Angka Kematian Covid-19 Wonosobo di Bulan Juli Capai 100 Orang Lebih

Kegiatan Koordinasi Rutin Forum Komunikasi (FORKOM) Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) foto: (IST, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo)
Kegiatan Koordinasi Rutin Forum Komunikasi (FORKOM) Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) foto: (IST, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo)

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkab Wonosobo akan memperkuat kebijakan pelaksanaan PPKM level 4. Pasalnya tingkat kematian pada bulan Juli 2021 satu saja sudah tembus di angka 100 orang lebih. Terkait hal tersebut pemerintah di semua tingkatan untuk kembali mengaktifkan posko penanganan covid-19.

“Kasus kematian dengan jumlah sebanyak itu belum pernah terjadi sebelumnya, maka kebijakan PPKM level 4 ini diharapkan mampu menekan kasus penyebaran covid-19. Semua pihak harus mendukung upaya tersebut,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, dr Muhammad Riyatno, dalam Rakor antara Forkompimda dengan Camat Kades dan Kalur secara virtual.

Menurutnya, bahwa penambahan kasus konfirmasi covid 19 di Wonosobo mengalami peningkatan yang tajam dan dibarengi dengan kasus kematian karena covid-19. Kasus covid 19 di bulan Juli 2021 sangat meningkat tajam, bahkan dibarengi dengan kasus kematian yang mencapai angka 100 orang lebih. Hal ini belun pernah terjadi sebelumnya.

“Dengan banyaknya kasus kematian karena covid 19 di bulan Juli, maka seluruh kasus meninggal sampai dengan tanggal 26 Juli 2021 secara komulatif sebanyak 572 orang meninggal dunia,” bebernya.

Sejumlah masalah dan hambatan dalam penanganan covid 19 yang masih banyak dihadapi. Diantaranya, seperti kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, penolakan tracing dan testing bagi kontak erat, penderita dengan gejala ringan lebih memilih isolasi dirumah daripada di gedung karantina, terlambat datang berobat ke fasilitas kesehatan, ketersediaan obat dan oksigen yang sering terlambat, pengawasan isolasi mandiri belum konsisten, suplay vaksin masih kurang dan penolakan pemulasaraan jenazah dengan protokol kesehatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar menyampaikan, di Kabupaten Wonosobo terjadi peningkatan kasus dan kematian akibat covid 19 pada bulan Juli 2021. Karena itu perlu adanya penekanan kembali tugas tugas dari satuan tugas dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai dengan tingkat desa dan kelurahan.

Artikel Menarik Lainnya :  Gandeng UI, Pemkab Wonosobo Siapkan Sekolah Pasar Modal

“Kita harus satukan langkah kembali, kita bulatkan kembali langkah langkah yang harus diambil, agar kasus covid 19 dapat ditekan. Bahkan kita harapkan kasus covid 19 ini dapat segera musnah,” katanya.

Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM level 3 dan 4, Bupati Wonosobo mengeluarkan Instruksi Bupati Nomor 1155 tahun 2021 tentang PPKM level 4 Corona Virus Disease di Kabupaten Wonosobo.

Dalam Instruksi tersebut beberapa pembatasan kegiatan masyarakat, seperti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan pesantren dilaksanakan secara daring, kegiatan non esensial dilaksanakan WFH 100 %, kegiatan pasar tradisional dengan pengaturan tertentu dan dengan protokol kesehatan ketat, kegiatan ibadah dioptimalkan dilaksanakan di rumah, warung makan dibatasi makan ditempat paling banyak 3 orang dan paling lama 20 menit dan beberapa pengaturan lainnya.

Untuk memastikan bahwa instruksi Bupati tersebut dilaksanakan sampai dengan tingkat masyarakat. Maka, Forkopimda menggelar rapat yang diikuti seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Wonosobo secara virtual. (gus)