Angin Kencang di Kota Magelang Tumbangkan 26 Pohon Peneduh

EVAKUASI. Petugas dari DLH Kota Magelang, relawan, dan warga gotong-royong mengevakuasi pohon tumbang setelah bencana angin kencang dan hujan es, Senin (28/3) lalu.(foto : IST/magelang ekspres)
EVAKUASI. Petugas dari DLH Kota Magelang, relawan, dan warga gotong-royong mengevakuasi pohon tumbang setelah bencana angin kencang dan hujan es, Senin (28/3) lalu.(foto : IST/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Tim gabungan lintas sektor di Kota Magelang sigap bergerak cepat pasca-angin kencang dan hujan deras yang melanda wilayah ini, Senin (28/3). Peristiwa itu mengakibatkan puluhan pohon peneduh tumbang sehingga mengganggu aktivitas publik.

Hujan deras terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di wilayah Magelang dan sekitarnya. Meski siang hari, namun langit saat itu terlihat seperti petang. Hujan disertai angin berlangsung sekitar 30 menit.

Meski singkat, sejumlah pohon peneduh di jalan protokol bertumbangan. Tidak hanya itu, di kawasan taman, pemakaman, bahkan perkantoran banyak dipenuhi dahan dan ranting pohon berserakan.

Hujan deras disertai angin yang berlangsung setengah jam itu membuat pohon tumbang di 32 titik di Kota Magelang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Ot Rostrianto mengaku langsung menerjunkan petugas ke lokasi, begitu laporan demi laporan masuk terkait peristiwa itu.

”Kita kerahkan semua armada pengangkutan perabasan pohon. Ada 26 titik pohon tumbang. Sebagian di jalan raya, makam, sekolah, perkantoran, dan lainnya. Semua akan kita evakuasi dan selesai pukul 22.30 WIB,” katanya, Selasa (29/3).

Dalam proses evakuasi, DLH tidak sendiri. Ada aparat dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polres Magelang Kota, TNI, BPBD, relawan Tagana dan Garda Rescue, serta warga bergotong-royong mengevakuasi dahan pohon.

”Pohon yang roboh ataupun tumbang dipotong kecil-kecil untuk memudahkan proses evakuasi. Sedangkan dahan dan ranting yang kelihatannya terdampak, langsung kita terabas sekalian, untuk menghindari kejadian yang tidak kita inginkan,” kata Otros.

Lalu lintas berangsur normal setelah batang-batang pohon berhasil dievakuasi satu per satu. Malam itu juga, pihaknya menerjunkan tim sapu jagad untuk membersihkan bekas-bekas evakuasi, seperti daun, ranting, dan dahan yang rontok akibat sapuan angin kencang.

Otros menilai bahwa setelah kejadian ini, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan dan perawatan pohon peneduh di jalan raya dan pemukiman warga. Meskipun, selama ini pengecekan kekuatan pohon sudah rutin dilakukan.

”Pengecekan ini untuk memastikan keamanan dan kekuatan pohon. Proses perabasan pohon memang sudah rutin kami lakukan, tapi akan terus kita tingkatkan untuk meminimalisir dampak buruk,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pohon yang tumbang pasca-angin kencang, rata-rata berada di kawasan pemukiman dan ruas jalan raya tidak peduli usia dan diameternya. Saat ini, pohon-pohon yang tumbang sudah direboisasi.

”Kerusakan mayoritas berada di jalan raya dan kawasan pemukiman,” ucapnya.

Sedangkan di Gunung Tidar, lanjut dia, nyaris tidak terdampak sama sekali. Meskipun di sana banyak terdapat pohon tua, tinggi, dan berukuran besar.

”Fenomena alam memang tidak ada yang bisa memprediksi. Gunung Tidar nyaris nggak ada dampak sama sekali. Kemungkinan karena di sana, pepohonan hidup berkoloni sehingga kalau ada terpaan angin, tetap kuat. Beda dengan di jalanan, hanya sendirian, jadi rentan patah kalau terkena dorongan,” jelasnya.

Terpisah, Staff PLN Area Magelang, Nurina, saat dihubungi membenarkan bahwa jaringan listrik ikut terganggu karena adanya beberapa pohon tumbang yang menimpa kabel listrik. Hingga saat ini, proses perbaikan masih terus dilakukan.

”Untuk wilayah perkotaan sudah normal, sedangkan wilayah pedesaan yang kemarin terdampak masih dilakukan proses perbaikan,” ujarnya.

Dia berharap, masyarakat bisa aktif melaporkan padamnya listrik dan kerusakan jaringan melalui aplikasi khusus yang tersedia di Google Playstore dan App Store yakni PLN Mobile.

”Laporan ini terintegrasi dan akan direspons secara cepat,” tandasnya.

Seperti diberitakan, sebagian wilayah Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diguyur hujan deras, disertai angin dan es, pada Senin (28/3) siang.

Angin kencang menyapu sejumlah atap rumah, ranting-ranting pohon tumbang. Bahkan, curah hujan yang tinggi membuat air selokan meluap hingga menyebabkan jalan raya tergenang. Tidak berselang lama, hujan disertai butiran-butiran es. Fenomena itu berlangsung sekitar 5-10 menit. (wid)