Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Magelang Mencapai 60 Persen

TIADAKAN TIRAKATAN. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito didampingi Wakilnya Windarti Agustina, mengumumkan bahwa tirakatan dan upacara secara terbuka perayaan HUT RI ditiadakan di wilayah setempat.
TIADAKAN TIRAKATAN. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito didampingi Wakilnya Windarti Agustina, mengumumkan bahwa tirakatan dan upacara secara terbuka perayaan HUT RI ditiadakan di wilayah setempat.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Pandemi Covid-19 memang belum berakhir namun persentase pasien sembuh makin bertambah. Seperti di Kota Magelang, kendati jumlah pasien terkonfirmasi positif menjadi 72 kasus per Selasa (11/8) pukul 12.00 alias bertambah 4 kasus baru, tetapi angka kesembuhan juga tinggi mencapai 45 orang atau 60 persen.

“Kelurahan Kedungsari masih mendominasi dengan 14 orang sudah pulang sembuh sekarang,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto, kemarin.

Jika disandingkan dengan data pekan lalu, angka kesembuhan bertambah tiga orang. Sementara pasien konfirmasi yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 10 orang.

“Rinciannya, dari 72 kasus positif, dirawat 10 orang, pulang isolasi 9 orang, meninggal 8 orang, dan sembuh 45 orang,” ujarnya.

Kemudian pasien berstatus suspek yang masih dirawat di rumah sakit ada 14 orang. Kabar baiknya dari 428 kasus suspek, setidaknya 392 kasus dinyatakan discarded (selesai isolasi/negatif tes).

Sementara jika melihat data nasional, tercatat 127.083 kasus konfirmasi dengan 5.765 kematian dan sudah sembuh sebanyak 82.236 orang. Di Provinsi Jawa Tengah kasus terkonfirmasi sebanyak 10.679, dalam perawatan dan isolasi mandiri 3.164, kasus sembuh mencapai 6.787, dan angka kematian sebesar 728 kasus.

Adanya kenaikan kurva pasien Covid-19 di wilayahnya, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito langsung menggelar evaluasi. Salah satunya, terkait perayaan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.

“Agenda 17-an, seperti malam tirakatan, upacara detik-detik proklamasi, karnaval pembangunan dan lain sebagainya ditiadakan. Tetapi untuk upacara dan kegiatan lainnya kita tetap akan mengikutinya, secara virtual, sesuai arahan pemerintah pusat,” kata Sigit.

Menurutnya, perayaan hari kemerdekaan di tengah pandemi, tidak perlu direalisasikan secara berlebihan. Apalagi sampai mengundang kerumunan massa. Sebab, makna kemerdekaan sendiri, menurut Sigit bisa dilakukan dengan menghormati dari sanubari semangat perjuangan para pahlawan.

Artikel Menarik Lainnya :  9 Kiai Sepuh Minta Muktamar NU Diundur

“Tidak perlu ada euforia di tengah pandemi. Makna HUT RI yang sebenarnya kita implementasikan dari hati masing-masing untuk mendoakan kepada pahlawan yang telah gugur. Tugas kita sekarang adalah, tetap patuhi protokol kesehatan, bagaimana caranya memutus rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya. (wid)