Anggota Korpri Calon Haji di Purworejo Diberi Pembekalan Khusus

Anggota Korpri Calon Haji Diberi Pembekalan Khusus
BIMTEK. DP Korpri Kabupaten Purworejo menggelar Bimtek Perjalanan Ibadah Haji bagi para ASN yang menjadi calon jamaah haji tahun 2022 di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, kemarin. (Foto: EKO)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Ibadah haji tahun 2022 dilaksanakan dengan mekanisme yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga calon jamaah haji membutuhkan pengetahuan dan kesiapan lebih baik.

Kondisi tersebut disikapi oleh Dewan Pengurus (DP) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Purworejo dengan memberikan pembekalan khusus berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) Perjalanan Ibadah Haji bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi calon jamaah haji, Rabu (8/6).

Bimtek berlangsung di Ruang Arahiwang Kompleks Setda Purworejo menghadirkan narasumber yang juga seorang motivator, Drs Pram Prasetya Achmad MM.

Pengurus Bidang Kerohanian DP Korpri Kabupaten Purworejo selaku  panitia penyelenggara, Drs Fatkhurohman MM, dalam laporannya menyebut Bimtek diikuti sebanyak 120 orang ASN atau anggota Korpri calon jamaah haji tahun 2022.

“Kegiatan Bimtek ini merupakan program kerja Korpri Tahun 2022 yang diselenggarakan menggunakan dana kas Korpri,” sebutnya.

Ketua DP Korpri Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto SH MM, mengemukakan bahwa Bimtek merupakan kegiatan rutin tahunan DP Korpri jelang pemberangkatan calon jamaah haji ke tanah suci. Namun, dalam 2 tahun terakhir tidak diadakan mengingat tidak ada pemberangkatan haji ke tanah suci akibat pandemi Covid-19.

“Tujuan Bimtek ini antara lain memberikan bekal atau motivasi kepada para calon jamaah haji agar dalam pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan lancar dan percaya diri.  Selain itu juga Ikut mendoakan kepada calon jamaah haji agar semuanya diberikan kesehatan lancar dalam ibadahnya dan kondur (pulang, red) membawa predikat haji yang mabrur,” ungkapnya.

Sementara itu, Pram Prasetya Achmad dalam paparannya menyampaikan bahwa ada cukup banyak perbedaan mekanisme dalam penyelenggaraan haji tahun 2022 ini. Beberapa di antaranya yakni, sistem pengaturan sirkulasi jamaah yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi melalui aplikasi.

“Masuk ke lokasi tertentu harus pakai aplikasi. Kedua, ada banyak pembatasan sehingga calon haji harus mengikutinya, termasuk jadwal, agar tidak kesulitan,” paparanya.

Berdasarkn informasi yang diterimanya dari berbagai sumber, lanjut Pram, Arab Saudi memasuki musim panas. Bahkan, suhu saat ini mencapai sekitar 40 derajat celcius. Karena itu, para calon haji perlu menyiapkan beberapa peralatan sebagai antisipasi, seperti spray air, payung, atau penutup kepala lainnya.

“Untuk menjaga stamina, saya sarankan jamah mengonsumsi oralit secara rutin, setidaknya sehari 2 kali. Insya-Allah  membantu karena oralit memiliki unsur salah satunya natrium yang dapat mencegah virus dan menjaga daya tahan tubuh,” jelasnya.

Hal-hal lain yang tidak boleh diabaikan yakni terkait tindakan terlarang dalam berhaji. Sebagai contoh, tidak fokus beribadah karena lebih mementingkan swafoto. Apalagi, jika swafoto yang menggambarkan aktivitas ibdah itu merupakan settingan.

“Itu bisa mengganggu kekhusukan. Saran saya jadikan haji ini untuk menunaikan rukun Islam secara maksimal. Hindari hal-hal yang tidak perlu, apalagi memamerkan ibadah kita,” terangnya.

Pada bagian akhir, Pram mengingatkan agar seluruh jamaah, khususnya anggota DP Korpri Purworejo, dapat membawa nama baik daerah, organisasi, dan satuan kerjanya masing-masing.

“Kesantunan, perilaku, tata krama, dan kepedulian harus dijaga. Sejak di emberkasi hingga kembali ke Purworejo,” tandasnya. (top)