Alumni SMPN 1 Wonosobo Bantu Pembangunan Musala Sekolah

BANTUAN. Alumni SMPN 1 Wonosobo  angkatan 7375 dan angkatan 7476 menyerahkan bantuan untuk pembangunan musala sekolah.
BANTUAN. Alumni SMPN 1 Wonosobo  angkatan 7375 dan angkatan 7476 menyerahkan bantuan untuk pembangunan musala sekolah.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Alumni SMPN 1 Wonosobo angkatan 7375 dan angkatan 7476 menyerahkan bantuan untuk pembangunan musala sekolah. Bantuan tersebut  diserahkan secara simbolis kepada kepala sekolah  kemarin di halaman sekolah setempat.

“Kami mewakili alumni angkatan 7375 dan angkatan 7476 menyerahkan bantuan kepada SMPN1 untuk kepentingan pembangunan tempat ibadah, sebab sekolah  hingga saat ini belum memiliki tempat ibadah,” ungkap Perwakilan Alumni, Gatot Setyo Subagyo kemarin usai menyerahkan bantuan di halaman SMPN1 Wonosobo.

Menurutnya, dari pengumpulan yang dilakukan, angkatan 7375 terkumpul uang sebesar Rp19 juta lebih dan angkatan 7476 terkumpul uang sebesar Rp22 juta lebih. Dana tersebut dikumpulkan dari alumni yang tergabung dalam group WA.

“Sebenarnya jumlah bisa lebih, karena ada yang langsung mengirim via tranfer ke panitia pembangunan. Kami berharap SMP bisa cepat memiliki tempat ibadah yang ada di lingkungan sekolah,” katanya.

Disebutkan alumni SMPN 1 Wonosobo tersebar di hampir seluruh pulau di Indonesia dari Aceh hingga Papua. Bahkan alumni yang dari luar kota banyak  yang berkontribusi, alumni tersebut  cukup banyak menduduki posisi strategis, baik di pusat atau di daerah, baik itu diangkatan bersenjata, departemen, bappenas, dosen di perguruan tinggi dan juga di kementerian.

“Kegiatan ini diharapkan akan memicu mereka yang belum tahu, kemudian mengetahui dan menyumbangkan dananya untuk sekolah tercinta ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN1 Wonosobo, Sri Puji Astuti mengemukakan, pihak sekolah memang berencana membangun  tempat ibadah, namun  karena tidak punya tanah, akhirnya harus membeli terlebih dahulu, posisi  tanah berada di sebelah barat sekolah.

“Kami berinisiasi membeli tanah seluas 210 meter persegi, yang bersebelahan langsung dengan gedung sekolah. Sehingga membutuhkan anggaran sekitar Rp700 juta. Anggaran itu dibayar dengan infaq dari siswa, karena belum cukup kemudian kemudian ada bantuan dari alumni,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Butuh Rp1 Triliun Tuntaskan 999 Km Ruas Jalan Wonosobo

Baca juga
Pabrik Limbah Kain Perca di Tegalrejo Terbakar

Lantaran ini sudah memasuki proses pelunasan tanah, akhirnya pihak sekolah kembali memberikan informasi kepada alumni sehingga mereka berinisasi untuk membantu. Untuk pembelian tanah sendiri yang sudah dibayarkan Rp500 juta lebih dari uang infak siswa.

“Jadi sekarang sudah ada tambahan lagi dari alumni itu, dan untuk perkembangan total jumlah uang yang ada di panitia saat ini belum dicek, tapi banyak alumni yang sudah mengirim via tranfer,” terangnya

SMPN1 Wonosobo  berdiri tahun 1912, namun belum pernah memiliki tempat ibadah yang representative. SMP tertua di Wonosobo itu kemudian meminta  pertimbangan komite membuat musholla sendiri. Namun karena keterbatasan anggaran dan juga terhalang oleh pandemi covid 19, pembangunan sempat terganggu. Dengan bantuan para alumni, pihak sekolah optimis, dalam waktu dekat, SMPN 1 wonosobo bakal memiliki tempat ibadah. (gus)