Anggota PKK Diajak Cegah Hepatitis

CEK KESEHATAN. Ketua bersama sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten turut melakukan pengecekan kesehatan dalam acara Sosialisasi Penyakit Hepatitis di Kantor PKK Kabupaten Purworejo, kemarin

MAGELANGEKSPRES.PURWOREJO – Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Hj Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian SE mengajak seluruh anggotanya untuk mencegah penyakit hepatitis. Pengurus dan anggota PKK diharapkan mampu menjadi role model pelaksanaan pola hidup sehat.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi kesehatan bertajuk Kenali dan Cegah Penyakit Hepatitis yang digelar TP PKK Kabupaten Purworejo bersama Rumah Sakit Budi Sehat di Kantor PKK Purworejo, Sabtu (16/4). Kegiatan dihadiri Wakil Ketua TP PKK Dra Erna Setyowati Said Romadhon, dr Padmi Bektilestari Sp PD sebagai narasumber dan sejumlah pengurus PKK Kabupaten.

“Saya berharap pengurus dan anggota PKK juga menyampaikan pencegahan penyakit hepatitis kepada masyarakat di lingkungannya, tentunya tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Menurutnya, PKK merupakan satu keluarga, satu rumah tangga yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Karena itu, satu dengan lainnya harus saling melengkapi dan saling mendukung. Masing-masing bidang, baik sekretariat, bendahara, maupun pokja wajib mengetahui kegiatan bidang dan pokja yang lain.

Baca juga
Charger HP Meledak, Rumah Sang Kades Hangus

“Termasuk adanya kegiatan sosialisasi pencegahan hepatitis ini, meskipun ini kegiatannya Pokja IV, tapi yang lain juga harus mengetahui,” ungkap Fatimah.

Sementara itu, dr Padmi Bektilestari memaparkan materi terkait hepatitis. Menurutnya, Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati. Masyarakat kerap menyebutnya sakit kuning, tapi tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati.

Penyebab Hepatitis berasal dari virus atau nonvirus (obat-obatan, alkohol, autoimun). Indonesia sendiri menduduki peringkat ketiga penderita hepatitis terbanyak di dunia setelah India dan China. Terdapat  sekitar 30 juta orang penderita hepatitis B dan C.

“Bagi yang sudah terinfeksi tidak diperbolehkan donor darah, organ atau jaringan jika menderita hepatitis B/C dan menjaga agar orang lain tidak terkena darah dan cairan tubuh penderita hepatitis,” paparnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bupati Purworejo Wadul Soal Wadas, Ini Tanggapan Ganjar

Erna Said menjelaskan bahwa sosialisasi kali ini sangat penting digelar agar pengurus PKK mengetahui lebih dini terkait hepatisis dan dapat melakukan upaya pencegahan. Dalam sosialisasi ini juga disediakan pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksaan tensi darah, pemeriksaan kadar gula darah, berat badan, dan lainnya.

“Kerjasama ini akan terus ditinglkatkan dengan menggandeng instansi lain,” jelasnya. (luk)