Anggota MPR RI H Muslich ZA Tekankan Pentingnya Kembali Menghayati Pancasila

SOSIALISASI. Anggota MPR RI sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI Muslich Zaenal Abidin saat memberikan penjelasan terkait Empat Pilar Kebangsaan.
SOSIALISASI. Anggota MPR RI sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI Muslich Zaenal Abidin saat memberikan penjelasan terkait Empat Pilar Kebangsaan.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Anggota MPR RI sekaligus anggota DPR RI Komisi VIII H Muslich Zainal Abidin (ZA) tak henti mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) kepada warga negara Indonesia. Tak terkecuali di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jawa Tengah.

Pria yang menjabat sebagai wakil rakyat di Senayan sejak tahun 2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menekankan tentang pentingnya kembali menghayati Pancasila. Sebab, di zaman serba digital saat ini, informasi sangat cepat menyebar, sulit untuk dibendung.

“Lewat media sosial, di genggaman smartphone kita, informasi sangat mudah masuk. Yang masuk tidak semuanya bersifat positif. Tentu terkadang ada negatifnya, seperti hendak memprovokasi kehidupan bangsa, mengancam ideologi Pancasila,” kata Muslich di hadapan 80-an orang saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di salah satu rumah makan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (23/11/2019).

Baca juga
Diduga Ada Kecurangan, Tiga Kandidat di Madyocondoro, Magelang Tolak Hasil Pilkades

Dikatakan, dengan adanya informasi yang mengancam keutuhan bangsa tersebut, bila warga tidak paham, tidak punya filter, tidak menghayati nilai-nilai dalam Pancasila, bangsa yang penuh keanekaragaman budaya ini bisa terpecah belah.

“Karenanya kita semua perlu tahu secara mendalam tentang Pancasila. Mulai dari sila pertama hingga kelima. Semua harus jaga persatuan dan kesatuan,” tandasnya.

Dijelaskan, Pancasila menjadi dasar dan ideologi negara. Sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara dan seluruh warga negara Indonesia.

“Sedangkan Pancasila sebagai ideologi negara dapat dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan tujuan bangsa,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Muslich, selain menjelaskan tentang Pancasila, juga menerangkan soal UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika hingga NKRI.

Baca Juga
Peringati Maulid Nabi, Warga Dumpoh, Magelang Santuni Anak Yatim

Salah satu peserta sosialisasi, Nur Asyiah Jamil mengaku mendapat manfaat atas digelarnya acara tersebut. Dengan adanya hal itu, pemahaman terhadap Pancasila menjadi semakin bertambah.

“Tentu kita semakin yakin, Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara. Pancasila sudah final. Tidak bisa diganggu gugat. Di dalamnya sudah mengatur tentang ketuhanan, memanusia, persatuan, sosial hingga keadilan,” aku perempuan berjilbab ini.

Diakuinya, apa yang didapat dari sosialisasi tersebut, di samping pemahaman dan juga pengetahuan baru, seperti buku terkait Empat Pilar MPR RI, UUD 1945, dan panduan masyarakat akan dipelajari.

“Alhamdulilah ini diberi empat buku. Akan saya pelajari. Minimal bisa ditularkan ke keluarga,” tutupnya. (adv/man)