Alun-alun Temanggung Mulai Ramai dengan Warga Ngabuburit

NONGKRONG. Sejumlah warga sedang nongkrong disekitar Alun-alun Temanggung saat menjelang waktu berbuka puasa. 
NONGKRONG. Sejumlah warga sedang nongkrong disekitar Alun-alun Temanggung saat menjelang waktu berbuka puasa. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Sebagaimana layaknya bulan Ramadan sebelumnya, masyarakat di Kabupaten Temanggung biasa menghabiskan waktu sambil menunggu beduk maghrib di sekitaran alun-alun.

Dari pantauan koran ini tidak hanya masyarakat yang datang dengan berjalan kaki saja, tapi tidak sedikit kelompok yang menggunakan sepeda. Bahkan ada juga yang sengaja nongkrong untuk berburu foto dan berbagai aktivitas lainnya.

Memang tidak ada masyarakat yang berani memasuki area Alun-alun Temanggung, sebab pemerintah setempat telah memasang garis larangan memasuki area alun-alun. Hanya saja banyak juga yang nongkrong diatas sepeda motor dan mobil didepan rumah dinas bupati.

“Kalau awal-awal puasa lalu memang sepi dari aktivitas, sekarang alhamdulillah sudah mulai ramai,” ucap Johanes, salah satu warga Temanggung kota, Minggu (10/5).

Ia menuturkan, diawal puasa lalu memang dirinya sering beraktivitas di sekitaran Alun-alun Temanggung. Tapi saat itu kondisinya masih sangat sepi, hanya ada beberapa pedagang dan sejumlah warga saja yang masih beraktivitas.

“Lumayanlah cukup senang kalau ramai seperti ini,” katanya.

Johanes mengaku, tahu dan paham dengan kondisi saat ini yang sedang dilanda pandemi Virus Corona (Covid-19). Namun pemerintah juga masih membuka peluang masyarakat untuk beraktivitas selama mematuhi protokol kesehatan pencegahan corona.

“Selama menggunakan masker dan jaga jarak katanya masih boleh, jadi saya kalau keluar rumah pasti menggunakan masker,” tuturnya.

Baca Juga
3 Pasien Positif dari Klaster Gowa di Kota Magelang Berhasil Sembuh

Namun demikian, dirinya juga tidak mengetahui secara persis aturan dan anjuran dari pemerintah, soalnya masih banyak aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah selama ini.

“Masyarakat nurut saja, logikanya kalau masih ada aktivitas dari pemerintah masyarakat juga bisa beraktivitas sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Dimas warga lainnya menambahkan, kemungkinan selama ini masyarakat sudah mulai jenuh tinggal dirumah, sehingga menjelang akhir bulan Ramadan ini, mereka nekat keluar rumah untuk hiburan sedikit.

“Hampir dua bulan aktivitas masyarakat dibatasi, jenuh juga kan berada dirumah terus,” katanya.

Menurutnya, alun-alun menjadi satu-satunya pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu menjelang buka puasa. “Hari ini sangat ramai, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya,” tuturnya.

Jika memang ada aturan yang pasti dari pemerintah mungkin masyarakat akan menuruti, namun selama ini aturan dan anjurannya masih ada kelongaran.”Semoga saja segera membaik, jika ada aturan ya tegas, tanpa ada peluang untuk melanggarnya,” tutupnya. (set)