 orang menganggur, tata boga II ada 13 orang, dan tata rias sebanyak 10 orang belum bekerja.

 

Gunadi menambahkan, pelatihan barbershop yang cenderung baru di BLK Kota Magelang justru mampu menyerap tenaga kerja dengan capaian tinggi. Dari 16 peserta, 4 di antaranya bekerja di tempat pangkas rambut milik orang lain, sedangkan 10 orang membuka sendiri usahanya seusai mendapat keterampilan di BLK, sisanya dua orang masih menganggur.

Artikel Menarik Lainnya :  Bus Maju Makmur Terbakar di Garasi, Beruntung Tak Ada Penumpang

”Kami akan mengembangkan jenis pelatihan-pelatihan yang dianggap berhasil karena mampu menyerap tenaga kerja di Kota Magelang. Kami ingin ciptakan tenaga kerja di sini selain terampil juga berdaya saing,” ucapnya.

Mantan Kabag Hukum Setda Kota Magelang tersebut menuturkan, terhadap 119 alumni BLK yang masih menganggur, akan terus diberikan pendampingan dan pantauan. Mereka tetap menjadi prioritas untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

”Sedangkan untuk peserta BLK baru kita upayakan memang yang belum pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya,” tuturnya. (wid)