Amalan di Malam Lailatul Qadr Pahalanya Lebih dari 1000 Bulan, Jangan Lewatkan!

Lailatul Qodar

MAGELANGEKSPRES.COM – Wasshalatu wassalamu ‘ala rasulillahi. Shalawat dan salam semoga tercurahkan untuk Baginda Nabi kita, utusan Allah, Muhammad ﷺ, untuk keluarga Beliau, untuk para sahabat Beliau dan orang-orang yang mencintai Beliau. Amma ba’du.

Berbincang tentang Persiapan Ramadhan

Allah Azza wa Jalla tau manusia ini lemah. Semangatnya naik turun, imannya juga naik turun. Sehingga ada musim-musim kebaikan yang di situ Allah melipatgandakan pahala, memberikan bonus-bonus, memberikan doorprize, memberikan banyak keistimewaan. Salah satunya ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Fokus ini! Kalau kita mau cari itu, yang lainnya tinggalin. Karena ini lebih utama, gitu. Orang kadang kala dikasih pilihan: “Engkau mau kerja ini apa kerja itu?”

“Enggak, aku mau dua-duanya.”

Kayaknya berat kalau engkau dua-duanya. Enggak ada yang selesai nantinya, bercabang pikiranmu dan tenagamu juga ga banyak. Engkau masih punya keluarga, punya anak, kau punya orang tua.

Sehingga yaa yang dilakukan Nabi ﷺ untuk meraih Lailatul Qadr itu i’tikaf -akhirnya. Untuk memutuskan hubungan semua: memutuskan acara-acara bersama manusia, memutuskan kegiatan-kegiatanmu itu, kegiatan sosial pun ditinggalkan, apalagi sekedar bermain-main.

Maka orang kalau mau cari Lailatul Qadr, tinggalkan main bola, tinggalkan nonton televisi, tinggalkan semuanya! Fokus, engkau mau cari apa?! Itu kalau punya target. Tapi kalau enggak ada targetnya.. Targetnya apa? Mudik. Targetnya apa? Nanti lebaran pakai baju baru. Kalau targetnya “Ramadhan aku diampuni dosa-dosaku”, maka perlu adanya perjuangan; memutuskan segala hal yang membuat tadi niat kita terganggu/target kita enggak tercapai.

Ikhwaty fillah,

Rasulullah ﷺ tatkala datang bulan Ramadhan, Beliau memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya, mengatakan:

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺷَﻬْﺮٌ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ،

Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan.

ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ،

Bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang penuh dengan kebaikan.

Jadi Ramadhan itu Syahrun Mubarok. Ada 12 bulan, yang penuh dengan berkah: Ramadhan.

كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ

Yang Allah wajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya.

Ini bicara keutamaan Ramadhan, berkahnya Ramadhan. Rukun Islam itu yang ke-4 berpuasa, adanya di bulan Ramadhan. Di bulan itu dibuka pintu-pintu surga. Dibuka! Ini keutamaan lainnya: ditutup pintu-pintu neraka. Nabi kasih kabar gembira kepada para sahabat, supaya termotivasi mereka.

ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ،

Syaitan-syaitan dibelenggu.

ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ

Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

Barang siapa yang dihalangi dari malam Lailatul Qadr ini, maka dia terhalangi dari kebaikan yang banyak.

Oleh karena itu kenapa orang-orang yang berambisi besar untuk meraih keridhaan Allah itu, doanya:

[ اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ ]

/Allahumma ballighnaa ramadhan/

Bahkan ini, kalau bicara doa:

[ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ ]

/Allahumma baariklanaa fii rajab wa sya’ban wa ballighnaa ramadhan/

“Allah.. berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.”

Itu menjadi permohonan hamba.

Jadi bulan Ramadhan ini bulan yang dipilih oleh Allah Azza wa Jalla untuk turunnya kitab-kitab Allah kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ini bulan terjadinya interaksi antara langit dan bumi -seakan akan- dimana Allah turunkan malaikat Jibril untuk membawa wahyu kepada para nabi, menurunkan firman-Nya, menurunkan surat-Nya, kepada hamba-hamba pilihan Allah di bulan yang terpilih, yaitu bulan Ramadhan.

وَاثِلَةَ بْنُ الْأَسْقَعِ

Meriwayatkan dari Rasul ﷺ, bahwa Nabi mengatakan:

أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيْمَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانِ

Disebutkan bahwasanya suhuf Ibrahim, lembaran-lembaran Nabi Ibrahim itu diturunkan di awal malam Ramadhan.

وَأُنْزِلَتْ تَوْرَاةِ لِسِتٍّ مَا بَيْنَ مِنْ رَمَضَانِ

Sedangkan Taurat diturunkan hari ke-6 pada bulan Ramadhan. Sedangkan Injil diturunkan hari ke-13 dari Ramadhan. Dan Zabur dikatakan hari ke-18 dari Ramadhan, dan Qur’an disebutkan di hari ke-24 dari bulan Ramadhan.

Ini sebuah keutamaan yang agung tatkala Allah memilihkan bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’anul Karim.

Allah berfirman di surat Al-Baqarah ayat 185. Apa kata Allah Azza wa Jalla?

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

{ شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ }

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Itu bulan Ramadhan. Jadi hadits tadi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad tentang diturunkannya kitab-kitab kepada para Nabi di bulan Ramadhan, menunjukkan bahwasanya Allah memilih Ramadhan ini sejak penciptaan langit dan bumi. Bagaimana Allah ﷻ menurunkan suhuf Ibrahim, menurunkan Taurat, menurunkan Injil, menurunkan Zabur, dan menurunkan Al-Qur’anul Karim di bulan Ramadhan [ ﺷَﻬْﺮٌ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ ].

Dan sebentar lagi kita akan masuk ke bulan itu. Bagaimana persiapan kita? (Disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A dalam kajian online GIS)