Alumni BLK Purworejo Direkrut Bikin Masker

JAHIT. Salah satu alumni pekerja saat menjahit masker di BLK Purworejo yang akan dibagikan kepada masyarakat Purworejo.
JAHIT. Salah satu alumni pekerja saat menjahit masker di BLK Purworejo yang akan dibagikan kepada masyarakat Purworejo.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Alumni pelatihan menjahit Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Purworejo direkrut untuk menjadi relawan penjahit masker yang akan dibagikan Pemkab Purworejo kepada masyarakat.

Kepala BLK Purworejo Sudarman mengungkapkan, pembuatan masker itu sudah dilakukan sejak akhir Maret lalu. Saban hari mampu diproduksi sekitar tiga ratus masker. “Memang belum banyak yang diproduksi karena tenaga menjahitnya kurang banyak. Di sini kami melibatkan siswa yang tengah mengikuti pelatihan serta alumni BLK dari jurusan jahit. Total ada 40 orang,” kata Sudarman, kemarin.

Menurutnya, pembuatan masker ini mengikuti arahan dari BLK yang ada di bawah binaan Surakarta. Pihaknya menyambut baik karena langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan turut mendukung langkah antisipasi mencegah penyebaran Covid-19.

“Kain sudah disediakan BLK. Di sini karyawan kami di BLK yang memotong kain. Ssementara penjahitan dilakukan oleh siswa dan alumni,” imbuh Sudarman.

Dia menargetkan mampu memproduksi hingga sepuluh ribu masker. Ribuan masker tersebut akan diserahkan ke pemkab untuk dibagikan kepada masyarakat. “Bagi para siswa, ini memang menjadi keuntungan tersendiri karena mereka akan dengan cepat menguasai dasar menjahit. Mereka juga tergerak sebagai relawan dan berarti bagi orang lain,” katanya.

Masker yang diproduksi disesuaikan dengan kaidah kebersihan. Masker terbuat dari dua lembar kain yang disusun sehingga bagian tengahnya bisa ditempatkan tisu.

Rumkatiyah, salah seorang penjahit, mengaku dihubungi untuk menjadi relawan pejahitan oleh BLK Purworejo. Dia langsung menyatakan siap. “Tidak ada salahnya kita terlibat dalam misi sosial ini,” katanya.

Dia meminta masyarakat selalu mengenakan masker. Apalagi, saat berada di luar rumah. “Kita sudah rela meluangkan waktu untuk membuat masker ini tanpa mendapat bayaran. Masak tinggal memakai saja tidak mau,” katanya.(luk)